CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH

"Oh my God! Mukaku cantik banget, gilak!" teriak Lily dengan gembira saat melihat pantulan dirinya di cermin.

Wajah Lily yang tadinya agak kurus kini terlihat lebih berisi. Bibirnya semerah ceri, rambutnya bergelombang indah, dan tubuhnya juga tampak lebih berisi di beberapa bagian.

Puas mengagumi perubahan dirinya, Lily segera mengenakan seragam sekolah dan memoles wajahnya dengan sedikit makeup. Setelah selesai, ia turun ke lantai satu.

Saat berada di tangga, matanya kembali berembun ketika melihat Daddy, kedua abangnya, dan kakaknya. Namun, buru-buru ia menahan air matanya.

Begitu sampai di bawah, semua orang langsung menoleh dan melongo melihatnya.

"Hehehe, pagi Mom, Dad, Kak, Bang."

Yang pertama sadar adalah sang kakak, Azalea Mahendra.

"Lo cantik banget kalau begini. Jauh lebih bagus daripada biasanya yang kayak orang zaman kuno," ujarnya terus terang.

Lily tidak bisa membantah karena penampilannya sebelumnya memang sedikit kuno.

Melihat suasana yang canggung, sang kepala keluarga, Mike Tison Mahendra, berdeham pelan.

"Ehem. Lily, ayo duduk dan habiskan sarapanmu."

"Baik, Dad."

Lily pun duduk di samping sang Mommy.

Setelah semua selesai makan, Daddy kembali berbicara.

"Honey, hari ini kamu berangkat sama abangmu dulu ya. Daddy ada meeting penting. Tidak apa-apa, kan?"

"Nggak apa-apa kok, Dad. Santai aja. Tapi tanya dulu, Abang mau bawa Lily atau nggak."

Alasannya sederhana. Sang abang terkenal dingin setengah mati.

"Alex, sekalian antar adikmu ya," kata Daddy.

"Hm, tunggu di depan."

Jawaban singkat itu datang dari Alex Putra Mahendra

Tak lama kemudian mereka sudah berada di luar rumah.

"Pergi dulu ya, Mom. Bye!"

Lily menyalami tangan sang ibu. Saat mendekati motor, Alex langsung menyodorkan helm berwarna pink kepadanya.

Lily menerimanya dengan senang hati.

Tak lama kemudian mereka pun berangkat ke sekolah.

(oh iya Azalea tu sudah kuliah ya )

---

Sesampainya di sekolah, Lily segera turun dari motor.

"Aku langsung ke kelas ya, Bang."

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung berjalan menuju kelas yang masih cukup sepi.

Tak lama kemudian satu per satu siswa mulai berdatangan. Banyak yang tampak kebingungan melihat kehadiran Lily.

Kringggg!

Bel masuk berbunyi.

Para siswa langsung duduk di bangku masing-masing. Tak lama kemudian guru pun masuk ke kelas.

"Oke, anak-anak. Hari ini kita akan memulai pelajaran Biologi. Tapi sebelum itu, mari kita absen dulu."

Satu per satu nama dipanggil hingga akhirnya nama Lily disebut.

"Lily Mahendra."

"Hadir, Bu."

Lily langsung mengangkat tangannya.

Seketika seluruh siswa, guru, bahkan sahabatnya sendiri terkejut.

Pasalnya, selama ini Lily selalu berpenampilan nerd atau cupu.

Setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya, sang guru melanjutkan pelajaran.

"Baik, anak-anak. Silakan buka buku paket halaman 142."

---

Kringggg!

Bel istirahat berbunyi.

"Baik, anak-anak. Kita akhiri pelajaran sampai di sini. Oh iya, tugas minggu lalu tolong dikumpulkan. Lily, bantu Ibu membawa buku tugas teman-temanmu ya."

"Baik, Bu."

Setelah itu guru pun keluar dari kelas.

Seketika kelas menjadi riuh.

Saat sedang asyik melamun, Lily dikejutkan oleh suara yang sangat familiar.

"Lily."

Ternyata itu adalah Cici Karina, sahabatnya.

Dengan enggan, Lily menatap Cici seolah bertanya, "Ada apa?"

Melihat sikap Lily yang dingin, Cici tampak terkejut. Biasanya Lily selalu terlihat senang ketika ia mendekat.

Namun kali ini berbeda.

"Lily, kenapa kamu mengubah penampilanmu seperti ini? Kamu lupa kalau Devano nggak suka cewek nakal?"

Nada bicaranya terdengar lembut seperti biasa.

Namun Lily bisa melihat jelas rasa iri di mata Cici saat melihat perubahan dirinya.

"Oh, cuma lagi pengen aja."

Lily berdiri dari kursinya.

"Ya sudah ya, aku mau ke kantin dulu. Bye."

Tanpa melihat ke belakang, Lily langsung pergi meninggalkan kelas.

Sementara itu, Cici hanya bisa berdiri dengan wajah syok.

---

Saat sedang berjalan menuju kantin, suara sistem tiba-tiba terdengar di kepalanya.

(DING!)

(Misi baru telah diberikan!)

(Selamatkan seorang wanita yang akan terkena bola basket.)

(Hadiah: Rahasia.)

(Misi sedang berlangsung...)

Tanpa membuang waktu, Lily langsung berlari menuju lapangan basket.

Saat hampir sampai, ia melihat sebuah bola basket melayang dengan kecepatan tinggi ke arah seorang siswi yang sedang berjalan tanpa memperhatikan sekitar.

Tanpa berpikir panjang, Lily langsung berlari.

"AWASSSSS!"

Teriakannya membuat seluruh perhatian orang-orang di sekitar langsung tertuju padanya dan wanita tersebut.

Tepat sebelum bola mengenai kepala wanita itu, Lily langsung memeluknya dan menjatuhkan diri ke samping.

Bruk!

Mereka berguling di atas lapangan.

Setelah semuanya aman, Lily segera duduk dan memeriksa keadaan wanita itu.

"Kamu nggak apa-apa?"

Wanita itu tersenyum lembut.

"Nggak apa-apa kok. Cuma lecet sedikit. Makasih ya."

Lily langsung menghela napas lega.

"Syukurlah."

"Kamu mau ke UKS dulu nggak?" tanya Lily.

"Nggak usah. Cuma luka kecil kok."

Wanita itu tersenyum.

"Oh iya, nama kamu siapa?"

"Oh, namaku Lily Mahendra. Kalau kamu?"

"Namaku Aurora Sclear. Salam kenal ya."

"Salam kenal juga."

Setelah memastikan Aurora baik-baik saja, Lily pun pamit.

"Oh, kalau begitu aku pergi dulu ya. Lain kali kalau jalan, hati-hati."

Aurora hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.

---

Saat sedang berjalan di lorong sekolah, notifikasi sistem kembali berbunyi.

(DING!)

(Misi berhasil diselesaikan.)

+Apakah Tuan Rumah ingin membuka hadiah misi?)

(YA / TIDAK)

Lily segera menekan pilihan YA pada layar transparan sistem.

(DING!)

(Selamat! Tuan Rumah memperoleh uang sebesar 3 triliun rupiah.)

(Selamat! Elemen Air telah berhasil dibangkitkan.)

(Selamat! Anda mendapatkan efek ×3 untuk setiap barang yang masuk ke Ruang Dimensi Sistem.)

Lily hanya bisa menahan napas melihat hadiah yang sangat luar biasa itu.

Setelah menenangkan diri, ia kembali berjalan menuju kelas.

---

Beberapa jam kemudian...

KRINGGGG~~~

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi.

Saat ini Lily sudah berada di area parkiran.

Rencananya, ia akan meminta izin kepada Alex untuk pergi sebentar. Tentu saja tujuan sebenarnya adalah mulai menimbun persediaan makanan untuk menghadapi kiamat zombie di masa depan.

Tak lama kemudian Alex muncul.

"Maaf lama. Tadi aku ada urusan."

"Oh, nggak apa-apa kok."

Lily tersenyum.

"Oh iya, Bang. Aku pulang sendiri ya naik taksi. Soalnya ada barang yang mau kubeli."

"Kan bisa sama Abang."

"Emm... aku mungkin lama. Barangnya juga banyak. Takut nggak muat di motor."

Alex berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk.

"Hm. Tapi jangan lama-lama. Nanti dimarahi Mommy."

"Okeeeee, Bang. Bye!"

Setelah berpamitan, Lily langsung keluar gerbang sekolah dan masuk ke taksi yang sudah ia pesan.

"Ayo Pak, ke Mall Kota."

"Siap, Non."

Tak lama kemudian mereka pun sampai di tujuan.

"Berapa, Pak?"

"Seratus tujuh puluh empat ribu, Non."

Lily memberikan dua lembar uang seratus ribu.

"Kembaliannya buat Bapak aja."

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung masuk ke dalam mall.

"Hmm... ke mana dulu ya?"

Ia berpikir sejenak.

"Ah, ke toko pakaian dulu saja."

Lily langsung berjalan menuju sebuah toko pakaian.

"Selamat datang, Kak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai toko.

"Tolong siapkan sepuluh set pakaian musim dingin, sepuluh set pakaian musim panas, dua puluh kaos berbagai warna, pakaian untuk anak-anak, bayi, orang tua, lansia, pokoknya semua deh. Oh iya, siapkan juga beberapa baju sehari-hari."

Begitu mendengar pesanan itu, pegawai toko langsung terbengong.

Pasalnya, Lily membeli pakaian dalam jumlah yang sangat banyak, padahal ia masih mengenakan seragam sekolah.

"Mbak?"

"..."

"Mbak?"

"..."

"MBAK!"

Pegawai itu langsung tersadar.

"Maaf, Kak!"

Ia segera meminta maaf dan mulai menyiapkan seluruh pesanan Lily.

Setelah semua selesai dihitung, kasir pun menyebutkan total belanja.

"Total belanja Kakak adalah Rp145.567.000. Karena Kakak berbelanja dalam jumlah besar, Kakak mendapatkan diskon 10%."

Lily mengangguk.

"Baik."

Tanpa ragu ia langsung membayar seluruh tagihan.

Saat sudah keluar dari toko, tiba-tiba seseorang memanggil namanya.

"Lily..."

Langkah Lily langsung terhenti.

Perlahan ia menoleh ke belakang.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Wahyuningsih

Wahyuningsih

thor buat lily badaz abiz biar makin seru

2026-07-09

0

Rangiku Gin

Rangiku Gin

sistem keberuntungan macam apa ini??😂🤭🤣

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 — TERLAHIR KEMBALI
2 CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH
3 CHAPTER- 3 MENGUNJUNGI RUANG DIMENSI
4 CHAPTER -4 PERTEMUAN TAK TERDUGA
5 CHAPTER -5 AWAL KEHANCURAN
6 CHAPTER 6 – BULAN MERAH DAN HUJAN DARAH
7 CHAPTER 7 – ZOMBIE LEVEL 0
8 CHAPTER 8 – KRISTAL ZOMBIE LEVEL 0
9 CHAPTER 9 – MENCARI PERSEDIAAN
10 CHAPTER 10 – BOCAH KEMBAR
11 CHAPTER 11 – ANGGOTA BARU DAN HARIMAU PUTIH KECIL
12 CHAPTER 12 – SADARNYA ATHAR DAN PERGI KE PANGKALAN
13 CHAPTER 13 – PANGKALAN B
14 CHAPTER 14 – PERJALANAN MENUJU PANGKALAN B
15 CHAPTER 15 – BERTEMU AURORA DAN EVAN
16 CHAPTER 16 – CERITA AURORA
17 CHAPTER 17 – SERANGAN ZOMBIE
18 CHAPTER 18 – SAMPAI PANGKALAN B
19 CHAPTER 19 - MEMBELI RUMAH
20 CHAPTER 20 - MENGAMBIL MISI
21 CHAPTER 21 - MASUKNYA HAMA
22 CHAPTER 22 - GANGGUAN DAN ANGGOTA BARU
23 CHAPTER 23 – PULANG
24 CHAPTER 24 – SAMPAI RUMAH
25 PENGUMUMAN
26 CHAPTER 25
27 CHAPTER 26 – PINDAH LOKASI
28 CHAPTER 27 – PERJALANAN MENUJU KOTA A
29 CHAPTER 28 – PERJALANAN
30 CHAPTER 29 – SAMPAI DI GUNUNG DOMO
31 CHAPTER 30 – KARIN DAN FLORA
32 CHAPTER 31 – MUTASI BARU
33 CHAPTER 32 – ORANG ASING
34 CHAPTER 33 – TEMAN BARU
35 CHAPTER 34 KELUAR DARI MILITER
36 CHAPTER 35 MUTAN TUMBUHAN
37 CHAPTER 36 TIGER TIDUR
38 37 PELIHARAAN BARU
39 BAB 38 – KELUAR PANGKALAN
40 CHAPTER 39 – ZOMBIE GANDA
41 CHAPTER 40 – NAGA ES KEHANCURAN
Episodes

Updated 41 Episodes

1
CHAPTER 1 — TERLAHIR KEMBALI
2
CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH
3
CHAPTER- 3 MENGUNJUNGI RUANG DIMENSI
4
CHAPTER -4 PERTEMUAN TAK TERDUGA
5
CHAPTER -5 AWAL KEHANCURAN
6
CHAPTER 6 – BULAN MERAH DAN HUJAN DARAH
7
CHAPTER 7 – ZOMBIE LEVEL 0
8
CHAPTER 8 – KRISTAL ZOMBIE LEVEL 0
9
CHAPTER 9 – MENCARI PERSEDIAAN
10
CHAPTER 10 – BOCAH KEMBAR
11
CHAPTER 11 – ANGGOTA BARU DAN HARIMAU PUTIH KECIL
12
CHAPTER 12 – SADARNYA ATHAR DAN PERGI KE PANGKALAN
13
CHAPTER 13 – PANGKALAN B
14
CHAPTER 14 – PERJALANAN MENUJU PANGKALAN B
15
CHAPTER 15 – BERTEMU AURORA DAN EVAN
16
CHAPTER 16 – CERITA AURORA
17
CHAPTER 17 – SERANGAN ZOMBIE
18
CHAPTER 18 – SAMPAI PANGKALAN B
19
CHAPTER 19 - MEMBELI RUMAH
20
CHAPTER 20 - MENGAMBIL MISI
21
CHAPTER 21 - MASUKNYA HAMA
22
CHAPTER 22 - GANGGUAN DAN ANGGOTA BARU
23
CHAPTER 23 – PULANG
24
CHAPTER 24 – SAMPAI RUMAH
25
PENGUMUMAN
26
CHAPTER 25
27
CHAPTER 26 – PINDAH LOKASI
28
CHAPTER 27 – PERJALANAN MENUJU KOTA A
29
CHAPTER 28 – PERJALANAN
30
CHAPTER 29 – SAMPAI DI GUNUNG DOMO
31
CHAPTER 30 – KARIN DAN FLORA
32
CHAPTER 31 – MUTASI BARU
33
CHAPTER 32 – ORANG ASING
34
CHAPTER 33 – TEMAN BARU
35
CHAPTER 34 KELUAR DARI MILITER
36
CHAPTER 35 MUTAN TUMBUHAN
37
CHAPTER 36 TIGER TIDUR
38
37 PELIHARAAN BARU
39
BAB 38 – KELUAR PANGKALAN
40
CHAPTER 39 – ZOMBIE GANDA
41
CHAPTER 40 – NAGA ES KEHANCURAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!