14

......

...

Kata siapa jadi pacar simpanan aktor papan atas itu enak? Aira resmi menarik kata-katanya soal kompensasi kenikmatan kemarin.

Nyatanya, setelah malam yang brutal dan penuh kembang api itu, semesta langsung menjatuhkan Aira ke bumi dengan sangat keras. Tiga hari berturut-turut, Gala mendadak berubah jadi hantu! Pria itu berangkat syuting subuh saat Aira masih merem, pulang tengah malam saat Aira sudah ketiduran, dan di hari ketiga, Gala bahkan sama sekali tidak pulang ke apartemen dengan alasan kejar tayang stripping iklan dan film baru di luar kota.

"Sialan! Brengsek! Om-om bujang lapuk gak bertanggung jawab!" amuk Aira di kamar tamu sambil melempar bantal gulingnya ke lantai.

Hati Yaya rasanya campur aduk. Kesal, sedih, cemburu, dan yang paling utama: harga dirinya terluka parah! Dia merasa habis dibobol sampai encok dan remuk redam, eh sekarang malah di-ghosting mentah-mentah! Gala cuma meninggalkan pesan singkat via WhatsApp: 'Om sibuk syuting luar kota dua hari. Makanan pesan aplikasi aja. Jangan keluar.'

"Jangan keluar kepala lu peyang!" gerutu Aira meniru umpatan Gala. "Lu pikir gua pajangan apartemen apa?! Lihat aja ya, Om, Yaya bakal bikin Om sujud-sujud minta ampun!"

Dengan emosi yang sudah di ubun-ubun, Aira langsung membongkar kopernya. Malam ini, Tuan Putri Adytama mode beringas ON. Dia memakai gaun malam mini berwarna hitam ketat yang mengekspos bahu indahnya, dan siap meluncur ke pesta.

...----------------...

Rumah Mewah Zion, Pukul 22.00 WIB.

Suasana di halaman belakang rumah Zion sudah sangat ramai. Musik EDM berdentum cukup keras, lampu neon warna-warni memantul di permukaan air kolam renang, dan sirkel kampus Aira sudah berkumpul lengkap di dekat meja BBQ.

"WOY! Sang Tuan Putri akhirnya turun gunung!" teriak Rakel heboh saat melihat kedatangan Aira. Cowok itu refleks mundur dua langkah, trauma nya masih terasa kalau ingat aura mafia Om Gala seminggu lalu.

Mela dan Ami langsung berlari memeluk Yaya. "Gila, Ya! Lu cakep banget malam ini! Mau nyari mangsa baru lu ya?" goda Mela sambil memperhatikan penampilan Aira yang super hot.

Zion keluar dari arah dapur mini sambil membawa segelas jus jeruk dan menyerahkannya ke Aira. Matanya tidak berkedip menatap Aira dari atas sampai bawah. "Gua kira lu gak bakal dateng, Ya. Dari tiga hari lalu lu susah banget dihubungin," ucap Zion dengan suara lembut, tangannya sengaja menyentuh pundak polos Aira.

Aira menerima gelas itu, langsung meneguknya sedikit untuk mendinginkan hatinya yang masih kebakaran akibat Gala. "Gua lagi bete aja di apartemen. Makanya malam ini gua mau puas-puasin main," jawab Airaa sambil tersenyum manis

"Nah, gitu dong! Pesta malam ini emang khusus buat lu, Ya. Nikmatin aja, semua logistik aman!" seru Zion bangga.

Mereka pun mulai bergabung dalam obrolan. Tapi sepanjang malam, fokus Aira bener-bener hancur. Setiap kali HP-nya bergetar, dia buru-buru membuka layar, berharap ada telepon Gala. Tapi hasilnya? Nol besar! Tidak ada obrolan masuk dari nomor sang aktor. Gala benar-benar menenggelamkan diri dalam pekerjaan.

"Sialan... bener-bener gak nyariin gua ini orang," batin Yaya makin mendidih. tangan nya dengan lincah menekan tombol silent biar dia gak berharap setiap ada notifikasi yang masuk

Waktu bergulir cepat sampai pukul satu malam. Satu per satu anak sirkel kampus mulai pamit pulang karena sudah teler dan mengantuk. Tersisa Yaya, Mela, Ami, Rakel, dan tentu saja si pemilik rumah, Zion.

Yaya duduk di tepi kolam renang sambil mengayunkan kakinya di air, wajahnya ditekuk habis-habisan.

Mela yang melihat itu langsung mendekat sambil menguap. "Ya, lu balik ke apartemen jam segini? Udah malem banget loh, emang gak bahaya nyetir sendiri?"

Ami ikut menimpali sambil merapikan tasnya. "Hooh, lagian muka lu kusut banget kayak cucian kotor. Lu ada masalah ya?"

Zion yang sedari tadi memperhatikan Airaa langsung mengambil kesempatan emas ini. Dia berjalan mendekat, berlutut di sebelah posisi duduk Aira, lalu menatap mata Aira dengan pandangan penuh harap.

"Ya... mending malam ini lu gak usah pulang. Tidur di rumah gua aja," ajak Zion frontal, membuat Rakel yang lagi minum langsung tersedak.

"Uhuk! Gila lu Yon, main ajak tidur aja!" tegur Rakel

Zion mendengus malas ke arah Rakel. "Maksud gua nginep di kamar tamu, bego! Rumah gua kan kamarnya banyak, nyokap bokap juga lagi di Eropa. Daripada Yaya pulang sendirian jam dua malem begini, bahaya kan di jalan?" Zion kembali menatap Aira. "Gimana, Ya? Nginep sini aja ya? Besok pagi biar gua yang masakin sarapan buat lu."

Mela dan Ami langsung menyenggol lengan Aira. "Bener tuh, Ya. Nginep aja daripada lu sendirian di apartemen sepi."

Aira terdiam sekilas. Pikirannya berputar cepat. Kalau dia pulang ke apartemen Gala, dia cuma bakal menatap tembok kosong sambil merutuki nasibnya yang di-ghosting. Tapi kalau dia nginep di rumah Zion... Gala pasti bakal tahu dari GPS atau satpam bawah kalau dia gak pulang semalaman.

"Oke, gua setuju," jawab Aira ketus dengan seringai licik di bibirnya. "Gua nginep di rumah lu malam ini, Yon."

mereka pun memilih untuk begadang saja sampai subuh bermain Truth or dare, karena tak cuma Aira saja yang menginap di sana.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!