EPISODE 4

Setelah Ma'un menepati janjinya ke Siti si kuntilanak tersebut. dia bersantai lagi dengan pemandangan kebonnya.

santainya Ma'un tidak lama, karna datang Cempli yang tersenyum menghampiri Ma'un.

" kenapa lu senyum senyum begitu ? kayak iklan odol aja lu, ada apaan ? " tanya Ma'un

" mau tanya yang semalam itu Kang " kata Cempli

" semalam yang mana ? kagak inget gua " ucapnya

" yang itu loh Kang, rencana Kang yang mau ke kota " kata Cempli

" terus hubungannya sama elu apa ? " tanya Ma'un

" lah si Kang ini kok jadi pelupa gitu ? kan mau di pikir lagi masalah gua mau ikut sama elu Kang, gimana sih ! " ujar Cempli

" ohh masalah yang itu, gua masih pikir pikir Cempli. belum bisa tentuin gua " kata Ma'un

" ya elah Kang, kelamaan mikirnya. kenapa gak sekarang aja jawabnya " desak Cempli

" kok jadi elu yang atur atur gua ? kalau lu mau pergi, ya pergi aja lu duluan sono ! " kesal Ma'un

" kalau gua mau pergi, udah dari dulu gua pergi Kang. ini kan gua mau sama elu perginya " kata Cempli

" ribet amat lu jadi arwah ! ketimbang pergi aja mesti bareng sama gua. sabar aja dulu, gak buru buru ini juga gua perginya " ucapnya

Cempli diam tidak membahas lagi masalah dia di ajak atau tidak. dia hanya bisa menunggu jawaban dari si Ma'un.

Diki dan Samin pergi ke kebonnya Ma'un untuk menanyakan tebakan bola dari si Ma'un. karna Diki belum percaya sama tebakan yang semalam.

mereka akhirnya sampai di kebon Ma'un dan tidak melihat keberadaan si Ma'un.

" lah mana tuh anak ? kok kagak keliatan dia di kebonnya " ucap Diki

" kagak mungkin dia gak ada, lu liat aja tuh ada si bahenol di sana. pasti ada orangnya yang nungguin " kata Samin

" kemaren aja dia pergi tinggalin bahenol, gak bisa di jadiin patokan juga itu si bahenol " ucap Diki

" coba kita ke gubuk situ aja, barang kali ada tuh anak " ajak Samin

mereka berjalan menuju ke gubuk, setelah dekat dengan gubuk. mereka melihat ada Ma'un yang tengah bersantai.

" enak bener nih juragan kebon nyantai di gubuk eksotis ini " sahut Diki

" ehh, tumben lu pada main kemari. pasti ada sesuatu lu semua kan " tebak Ma'un yang awalnya kaget

mereka lalu duduk di gubuknya Ma'un dan mulai membicarakan permasalahan mereka.

" pertandingan semalam ternyata seri Ma'un. tebakan lu mantep juga " kata Samin

" udah mulai percaya lu kan, gua bilang juga apa, bakalan seri tu bola " ucap Ma'un sambil tersenyum

" gua masih gak percaya sama tebakan lu Ma'un. kebetulan aja mungkin itu seri " kata Diki meremehkan

" ohh jadi lu kagak percaya sama gua ? oke, entar malem pertandingan apa ? biar gua tebak lagi !! " ucap Ma'un

" brazil lawan prancis Ma'un. kira kira siapa yang menang menurut lu ? " kata Samin

" jangan gua dulu yang jawab, kalian dulu yang jawab. biar kagak di bilang tebakan gua itu kebetulan " ucap Ma'un

" kalau tebakan gua sih brazil yang bakal menang " ujar Diki

" kalau gua mah prancis bakalan menang " timpal Samin

" nah kalau gua pilih seri lagi " ucap Ma'un santai

Diki dan Samin terpelongo dengan tebakan Ma'un yang lagi lagi bilang seri. mereka berdua menanyakan alasannya.

" kenapa lu nebaknya seri lagi Ma'un ? serius kenapa lu, bercanda terus ! " kata Diki

" alasan elu apa milih seri lagi ? " tanya Samin

" alasannya karna lu pada kaga kompak, masih aja beda pilihan. heran gua liat lu pada " ucapnya

setelah mendengar tebakan Ma'un, mereka berdua langsung pergi meninggalkan gubuk Ma'un.

" woi, lu pada mau kemana lagi ? cepet amat lu baliknya ! " tanya Ma'un yang heran

" mau balik, kesel gua sama jawaban elu kagak serius. masa alasannya cuma begitu lu bilang bakal seri lagi " kata Diki

" lah, itu kan pilihan gua ! kenapa jadi elu yang sewot, kagak jelas juga lu Diki. datang kemari nanya begitu, pas gua jawab begini malah kesel lu " ucapnya

" udah lah, gua balik duluan. liat aja nanti malem, gua yakin gak bakal seri lagi tuh pertandingan " kata Diki sambil pergi dan di ikuti Samin

" emang gak jelas tuh si Diki. kok malah dia yang gak puas sama jawaban gua " gumam Ma'un sambil geleng geleng kepala

pada saat Diki dan Samin jalan balik pulang dia masih aja nyerocos masalah tebakan si Ma'un.

" udah gak waras tuh si Ma'un. alasannya gak logis tau gak ! apa apaan cuma masalah gak kompak, dia seenaknya bilang seri " ucap Diki

" elu juga gak waras Diki, kenapa jadi emosi gitu lu sama Ma'un. kan terserah dia juga mau nebaknya gimana " kata Samin

" bukan masalah nebaknya gua emosi. tapi alasannya itu loh Samin ! kagak masuk akal di guanya " ucap Diki

Samin hanya diam, dia merencanakan akan mengikuti tebakannya Ma'un. karna dia yakin kalau ucapan Ma'un ini pasti bakal terjadi.

mereka lalu berpisah setelah Diki duluan sampai di rumahnya. sedangkan Samin pergi buat pasang bola sama bandar yang ada di desanya.

setelah dia sampai di tempat pasang bola. si bandar kaget melihat ada Samin yang datang. karna gak pernah pernah si Samin datang.

" ada angin apa nih kok bisa kedatangan elu Samin, mau apa lu dimari ? " tanya si bandar

" aye kesini mau pasang taruhan bang ! masa iya mau pesen kopi gua " kata Samin

" apa ? kagak salah denger gua ? elu mau pasang taruhan ? ckckck kesambet lu kayaknya nih " ucap si bandar yang tidak percaya

" kesambet apaan ? masih sadar gua bang, ini duitnya gua mau pasang " kata Samin yang mengeluarkan uang dua juta.

" yakin lu mau taruhan ? pilih mana lu antara brazil sama prancis ? " tanya si bandar

" gua mau pilih seri bang, berapa kira kira dapetnya kalau gua menang ? " kata Samin

" ehh, buset dah ! serius lu mau pilih seri ? kalau tebakan lu bener, bisa dapet 10 kali lipet kemenangan lu " ucap si bandar

" ya udah bang itu aja, gua pilih seri " kata Samin dengan yakin

" oke, deal ya. gak bisa di rubah lagi nih kalau udah gua catet " ucap bandar

" catet terus bang, udah yakin gua " kata Samin lalu menerima kertas bon pasangannya.

Samin kemudian pergi dengan perasaan yang masih deg degan. karena baru ini dia pasang taruhan. sedangkan si bandar hanya geleng geleng kepala.

malam harinya pun tiba, di warung Mak Atun sudah ramai oleh warga desa yang mau menyaksikan pertandingan bola.

di sana juga sudah ada Diki, Samin dan Ma'un. mereka juga ikut menonton pertandingan. sebelum pertandingan, mereka menikmati minuman mereka sambil berbincang.

" jadi lu masih pasang taruhan Diki ? " tanya Ma'un

" masih, gua pasang taruhan sejuta lagi pilih brazil " kata Diki

" buang buang duit aja lu ! gak bakalan menang juga pilihan lu itu " ucap Ma'un

" malem ini gua yakin Ma'un, gua mau balikin modal awal gua " kata Diki dengan yakin

" terserah elu aja lah, yang jalani elu juga, yang susah elu juga " ucap Ma'un yang pasrah

sedangkan Samin wajahnya sangat tegang karena dia diam diam pasang taruhan pilihannya si Ma'un.

Diki yang melihat Samin yang tegang jadi terheran. yang pasang taruhan dirinya, yang tegang kok malah dia.

" elu kenapa tegang amat Samin ? kayak mau ngelamar anak orang aja lu " tanya Diki

" tegang apaan, orang gua penasaran sama hasil pertandingannya " kata Samin beralasan

" curiga gua sama elu Min ? kayak aneh gitu gua liat lu tegang begini " kata Diki yang masih penasaran

" curiga apaan sih lu ! kagak ada yang aneh juga, perasaan lu aja kali " ucap Samin

" lu pada mau nonton apa mau ribut ? biar gua buatin arenanya, heran gua  " sahut Ma'un yang kesal

mereka berdua diam dan fokus menonton. pertandingan di mulai, pada saat babak pertama menjelang waktu mau habis.

brazil tiba tiba mencetak skor menjadi satu kosong untuk kemenangan awal brazil. Diki bersorak gembira karena tim pilihan Diki mencetak gol.

di sisi Samin malah sudah pucat karena kekalahannya yang tidak jadi seri. dia langsung lemas.

" hahaha, gua bilang juga apa ! bakalan menang brazil ! lu liat tuh Ma'un, mana ada kata seri " ledek Diki

" alah, entar di babak kedua juga di balas lagi jadi seri, sekarang lu ketawa. nanti selesai pertandingan elu juga yang mewek " balas Ma'un

setelah jeda istirahat, pertandingan di mulai lagi. babak kedua semakin sengit pertandingannya. namun belum juga ada balasan gol dari prancis.

Diki makin mengembang senyumnya karna waktu tinggal satu menit lagi. sedangkan Samin udah pasrah dengan kehilangan uangnya yang dua juta.

namun tiba tiba prancis membalas gol. kedudukan pun menjadi imbang satu sama. Diki tercengang dengan hasil pertandingan. peluit panjang berbunyi menandakan berakhirnya pertandingan.

Samin langsung melompat kegirangan karena dia menang dengan hasil yang seri. Diki yang sudah lesu malah terheran melihat Samin kegirangan, begitu juga dengan Ma'un.

" kenapa lu senang begitu Min ? apa karna si Diki kalah ? " tanya Ma'un

" bukan itu Ma'un, gua senang karna gua pilih tebakan elu ! " kata Samin

" maksud elu apaan Min ? " tanya Diki heran

Samin menceritakan tentang taruhan dia yang memilih seri, seperti tebakan Ma'un dan hasilnya terbukti benar.

Episodes
1 EPISODE 1
2 EPISODE 2
3 EPISODE 3
4 EPISODE 4
5 EPISODE 5
6 EPISODE 6
7 EPISODE 7
8 EPISODE 8
9 EPISODE 9
10 EPISODE 10
11 EPISODE 11
12 EPISODE 12
13 EPISODE 13
14 EPISODE 14
15 EPISODE 15
16 EPISODE 16
17 EPISODE 17
18 EPISODE 18
19 EPISODE 19
20 EPISODE 20
21 EPISODE 21
22 EPISODE 22
23 EPISODE 23
24 EPISODE 24
25 EPISODE 25
26 EPISODE 26
27 EPISODE 27
28 EPISODE 28
29 EPISODE 29
30 EPISODE 30
31 EPISODE 31
32 EPISODE 32
33 EPISODE 33
34 EPISODE 34
35 EPISODE 35
36 EPISODE 36
37 EPISODE 37
38 EPISODE 38
39 EPISODE 39
40 EPISODE 40
41 EPISODE 41
42 EPISODE 42
43 EPISODE 43
44 EPISODE 44
45 EPISODE 45
46 EPISODE 46
47 EPISODE 47
48 EPISODE 48
49 EPISODE 49
50 EPISODE 50
51 EPISODE 51
52 EPISODE 52
53 EPISODE 53
54 EPISODE 54
55 EPISODE 55
56 EPISODE 56
57 EPISODE 57
58 EPISODE 58
59 EPISODE 59
60 EPISODE 60
61 EPISODE 61
62 EPISODE 62
63 EPISODE 63
64 EPISODE 64
65 EPISODE 65
66 EPISODE 66
67 EPISODE 67
68 EPISODE 68
69 EPISODE 69
70 EPISODE 70
71 EPISODE 71
72 EPISODE 72
73 EPISODE 73
74 EPISODE 74
75 EPISODE 75
76 EPISODE 76
77 EPISODE 77
78 EPISODE 78
79 EPISODE 79
80 EPISODE 80
81 EPISODE 81
82 EPISODE 82
83 EPISODE 83
84 EPISODE 84
85 EPISODE 85
86 EPISODE 86
87 EPISODE 87
88 EPISODE 88
89 EPISODE 89
90 EPISODE 90
91 EPISODE 91
92 EPISODE 92
93 EPISODE 93
94 EPISODE 94
95 EPISODE 95
96 EPISODE 96
97 EPISODE 97
98 EPISODE 98
99 EPISODE 99
100 EPISODE 100
101 EPISODE 101
102 EPISODE 102
103 EPISODE 103
104 EPISODE 104
105 EPISODE 105
106 EPISODE 106
107 EPISODE 107
108 EPISODE 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
EPISODE 1
2
EPISODE 2
3
EPISODE 3
4
EPISODE 4
5
EPISODE 5
6
EPISODE 6
7
EPISODE 7
8
EPISODE 8
9
EPISODE 9
10
EPISODE 10
11
EPISODE 11
12
EPISODE 12
13
EPISODE 13
14
EPISODE 14
15
EPISODE 15
16
EPISODE 16
17
EPISODE 17
18
EPISODE 18
19
EPISODE 19
20
EPISODE 20
21
EPISODE 21
22
EPISODE 22
23
EPISODE 23
24
EPISODE 24
25
EPISODE 25
26
EPISODE 26
27
EPISODE 27
28
EPISODE 28
29
EPISODE 29
30
EPISODE 30
31
EPISODE 31
32
EPISODE 32
33
EPISODE 33
34
EPISODE 34
35
EPISODE 35
36
EPISODE 36
37
EPISODE 37
38
EPISODE 38
39
EPISODE 39
40
EPISODE 40
41
EPISODE 41
42
EPISODE 42
43
EPISODE 43
44
EPISODE 44
45
EPISODE 45
46
EPISODE 46
47
EPISODE 47
48
EPISODE 48
49
EPISODE 49
50
EPISODE 50
51
EPISODE 51
52
EPISODE 52
53
EPISODE 53
54
EPISODE 54
55
EPISODE 55
56
EPISODE 56
57
EPISODE 57
58
EPISODE 58
59
EPISODE 59
60
EPISODE 60
61
EPISODE 61
62
EPISODE 62
63
EPISODE 63
64
EPISODE 64
65
EPISODE 65
66
EPISODE 66
67
EPISODE 67
68
EPISODE 68
69
EPISODE 69
70
EPISODE 70
71
EPISODE 71
72
EPISODE 72
73
EPISODE 73
74
EPISODE 74
75
EPISODE 75
76
EPISODE 76
77
EPISODE 77
78
EPISODE 78
79
EPISODE 79
80
EPISODE 80
81
EPISODE 81
82
EPISODE 82
83
EPISODE 83
84
EPISODE 84
85
EPISODE 85
86
EPISODE 86
87
EPISODE 87
88
EPISODE 88
89
EPISODE 89
90
EPISODE 90
91
EPISODE 91
92
EPISODE 92
93
EPISODE 93
94
EPISODE 94
95
EPISODE 95
96
EPISODE 96
97
EPISODE 97
98
EPISODE 98
99
EPISODE 99
100
EPISODE 100
101
EPISODE 101
102
EPISODE 102
103
EPISODE 103
104
EPISODE 104
105
EPISODE 105
106
EPISODE 106
107
EPISODE 107
108
EPISODE 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!