CHAPTER -5 AWAL KEHANCURAN

Sudah enam hari sejak Lily terlahir kembali.

Minggu pagi itu, Lily sedang duduk santai di gazebo belakang mansion milik keluarganya. Namun, ada sesuatu yang terasa aneh. Udara di sekitarnya sangat dingin meskipun matahari sedang bersinar terik.

"Kenapa suhunya sangat dingin? Bukannya kiamat baru dimulai besok?" gumam Lily bingung.

Menurut ingatannya, kiamat akan dimulai esok hari, diawali oleh hujan es dan badai salju ekstrem, lalu disusul fenomena bulan merah serta hujan darah.

"Mungkinkah ini efek butterfly?" pikirnya.

Karena sudah tidak tahan dengan udara dingin yang menusuk tulang, Lily akhirnya masuk ke dalam rumah dan menuju ruang keluarga. Di sana, Azalea sedang duduk santai sambil bermain ponsel.

"Lo dari mana?" tanya Azalea tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.

Lily berjalan ke sofa dan duduk di samping kakaknya.

"Dari gazebo belakang. Tadinya mau duduk santai, tapi nggak tahan dinginnya."

Azalea hanya mengangguk.

"Kak, hari ini lo nggak ke mana-mana, kan?" tanya Lily.

"Enggak. Gue di rumah seharian sampai besok," jawab Azalea.

"Oh... Mommy, Daddy, sama Bang Alex mana?"

"Mommy lagi di dapur, Daddy di ruang kerja. Kalau Alex, mungkin masih di kamar main game."

Lily mengangguk pelan.

Mereka berdua kemudian menonton televisi bersama. Namun, suhu udara semakin lama semakin dingin.

Tak lama kemudian, sebuah berita darurat muncul di layar televisi.

"Fenomena salju dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Indonesia..."

Mata Lily langsung melebar.

Ia buru-buru menoleh ke arah jendela.

"Kak, lihat deh! Salju turun!"

Lily menunjuk ke luar.

Butiran-butiran putih perlahan jatuh dari langit.

Mata Azalea langsung membelalak.

"Astaga! Ini Indonesia! Gimana mungkin ada salju turun di sini?!"

Ia segera berdiri dan berlari menuju jendela.

"Gilak... ini benar-benar gilak..."

Azalea hanya bisa tercengang.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari belakang.

"Azalea, Lily, kalian ngapain di situ? Ayo makan siang dulu," ajak sang Mommy yang belum mengetahui apa yang sedang terjadi.

Saat itu Daddy sudah duduk di meja makan.

"Mom! Lihat deh! Ada salju! Dunia kayaknya mau kiamat!" seru Azalea heboh.

Mendengar itu, Mommy dan Daddy segera menghampiri jendela.

Ketika melihat pemandangan di luar, keduanya ikut terkejut.

"Bagaimana mungkin ada salju di Indonesia?" ucap Mommy bingung.

"Ya... ini sangat aneh. Aku harap ini bukan pertanda buruk," kata Daddy dengan wajah serius.

"Sudah, sudah. Ayo makan siang dulu," ajak Mommy.

Mereka pun menuju meja makan.

Tak lama kemudian, Alex turun dari kamarnya.

Seperti biasa, keluarga Mahendra makan siang dalam keadaan tenang karena itu memang sudah menjadi aturan keluarga.

Setelah makan, Lily langsung kembali ke kamarnya.

Saat itu jam menunjukkan pukul 15.34 sore.

Di luar, salju turun semakin deras.

Sore berganti malam.

Namun badai salju bukannya mereda, malah semakin menggila.

Setelah makan malam, seluruh keluarga Mahendra berkumpul di ruang keluarga.

"Sampai kapan kira-kira hujan salju ini akan berlangsung?" tanya Daddy.

Tidak ada yang menjawab.

Tidak seorang pun mengetahui jawabannya.

Karena udara semakin dingin, mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing.

Di dalam kamar, Lily segera membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.

"Sistem, berapa suhu sekarang?" tanyanya sambil menggigil.

DING!

(Suhu saat ini telah mencapai -50°C, Nona.)

"Astaga..."

Lily terkejut.

Penurunan suhu ini jauh lebih cepat daripada yang ia ingat.

"Sistem, kira-kira berapa lama badai salju ini akan berlangsung?"

(DING!!!)

(Perkiraan sistem, badai salju akan berakhir dalam tiga hari ke depan.)

Lily hampir pingsan mendengarnya.

Baru setengah hari saja, tubuhnya sudah terasa membeku.

Apalagi jika harus bertahan selama tiga hari penuh.

Ia yakin sebelum badai salju berakhir, dirinya sudah berubah menjadi patung es.

Karena tidak tahan lagi, Lily segera memasuki ruang sistem miliknya.

Begitu masuk, ia langsung menghela napas lega.

Udara di ruang sistem terasa hangat dan nyaman.

Selain itu, siklus waktu di sana berhenti pada siang hari.

"Ahhh... inilah kehidupan."

Lily menghirup udara dengan rakus.

"Setelah badai salju selesai, akan muncul bulan merah dan hujan darah."

"Setelah itu, seluruh umat manusia akan tertidur selama satu minggu."

"Siapa yang gagal menahan proses evolusi akan berubah menjadi zombie."

"Sedangkan mereka yang berhasil akan menjadi manusia super atau manusia yang telah terbangkitkan."

Lily memang tidak menginginkan kiamat terjadi.

Namun, ia juga tidak bisa menghentikannya.

Semua ini sudah menjadi takdir dunia.

Setelah beristirahat cukup lama di ruang sistem, Lily akhirnya keluar.

Saat kembali ke kamar, jam masih menunjukkan pukul 02.31 dini hari.

Ia pun kembali tidur dengan dua lapis selimut.

Keesokan paginya, Lily bangun dengan perasaan malas.

Bagaimana tidak?

Suhu udara kini telah mencapai -53°C.

Saat turun ke lantai satu, ia melihat seluruh keluarganya mengenakan pakaian musim dingin yang tebal lengkap dengan syal panjang.

"Pagi semuanya," sapa Lily.

"Pagi," jawab mereka hampir bersamaan.

Menu sarapan pagi itu adalah bubur ayam hangat dan teh panas.

Setelah sarapan, mereka berkumpul di ruang keluarga.

Sebuah pemanas ruangan diletakkan di bawah meja untuk mengurangi dinginnya udara.

"Daddy mungkin akan di rumah selama beberapa hari ke depan sampai badai salju ini selesai," kata Daddy.

"Dan Daddy juga mendapat pemberitahuan dari kepala sekolah kalian. Kegiatan belajar diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan."

Lily dan Alex hanya mengangguk.

Tak lama kemudian, mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing.

Lily memilih kembali ke kamarnya.

"Sistem, cek status."

DING!

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

STATUS TUAN RUMAH

Nama : Lily Mahendra

Ras : Manusia

Umur : 19 Tahun

Visual : 91 (Sangat Sempurna)

Kekuatan : 83 (Sempurna)

Kelincahan : 90 (Sangat Sempurna)

Kemampuan

Elemen:

- Air (Terbangkitkan)

- Api (Terbangkitkan)

- Tanah (Terkunci)

- Tumbuhan (Terkunci)

- Cahaya (Terkunci)

- Kegelapan (Terkunci)

- Halilintar (Terbangkitkan)

Kemampuan Bawaan Sistem:

- Ruang Penyimpanan Tanpa Batas

- Kekuatan Metal

Senjata:

- Dagger Hitam

- Katana Seribu Bayangan

Mutan/Hewan Kontrak:

-

-

-

Lily tersenyum puas setelah melihat status miliknya.

Usahanya selama beberapa hari terakhir ternyata tidak sia-sia.

Namun, rasa dingin yang terus menusuk membuatnya tidak memiliki semangat untuk melakukan apa pun.

Akhirnya, ia kembali berbaring di atas tempat tidur, membungkus dirinya dengan selimut tebal, lalu tertidur sambil menunggu badai salju yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Terpopuler

Comments

Rangiku Gin

Rangiku Gin

eh Lily blm ada tempat tinggal bunker gitu yaa apa gmna?? 🤔🤔

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 — TERLAHIR KEMBALI
2 CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH
3 CHAPTER- 3 MENGUNJUNGI RUANG DIMENSI
4 CHAPTER -4 PERTEMUAN TAK TERDUGA
5 CHAPTER -5 AWAL KEHANCURAN
6 CHAPTER 6 – BULAN MERAH DAN HUJAN DARAH
7 CHAPTER 7 – ZOMBIE LEVEL 0
8 CHAPTER 8 – KRISTAL ZOMBIE LEVEL 0
9 CHAPTER 9 – MENCARI PERSEDIAAN
10 CHAPTER 10 – BOCAH KEMBAR
11 CHAPTER 11 – ANGGOTA BARU DAN HARIMAU PUTIH KECIL
12 CHAPTER 12 – SADARNYA ATHAR DAN PERGI KE PANGKALAN
13 CHAPTER 13 – PANGKALAN B
14 CHAPTER 14 – PERJALANAN MENUJU PANGKALAN B
15 CHAPTER 15 – BERTEMU AURORA DAN EVAN
16 CHAPTER 16 – CERITA AURORA
17 CHAPTER 17 – SERANGAN ZOMBIE
18 CHAPTER 18 – SAMPAI PANGKALAN B
19 CHAPTER 19 - MEMBELI RUMAH
20 CHAPTER 20 - MENGAMBIL MISI
21 CHAPTER 21 - MASUKNYA HAMA
22 CHAPTER 22 - GANGGUAN DAN ANGGOTA BARU
23 CHAPTER 23 – PULANG
24 CHAPTER 24 – SAMPAI RUMAH
25 PENGUMUMAN
26 CHAPTER 25
27 CHAPTER 26 – PINDAH LOKASI
28 CHAPTER 27 – PERJALANAN MENUJU KOTA A
29 CHAPTER 28 – PERJALANAN
30 CHAPTER 29 – SAMPAI DI GUNUNG DOMO
31 CHAPTER 30 – KARIN DAN FLORA
32 CHAPTER 31 – MUTASI BARU
33 CHAPTER 32 – ORANG ASING
34 CHAPTER 33 – TEMAN BARU
35 CHAPTER 34 KELUAR DARI MILITER
36 CHAPTER 35 MUTAN TUMBUHAN
37 CHAPTER 36 TIGER TIDUR
38 37 PELIHARAAN BARU
39 BAB 38 – KELUAR PANGKALAN
40 CHAPTER 39 – ZOMBIE GANDA
41 CHAPTER 40 – NAGA ES KEHANCURAN
Episodes

Updated 41 Episodes

1
CHAPTER 1 — TERLAHIR KEMBALI
2
CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH
3
CHAPTER- 3 MENGUNJUNGI RUANG DIMENSI
4
CHAPTER -4 PERTEMUAN TAK TERDUGA
5
CHAPTER -5 AWAL KEHANCURAN
6
CHAPTER 6 – BULAN MERAH DAN HUJAN DARAH
7
CHAPTER 7 – ZOMBIE LEVEL 0
8
CHAPTER 8 – KRISTAL ZOMBIE LEVEL 0
9
CHAPTER 9 – MENCARI PERSEDIAAN
10
CHAPTER 10 – BOCAH KEMBAR
11
CHAPTER 11 – ANGGOTA BARU DAN HARIMAU PUTIH KECIL
12
CHAPTER 12 – SADARNYA ATHAR DAN PERGI KE PANGKALAN
13
CHAPTER 13 – PANGKALAN B
14
CHAPTER 14 – PERJALANAN MENUJU PANGKALAN B
15
CHAPTER 15 – BERTEMU AURORA DAN EVAN
16
CHAPTER 16 – CERITA AURORA
17
CHAPTER 17 – SERANGAN ZOMBIE
18
CHAPTER 18 – SAMPAI PANGKALAN B
19
CHAPTER 19 - MEMBELI RUMAH
20
CHAPTER 20 - MENGAMBIL MISI
21
CHAPTER 21 - MASUKNYA HAMA
22
CHAPTER 22 - GANGGUAN DAN ANGGOTA BARU
23
CHAPTER 23 – PULANG
24
CHAPTER 24 – SAMPAI RUMAH
25
PENGUMUMAN
26
CHAPTER 25
27
CHAPTER 26 – PINDAH LOKASI
28
CHAPTER 27 – PERJALANAN MENUJU KOTA A
29
CHAPTER 28 – PERJALANAN
30
CHAPTER 29 – SAMPAI DI GUNUNG DOMO
31
CHAPTER 30 – KARIN DAN FLORA
32
CHAPTER 31 – MUTASI BARU
33
CHAPTER 32 – ORANG ASING
34
CHAPTER 33 – TEMAN BARU
35
CHAPTER 34 KELUAR DARI MILITER
36
CHAPTER 35 MUTAN TUMBUHAN
37
CHAPTER 36 TIGER TIDUR
38
37 PELIHARAAN BARU
39
BAB 38 – KELUAR PANGKALAN
40
CHAPTER 39 – ZOMBIE GANDA
41
CHAPTER 40 – NAGA ES KEHANCURAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!