MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Hutang

Jam di dinding menunjukkan pukul 02.47 ketika Ophelia Martin terbangun. Bukan karena suara, melainkan karena kesunyian yang justru membangunkannya.

Rumah di kawasan elite itu biasanya sunyi di jam begini, tapi malam ini ada suara seperti sesuatu yang pecah dan rapuh, seperti kaca yang retak perlahan.

Ophelia menggeser selimutnya, kakinya menyentuh lantai kayu yang terasa dingin. Dari lorong gelap menuju kamar tidur utama, terdengar isak tangis.

Tapi Ophelia mengenal suara itu. Itu adalah tangisan ibunya, Miranda. Tangisan yang pernah dia dengar enam tahun lalu ketika ayah kandungnya meninggal dalam kecelakaan yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Dia berjalan tanpa suara, membiarkan jari-jarinya menelusuri dinding koridor. Pintu kamar ibunya terbuka sedikit, dan dari celah itu Ophelia melihat pemandangan yang akan terukir dalam ingatannya selamanya.

Miranda terlihat duduk di tepi ranjang, tubuhnya membungkuk, tanda lelah dan pasrah.

Di depannya, Giorgio—suami yang baru dinikahinya dua tahun lalu—berdiri dengan kemeja bermerek yang kini kusut dan wajah pucat seperti mayat.

Sesuatu tergeletak di lantai. Ophelia menyipitkan matanya. Amplop coklat.

"Hutang ini sudah jatuh tempo, Miranda," suara Giorgio serak dan berbisik. "Mereka tidak main-main. Mereka akan membunuhku. Mereka akan membunuh kita semua."

Tangis ibunya semakin keras, tetapi masih tertahan, seolah takut didengar oleh penghuni lainnya.

"Aku tidak tahu kau berutang pada mafia, Giorgio! Kau bilang itu investasi properti! Kau bilang kita akan kaya! Aku sudah menyerahkan semua harta mendiang suamiku dan bahkan uang perwalian Ophelia padamu!”

DEG!

Dada Ophelia berdebar keras mendengar itu. Dia menekan dadanya sendiri, tubuhnya masih terpaku di balik pintu.

"Kita akan kaya, Sayanh. Tapi ... aku meminjam dari orang yang salah. Bunganya ... bunganya membunuhku. Aku sudah menjual semua saham, rumah ini pun sudah kugadaikan, tapi masih kurang. Mereka menginginkan segalanya."

Ophelia mundur selangkah. Rumah ini, satu-satunya yang tersisa dari ayah kandungnya—sudah digadai?

Semua kenangan, semua rasa aman yang dia bangun kembali setelah kepergian ayahnya, kini terancam hancur dalam sekejap.

Dia ingin masuk, ingin menampar Giorgio, ingin memarahi ibunya karena percaya pada pria itu. Tapi kakinya terpaku di lantai, tak bisa bergerak. Di sudut gelap koridor, dia hanyalah penonton dalam tragedi hidup yang tak dia pilih.

"Apa yang mereka inginkan sekarang?" tanya Miranda, suaranya bergetar.

Giorgio menunduk. "Dua miliar. Jatuh tempo tiga hari lagi. Kalau tidak ..."

"Kita tidak punya dua miliar, Giorgio! Kau sudah menghabiskan semuanya!"

Tiba-tiba, ponsel Giorgio berdering. Wajah Giorgio langsung pucat pasi. Dia menjawab dengan tangan gemetar.

"Ya ... Ya, Tuan Salvatore ... Tidak, aku belum ... Tiga hari lagi, kan? Ya, aku janji ... Tapi keluargaku ..."

Tapi kemudian Giorgio jatuh berlutut. Matanya berkaca-kaca, bukan karena emosi, melainkan karena ketakutan.

"Tidak! Jangan sentuh mereka! Aku akan bayar! Aku janji!"

Telepon ditutup. Giorgio menatap kosong ke dinding.

"Mereka akan datang besok," bisiknya. "Mereka ingin memastikan kita tidak kabur."

Miranda jatuh di samping suaminya. Keduanya tampak pasrah sekaligus takut.

Ophelia tidak tahan lagi. Dia berlari kembali ke kamarnya, membanting pintu, lalu menempelkan punggungnya pada kayu yang dingin. Napasnya tersengal. Air mata mengalir tanpa suara.

Dia tidak menangis karena Giorgio. Dia menangis karena rumah ini bisa saja hilang dan dia akan terusir dari sana.

*

*

Ophelia tidak tidur malam itu. Matanya terjaga sampai sinar pertama matahari masuk ke kamarnya.

Dia mendengar langkah kaki di luar kamarnya.

Dia memutuskan untuk bertingkah normal. Tidak ada yang tahu bahwa dia mendengar percakapan semalam.

Di meja makan, Miranda duduk dengan senyum yang terlalu dipaksakan. Giorgio sudah berpakaian rapi, jasnya yang mahal menyembunyikan keringat dingin yang terus mengalir di pelipisnya.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Miranda. "Kau tidur nyenyak?"

Ophelia mengangguk. "Ya. Aku lelah semalam.”

Dia mengambil roti panggang, tapi perutnya menolak. Di bawah meja, tangannya gemetar.

“Di mana Chloe?” tanya Giorgio pada Ophelia. Chloe adalah kakak tirinya yang merupakan anak kandung Giorgio.

“Aku tidak tahu.”

“Pasti dia tak pulang lagi semalam.” Giorgio tampak geram.

*

"Kuliahmu mulai jam delapan, kan?" tanya Giorgio, mengalihkan pembicaraan, berusaha terdengar santai. "Aku akan antar."

"Tidak usah. Aku bisa naik taksi," jawab Ophelia cepat. "Kau pasti sibuk dengan pekerjaan."

Giorgio menatapnya tajam. Giorgio tahu bahwa Ophelia tak pernah menyukainya, mungkin karena merasa harta ayahnya dinikmati olehnya, mantan karyawan ayah Ophelia.

"Giorgio," potong Miranda, "Biarkan dia berangkat sendiri.”

Mereka melanjutkan sarapan dalam suasana hening yang tegang. Ophelia melihat setengah amplop coklat di saku jas Giorgio.

Ophelia berpura-pura mengambil buku dari meja ruang tamu, tapi matanya menangkap dua kata di ujung kertas itu. "Chloe Brown."

Nama kakak tirinya itu tercetak di daftar "jaminan". Giorgio telah menjaminkan putrinya sendiri sebagai agunan.

(JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE DI SETIAP BAB YA)

Terpopuler

Comments

d'she wu

d'she wu

duh namanya.....auto inget si ceo yg barusan viral nih yg ngaku punya 2000 toko 🤭

2026-07-01

4

ElHi

ElHi

kerja apaan si Giorgio ini??? CEO yg nyamar ato yg nge live terus itu tak??🤣🤣🤣..Helehh lha wong abisin harta istrinya..ya itulah pekerjaannya...bisnis menghabiskan harta istri dari mendiang suami terdahulu...jiahh

2026-07-02

2

V_eRiL

V_eRiL

Giorgio ngga layak dipanggil bapak nih, dia yg habisin uang istrinya sekarang anaknya buat jaminan hutangnya..parah bgt kelakuannya 😠😠🙉🙉

2026-07-01

2

lihat semua
Episodes
1 Hutang
2 Siapa Jaminannya?
3 Kesal
4 Jaminan Pengganti
5 Dibawa Pergi
6 Bertemu
7 Keinginan Bleiz
8 Pernikahan
9 Pria Yang Sangat Dingin
10 Ke Kamar Bleiz
11 Merasa Malu
12 Gelisah Dan Galau
13 Akhirnya Pulang
14 Khawatir Yang Diungkapkan
15 Mengomel Layaknya Istri
16 Merawat Sang Suami
17 Mulai Terbuka
18 Sabar Menunggu
19 Masa Lalu Yang Cukup Tragis
20 Menemui Ibu
21 Menceritakan Pada Chloe
22 Curhat
23 Curhat 2
24 Suasana Hangat
25 Memberanikan Diri
26 Malam Yang Ditunggu
27 Jatuh Cinta?
28 Kekhawatiran Bleiz
29 Menghadapi Sang Paman
30 Rencana Awal Bleiz
31 Mulai Bergerak
32 Rencana Lain
33 Serangan Tiba-tiba
34 Pertempuran Sengit
35 Terluka Parah
36 Ophelia Datang
37 Menghadapi Bleiz Yang Menyebalkan
38 Ujian
39 Tom And Jerry
40 Masih Mencoba
41 Marah Dan Lelah
42 Mulai Lelah
43 Nasib Buruk
44 Marcus Mulai Bicara
45 Mengurung Di Kamar
46 Masih Tak Mau Terlihat
47 Kemarahan Yang Tak Bisa Dibendung Lagi
48 Sangat Menyakitkan
49 Tak Mudah Memaafkan
50 Dibawa Pulang, Mau Tidak Mau
51 Tetap Tak Memaafkan
52 Kamar Bayi
53 Permintaan Bleiz
54 Mulai Membuka Hati
55 Melahirkan
56 Keinginan Ophelia
57 Rencana Ophelia
58 Masih Belum Berani Mengatakan
59 Mengatakan Yang Sebenarnya
60 Akhirnya
61 Empat Putra Sudah Cukup
62 PULUHAN TAHUN KEMUDIAN …
63 Hal Yang Tak Terduga
64 Membawa Evren
65 Hidup Evren Sebelumnya
66 Gadis Yang Dingin
67 Belum Beradaptasi
68 Mencoba Dekat
69 Sulit Menerima
70 Makan Malam Keluarga Tahunan
71 Sikap Tegas Leander
72 Tak Bertemu Leander Dan Yang Lainnya
73 Mulai Membuka Diri
74 Berbelanja Dan Bercerita
75 Insting Ophelia
76 Rencana Ophelia
77 Kedatangan Leander
78 Ternyata Memang Sulit
79 Rencana Sat Set
80 Kemarahan Evren
81 Menyebalkan!
82 Tiba Di Villa
83 Terpaksa Turun
84 Makan Bersama
85 Ajakan Leander
86 Hiking
87 Di Bawah Langit Yang Sama
88 Lilin Di Atas Puncak
89 Mulai Berubah
90 Mulai Dekat
91 Hubungan Apa Ini?
92 Panik
93 Kedatangan Ophelia Dan Bleiz
94 Merasa Bodoh
95 Keputusan Berani Evren
96 Langkah Baru
97 Kedatangan Lean
98 Galau
99 Makan Malam Keluarga Russo
100 Canggung
101 Mereka Semua Tahu
102 Bertemu Seseorang
103 Ada Lagi?
104 Galau
105 Apa Maksudnya
106 Harus Berpisah, Tapi Galau
107 One Year
108 Tiba Di Italia
109 Berkumpul Keluarga
110 Kedatangan Evren
111 Bertemu Lagi
112 Berinteraksi Lagi
113 Perasaan Yang Sebenarnya
114 Tarik Ulur
115 Persyaratan Evren
116 Mengobrol Dengan Ruby
117 Menguji Leander
118 Cemburu Tapi Gengsi
119 Kejelasan
120 Berjalan Bersama
121 Mulai Ada Yang Mengusik
122 Menunggu Leander
123 Menuju Apartemen
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Hutang
2
Siapa Jaminannya?
3
Kesal
4
Jaminan Pengganti
5
Dibawa Pergi
6
Bertemu
7
Keinginan Bleiz
8
Pernikahan
9
Pria Yang Sangat Dingin
10
Ke Kamar Bleiz
11
Merasa Malu
12
Gelisah Dan Galau
13
Akhirnya Pulang
14
Khawatir Yang Diungkapkan
15
Mengomel Layaknya Istri
16
Merawat Sang Suami
17
Mulai Terbuka
18
Sabar Menunggu
19
Masa Lalu Yang Cukup Tragis
20
Menemui Ibu
21
Menceritakan Pada Chloe
22
Curhat
23
Curhat 2
24
Suasana Hangat
25
Memberanikan Diri
26
Malam Yang Ditunggu
27
Jatuh Cinta?
28
Kekhawatiran Bleiz
29
Menghadapi Sang Paman
30
Rencana Awal Bleiz
31
Mulai Bergerak
32
Rencana Lain
33
Serangan Tiba-tiba
34
Pertempuran Sengit
35
Terluka Parah
36
Ophelia Datang
37
Menghadapi Bleiz Yang Menyebalkan
38
Ujian
39
Tom And Jerry
40
Masih Mencoba
41
Marah Dan Lelah
42
Mulai Lelah
43
Nasib Buruk
44
Marcus Mulai Bicara
45
Mengurung Di Kamar
46
Masih Tak Mau Terlihat
47
Kemarahan Yang Tak Bisa Dibendung Lagi
48
Sangat Menyakitkan
49
Tak Mudah Memaafkan
50
Dibawa Pulang, Mau Tidak Mau
51
Tetap Tak Memaafkan
52
Kamar Bayi
53
Permintaan Bleiz
54
Mulai Membuka Hati
55
Melahirkan
56
Keinginan Ophelia
57
Rencana Ophelia
58
Masih Belum Berani Mengatakan
59
Mengatakan Yang Sebenarnya
60
Akhirnya
61
Empat Putra Sudah Cukup
62
PULUHAN TAHUN KEMUDIAN …
63
Hal Yang Tak Terduga
64
Membawa Evren
65
Hidup Evren Sebelumnya
66
Gadis Yang Dingin
67
Belum Beradaptasi
68
Mencoba Dekat
69
Sulit Menerima
70
Makan Malam Keluarga Tahunan
71
Sikap Tegas Leander
72
Tak Bertemu Leander Dan Yang Lainnya
73
Mulai Membuka Diri
74
Berbelanja Dan Bercerita
75
Insting Ophelia
76
Rencana Ophelia
77
Kedatangan Leander
78
Ternyata Memang Sulit
79
Rencana Sat Set
80
Kemarahan Evren
81
Menyebalkan!
82
Tiba Di Villa
83
Terpaksa Turun
84
Makan Bersama
85
Ajakan Leander
86
Hiking
87
Di Bawah Langit Yang Sama
88
Lilin Di Atas Puncak
89
Mulai Berubah
90
Mulai Dekat
91
Hubungan Apa Ini?
92
Panik
93
Kedatangan Ophelia Dan Bleiz
94
Merasa Bodoh
95
Keputusan Berani Evren
96
Langkah Baru
97
Kedatangan Lean
98
Galau
99
Makan Malam Keluarga Russo
100
Canggung
101
Mereka Semua Tahu
102
Bertemu Seseorang
103
Ada Lagi?
104
Galau
105
Apa Maksudnya
106
Harus Berpisah, Tapi Galau
107
One Year
108
Tiba Di Italia
109
Berkumpul Keluarga
110
Kedatangan Evren
111
Bertemu Lagi
112
Berinteraksi Lagi
113
Perasaan Yang Sebenarnya
114
Tarik Ulur
115
Persyaratan Evren
116
Mengobrol Dengan Ruby
117
Menguji Leander
118
Cemburu Tapi Gengsi
119
Kejelasan
120
Berjalan Bersama
121
Mulai Ada Yang Mengusik
122
Menunggu Leander
123
Menuju Apartemen

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!