Inara 19

Langkah kaki Mahesa yang lebar dan berat menggema di koridor menuju ruang kesehatan kantor. Setiap ketukan sepatunya di atas lantai marmer seolah seirama dengan detak jantungnya yang bergemuruh hebat. Rasa amarah, cemburu, dan kekhawatiran yang ia sangkal mati-matian kini bercampur aduk menjadi satu bom waktu yang siap meledak.

Braaaakk

Mahesa mendorong pintu ruang kesehatan dengan kasar tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Dua orang petugas medis kantor yang sedang berjaga langsung tersentak kaget dan berdiri tegak saat melihat sang Direktur Utama berdiri di ambang pintu dengan wajah menggelap dan raut pembunuh.

Namun, tatapan Mahesa tidak tertuju pada petugas medis. Matanya langsung mengunci tirai putih di sudut ruangan yang setengah terbuka.

Di sana, di atas brankar, Inara terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di punggung tangannya. Wajahnya terlihat sangat pucat, matanya terpejam rapat dengan napas yang pendek-pendek. Dan tepat di samping brankar itu, Arga sedang duduk di kursi, tangannya baru saja hendak membenarkan posisi selimut tebal yang menutupi bahu Inara.

"Keluar," desis Mahesa, suaranya rendah namun bergetar menahan ledakan amarah yang luar biasa.

Arga menoleh, terkejut melihat kehadiran atasannya yang mendadak. Pria itu langsung berdiri dan membungkuk hormat.

"Pak Mahesa? Apa anda ingin menengok Bu Inara?"

"Saya bilang keluar, Pak Arga. Dan bawa semua petugas medis di sini keluar. Sekarang juga," potong Mahesa tajam, matanya menatap Arga dengan pandangan menguliti, seolah siap memecat pria itu detik ini juga jika berani membantah.

Arga yang menangkap aura ketegangan yang tidak biasa itu akhirnya mengangguk kaku. Dia melirik Inara sekilas dengan tatapan khawatir sebelum akhirnya melangkah keluar, diikuti oleh dua petugas medis yang buru-buru menutup pintu rapat-rapat. Mereka memang tak tahu ada hubungan apa Mahesa dan Inara. Namun, yang mereka tahu selama ini Mahesa selalu bersikap sedikit keras kepada Inara.

Kini, hanya ada Mahesa dan Inara d…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Arin

Arin

Mahesa merasa kalah dari Arga. Karena Inara malah ikut berangkat kerja bareng Arga, padahal Mahesa sudah menawarkan agar Inara bareng Mahesa. Tapi Inara menolaknya..... Makanya istrinya dikasih perhatian sepenuh hati. Kalau ada yang meliriknya ya.... jangan salah. Salahkan saja dirimu yang berusaha menutupi pernikahan dirimu dengan Inara. Buat apa coba???

2026-06-06

0

hasana

hasana

yeeyyy inara...keluarkan kehebatan mu👍👍👍👍

2026-06-06

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!