Ending Sang Ibu Tiri

Ending Sang Ibu Tiri

Hilang dalam Ledakan

"Maaf nyonya, bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya. Tangan dengan infus yang tertancap disana bergerak seolah ingin menggapai sosok mungil yang tidak menangis maupun bergerak lagi.

Bayinya tiada setelah dilahirkan. Air mata nya mengalir deras, namun tidak ada suara dari bibirnya. Tubuhnya masih terasa lemah, suaranya bahkan belum kembali setelah teriakan dan rasa sakit di ranjang persalinan.

"Bayiku....."

"Bawa segera! Tidak perlu membiarkan nya berlama-lama!" Suara tegas bercampur dingin itu datang dengan tatapan tanpa belas kasih maupun genangan di pelupuk matanya.

"Jangan....." Tahannya. Tapi permintaannya tidak didengarkan.

"Simpan air mata mu itu. Tidak ada gunanya menangis. Bersyukurlah! Hanya bayi itu yang tiada, bukan putriku!" Sentak nya dengan tatapan tajam.

"Aku masih berbelas kasih padamu. Tapi, bukan berarti.... Aku tidak bisa melakukan hal yang buruk padamu! Anggap saja ini hukuman karena kejahatan mu ingin melukai putriku!"

Manik basah wanita itu menatap sosok pria yang dulunya dia kagumi lalu menjadi cinta dan berusaha menjadi seorang istri dan ibu dari anak yang bukan miliknya. Namun, bukannya sebuah pelukan atau kata-kata yang manis bercampur penguatan maupun dukungan. Justru kata-kata kutukan yang terlontar.

"Bukan aku..." Bibirnya ingin menjelaskan.

"Sudah Daddy, aku tidak papa. Tapi adik bayinya... Tidak bisa menangis lagi?" Matanya beralih pada sosok yang bicara sedih dengan tatapan berkaca-kaca itu. Anak perempuan itu, yang dia lindungi dengan segenap hati, justru menjadi penyebab dia kehilangan darah dagingnya.

"Mommy, tidak papa?" Tanyanya kembali.

"Sudah, dia tidak papa. Sebentar lagi akan sembuh! Ayo ikut Daddy!"

Kepala kecilnya mengangguk dan mengikuti langkah besar sang Daddy. " Dengar Athena.... Jangan berulah lagi. Lebih baik kau istirahat, mobil akan menjemput mu dalam beberapa hari." Pria itu kembali berujar sebelum akhirnya melenggang pergi menghilang dari ruangan itu.

"Putraku...." Dia kembali menangis, sendiri tanpa siapapun yang menemaninya. Seolah derita dia genggam dan telan sendiri.

**************

Saat matanya kembali terbuka, dia masih berada di ruangan yang sama. Beraroma disinfektan mengelilingi hidung nya. Sama, matanya melihat hal yang sama tidak ada yang menemani nya selain....

"Selamat pagi bu." Seorang perawat datang mengecek kondisinya.

Beberapa hari, Athena duduk di ranjang pasien dengan tatapan yang digenangi air mata nya dan pipinya yang selalu basah. Perawat kembali masuk dengan langkah hati-hati, matanya menangkap kesedihan itu. Bukan hanya sekedar kehilangan, tapi ada hal lain. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak selain memberikan dukungan untuk wanita yang menyedihkan itu.

"Bu, ayo sarapan dulu." Ajaknya membawa makanan.

Athena menoleh, dia melihat nampan berisi makanan dan diletakan seperti biasanya di hadapan nya. "Terimakasih." Ujarnya pelan.

"Apa, tidak ada yang datang?" Tanyanya dan dia berharap jawabannya tidak seperti yang dipikirkan nya.

Perawat itu menghentikan tangannya bekerja. "Bu...."

"Sudah, aku tau jawabannya." Ujar Athena melihat bibir perawat itu begitu berat mengatakannya.

"Bu, jangan bersedih lagi. Saya yakin kebahagiaan akan kembali menghujani anda, Bu." Bibir Athena tersenyum kecut.

"Ya, aku......"

"Mommy!" Suara panggilan itu mengalihkan pandangannya. Sosok mungil dengan rambut yang dikepang dua masuk sambil berlari kecil.

"Mommy, hari ini mommy sudah bisa pulang. Ayo, kita pulang." Ujarnya dengan senyuman. Athena melihat senyuman manis itu, dari tubuh kecil yang dirawat nya.

"Kenapa mommy?" Manik matanya berkedip dengan tangannya yang mencoba bergerak tapi kembali tertahan.

"Apa mommy tidak mau pulang? Jangan khawatir, Daddy sudah tidak marah lagi. Aurora sudah bicara." Jelasnya kembali meyakinkan.

"Iya Athena. Aku juga sudah bicara dengan Logan. Dia sudah menyiapkan mobil untukmu. Aku dan Aurora menjemputmu." Bunyi lancip dari hak sepatu itu berbenturan dengan lantai. Seorang wanita dengan rambut pirang datang dengan tas ternama di jinjing nya. Menatap ramah dan tersenyum manis pada Athena.

"Aku turut berdukacita atas apa yang menimpa mu. Aku juga sudah bicara dengan Logan, kalau yang terjadi bukan salahmu."

"Sungguh?" Ujar Athena.

"Ya, karena itu. Ayo, kita pulang. Kau bisa lihat nanti."

"Terimakasih Miranda."

"Jangan bicara begitu. Ayo! Ayo Aurora ajak mommy mu."

"Iya, ayo mommy!" Mendengar semuanya, Athena menjadi lebih tenang. Dia juga menunggu untuk pulang meskipun bukan suaminya yang menjemput, tapi setidaknya ada sosok yang dianggap sebagai putrinya.

'Syukurlah, tidak seperti pemikiran ku.' Batinnya, dia yakin sosok mungil yang menggenggam tangannya ini tidaklah jahat. Itu hanya salah paham. Apalagi, dia melihat senyuman dan sapaan manis dari Aurora.

"Apa masih lama?" Tanya Athena. Mobil mereka tiba-tiba berhenti karena ban bocor.

"Jangan khawatir Athena. Aku akan menghubungi Logan untuk mendatangkan mobil lain untuk menjemput kita. Sebentar ya." Ujar Miranda mengeluarkan ponselnya.

"Astaga, jaringan jelek sekali. Aku kesana ya."

"Mommy jangan khawatir." Tangan kecil Aurora mengenggam tangan nya yang masih terasa dingin.

"Kalau ada dirimu. Mommy tidak khawatir." Ujar Athena.

"Mommy mau air? Aku ambilkan ya." Anak itu membuka pintu mobil dan mengambil sebotol air lalu memberikannya dari jendela mobil.

"Terimakasih sayang."

"Segar mommy?" Athena mengangguk. Namun tak lama kepalanya terasa pusing.

"Rora, mommy...."

"Mommy, tidurlah dan jangan kembali lagi. Kau tidak pantas menjadi mommy ku. Selamat tinggal mommy. Ikutlah bersama dengan bayimu yang tiada." Mommy ku hanya bibi Miranda!"

"Rora apa.....ma-ksud-mu." Kepala Athena terasa berat. Dia bisa melihat Aurora berlari kencang di ujung jalan dan menggenggam tangan Miranda. Keduanya tersenyum kecil sebelum akhirnya.....

Mobil langsung meledak menghilangkan kesadaran Athena seiring rasa panas menjalar di tubuhnya.

Dugaannya benar. Namun, semuanya sudah terlambat. Sosok kecil yang manis yang dibesarkan nya nyatanya ikut terlibat dalam rencana jahat untuk menghabisi nya.

'Jika aku diberikan kesempatan, aku akan merubahnya!'

"Hah!" Napasnya tersengal-sengal dengan sepasang matanya yang terbuka mendadak.

"Kau sudah bangun, cepat! Segeralah bersiap. pernikahan mu dan Logan dalam hitungan jam!"

"Aku? kembali......." Ujarnya pelan menatap tak percaya dirinya di pantulan cermin.

Bersambung....

Halo semuanya author kembali lagi dengan cerita baru. Mohon dukungannya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏

Terpopuler

Comments

Bela Viona

Bela Viona

anak kecil itu ibarat kertas yg masih kosong.
kalau tiap hri di kash makan dan minum lauk kejahatan,maka darah dan daging ny pun tercemar kejahatan.
izin baca karya ny thor

2026-06-08

2

MataPanda?_

MataPanda?_

semangt trus kak lnjut terus😄

2026-06-07

1

sakura

sakura

...

2026-07-28

1

lihat semua
Episodes
1 Hilang dalam Ledakan
2 Pernikahan
3 Percikan Kecil
4 Drama dimulai
5 Ucapan ku adalah mutlak!
6 Sepatu jahat
7 Palsu
8 Bak Kuda
9 Kotak Coklat
10 Dibalik sutra
11 Siapa yang kena bom nya?
12 Tendangan maut
13 Suami VS Istri
14 Kepanikan Logan
15 Satu Kosong
16 Dibalik Permintaan Aurora
17 Me time
18 Kacau
19 Pelajaran di meja restoran
20 Pembelajaran dan Keputusan
21 Tambahan anggota liburan
22 Dibalik 6 jam
23 Dasar Aneh!
24 Welcome to Fiji
25 Karena buah Kelapa
26 Antara Tawa dan teriakkan
27 Video Romantis
28 Kabar Buruk
29 Siraman Untuk Penganggu
30 Kegiatan Malam tanpa dugaan
31 Kejutan di pagi hari
32 Menu Kematian
33 Reaksi
34 Mengumpulkan bukti-bukti
35 Penangkapan
36 Perlindungan yang gagal
37 Langkah Pertama
38 Keputusan di meja makan
39 Keputusan mutlak
40 drama baru
41 Perang kotak bekal
42 Terkuaknya Pencipta Teddy bear
43 Tangisan Aurora
44 Akhirnya Pergi
45 Selamat datang di rumah kita
46 Singa VS Anjing
47 Dinding Es yang mencair
48 Acara peresmian
49 Bisakah?
50 Hari Pertama Bekerja
51 Stand Keluarga
52 Badai yang menghangatkan
53 Akhirnya Tumbang
54 Wajah yang dikenal
55 Sebuah Kejujuran
56 Diantara deburan ombak
57 Insiden Es krim
58 Tamu tak diundang
59 Hanya Menyisakan Abu
60 Percikan api
61 Membakar yang lainnya
62 Upaya Pemadaman
63 Sekilas masa lalu
64 Pencarian ditengah malam
65 Masih menghantui
66 Kotak besar
67 Kiriman tak terduga
68 Penelusuran
69 Keputusan Logan
70 Ada apa dengan Athena?
71 Berpisah Sejenak
72 Tebakan
73 Selamat!
74 Dibalik rasa bahagia
75 Tidak Terbagi
76 Sudah ada
77 Perhatian tanpa pertengkaran
78 Hari Anak
79 Sedikit Kepingan
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Hilang dalam Ledakan
2
Pernikahan
3
Percikan Kecil
4
Drama dimulai
5
Ucapan ku adalah mutlak!
6
Sepatu jahat
7
Palsu
8
Bak Kuda
9
Kotak Coklat
10
Dibalik sutra
11
Siapa yang kena bom nya?
12
Tendangan maut
13
Suami VS Istri
14
Kepanikan Logan
15
Satu Kosong
16
Dibalik Permintaan Aurora
17
Me time
18
Kacau
19
Pelajaran di meja restoran
20
Pembelajaran dan Keputusan
21
Tambahan anggota liburan
22
Dibalik 6 jam
23
Dasar Aneh!
24
Welcome to Fiji
25
Karena buah Kelapa
26
Antara Tawa dan teriakkan
27
Video Romantis
28
Kabar Buruk
29
Siraman Untuk Penganggu
30
Kegiatan Malam tanpa dugaan
31
Kejutan di pagi hari
32
Menu Kematian
33
Reaksi
34
Mengumpulkan bukti-bukti
35
Penangkapan
36
Perlindungan yang gagal
37
Langkah Pertama
38
Keputusan di meja makan
39
Keputusan mutlak
40
drama baru
41
Perang kotak bekal
42
Terkuaknya Pencipta Teddy bear
43
Tangisan Aurora
44
Akhirnya Pergi
45
Selamat datang di rumah kita
46
Singa VS Anjing
47
Dinding Es yang mencair
48
Acara peresmian
49
Bisakah?
50
Hari Pertama Bekerja
51
Stand Keluarga
52
Badai yang menghangatkan
53
Akhirnya Tumbang
54
Wajah yang dikenal
55
Sebuah Kejujuran
56
Diantara deburan ombak
57
Insiden Es krim
58
Tamu tak diundang
59
Hanya Menyisakan Abu
60
Percikan api
61
Membakar yang lainnya
62
Upaya Pemadaman
63
Sekilas masa lalu
64
Pencarian ditengah malam
65
Masih menghantui
66
Kotak besar
67
Kiriman tak terduga
68
Penelusuran
69
Keputusan Logan
70
Ada apa dengan Athena?
71
Berpisah Sejenak
72
Tebakan
73
Selamat!
74
Dibalik rasa bahagia
75
Tidak Terbagi
76
Sudah ada
77
Perhatian tanpa pertengkaran
78
Hari Anak
79
Sedikit Kepingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!