Bab 03 Mbok Ginem!

"Siapa wanita itu, Wir?" tanya wanita tua yang ternyata bernama Mbok Ginem itu dengan nada bingung.

​"Namanya Dinda, Mbok. Kasihan, gadis ini tersesat di dalam hutan," jawab Wira apa adanya.

​Mbok Ginem terperanjat, lalu beralih menatap Dinda dengan pandangan penuh prihatin. Dinda yang ditatap seperti itu hanya bisa tersenyum kaku sembari menganggukkan kepalanya sopan.

​"Walah... nduk, kasihan sekali cah ayu..." ucap Mbok Ginem dengan logat yang terdengar asing namun lembut di telinga Dinda. "Kemari, Nduk," panggil Mbok Ginem ramah.

​Dengan perasaan malu-malu, Dinda melangkah mendekat.

​"Nama kamu siapa, Nduk?" tanya Mbok Ginem lagi.

​"Dinda, Mbok," jawab Dinda dengan suara rendah, berusaha memberikan kesan sopan dan kalem.

​"Walah, namanya ayu... Dinda. Kelihatan seperti nama putri raja," puji Mbok Ginem dengan mata berbinar-binar.

​Dinda hanya bisa tersenyum kikuk, menyembunyikan rasa bersalah karena sudah membuat Mbok Ginem salah paham dengan penampilannya.

​"Sudah, jangan dipikirkan lagi yang berlalu. Malam ini kamu tidur di sini saja, ya..." ucap Mbok Ginem menawarkan tumpangan.

​Dinda mengangguk pasrah, tidak punya pilihan lain. Melihat respons Dinda, Mbok Ginem pun tersenyum cerah, merasa senang karena rumah sepinya kedatangan tamu yang cantik.

Mbok Ginem tersenyum hangat menatap Dinda, lalu memberi isyarat agar gadis itu segera naik ke dalam rumah panggung kayu mereka. Namun, langkah kaki Dinda mendadak terpaku di tanah.

​Ia terbengong menatap lurus ke depan dengan rahang agak turun. Rumah ini cukup tinggi, dan satu-satunya akses untuk naik adalah sebuah tangga darurat yang hanya terbuat dari kayu-kayu bulat sebesar lengan orang dewasa, lalu diikat menggunakan lilitan tali akar tanaman.

​Bagi Dinda yang terbiasa dengan lantai keramik dan eskalator, melihat tangga itu rasanya seperti melihat wahana ekstrem.

​"Kenapa tidak naik?" tanya Wira yang menyadari keterpautan Dinda.

​"Ah, aku... aku takut," jawab Dinda jujur, meremas tali sling bag-nya. Suaranya terdengar cicit dan matanya menatap tangga itu dengan ngeri.

​Wira mengernyitkan dahi. Pria itu menatap Dinda, lalu beralih menatap tangga kayu miliknya. Tak butuh waktu lama bagi Wira untuk paham. Tanpa sepatah kata pun atau menunggu aba-aba, Wira melangkah mendekat, membungkuk sedikit, dan langsung menyendok tubuh kecil Dinda ke dalam gendongan ala bridal style.

​"Eh?!" Dinda terpekik pelan.

​Wira mulai menapakkan kakinya pada undakan tangga kayu dengan santai. Gerakannya begitu stabil dan kokoh tanpa rasa takut sedikit pun karena sudah terbiasa.

​Sementara itu, tubuh Dinda mendadak mengkerut, reflek melingkarkan tangannya ke leher Wira agar tidak jatuh. Dalam jarak sedekat ini, aroma maskulin perpaduan keringat dan hutan dari tubuh Wira langsung menyeruak ke indra penciuman Dinda. Ia mendongak, tanpa sadar terpesona melihat rahang tegas dan wajah tampan Wira dari jarak dekat. Aduh, jantung, tolong kondisikan! batin Dinda menjerit.

​Tak terasa, mereka sudah sampai di atas. Wira menurunkan tubuh Dinda dengan sangat perlahan di atas sebuah amben—dipan kayu pendek yang cukup besar.

​"Istirahatalah. Aku akan turun ke bawah," ucap Wira datar, lalu berbalik dan pergi keluar begitu saja tanpa menoleh lagi.

​Dinda menatap punggung tegap Wira yang perlahan menghilang di balik pintu.

​"Hufff..." Ia mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang masih maraton. "Sekarang aku harus apa?" gumam Dinda lirih pada kesunyian kamar.

​Merasa lelah mental dan fisik, Dinda perlahan merebahkan tubuhnya di amben. Ia memejamkan mata untuk merilekskan pikiran. Namun, anehnya, bukannya tertidur ke alam bawah sadar, Dinda justru mendapati dirinya tiba-tiba berdiri di sebuah pekarangan yang sangat luas.

​Tempat itu terlihat seperti sebuah perkebunan rahasia. Ada berbagai macam tanaman sayur dan buah-buahan yang tumbuh subur. Di tengah-tengah kebun, terdapat sebuah mata air kecil yang airnya sangat jernih, dengan asap tipis yang menyelimuti sekelilingnya seperti kabut magis.

​"Aku... aku di mana?" tanya Dinda kebingungan.

Terpopuler

Comments

Evi Marena

Evi Marena

cerita novel mu bagus thorrrr😘

2026-08-20

1

Wahyuningsih

Wahyuningsih

waaaah mantap dpt ruang dimensi

2026-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Awal
2 Bab 02 Namaku Wira!
3 Bab 03 Mbok Ginem!
4 Bab 04 Sayur dan buah Segar, Rumah Minimalis!
5 Bab 05 Ruang dalam Cincin bulan Sabit!
6 Bab 06 Rasa baru Dalam Rebusan singkong.
7 Bab 7 Tak ada nama Tempat yang kau sebutkan itu
8 Bab 8 Mandi di sungai
9 Bab 9 Calon Istri Kangmas Wira!
10 Bab 10 Pandangan Yang melembut!
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17 Menerima Misi Mingguan!
18 Bab 18
19 Bab 19 Ini Namanya Lilis
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25 Pergi Ke Pasa'
26 Bab 56 Laris Manis
27 Bab 27 Membeli Beras'
28 Bab 28 Hadiah Misi Dari Sistem!
29 Bab 29 Jiwa dari Abad 21
30 Bab 30 Ruang Dalam Cincin
31 Bab 31 Anggur.
32 Bab 32 Tumpukan Barang Moderen.
33 Bab 33 Join Grup "PASAR PASEBAHAN JAGAD"
34 Bab 34 Ruang Ajaib yang mempertemukan mereka
35 Bab 35 Cerita Sesama Lintas Dimensi
36 Bab 36 Bedanya Wira dengan Kita!
37 Bab 37
38 Bab 38 Misi Sistem Nyeleneh!
39 Bab 39 Panggilan Sayang!
40 Bab 40 Tidak Punya Harta Tapi Punya Pusaka!
41 Bab 41 TKDTPT
42 Bab 42 Baju baru Untukmu!
43 Bab 43 I Love Youu
44 Bab 44 Bumbu BBQ
45 Bab 45 Lingzhi/Ganoderma.
46 Bab 46
47 Bab 47 Bayi Ratnahayu
48 Bab 48 Berkeliling Desa Arga
49 Bab 49 Mpu Barata
50 Bab 50 Mie Instan
51 Bab 51 Sup Ikan Nila
52 Bab 52 Sop Ayam Untuk Panji
53 Bab 53 Khasiat Air Supranatural dan Sup Ikan Nila
54 Bab 54
55 Kedatangan Prajurit Perbatasan.
56 Bab 56 Mengambil Barang Logistik Bersama!
57 Bab 57 Menjual sembako pada Para Prajurit
58 Bab 58 Bantuan Untuk Penduduk Desa Arga
59 Ki Atmo Tetua Kampung
60 60 Hadiah Sistem di Pagi Hari
61 Bab 61 Kapan Menikahi ku?
62 Misi dari Sistem (Bercocok Tanam)
63 Bab 63 Ajakan Menanam Sayur dan Buah
64 Bab 64. Masak Besar Untuk Para Pekerja Pria
65 Makan Siang Bersama, Panggilan Sayang, dan Hati yang Iri dengki.
66 Minum Air Panas Bersama
67 Seseorang Berjalan di samping Rumah. Dan Membuat Cemilan Manis.
68 Pelajaran Dari Sistem!
69 Kau Lebih Menjijikan Daripada Wanita di 'Rumah Bunga'
70 Stamina Kanda Wira
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 01 Awal
2
Bab 02 Namaku Wira!
3
Bab 03 Mbok Ginem!
4
Bab 04 Sayur dan buah Segar, Rumah Minimalis!
5
Bab 05 Ruang dalam Cincin bulan Sabit!
6
Bab 06 Rasa baru Dalam Rebusan singkong.
7
Bab 7 Tak ada nama Tempat yang kau sebutkan itu
8
Bab 8 Mandi di sungai
9
Bab 9 Calon Istri Kangmas Wira!
10
Bab 10 Pandangan Yang melembut!
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17 Menerima Misi Mingguan!
18
Bab 18
19
Bab 19 Ini Namanya Lilis
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25 Pergi Ke Pasa'
26
Bab 56 Laris Manis
27
Bab 27 Membeli Beras'
28
Bab 28 Hadiah Misi Dari Sistem!
29
Bab 29 Jiwa dari Abad 21
30
Bab 30 Ruang Dalam Cincin
31
Bab 31 Anggur.
32
Bab 32 Tumpukan Barang Moderen.
33
Bab 33 Join Grup "PASAR PASEBAHAN JAGAD"
34
Bab 34 Ruang Ajaib yang mempertemukan mereka
35
Bab 35 Cerita Sesama Lintas Dimensi
36
Bab 36 Bedanya Wira dengan Kita!
37
Bab 37
38
Bab 38 Misi Sistem Nyeleneh!
39
Bab 39 Panggilan Sayang!
40
Bab 40 Tidak Punya Harta Tapi Punya Pusaka!
41
Bab 41 TKDTPT
42
Bab 42 Baju baru Untukmu!
43
Bab 43 I Love Youu
44
Bab 44 Bumbu BBQ
45
Bab 45 Lingzhi/Ganoderma.
46
Bab 46
47
Bab 47 Bayi Ratnahayu
48
Bab 48 Berkeliling Desa Arga
49
Bab 49 Mpu Barata
50
Bab 50 Mie Instan
51
Bab 51 Sup Ikan Nila
52
Bab 52 Sop Ayam Untuk Panji
53
Bab 53 Khasiat Air Supranatural dan Sup Ikan Nila
54
Bab 54
55
Kedatangan Prajurit Perbatasan.
56
Bab 56 Mengambil Barang Logistik Bersama!
57
Bab 57 Menjual sembako pada Para Prajurit
58
Bab 58 Bantuan Untuk Penduduk Desa Arga
59
Ki Atmo Tetua Kampung
60
60 Hadiah Sistem di Pagi Hari
61
Bab 61 Kapan Menikahi ku?
62
Misi dari Sistem (Bercocok Tanam)
63
Bab 63 Ajakan Menanam Sayur dan Buah
64
Bab 64. Masak Besar Untuk Para Pekerja Pria
65
Makan Siang Bersama, Panggilan Sayang, dan Hati yang Iri dengki.
66
Minum Air Panas Bersama
67
Seseorang Berjalan di samping Rumah. Dan Membuat Cemilan Manis.
68
Pelajaran Dari Sistem!
69
Kau Lebih Menjijikan Daripada Wanita di 'Rumah Bunga'
70
Stamina Kanda Wira

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!