Dendam Manis Di Cawan Hitam

Dendam Manis Di Cawan Hitam

Aroma Logam dan Penyesalan

*"Jangan pernah bermimpi tentang surga, Marie. Karena di tempat ini, neraka adalah satu-satunya tempat yang mau menerima keberadaanmu."*

Suara itu berat, serak, dan berbau sisa tembakau yang terbakar perlahan. Aku tidak melihat wajahnya dengan jelas, hanya bayangan pria yang berdiri di ambang pintu kayu tua yang berderit. Cahaya lampu neon berwarna hijau mint dari luar jendela menembus celah-celah kamar yang sempit, membiaskan cahaya di atas lantai yang basah oleh sisa hujan Oakhaven.

Aku terengah-engah, dadaku terasa sesak. Rasa sakit ini asing—bukan sakit karena peluru di dunia lamaku, melainkan rasa sakit dari tubuh yang terabaikan, tubuh yang terlalu sering dipaksa menelan air mata. Aku memejamkan mata, mencoba menenangkan detak jantung yang terasa terlalu cepat. Di ingatanku, aku masih ingat laboratorium bawah tanah, rasa cairan metalik dari racun eksperimental yang merenggut nyawaku, dan gelapnya pengkhianatan. Tapi sekarang? Tubuh ini terasa lebih kecil, lebih rapuh.

*"Siapa kau?"* suaraku parau, seperti gesekan kertas kasar.

Pria itu melangkah maju. Sepatu botnya yang mengilap menghantam lantai kayu dengan suara yang penuh otoritas. Dia adalah Julius Vance. Dia bukan sekadar pria dengan setelan jas hitam yang rapi; dia adalah predator yang menyatu dengan bayangan kota ini. Matanya—sepasang iris tajam yang tampak seperti obsidian—menatapku dengan nada merendahkan yang kental.

*"Pamanmu,"* jawabnya singkat, suaranya dingin, seolah kata itu hanyalah label kosong. *"Atau mungkin, seseorang yang baru saja membeli masa depanmu dari para mucikari di distrik bawah yang bangkrut itu. Kau terlihat jauh lebih menyedihkan daripada yang aku bayangkan, Marie."*

Aku tertawa sinis, meski tenggorokanku terasa terbakar. *"Jadi, aku berpindah dari satu neraka ke neraka yang lebih elit? Apa yang kau inginkan dari gadis yang bahkan tidak punya harga diri lagi ini, Julius?"*

Julius berhenti tepat di depanku. Aroma parfum kayu cendana bercampur bau *Nectar* yang pekat menguar dari tubuhnya. Dia tidak menyentuhku, tapi kehadirannya begitu menekan. Dia membungkuk, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajahku.

*"Aku tidak membutuhkan tubuhmu untuk kesenangan rendahan,"* bisiknya, tangannya yang terawat sempurna menyentuh daguku, memaksa wajahku mendongak. *"Aku membutuhkan garis keturunanmu. Ayahmu adalah alkimia yang gila, Marie. Dan kau... kau adalah satu-satunya wadah yang tersisa dari rahasia yang bisa memurnikan pasokan Nectar di klubku."*

Aku menatapnya tajam. Di dunia lamaku, aku adalah intel terbaik yang bisa melacak target di tengah badai salju. Meski tubuh ini lemah, instingku masih utuh. Dia ingin memanfaatkanku untuk kepentingan bisnisnya.

*"Dan jika aku menolak?"* tanyaku, memberanikan diri.

*"Maka kau akan kembali ke selokan,"* jawabnya tenang. *"Kau akan membusuk di sana, di bawah pengaruh Nectar palsu yang akan membuat jiwamu membusuk dalam hitungan hari. Atau... kau bisa menandatangani kontrak darah ini, menjadi istri di atas kertas—hanya untuk urusan bisnis keluarga—dan aku akan memberimu semua kekuatan yang kau butuhkan untuk membalas dendam pada siapa pun yang membuat hidupmu, Marie Vance berakhir seperti pecundang."*

Kata-kata 'balas dendam' itu bergetar di udara. Dia mengira dia tahu alasan Marie asli sangat membenci keluarganya, padahal itu adalah kebencian yang kini kupinjam sebagai bahan bakar.

*"Pernikahan?"* tanyaku, mencoba menyembunyikan getaran di suaraku. *"Kau menggunakan hukum kuno Vance untuk menjeratku? Ini bukan pernikahan, Julius. Ini adalah perbudakan yang dibungkus dengan gaun pengantin."*

*"Pilihan yang menarik,"* Julius terkekeh, suara tawanya tidak mencapai matanya. *"Tapi di Oakhaven, kebebasan adalah kemewahan. Aku menawarkanmu kendali atas musuh-musuhmu. Sebagai gantinya, kau memberikan kesetiaanmu padaku. Secara hukum, secara darah, dan secara mutlak."*

Aku menatap kontrak itu. Segel lilin hitam berbentuk cawan terbalik. Kontrak darah. Sesuatu yang akan mengikat nyawaku dengannya.

*"Jika aku menandatangani ini,"* aku menatapnya tepat di mata, *"aku tidak akan menjadi istri yang patuh di ranjangmu, Julius. Aku akan menjadi bayangan yang akan memastikan semua musuhmu habis tak bersisa. Apakah kau cukup berani untuk memelihara harimau di rumahmu sendiri?"*

Julius tersenyum tipis. Dia menarik tangan dari daguku, lalu menyodorkan pena dari tulang hewan.

*"Harimau adalah peliharaan yang sangat menarik,"* sahutnya pelan. *"Tapi ingat satu hal, Marie. Di The Black Cup, aku adalah tuannya. Jangan berharap aku akan memperlakukanmu seperti keponakan yang butuh kasih sayang."*

Aku meraih pena itu. Jarum di ujungnya terasa tajam. Aku menekan ujung pena ke ibu jariku. Darah merah segar keluar, menetes ke atas kontrak. Sensasi panas menjalar ke seluruh tubuhku—sihir hitam yang terkandung di dalam kontrak itu seolah menyatu dengan aliran darahku.

*"Selamat datang di keluarga, istriku,"* bisik Julius tepat di telingaku saat aku hampir ambruk karena efek ikatan sihir tersebut.

Tiba-tiba, pintu kamar didobrak dengan keras. Suara ledakan magis menggetarkan ruangan, dan asap tebal berwarna ungu memenuhi udara. Beberapa pria bersenjata—dengan lencana keluarga rival—masuk dengan senjata api yang dimodifikasi sihir.

Julius bahkan tidak bergeming. Dia hanya melirik ke arah pintu tanpa sedikit pun rasa takut.

*"Sepertinya, bulan madu kita harus dimulai dengan pertumpahan darah, Marie,"* katanya, sementara tangan kanannya mengeluarkan aura gelap yang membentuk bilah pedang. *"Tunjukkan padaku, apakah kau memang seberani mulutmu, atau hanya gadis bangsawan yang beruntung selamat dari maut."*

Aku menyambar belati kecil di bawah bantal—sisa pertahanan Marie—dan berdiri tegak. Meski tubuh ini lemah, tekadku sudah membatu. Ini adalah permulaan. Dendam ini baru saja dimulai.

Namun, saat aku melangkah maju, kakiku terasa goyah. Bukan karena ketakutan, tapi karena sesuatu yang berasal dari dalam tubuh Marie yang tiba-tiba berteriak kesakitan akibat kontrak darah yang baru saja aktif.

Julius menatapku dengan seringai tajam, mengira aku hanya kelelahan karena gizi buruk. *"Oh, aku lupa memberitahumu. Darah Vance yang terikat kontrak ini memiliki efek samping kecil saat ikatan sihir pertama kali aktif... kau akan merasakan sedikit rasa sakit."*

Pria di depanku itu baru saja memulai permainan yang lebih kotor dari yang kubayangkan. Aku mengerang saat rasa dingin menjalar ke sarafku. Aku jatuh ke satu lutut, menatap musuh yang mendekat, sementara Julius hanya berdiri di sana, menunggu—menunggu untuk melihat apakah aku akan bangkit kembali.

*"Bangun, Marie,"* perintah Julius dengan nada dingin yang menusuk tulang. *"Atau kau akan mati sebelum kau sempat membalas dendam pada satu orang pun."*

Aku menatap darahku sendiri yang kini mulai berpendar kebiruan di lantai—reaksi Nectar dalam tubuhku yang dipicu oleh sihir Julius. Aku tidak akan mati di sini. Tidak lagi. Aku menggertakkan gigi, mengabaikan rasa sakit yang luar biasa di tulang belakangku, dan perlahan-lahan, aku memaksakan diri untuk berdiri.

Salah satu dari musuh mengarahkan senjata magisnya langsung ke arah dadaku. Cahaya hijau neon mulai terkumpul, siap meledak.

*Aku tidak akan membiarkan tubuh ini hancur sebelum aku membalaskan dendamnya,* pikirku saat cahaya itu semakin terang...

Episodes
1 Aroma Logam dan Penyesalan
2 Tarian di Atas Beling
3 Bau Amis dan Kebohongan
4 Kedalaman Cawan yang Menggigit
5 Topeng Perak dan Gema Masa Lalu
6 Cawan yang Menagih Nyawa
7 Bayangan dari Masa Lalu yang Menghujam
8 Api Pengkhianatan dan Denyut Terakhir
9 Cakar Sang Penjaga dan Sumpah Darah yang Mengikat
10 Cermin Retak dan Kebohongan yang Terpahat
11 Menara di Atas Awan dan Kebenaran yang Terkunci
12 Simfoni Kehendak yang Terbelah
13 Gema di Lembah Nisan Sunyi
14 Sisa Nafas di Ujung Senja
15 Jejak Darah di Garis Perbatasan
16 Jejak Asing di Tanah Tak Berjejak
17 Logam yang Berteriak dan Sisa Hati yang Terluka
18 Labirin Dinding yang Bernapas
19 Bayang-bayang di Ambang Fajar
20 Di Bawah Langit Dua Bulan yang Membara
21 Taman Terlarang dan Janji yang Terbelah
22 Cermin Retak di Ruang Antara
23 Perpustakaan Jiwa dan Kebenaran yang Terlarang
24 Rantai Besi dan Kebisuan Jiwa
25 Puing-puing Takdir dan Fajar yang Berdarah
26 Gema di Tanah yang Terlupa
27 Gema dari Akar Dunia dan Pilihan Terlarang
28 Retakan di Cakrawala dan Sumpah Darah
29 Di Ambang Puncak Arash
30 Sumpah Darah di Balik Kabut Kepalsuan
31 Rahasia di Balik Altar Kehampaan
32 Harga dari Sebuah Kenangan
33 Cincin Tanpa Nama dan Kebangkitan Nurani
34 Gema di Lorong Waktu dan Janji yang Terenggut
35 Sosok di Balik Kabut Kepalsuan
36 Gema di Lorong Kematian
37 Loop Keabadian yang Retak
38 Simfoni Kehancuran Sektor 12
39 Wajah di Balik Cermin yang Retak
40 Sang Penulis di Balik Tirai Kematian
41 Di Antara Reruntuhan Keheningan
42 Gerbang Asal-Usul dan Janji Sumpah Darah
43 Retakan Jiwa di Ambang Keabadian
44 Cakar Besi dari Dimensi Kelam dan Sumpah yang Tersis
45 39: Darah, Debu, dan Sumpah yang Ditempa Ulang
46 Menembus Batas Takdir, Awal dari Perang yang Tersembunyi
47 Warisan Darah di Balik Tabir Kota
48 Tinta Takdir dan Harga Sebuah Pilihan
49 43: Mantra yang Tidak Tertulis dan Harga Kebenaran
50 Gema di Halaman Pertama
51 Tarian Pedang di Atas Altar Darah
52 Labirin Memori yang Terlarang
53 Pilihan di Ambang Kehancuran
54 Ramalan Kertas Tua dan Belenggu Takdir
55 Tinta Takdir dan Pilihan Sang Penjaga
56 Belati Penghapus dan Harga Sebuah Kebenaran
57 Retakan Cermin dan Bayangan Sang Ibu
58 Abu Kenangan di Dasar Samudra Sihir
59 Langit yang Robek dan Api Sumpah Kuno
60 Cermin Jiwa yang Berkhianat
61 Labirin Kehancuran dan Harga Sebuah Kunci
62 Darah di Arena Kebencian
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Aroma Logam dan Penyesalan
2
Tarian di Atas Beling
3
Bau Amis dan Kebohongan
4
Kedalaman Cawan yang Menggigit
5
Topeng Perak dan Gema Masa Lalu
6
Cawan yang Menagih Nyawa
7
Bayangan dari Masa Lalu yang Menghujam
8
Api Pengkhianatan dan Denyut Terakhir
9
Cakar Sang Penjaga dan Sumpah Darah yang Mengikat
10
Cermin Retak dan Kebohongan yang Terpahat
11
Menara di Atas Awan dan Kebenaran yang Terkunci
12
Simfoni Kehendak yang Terbelah
13
Gema di Lembah Nisan Sunyi
14
Sisa Nafas di Ujung Senja
15
Jejak Darah di Garis Perbatasan
16
Jejak Asing di Tanah Tak Berjejak
17
Logam yang Berteriak dan Sisa Hati yang Terluka
18
Labirin Dinding yang Bernapas
19
Bayang-bayang di Ambang Fajar
20
Di Bawah Langit Dua Bulan yang Membara
21
Taman Terlarang dan Janji yang Terbelah
22
Cermin Retak di Ruang Antara
23
Perpustakaan Jiwa dan Kebenaran yang Terlarang
24
Rantai Besi dan Kebisuan Jiwa
25
Puing-puing Takdir dan Fajar yang Berdarah
26
Gema di Tanah yang Terlupa
27
Gema dari Akar Dunia dan Pilihan Terlarang
28
Retakan di Cakrawala dan Sumpah Darah
29
Di Ambang Puncak Arash
30
Sumpah Darah di Balik Kabut Kepalsuan
31
Rahasia di Balik Altar Kehampaan
32
Harga dari Sebuah Kenangan
33
Cincin Tanpa Nama dan Kebangkitan Nurani
34
Gema di Lorong Waktu dan Janji yang Terenggut
35
Sosok di Balik Kabut Kepalsuan
36
Gema di Lorong Kematian
37
Loop Keabadian yang Retak
38
Simfoni Kehancuran Sektor 12
39
Wajah di Balik Cermin yang Retak
40
Sang Penulis di Balik Tirai Kematian
41
Di Antara Reruntuhan Keheningan
42
Gerbang Asal-Usul dan Janji Sumpah Darah
43
Retakan Jiwa di Ambang Keabadian
44
Cakar Besi dari Dimensi Kelam dan Sumpah yang Tersis
45
39: Darah, Debu, dan Sumpah yang Ditempa Ulang
46
Menembus Batas Takdir, Awal dari Perang yang Tersembunyi
47
Warisan Darah di Balik Tabir Kota
48
Tinta Takdir dan Harga Sebuah Pilihan
49
43: Mantra yang Tidak Tertulis dan Harga Kebenaran
50
Gema di Halaman Pertama
51
Tarian Pedang di Atas Altar Darah
52
Labirin Memori yang Terlarang
53
Pilihan di Ambang Kehancuran
54
Ramalan Kertas Tua dan Belenggu Takdir
55
Tinta Takdir dan Pilihan Sang Penjaga
56
Belati Penghapus dan Harga Sebuah Kebenaran
57
Retakan Cermin dan Bayangan Sang Ibu
58
Abu Kenangan di Dasar Samudra Sihir
59
Langit yang Robek dan Api Sumpah Kuno
60
Cermin Jiwa yang Berkhianat
61
Labirin Kehancuran dan Harga Sebuah Kunci
62
Darah di Arena Kebencian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!