Bab 2: Transmigrasi & Sistem?

Masih di waktu yang sama.

Rubah itu menggeram pelan, telinganya terlipat ke belakang karena tersinggung. "Aku rubah ekor sembilan! Spesies legendaris, asal kau tahu! Namaku Vix, dan aku adalah Sistem Pemandu Eksekutif yang baru saja menyelamatkan nyawa menyedihkan mu lima menit yang lalu!"

Vix mendengus kesal, terbang sedikit lebih dekat hingga ujung hidung merah mudanya hampir menyentuh dahi Stella.

"Dengar, Nona Banyak-Tanya. Kau sekarang berada di dalam tubuh Stella Odette Rosewood. Dan asal kau tahu, nyawamu saat ini sedang berada di ujung tanduk."

"Tunggu, tunggu, tunggu... tubuh siapa? Rosewood?"

Tepat saat nama itu disebut, rasa sakit yang luar biasa kembali menyerang kepala Stella. Ia mengerang, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

Rentetan ingatan asing mulai memaksa masuk, menabrak dinding pikirannya seperti kereta barang yang lepas kendali.

Kilasan cahaya lampu kelab malam elit. Suara musik dentuman bass yang memekakkan telinga. Wajah seorang gadis muda yang tersenyum manis... tidak, itu senyum licik.

Adik tirinya. Air mata buaya yang menetes membasahi pipi gadis itu. Sebuah gelas champagne kristal yang disodorkan padanya. Rasa pahit yang aneh di kerongkongannya saat ia menenggak minuman itu karena kesal.

Stella asli dikenal sebagai Nona Pembuat Onar dari keluarga Rosewood. Reputasinya selalu buruk, sikapnya selalu gegabah. Dan semalam, ia dengan bodohnya masuk ke dalam perangkap yang disiapkan dengan sangat sempurna.

"Ah... kepalaku sakit..." Stella memejamkan mata, mencoba menahan pusing yang mendera.

"Fokus, Host!" Vix menjentikkan salah satu ekor berbulunya dengan keras ke dahi Stella, membuat wanita itu terkesiap dan mengaduh pelan.

"Ini bukan waktunya untuk melamun! Kau baru saja diracun oleh saudari tirimu sendiri dengan dosis rendah yang mematikan. Sistem telah membersihkannya, tapi masalahmu belum selesai. Saat ini, reputasi mu sedang dalam proses dihancurkan habis-habisan di bawah sana."

Cahaya biru berkedip di depan mata Stella, dan sebuah layar tipis transparan melayang di udara, menampilkan teks yang menyala.

[ MISI HARIAN TERBUKA ]

MISI: Keluar dari kamar hotel ini tanpa tertangkap kamera wartawan.

Hadiah: 10 Poin Bertahan Hidup & 1 Botol Parfum Eksklusif White Tea & Peony.

Hukuman Gagal: Wajahmu akan terpampang di halaman utama seluruh portal berita London dengan judul besar 'Skandal Abad Ini: Pewaris Utama Rosewood Tertangkap Basah Menjual Diri di Hotel'. Reputasi akan turun sebanyak -50 Poin.

"Wartawan? Menjual diri?! Apa maksudmu?!" Stella berseru panik, matanya membesar membaca layar di depannya.

Ia mengabaikan Vix yang melayang, langsung berlari keluar dari kamar mandi menuju ke arah jendela besar di kamar.

Dengan tangan gemetar, ia menyibak gorden burgundy itu sedikit lebih lebar.

Di pelataran lobi hotel jauh di bawah sana, pemandangan yang terlihat sukses membuat darah Stella berdesir dingin.

Meski hujan gerimis masih membasahi kota London, sebuah kerumunan besar orang-orang yang memegang payung, microphone, dan kamera dengan lensa panjang sudah bersiaga. Mereka berdesakan di depan pintu masuk yang dijaga ketat oleh pihak keamanan hotel.

Mereka tampak persis seperti sekumpulan hyena yang kelaparan menunggu mangsanya dilempar ke luar.

Belum sempat Stella memproses semua kegilaan ini -fakta bahwa ia bertransmigrasi, berurusan dengan rubah ajaib super bawel, dan menjadi target pembunuhan- sebuah suara gedoran kasar tiba-tiba menghantam pintu utama kamar Presidential Suite-nya.

BAM! BAM! BAM!

Suara itu bergema ke seluruh penjuru ruangan, membuat Stella terlompat mundur dari jendela.

"Nona Rosewood! Kami tahu Anda di dalam! Tolong buka pintunya!"

Suara riuh sekumpulan orang yang berteriak dalam bahasa Inggris terdengar menembus kayu oak yang tebal. Mereka rupanya berhasil menyusup naik ke lantai VIP.

Kilatan cahaya flash kamera mulai terlihat berkedip-kedip dari celah bawah pintu utama, menerangi karpet koridor.

Jantung Stella berpacu gila-gilaan. Napasnya memburu. Pikirannya buntu. Ia benar-benar terjebak.

Di kamar hotel yang berantakan, di negeri orang yang dingin, hanya berbalut selembar jubah mandi, dengan reputasi yang tinggal menghitung detik menuju kehancuran total.

"Vix! Apa yang harus aku lakukan?! Kalau mereka masuk, habislah aku!" Stella menoleh ke arah si rubah, suaranya bergetar.

Vix melayang santai, seolah tidak terpengaruh oleh kekacauan itu. Ia malah menjilat cakar depannya dengan tenang. "Gunakan otakmu yang punya skor kecerdasan di atas rata-rata itu, Host. Sembunyi, lari, atau hadapi. Waktumu sepuluh detik sebelum pintu itu jebol."

Di tengah kepanikan Stella dan hiruk-pikuk suara para wartawan yang berlomba memanggil namanya, sebuah suara berat tiba-tiba membelah keributan di lorong luar.

Suara itu tidak berteriak, volumenya bahkan cukup rendah. Namun, nada dingin, datar, dan penuh otoritas mutlak di dalamnya langsung membuat setiap mulut di koridor itu tertutup rapat seketika. Hening merayap bagai mantra.

"Minggir."

Stella menahan napas. Bahkan dari dalam kamar yang terkunci, tanpa perlu melihat siapa pemilik suara itu, aura mendominasi yang gelap dan mengintimidasi terasa menembus pori-pori dinding tebal kamar ini. Bulu kuduk Stella meremang.

Vix yang masih melayang di udara mendecakkan lidahnya pelan, ekornya berhenti bergoyang.

"Oh, luar biasa. Hari pertamamu sungguh penuh kejutan. Selamat, Host. Pria yang baru saja bicara di luar sana itu adalah Neo Hayes Blake."

Mata Stella membelalak. Ingatan Nona Rosewood yang asli kembali berkelebat. Neo Hayes Blake. CEO Blake Group. Pria dingin, kejam, dan memiliki aura segelap malam.

Pria yang sudah berulang kali diganggu oleh Stella yang asli dengan cara-cara yang memalukan.

"Pria yang luar biasa membencimu, tepatnya," lanjut Vix dengan nada mengejek.

Dari luar, suara berat itu kembali terdengar, kali ini lebih dingin.

"Hancurkan pintunya."

Stella mundur selangkah. Tangannya mencengkeram erat kerah jubah mandinya.

BRAK!

Pintu utama yang terbuat dari kayu oak solid itu didobrak paksa dari luar dengan sekali hantaman kuat. Bunyi engsel yang patah dan nyaris terlepas dari bingkainya menggema memekakkan telinga.

Pintu terbuka lebar, dan sepasang kaki panjang yang dibalut setelan jas hitam bespoke melangkah masuk ke dalam kamar yang remang-remang, membawa serta hawa dingin kota London yang mematikan.

To be Continued

Episodes
1 Part 1: Siapa?
2 Bab 2: Transmigrasi & Sistem?
3 Part 3: Pertemuan Beku
4 Part 4: Berhasil melarikan diri
5 Part 5: Jejak yang Hilang
6 Part 6: Cincin berlian
7 Part 7: Nona Cegil dan Rencana Gila
8 Part 8: Sang Predator
9 Part 9: Nona Tengil
10 Part 10: Mata Obsidian
11 Part 11: Takhta Nona Onar
12 Part 12: Kemenangan Mutlak
13 Part 13: Keluarga Menjijikan
14 Part 14: Tamu tak Diundang
15 Part 15: Runtuhnya Topeng
16 Part 16: Jendela Status
17 Part 17: Rencana Ular
18 Part 18: Tarian Aneh
19 Part 19: Ular Pengganggu
20 Part 20: Wangi Pria Berbahaya
21 Part 21: Teritori Sang Predator
22 Part 22: Teritori Sang Predator 2
23 Part 23: Barter Nyawa dan Berlian
24 Part 24: Permainan dimulai
25 Part 25: Perangkap Siber
26 Part 26: Permainan Selesai
27 Part 27: Tinta Emas dan Undangan Berdarah Dingin
28 Part 28: Siap Bertempur
29 Part 29: Gaun Merah
30 Part 30: Langkah Sang Ratu
31 Part 31: Sticky Note Merah Muda Neon
32 Part 32: Makan siang Bersama
33 Part 33: Toko Sistem
34 Part 34: Trik Kecil Nona Tengil
35 Part 35: Jepit Rambut Mutiara
36 Part 36: Tatapan Neo
37 Part 37: Rencana Lain
38 Part 38: Laporan Rahasia
39 Part 39: Kopi Pahit
40 Part 40: Panggung Eksekusi Sang Ratu
41 Part 41: Detik-detik Rencana Chloe
42 Part 42: Kehancuran Chloe
43 Part 43: Bantuan Kotor
44 Part 44: Momen yang terganggu
45 Part 45: Banedict
46 Part 46: Cemburu Sang Predator
47 Part 47: Buket Bunga
48 Part 48: Cincin Berlian
49 Part 49: Malam Lelang
50 Part 50: Sepuluh juta Poundsterling
51 Part 51: Kalung Sang Tuan
52 Part 52: Memancing Neo
53 Part 53: Beli Skill 'Ahli Strategi Bayangan'
54 Part 54: Obsesi Kelam
55 Part 55: Klaim Sang Predator
56 Part 56: Tanda Kepemilikan
57 Part 57: Tawaran kopi pria berambut keemasan
58 Part 58: Ruang Baja dan Sangkar Kaca
59 Part 59: Musuh yang kembali bergerak
60 Part 60: Menara Timur
61 Part 61: Ratu Licik
62 Part 62: Misi di Pagi Hari
63 Part 63: Tiga Menit
64 Part 64: Titik Buta
65 Part 65: Bidikan Sempurna
66 Part 66: Serangan Balik
67 Part 67: Permainan Baru, Dimulai.
68 Part 68: Bidak Hitam
69 Part 69: Kembali bermain
70 Part 70 : Malam membara
71 Part 71: Cetak Biru?
72 Part 72: Beraksi
73 Part 73: Titik Koordinat
74 Part 74: Ledakan Dahsyat
75 Part 75: Sisa Asap
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Part 1: Siapa?
2
Bab 2: Transmigrasi & Sistem?
3
Part 3: Pertemuan Beku
4
Part 4: Berhasil melarikan diri
5
Part 5: Jejak yang Hilang
6
Part 6: Cincin berlian
7
Part 7: Nona Cegil dan Rencana Gila
8
Part 8: Sang Predator
9
Part 9: Nona Tengil
10
Part 10: Mata Obsidian
11
Part 11: Takhta Nona Onar
12
Part 12: Kemenangan Mutlak
13
Part 13: Keluarga Menjijikan
14
Part 14: Tamu tak Diundang
15
Part 15: Runtuhnya Topeng
16
Part 16: Jendela Status
17
Part 17: Rencana Ular
18
Part 18: Tarian Aneh
19
Part 19: Ular Pengganggu
20
Part 20: Wangi Pria Berbahaya
21
Part 21: Teritori Sang Predator
22
Part 22: Teritori Sang Predator 2
23
Part 23: Barter Nyawa dan Berlian
24
Part 24: Permainan dimulai
25
Part 25: Perangkap Siber
26
Part 26: Permainan Selesai
27
Part 27: Tinta Emas dan Undangan Berdarah Dingin
28
Part 28: Siap Bertempur
29
Part 29: Gaun Merah
30
Part 30: Langkah Sang Ratu
31
Part 31: Sticky Note Merah Muda Neon
32
Part 32: Makan siang Bersama
33
Part 33: Toko Sistem
34
Part 34: Trik Kecil Nona Tengil
35
Part 35: Jepit Rambut Mutiara
36
Part 36: Tatapan Neo
37
Part 37: Rencana Lain
38
Part 38: Laporan Rahasia
39
Part 39: Kopi Pahit
40
Part 40: Panggung Eksekusi Sang Ratu
41
Part 41: Detik-detik Rencana Chloe
42
Part 42: Kehancuran Chloe
43
Part 43: Bantuan Kotor
44
Part 44: Momen yang terganggu
45
Part 45: Banedict
46
Part 46: Cemburu Sang Predator
47
Part 47: Buket Bunga
48
Part 48: Cincin Berlian
49
Part 49: Malam Lelang
50
Part 50: Sepuluh juta Poundsterling
51
Part 51: Kalung Sang Tuan
52
Part 52: Memancing Neo
53
Part 53: Beli Skill 'Ahli Strategi Bayangan'
54
Part 54: Obsesi Kelam
55
Part 55: Klaim Sang Predator
56
Part 56: Tanda Kepemilikan
57
Part 57: Tawaran kopi pria berambut keemasan
58
Part 58: Ruang Baja dan Sangkar Kaca
59
Part 59: Musuh yang kembali bergerak
60
Part 60: Menara Timur
61
Part 61: Ratu Licik
62
Part 62: Misi di Pagi Hari
63
Part 63: Tiga Menit
64
Part 64: Titik Buta
65
Part 65: Bidikan Sempurna
66
Part 66: Serangan Balik
67
Part 67: Permainan Baru, Dimulai.
68
Part 68: Bidak Hitam
69
Part 69: Kembali bermain
70
Part 70 : Malam membara
71
Part 71: Cetak Biru?
72
Part 72: Beraksi
73
Part 73: Titik Koordinat
74
Part 74: Ledakan Dahsyat
75
Part 75: Sisa Asap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!