Tiga hari setelah kepergiannya dari markas besar bawah tanah Bayangan Gerhana, sosok pria tinggi besar dengan kulit sepucat mayat itu tiba di Jalur Ngarai Hitam.
Angin pegunungan yang kering meniup jubah abu terbuka milik Mo Ya, memperlihatkan otot-otot dadanya yang dipenuhi tato gerhana hitam.
Di bawah cahaya matahari sore yang mulai condong ke barat, Mo Ya berdiri di atas pecahan batu cadas hitam yang lima hari lalu hancur dihantam oleh gada rantai besi Meng Tao.
Di dunia persilatan, seorang praktisi yang telah menginjak ranah Ahli Persilatan—terutama di tingkat Tahap 4 seperti Mo Ya—memiliki kepekaan persepsi energi yang sepenuhnya berbeda dari para pendekar biasa. Mereka mampu membaca sisa-sisa getaran energi yang tertinggal di udara maupun pada serat logam senjata berminggu-minggu setelah pertarungan usai.
Mo Ya jongkok, mengangkat potongan rantai besi gada milik Meng Wu yang terpotong bersih di tanah batu ngarai.
Ia memejamkan mata kelabunya, mengendus bekas potongan logam besi itu dengan napas mendesis yang mengerikan.
Srrr...
"Bukan ledakan tenaga dalam yang kasar," rintih Mo Ya dengan suara serak bergema di dalam ngarai sunyi. "Potongan logam ini... terbelah dengan permukaan yang begitu mulus hingga pada tingkat tertinggi tanpa ada satu pun getaran patahan. Orang yang mengalahkan Sepasang Besi Hitam di tempat ini tidak mengandalkan kekuatan otot atau besarnya pasokan energi..."
Mata kelabu Mo Ya terbuka lebar, menyala oleh rasa takjub sekaligus niat membunuh yang semakin mendidih.
"...dia menggunakan Niat Pedang murni yang sangat padat! Sebuah pemahaman pedang tingkat Grandmaster yang mampu memotong besi!"
Mo Ya melemparkan potongan rantai besi itu kembali ke tanah.
Klotak!.
Ia kemudian bangkit berdiri dan melangkah menyusuri jalan setapak ngarai menuju arah barat.
Menggunakan indera penciuman tingkat Ahli Persilatan-nya yang telah terlatih untuk melacak target pembunuhan di seluruh benua, Mo Ya menangkap sisa aroma racikan herbal yang sangat khas di udara…
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau
Bab 41 : Jejak Sabit Darah di Tanah Barat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments
baca yg gue suka
masak petinggi sekte gak ada satupun yg merasakan kedatangan Mo Ya?
2026-08-06
0