Bab 04 Sayur dan buah Segar, Rumah Minimalis!

"Aku... aku di mana?" tanya Dinda kebingungan.

​Kakinya melangkah ragu, mendekati salah satu pohon jeruk yang berbuah lebat. Tangannya terangkat, mencoba menyentuh salah satu buahnya.

​"Ini nyata? Teksturnya bisa aku pegang!" bisiknya tak percaya. Kulit jeruk yang berpori dan agak dingin itu terasa jelas di telapak tangannya. "Ini bukan mimpi..."

​Dengan penasaran, Dinda memetik satu buah jeruk yang paling besar, lalu mengupas kulitnya. Aroma segar khas sitrus langsung menyeruak. Dinda meneguk ludahnya yang mendadak terbit. Ia mengambil satu siung jeruk dan memasukkannya ke dalam mulut.

​Bum!

​Rasa manis yang kaya akan air langsung lumer dan meledak di lidahnya. Saking enaknya, mata Dinda sampai terpejam.

​"Ini manis banget! Enggak, ini beneran bukan mimpi. Masa rasanya bisa sejelas ini? Iya, ini pasti nyata!" ucapnya makin yakin. Untuk memastikan, Dinda dengan cepat mencubit lengan kirinya sendiri kuat-kuat.

​"Aww!" ringis Dinda, meringis menahan sakit.

​Bekas cubitannya memerah. "Jadi ini nyata... ini beneran nyata!" serunya girang bukan main.

​Langkah kakinya kini membawa Dinda menjelajahi sisa perkebunan itu dengan riang. Di sana ada pohon apel dengan berbagai macam bentuk dan warna yang menggiurkan. Ada juga hamparan tanaman anggur, semangka, pir, dan buah-buahan lainnya.

​Tidak jauh dari sana, hamparan sayuran tertanam dengan sangat rapi. Ada sawi, wortel, kol, dan beberapa jenis sayur lain. Semuanya tampak hijau, segar, dengan ukuran yang luar biasa besar dan gemuk—jauh lebih berkualitas daripada sayuran organik di supermarket modern.

​Merasa tenggorokannya haus setelah mencicipi jeruk, mata Dinda kembali tertuju pada mata air kecil berasap tipis di tengah kebun. Seolah ada dorongan kuat yang memanggilnya, Dinda mendekat. Ia berlutut, menciduk air jernih itu menggunakan kedua tangannya, lalu meneguknya hingga tuntas.

​Glek.

​Rasa segar yang memiliki sedikit sensasi manis langsung menjalar turun ke tenggorokannya. Detik itu juga, Dinda merasakan keajaiban. Seluruh tubuhnya yang tadi terasa pegal-pegal akibat kecelakaan dan jompo karena berjalan sejam di hutan, mendadak hilang tanpa bekas! Tubuhnya terasa sangat ringan, bugar, dan dipenuhi oleh semangat baru yang meletup-letup.

​Saat sedang mengagumi tubuhnya yang mendadak bertenaga, sudut mata Dinda menangkap sesuatu yang asing di ujung perkebunan. Sebuah rumah minimalis berukuran kecil berdiri dengan anggun di sana.

​Dinda membelalakkan matanya terkejut. "Apa itu rumah orang?"

​Rasa penasarannya mengalahkan rasa takut. Dinda segera bangkit berdiri dan berjalan setengah berlari menghampiri rumah tersebut. Bangunan itu tampak sepi dan sunyi, seolah tidak berpenghuni.

​"Permisi! Apa ada orang di dalam?" panggil Dinda sopan, mengetuk pintu beberapa kali.

​Hening. Tidak ada jawaban sama sekali.

​Dinda menggigit bibir bawahnya. Penasaran setengah mati, ia mencoba mendorong gagang pintu rumah tersebut. Dan ternyata... klek, pintunya tidak dikunci. With perasaan was-was namun penasaran, Dinda perlahan melangkah masuk ke dalam...

Kosong.

​Saat melangkah masuk, pandangan Dinda langsung tertuju pada sebuah sofa minimalis yang tertata rapi di ruang tamu. Dinda melangkah lebih dalam menuju ruang tengah. Sama saja, tidak ada satu pun orang atau tanda-tanda kehidupan di sana. Namun anehnya, seluruh sudut ruangan itu tampak sangat bersih, berkilau tanpa ada sebutir debu pun yang menempel.

​Rasa penasaran membawa langkah kaki Dinda menuju sebuah pintu kamar. Begitu daun pintu diayun terbuka, Dinda tak bisa menahan diri untuk tidak mengerjapkan mata. Kamar itu terlihat sangat nyaman. Di tengahnya terdapat matras empuk yang terbungkus sprei bermotif bunga-bunga estetik, lengkap dengan bedcover senada yang tebal.

​Tak hanya itu, di sudut kamar berdiri lemari pakaian besar berpintu tiga, serta sebuah meja rias yang di atasnya sudah berjejer rapi beberapa produk make-up dan rentetan botol skincare kesukaannya.

​Dinda tersenyum lebar, merasa sedikit lega. Ia kemudian menutup pintu kamar tersebut dan melangkah menuju kamar kedua.

​Berbeda dengan kamar pertama yang berkonsep tempat istirahat, kamar kedua ini justru tampak seperti gudang logistik atau supermarket mini pribadi. Ruangan itu penuh sesak dengan berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari tumpukan makanan instan, bahan pokok, hingga barang-barang darurat lainnya yang sangat diperlukan untuk bertahan hidup.

​Setelah puas memeriksa kamar kedua, Dinda melangkah menuju dapur dan kamar mandi. Keduanya berfungsi dengan baik namun tampak kosong dari aktivitas.

​"Rumah siapa sih ini sebenarnya?" gumam Dinda kebingungan.

​Merasa lelah berpikir, Dinda memilih berjalan kembali ke ruang tamu. Ia mendudukkan dirinya di atas sofa minimalis yang empuk. Pikirannya mendadak gelisah, berputar keras mencoba merangkai semua kegilaan yang terjadi sejak siang tadi.

​Tanpa sadar, Dinda menautkan sepuluh jari tangannya di atas pangkuan. Namun, sedetik kemudian tubuhnya langsung menegak kaku. Matanya melotot menatap jari manisnya.

​Deg!

​Cincin perak dengan bandul bulan sabit yang tadi dibelinya dari si bapak tua... hilang tanpa bekas!

​Hah?! Kemana cincin itu? Bukannya tadi masih melingkar di jariku? batin Dinda panik.

​Ia memeriksa sela-sela jarinya yang lain, bahkan sempat meraba karpet di bawah sofa, namun nihil. Cincin itu benar-benar lenyap. Akhirnya, Dinda hanya bisa bersandar pasrah pada bantalan sofa yang empuk. Kepalanya pening. Baru saja ia hendak memejamkan mata untuk menenangkan diri...

​Tep! Tep!

​Sebuah tepukan lembut mendarat di pipinya, disusul suara panggilan yang sayup-sayup terdengar.

​"Nduk... Nduk Dinda, bangun..."

​Dinda tersentak dan langsung membuka matanya lebar-lebar. Jantungnya berdegup kencang. Namun, pemandangan di depannya langsung berubah total.

​Bukan lagi langit-langit putih bersih dari rumah minimalis modern yang ia lihat, melainkan jalinan bambu dan atap jerami tebal yang agak remang-remang. Dan tepat di samping tempatnya berbaring, Mbok Ginem sedang duduk sembari menatapnya dengan senyuman lebar yang teramat hangat.

Episodes
1 Bab 01 Awal
2 Bab 02 Namaku Wira!
3 Bab 03 Mbok Ginem!
4 Bab 04 Sayur dan buah Segar, Rumah Minimalis!
5 Bab 05 Ruang dalam Cincin bulan Sabit!
6 Bab 06 Rasa baru Dalam Rebusan singkong.
7 Bab 7 Tak ada nama Tempat yang kau sebutkan itu
8 Bab 8 Mandi di sungai
9 Bab 9 Calon Istri Kangmas Wira!
10 Bab 10 Pandangan Yang melembut!
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17 Menerima Misi Mingguan!
18 Bab 18
19 Bab 19 Ini Namanya Lilis
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25 Pergi Ke Pasa'
26 Bab 56 Laris Manis
27 Bab 27 Membeli Beras'
28 Bab 28 Hadiah Misi Dari Sistem!
29 Bab 29 Jiwa dari Abad 21
30 Bab 30 Ruang Dalam Cincin
31 Bab 31 Anggur.
32 Bab 32 Tumpukan Barang Moderen.
33 Bab 33 Join Grup "PASAR PASEBAHAN JAGAD"
34 Bab 34 Ruang Ajaib yang mempertemukan mereka
35 Bab 35 Cerita Sesama Lintas Dimensi
36 Bab 36 Bedanya Wira dengan Kita!
37 Bab 37
38 Bab 38 Misi Sistem Nyeleneh!
39 Bab 39 Panggilan Sayang!
40 Bab 40 Tidak Punya Harta Tapi Punya Pusaka!
41 Bab 41 TKDTPT
42 Bab 42 Baju baru Untukmu!
43 Bab 43 I Love Youu
44 Bab 44 Bumbu BBQ
45 Bab 45 Lingzhi/Ganoderma.
46 Bab 46
47 Bab 47 Bayi Ratnahayu
48 Bab 48 Berkeliling Desa Arga
49 Bab 49 Mpu Barata
50 Bab 50 Mie Instan
51 Bab 51 Sup Ikan Nila
52 Bab 52 Sop Ayam Untuk Panji
53 Bab 53 Khasiat Air Supranatural dan Sup Ikan Nila
54 Bab 54
55 Kedatangan Prajurit Perbatasan.
56 Bab 56 Mengambil Barang Logistik Bersama!
57 Bab 57 Menjual sembako pada Para Prajurit
58 Bab 58 Bantuan Untuk Penduduk Desa Arga
59 Ki Atmo Tetua Kampung
60 60 Hadiah Sistem di Pagi Hari
61 Bab 61 Kapan Menikahi ku?
62 Misi dari Sistem (Bercocok Tanam)
63 Bab 63 Ajakan Menanam Sayur dan Buah
64 Bab 64. Masak Besar Untuk Para Pekerja Pria
65 Makan Siang Bersama, Panggilan Sayang, dan Hati yang Iri dengki.
66 Minum Air Panas Bersama
67 Seseorang Berjalan di samping Rumah. Dan Membuat Cemilan Manis.
68 Pelajaran Dari Sistem!
69 Kau Lebih Menjijikan Daripada Wanita di 'Rumah Bunga'
70 Stamina Kanda Wira
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 01 Awal
2
Bab 02 Namaku Wira!
3
Bab 03 Mbok Ginem!
4
Bab 04 Sayur dan buah Segar, Rumah Minimalis!
5
Bab 05 Ruang dalam Cincin bulan Sabit!
6
Bab 06 Rasa baru Dalam Rebusan singkong.
7
Bab 7 Tak ada nama Tempat yang kau sebutkan itu
8
Bab 8 Mandi di sungai
9
Bab 9 Calon Istri Kangmas Wira!
10
Bab 10 Pandangan Yang melembut!
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17 Menerima Misi Mingguan!
18
Bab 18
19
Bab 19 Ini Namanya Lilis
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25 Pergi Ke Pasa'
26
Bab 56 Laris Manis
27
Bab 27 Membeli Beras'
28
Bab 28 Hadiah Misi Dari Sistem!
29
Bab 29 Jiwa dari Abad 21
30
Bab 30 Ruang Dalam Cincin
31
Bab 31 Anggur.
32
Bab 32 Tumpukan Barang Moderen.
33
Bab 33 Join Grup "PASAR PASEBAHAN JAGAD"
34
Bab 34 Ruang Ajaib yang mempertemukan mereka
35
Bab 35 Cerita Sesama Lintas Dimensi
36
Bab 36 Bedanya Wira dengan Kita!
37
Bab 37
38
Bab 38 Misi Sistem Nyeleneh!
39
Bab 39 Panggilan Sayang!
40
Bab 40 Tidak Punya Harta Tapi Punya Pusaka!
41
Bab 41 TKDTPT
42
Bab 42 Baju baru Untukmu!
43
Bab 43 I Love Youu
44
Bab 44 Bumbu BBQ
45
Bab 45 Lingzhi/Ganoderma.
46
Bab 46
47
Bab 47 Bayi Ratnahayu
48
Bab 48 Berkeliling Desa Arga
49
Bab 49 Mpu Barata
50
Bab 50 Mie Instan
51
Bab 51 Sup Ikan Nila
52
Bab 52 Sop Ayam Untuk Panji
53
Bab 53 Khasiat Air Supranatural dan Sup Ikan Nila
54
Bab 54
55
Kedatangan Prajurit Perbatasan.
56
Bab 56 Mengambil Barang Logistik Bersama!
57
Bab 57 Menjual sembako pada Para Prajurit
58
Bab 58 Bantuan Untuk Penduduk Desa Arga
59
Ki Atmo Tetua Kampung
60
60 Hadiah Sistem di Pagi Hari
61
Bab 61 Kapan Menikahi ku?
62
Misi dari Sistem (Bercocok Tanam)
63
Bab 63 Ajakan Menanam Sayur dan Buah
64
Bab 64. Masak Besar Untuk Para Pekerja Pria
65
Makan Siang Bersama, Panggilan Sayang, dan Hati yang Iri dengki.
66
Minum Air Panas Bersama
67
Seseorang Berjalan di samping Rumah. Dan Membuat Cemilan Manis.
68
Pelajaran Dari Sistem!
69
Kau Lebih Menjijikan Daripada Wanita di 'Rumah Bunga'
70
Stamina Kanda Wira

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!