Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Prolog : Senja Sang Legenda

Langit di atas Puncak Gunung Langit Menangis berwarna merah pekat, bukan karena senja, melainkan oleh uap darah dari puluhan ribu pendekar yang telah gugur. Angin membawa bau hangus dari panji-panji sekte besar yang kini tinggal abu.

Di tengah lautan mayat dan pedang yang patah, seorang pria renta berlutut dengan satu lutut bertumpu pada pedang panjangnya yang retak. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, jubahnya robek dan tubuhnya penuh luka. Dia adalah Wei Changqing, sosok yang dihormati dan ditakuti di seluruh penjuru benua sebagai Mata Pedang Hijau.

Namun, segala gelar dan kehormatan itu terasa hampa.

Tatapannya tertuju pada sosok wanita yang terbaring kaku beberapa langkah darinya. Dia adalah Shen Yue. Wanita yang diam-diam mencintainya selama puluhan tahun, yang selalu menantinya di balik layar peperangan, kini tubuh nya telah dingin. Ia telah gugur karena menerima tebasan tombak beracun demi melindungi punggung Wei Changqing setengah jam yang lalu.

"Untuk apa kekuatan tingkat Pendekar Nirwana..." suara Wei Changqing serak, dan kemudian batuk darah membasahi jenggotnya. "...jika aku bahkan tidak bisa melindungi satu-satunya hati yang tulus kepadaku? Untuk apa aku menjadi legenda jika dunia persilatan musnah?"

Ia teringat awal mula semua kegilaan ini. Tiga peristiwa kecil puluhan tahun lalu yang terlihat sepele: kematian Pemimpin Sekte Pedang Langit yang difitnah, sepucuk surat palsu yang mengadu domba Klan Teratai Darah, dan seorang bocah jenius bernama Baii Ling yang terjerumus kan ke lembah kesesatan karena tak ada yang membimbing dan mengulurkan tangannya. Tiga riak kecil yang akhirnya menjelma menjadi gelombang darah hari ini.

Secercah tekad yang mengerikan menyala di wajah renta Wei Changqing. Ia kemudian mencabut pedangnya dari tanah.

"Jika takdir di dunia ini adalah kehancuran," bisik Wei Changqing, dan dengan perlahan menutup matanya. Ketika mata itu terbuka kembali, kedua bola matanya meledakkan cahaya hijau zamrud yang begitu pekat dan murni hingga menerangi seluruh puncak gunung. Inilah esensi tertinggi dari Mata Pedang Hijau—bukan sekadar ilmu melihat kelemahan lawan, melainkan membakar seluruh jiwa dan ranah latihannya untuk melihat benang waktu!

Blam!

Gelombang tenaga dalam tingkat Nirwana membakar tubuh rentan nya menjadi serpihan cahaya hijau. Seketika Pedang di tangannya hancur berkeping-keping.

"Tunggu saja, Aku akan kembali. Aku tidak peduli jika dunia kelak mengenalku sebagai pengkhianat atau iblis... Kali ini, tidak akan ada perang. Dan kau, Shen Yue... kau akan hidup."

Kesadaran Wei Changqing tersedot ke dalam pusaran waktu itu yang berputar mundur, yang menembus lorong waktu puluhan tahun, dan kemudian menuju sebuah kamar kecil yang tenang di musim semi tahun ke Empat Puluh Dua Era Kaisar Bela Diri.

****

"Wei Changqing! Bangun! Kalau kau selalu malas-malasan, Guru akan menghukum mu menyapu halaman sekte sampai malam!"

Suara bentakan yang sangat akrab, yang sudah puluhan tahun tak ia dengar membuat pemuda di atas ranjang kayu itu terkesiap. Ia membuka matanya mendadak. Napasnya terengah engah. Ia menatap kedua tangannya—halus, tanpa bekas luka pertempuran, dan penuh dengan tenaga muda yang masih kasar di tingkat Pendekar Menengah Tahap 3.

Ia kemudian bangkit, menatap pantulan dirinya di air baskom. Seorang pemuda berusia sembilan belas tahun menatap balik kepadanya.

Wei Changqing telah kembali.

Terpopuler

Comments

baca yg gue suka

baca yg gue suka

awal cerita menarik, bahasa gak membosankan.
mudah2an novel bagus

2026-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog : Senja Sang Legenda
2 Bab 1 : Debu di Atas Pedang Kayu
3 Bab 2 : Menyaring Air di Tengah Lumpur
4 Bab 3 : Langkah Pertama Meninggalkan Lembah
5 Bab 4 : Darah di Balik Pepohonan
6 Bab 5 : Tarian Satu Napas
7 Bab 6 : Bakat Murni
8 Bab 7 : Mata-Mata di Kedai Teh
9 Bab 8 : Menyapu Daun di Lorong Gelap
10 Bab 9 : Pembantaian
11 Bab 10 : Perjalanan Pulang
12 Bab 11 : Murid Luar Tanaman Obat
13 Bab 12 : Embun Pagi di Kebun Herbal
14 Bab 13 : Angin yang Mengusik
15 Bab 14 : Terobosan di Bawah Bulan Purnama
16 Bab 15 : Pembuktian di Arena
17 Bab 16 : Pesan di Bawah Pohon Bambu Kuning.
18 Bab 17 : Gerbang dan Aroma Anggrek Putih
19 Bab 18 : Tatapan di Balik Teratai
20 Bab 19 : Dua Jari
21 Bab 20 : Anggrek di Atas Kolam Batu
22 Bab 21 : Satu Tebasan Besi Hitam
23 Bab 22 : Obat Salju di Bawah Sinar Bulan
24 Bab 23 : Badai Emas di Atas Arena
25 Bab 24 : Hancurnya Sayap Naga Emas
26 Bab 25 : Kemenangan dan Perjamuan Malam
27 Bab 26 : Jejak di Atas Genteng
28 Bab 27 : Dua Belati
29 Bab 28 : Teknik Penyembuhan
30 Bab 29 : Sinshe Wu
31 Bab 30 : Kilatan Hijau Membelah Kabut Darah
32 Bab 31 : Bukti Di Depan Singgasana Merah
33 Bab 32 : Gerbang Perpisahan
34 Bab 33 : Terobosan Gerbang Pendekar Tinggi
35 Bab 34 : Mata di Balik Hutan Pinus
36 Bab 35 : Menuju Lembah Kabut Merah
37 Bab 36 : Penyergapan di Atas Jembatan
38 Bab 37 : Interogasi di Dasar Jurang Kabut
39 Bab 38 : Bentrokan di Ngarai Hitam
40 Bab 39 : Berkumpul kembali
41 Bab 40 : Badai yang Mengumpulkan Awan
42 Bab 41 : Jejak Sabit Darah di Tanah Barat
43 Bab 42 : Kilatan Mata Pedang Hijau
44 Bab 43 : Janji
45 Bab 44 : Retaknya Lentera Jiwa dan Mustika Esensi
46 Bab 45 : Pemurnian Mustika Darah
47 Bab 46 : Bayangan Besi di Gerbang Lembah
48 Bab 47 : Tantangan Terbuka
49 Bab 48 : Tiga Jurus Pemutus Besi Dingin
50 Bab 49 : Kemarahan Xie Wuji
51 Bab 50 : Bayangan Gerhana di Atas Lembah Bambu
52 Bab 51 : Serbuan Malam Gerhana Bulan Darah
53 Bab 52 : Dua Jendral Gerhana
54 Bab 53 : Pemusnahan Mutlak dan Riak yang Mengguncang Benua
55 Bab 54 : Utusan Aliansi
56 Bab 55 : Perjalanan Ke Balai Es
57 Bab 56 : Pertemuan
58 Bab 57 : Dataran Angin Beku
59 Bab 58 : Tarian Tiga Pedang
60 Bab 59 : Badai Petir Ngarai Naga Hitan
61 Bab 60 : Bayangan Racun
62 Bab 61 : Serangan Balik di Dalam Gua
63 Bab 62 : Tebasan Pemutus Racun dan Konspirasi Aliansi
64 Bab 63 : Benteng Ibu Kota Aliansi
65 Bab 64 : Gerbang Balai Langit dan Rahasia Dua Sekte
66 Bab 65 : Perjamuan Balai Langit
67 Bab 66 : Tabib Suci Muda
68 Bab 67 : Rencana Penyusupan
69 Bab 68 : Jarum Perak di Pasar Obat
70 Bab 69 : Analisis Daun Teh Beracun
71 Bab 70 : Pil Embun Teratai Putih
72 Bab 71 : Bayangan di Balik Ketenangan
73 Bab 72 : Badai yang Berkumpul Sebelum Fajar
74 Bab 73 : Hujan Darah di Puncak Bintang
75 Bab 74 : Amukan Mata Pedang Hijau
76 Bab 75 : Kemarahan Sang Iblis
77 Bab 76 : Kebangkitan
78 Bab 77 : Panggung Penobatan
79 Bab 78 : Penghakiman di Alun-alun Langit
80 Bab 79 : Percikan Dua Pedang
81 Bab 80 : Hujan Darah di Lembah Besi
82 Bab 81 : Tarian Pembantaian di Lembah Seribu Gema.
83 Bab 82 : Bara Api Unggun
84 Bab 83 : Memburu Bayangan
85 Bab 84 : Menyusup
86 Bab 85 : Kehancuran di Kawah Hitam dan Tebasan Pemutus Takdir
87 Bab 86: Taman Obat yang Damai
88 Bab 87 : Festival Lentera
89 Bab 88 : Perpisahan
90 Bab 89 : Batu Loncatan Sang Jenius
91 Bab 90 : Suara Pedang di Malam Buta
92 Bab 91 : Batas Keadilan
93 Bab 92 : Bunga Darah di Ibu Kota
94 Bab 93 : Gadis di Sarang Serigala Beracun
95 Bab 94 : Makam Kaisar Bela Diri
96 Bab 95 : Melangkah Sendiri
97 Bab 96 : Di Balik Tirai Ribuan Tahun
98 Bab 97 : Kelahiran Sang Iblis Penguasa
99 Bab 98 : Hujan Deras di Hati Putri Es
100 Bab 99 : Enam Bulan Pengasingan
101 Bab 100 : Bulan Darah di Dataran Bintang Jatuh
102 Bab 101 : Satu Melawan Dua Puluh Grandmaster
103 Bab 102 : Di Ujung Mata Pedang Es
104 Bab 103 : Tangan Sang Pemungut Jiwa
105 Bab 104 : Air Mata Dunia Persilatan
106 Bab 105 : Melampaui Waktu, Menuju Nirwana
107 Bab 106 : Tebasan Pemutus Takdir
108 Bab 107 : Epilog - Legenda yang Pudar di Angin Musim Semi
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Prolog : Senja Sang Legenda
2
Bab 1 : Debu di Atas Pedang Kayu
3
Bab 2 : Menyaring Air di Tengah Lumpur
4
Bab 3 : Langkah Pertama Meninggalkan Lembah
5
Bab 4 : Darah di Balik Pepohonan
6
Bab 5 : Tarian Satu Napas
7
Bab 6 : Bakat Murni
8
Bab 7 : Mata-Mata di Kedai Teh
9
Bab 8 : Menyapu Daun di Lorong Gelap
10
Bab 9 : Pembantaian
11
Bab 10 : Perjalanan Pulang
12
Bab 11 : Murid Luar Tanaman Obat
13
Bab 12 : Embun Pagi di Kebun Herbal
14
Bab 13 : Angin yang Mengusik
15
Bab 14 : Terobosan di Bawah Bulan Purnama
16
Bab 15 : Pembuktian di Arena
17
Bab 16 : Pesan di Bawah Pohon Bambu Kuning.
18
Bab 17 : Gerbang dan Aroma Anggrek Putih
19
Bab 18 : Tatapan di Balik Teratai
20
Bab 19 : Dua Jari
21
Bab 20 : Anggrek di Atas Kolam Batu
22
Bab 21 : Satu Tebasan Besi Hitam
23
Bab 22 : Obat Salju di Bawah Sinar Bulan
24
Bab 23 : Badai Emas di Atas Arena
25
Bab 24 : Hancurnya Sayap Naga Emas
26
Bab 25 : Kemenangan dan Perjamuan Malam
27
Bab 26 : Jejak di Atas Genteng
28
Bab 27 : Dua Belati
29
Bab 28 : Teknik Penyembuhan
30
Bab 29 : Sinshe Wu
31
Bab 30 : Kilatan Hijau Membelah Kabut Darah
32
Bab 31 : Bukti Di Depan Singgasana Merah
33
Bab 32 : Gerbang Perpisahan
34
Bab 33 : Terobosan Gerbang Pendekar Tinggi
35
Bab 34 : Mata di Balik Hutan Pinus
36
Bab 35 : Menuju Lembah Kabut Merah
37
Bab 36 : Penyergapan di Atas Jembatan
38
Bab 37 : Interogasi di Dasar Jurang Kabut
39
Bab 38 : Bentrokan di Ngarai Hitam
40
Bab 39 : Berkumpul kembali
41
Bab 40 : Badai yang Mengumpulkan Awan
42
Bab 41 : Jejak Sabit Darah di Tanah Barat
43
Bab 42 : Kilatan Mata Pedang Hijau
44
Bab 43 : Janji
45
Bab 44 : Retaknya Lentera Jiwa dan Mustika Esensi
46
Bab 45 : Pemurnian Mustika Darah
47
Bab 46 : Bayangan Besi di Gerbang Lembah
48
Bab 47 : Tantangan Terbuka
49
Bab 48 : Tiga Jurus Pemutus Besi Dingin
50
Bab 49 : Kemarahan Xie Wuji
51
Bab 50 : Bayangan Gerhana di Atas Lembah Bambu
52
Bab 51 : Serbuan Malam Gerhana Bulan Darah
53
Bab 52 : Dua Jendral Gerhana
54
Bab 53 : Pemusnahan Mutlak dan Riak yang Mengguncang Benua
55
Bab 54 : Utusan Aliansi
56
Bab 55 : Perjalanan Ke Balai Es
57
Bab 56 : Pertemuan
58
Bab 57 : Dataran Angin Beku
59
Bab 58 : Tarian Tiga Pedang
60
Bab 59 : Badai Petir Ngarai Naga Hitan
61
Bab 60 : Bayangan Racun
62
Bab 61 : Serangan Balik di Dalam Gua
63
Bab 62 : Tebasan Pemutus Racun dan Konspirasi Aliansi
64
Bab 63 : Benteng Ibu Kota Aliansi
65
Bab 64 : Gerbang Balai Langit dan Rahasia Dua Sekte
66
Bab 65 : Perjamuan Balai Langit
67
Bab 66 : Tabib Suci Muda
68
Bab 67 : Rencana Penyusupan
69
Bab 68 : Jarum Perak di Pasar Obat
70
Bab 69 : Analisis Daun Teh Beracun
71
Bab 70 : Pil Embun Teratai Putih
72
Bab 71 : Bayangan di Balik Ketenangan
73
Bab 72 : Badai yang Berkumpul Sebelum Fajar
74
Bab 73 : Hujan Darah di Puncak Bintang
75
Bab 74 : Amukan Mata Pedang Hijau
76
Bab 75 : Kemarahan Sang Iblis
77
Bab 76 : Kebangkitan
78
Bab 77 : Panggung Penobatan
79
Bab 78 : Penghakiman di Alun-alun Langit
80
Bab 79 : Percikan Dua Pedang
81
Bab 80 : Hujan Darah di Lembah Besi
82
Bab 81 : Tarian Pembantaian di Lembah Seribu Gema.
83
Bab 82 : Bara Api Unggun
84
Bab 83 : Memburu Bayangan
85
Bab 84 : Menyusup
86
Bab 85 : Kehancuran di Kawah Hitam dan Tebasan Pemutus Takdir
87
Bab 86: Taman Obat yang Damai
88
Bab 87 : Festival Lentera
89
Bab 88 : Perpisahan
90
Bab 89 : Batu Loncatan Sang Jenius
91
Bab 90 : Suara Pedang di Malam Buta
92
Bab 91 : Batas Keadilan
93
Bab 92 : Bunga Darah di Ibu Kota
94
Bab 93 : Gadis di Sarang Serigala Beracun
95
Bab 94 : Makam Kaisar Bela Diri
96
Bab 95 : Melangkah Sendiri
97
Bab 96 : Di Balik Tirai Ribuan Tahun
98
Bab 97 : Kelahiran Sang Iblis Penguasa
99
Bab 98 : Hujan Deras di Hati Putri Es
100
Bab 99 : Enam Bulan Pengasingan
101
Bab 100 : Bulan Darah di Dataran Bintang Jatuh
102
Bab 101 : Satu Melawan Dua Puluh Grandmaster
103
Bab 102 : Di Ujung Mata Pedang Es
104
Bab 103 : Tangan Sang Pemungut Jiwa
105
Bab 104 : Air Mata Dunia Persilatan
106
Bab 105 : Melampaui Waktu, Menuju Nirwana
107
Bab 106 : Tebasan Pemutus Takdir
108
Bab 107 : Epilog - Legenda yang Pudar di Angin Musim Semi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!