Hukuman

Aleta melangkah pasrah mengekor di belakang Alden. Langkah kaki tegap cowok itu membawanya membelah area koridor yang mulai sepi, menuju ke arah area parkir khusus pengurus sekolah di samping aula.

"Kak Alden, sebenarnya saya mau dihukum apa sih?" tanya Aleta akhirnya, tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya yang membuncah.

"Kalau disuruh bersihin ruangan, sekarang udah sore banget."

Alden menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah motor sport berkapasitas mesin besar berwarna hitam legam yang terparkir gagah. Cowok itu berbalik, menatap Aleta datar sembari merogoh saku celananya untuk mengambil kunci motor.

"Hukuman kamu simpel," ucap Alden tenang. "Ikut saya pulang, dan jadilah alasan saya untuk menolak perjodohan dari orang tua saya sore ini."

"Hah?!" Aleta membelalakkan matanya sempurna, rahangnya nyaris jatuh ke lantai. "Perjodohan?! Kak, tapi saya kan cuma anak baru di sini! Kenapa jadi bawa-bawa urusan keluarga?!"

"Karena kamu punya utang sama saya, Leticia. Dan saya yang menentukan jenis pembayarannya," jawab Alden mutlak, tidak menerima bantahan dalam bentuk apa pun.

Tanpa memedulikan wajah Aleta yang sudah campur aduk antara syok dan bingung, Alden langsung naik dan menduduki motor sport-nya yang tinggi dan besar. Mesin motor itu menyala dengan suara deruman bas yang menggelegar, memecah keheningan area parkir.

"Naik," perintah Alden, melirik Aleta dari balik kaca helmnya yang dibuka sedikit.

Aleta menatap motor besar itu dengan ngeri. Bodi motor bagian belakangnya menukik sangat tinggi, khas motor balap. Dengan tinggi badannya yang mungil, menaiki motor ini sudah menjadi sebuah perjuangan tersendiri.

Sambil merutuk dalam hati, Aleta memegang pundak tegap Alden sebagai tumpuan, lalu bersusah payah mengangkat kakinya untuk naik ke jok belakang. Setelah berhasil duduk dengan posisi yang sangat tidak nyaman karena jok yang menanjak, motor itu tiba-tiba tersentak maju karena Alden sengaja menarik gasnya tanpa aba-aba.

Wush!

"Aaa!" pekik Aleta kaget.

Refleks karena tubuhnya terdorong ke belakang, kedua tangan Aleta langsung melingkar erat di pinggang kokoh Alden. Ia memeluk punggung tegap cowok itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya yang memerah padam di balik punggung Alden demi keselamatan nyawanya.

Deru mesin motor sport besar milik Alden membelah jalanan sore dengan bising yang berwibawa. Di atas jok belakang yang menukik tinggi, Aleta hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat. Angin sore menerpa seragam olahraga mereka dengan kencang seiring dengan jarum speedometer yang terus bergerak naik.

Alden sengaja memacu motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Tidak hanya itu, cowok itu bahkan sengaja memutar arah, memilih rute jalan yang paling jauh dan memutar untuk menuju ke rumahnya. Sebuah rute yang memakan waktu dua kali lebih lama dari jalur biasanya.

Setiap kali Alden sengaja menarik gas lebih dalam atau meliuk tajam membelah tikungan, tubuh mungil Aleta otomatis terdorong ke depan. Mau tidak mau, Aleta semakin merapatkan tubuhnya, menempelkan dadanya ke punggung tegap Alden seerat mungkin. Kedua tangan mungilnya mencengkeram jaket atau pinggang Alden bagai enggan terlepas. Aleta terlalu takut untuk jatuh.

Di balik helm full face-nya, Alden bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana eratnya pelukan Aleta di pinggangnya. Rasa hangat dari dekapan gadis itu menembus seragamnya, mengalirkan sebuah perasaan asing yang belum pernah Alden rasakan sebelumnya.

Nyaman. Sebuah rasa nyaman yang teramat sangat, bercampur dengan desiran halus yang aneh di dalam dadanya.

Alden, yang biasanya selalu ingin segalanya berjalan cepat dan efisien, sore ini justru egois. Rasa nyaman yang disalurkan oleh Aleta dari belakang punggungnya membuat Alden ingin menahan waktu sedikit lebih lama. Ia ingin berada di posisi seperti ini lebih lama lagi, membiarkan gadis itu terus mendekapnya di sepanjang jalanan kota yang mulai temaram oleh senja.

Sementara itu, Aleta yang menyembunyikan wajahnya di balik punggung lebar Alden mulai merasakan detak jantungnya sendiri berdegup abnormal. Aroma maskulin dari tubuh Alden yang menguar di sela-sela angin sore entah kenapa membuat rasa takutnya perlahan memudar, digantikan oleh rasa hangat yang aman, meskipun ia tahu cowok yang sedang didekapnya ini adalah singa sekolah yang paling ditakuti.

Setelah hampir empat puluh menit memutar jalan, motor besar itu akhirnya melambat saat memasuki sebuah kawasan perumahan elit yang sangat tenang dan mewah. Motor Alden berbelok, berhenti tepat di depan sebuah gerbang besi hitam yang menjulang tinggi.

Aleta perlahan membuka matanya dan sedikit melonggarkan pelukannya. Ia mendongak, menatap rumah bak istana di hadapannya dengan rasa was-was yang kembali menyerang.

"Turun," suara berat Alden terdengar saat cowok itu mematikan mesin motor dan membuka kaca helmnya. "Kita sudah sampai."

Aleta perlahan menurunkan kedua kakinya ke aspal, membiarkan tubuhnya terlepas dari dekapan hangat di punggung Alden. Namun, begitu ia berdiri tegak dan mengedarkan pandangan ke sekeliling, seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis.

Aleta melongo seketika, menatap tanpa berkedip pada bangunan megah di hadapannya.

Rumah ini luar biasa besar. Jika dibandingkan dengan rumah minimalis miliknya, kediaman Alden jelas sepuluh kali lebih besar—atau mungkin lebih. Tadi, saat motor besar Alden melewati gerbang besi hitam yang menjulang tinggi, Aleta sudah dibuat takjub oleh hamparan taman depan yang begitu luas dengan rumput hijau yang dipangkas rapi bak lapangan golf mini. Belum lagi keberadaan beberapa pria berbadan tegap berpakaian safari hitam yang berjaga ketat di pos depan, membungkuk hormat menyambut kedatangan Alden.

Tidak pernah terbersit sedikit pun di dalam pikiran polos Aleta bahwa suatu hari kaki kecilnya akan menginjakkan kaki di kawasan perumahan elit ini. Kompleks perumahan yang selama ini hanya sering ia dengar lewat desas-desus sebagai "kawasan terlarang" karena di dalamnya hanya dihuni oleh pejabat, pengusaha konglomerat, dan orang-orang penting negara.

Dan sekarang, singa sekolah yang paling ditakuti di SMA-nya ternyata adalah pangeran dari istana mewah ini.

"Kenapa? Takut?"

Suara bariton Alden membuyarkan lamunan Aleta. Cowok itu sudah turun dari motornya, meletakkan helm hitamnya di atas spion, lalu menatap Aleta yang masih berdiri mematung dengan tas ransel yang didekap erat di dada.

Aleta menelan ludah berat, mendongak kaku menatap Alden.

"K-Kak Alden... saya mending pulang aja deh. Saya naik angkot atau ojek online aja dari depan kompleks," cicit Aleta dengan suara bergetar. Nyalinya benar-benar ciut sampai ke dasar bumi. Berada di sini membuatnya merasa seperti sebutir debu yang tidak sengaja terbawa angin masuk ke dalam istana.

Alden tidak membalas ucapan Aleta dengan kata-kata. Ia justru melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka, lalu dengan santai meraih pergelangan tangan Aleta.

"Sudah terlambat untuk kabur, Leticia," bisik Alden dingin namun ada nada tegas yang tak terbantahkan.

Tanpa memedulikan penolakan halus dari gadis itu, Alden langsung menarik lembut tangan Aleta, menuntunnya menaiki tangga marmer menuju pintu jati kembar yang besar, siap membawa mangsanya masuk ke dalam pusaran masalah keluarganya.

🌍🌍🌍

Terpopuler

Comments

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

emmmm kahayang na di tangkeup teupi ka ngajauhan heula ka imah ge, skitu imah dkeut ge siah boncel.. bucin mah ngomong we, aku sudah mencintai mu kituh.. hararese kitu wae ge, boncel!!! /Curse/

2026-08-02

2

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

menta di kawin bejirrr /Facepalm/

2026-08-02

1

Putri Ayu/PqxxyZ

Putri Ayu/PqxxyZ

lohh ini mah hukuman seumur hidup namanya

2026-07-08

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Baru
2 UKS
3 papan nama di tangan sang ketua
4 pusat perhatian di aula
5 Hukuman
6 Rumah Alden
7 paksaan
8 monster?
9 first kiss
10 gilaaaa
11 Rasa bersalah
12 latar belakang
13 suasana asing
14 perasaan khawatir Alden
15 manifulatif
16 paksaan 1
17 paksaan 2
18 kerapuhan seorang Leticia Kanaya Clarisa
19 di balik semuanya.
20 pelarian kecil Aleta
21 studing pertaruhan
22 bagian rencana Alden
23 Berhasil nya Rencana.
24 kenyataan pahit
25 kepedulian Marsha
26 pion catur Alden
27 Drama
28 satu malam bagian 1
29 pertunangan/pemaksaan
30 satu malam bagian 2
31 satu malam bagian 3
32 satu malam terakhir
33 pagi yang terasa lain
34 tekad bulat aleta
35 langkah berani aleta
36 Angkasa Daneswara
37 pengejaran 1
38 awal kehidupan Aleta
39 satu kenyataan
40 satu sup hangat, satu lagi harapan
41 perasaan aneh
42 perasaan aneh 2
43 momentum hangat
44 perasaan jujur angkasa
45 sisi lain
46 pengakuan sakit Aleta
47 pengejaran 2
48 pengejaran 3
49 kemenangan Alden kekalahan angkasa
50 awal mula kehancuran Alden arsenio malik
51 kebebasan?
52 kebebasan? bagian 2
53 pelepasan Alden
54 pembalasan Alden bagian 1
55 pembalasan Alden bagian 2
56 permainan jari alden
57 perasaan Bingung angkasa bagian 1
58 perasaan bingung angkasa
59 penaklukan Aleta bagian 1
60 titik kebenaran
61 lampion yang meredup
62 amukan Alden
63 penaklukan Aleta bagian 2
64 permainan Alden
65 kehancuran leticia kanaya Clarisa
66 Deru Nafas
67 fakta sebenarnya
68 perubahan sikap Alden
69 kejujuran Alden
70 tangisan Alden
71 Awal hancur nya Rania
72 awal mulai kehidupan baru
73 satu senyuman Aleta satu tekad Alden.
74 kejanggalan
75 bidak catur yang lain
76 suasana yang lain
77 bab baru
78 kedekatan awal
79 sembuh
80 penangkapan Rania
81 kehancuran
82 Alden yang lain
83 pelepasan
84 kehancuran terakhir
85 keberhasilan angkasa
86 kekhawatiran angkasa
87 obsesi gila Alden arsenio malik Mahendra 1
88 2
89 ketidakberdayaan
90 ketidakberdayaan 2
91 perasaan
92 babak kehidupan baru.
93 tangisan pertama kali aletaa
94 ketahudirian Alden hidup baru aleta
95 kehidupan baru
96 kelegaan
97 kelulusan alden
98 perayaan kecill
99 kesadaran dan rasa sakit
100 hampir akhir
101 akhir
102 epilog
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Awal Baru
2
UKS
3
papan nama di tangan sang ketua
4
pusat perhatian di aula
5
Hukuman
6
Rumah Alden
7
paksaan
8
monster?
9
first kiss
10
gilaaaa
11
Rasa bersalah
12
latar belakang
13
suasana asing
14
perasaan khawatir Alden
15
manifulatif
16
paksaan 1
17
paksaan 2
18
kerapuhan seorang Leticia Kanaya Clarisa
19
di balik semuanya.
20
pelarian kecil Aleta
21
studing pertaruhan
22
bagian rencana Alden
23
Berhasil nya Rencana.
24
kenyataan pahit
25
kepedulian Marsha
26
pion catur Alden
27
Drama
28
satu malam bagian 1
29
pertunangan/pemaksaan
30
satu malam bagian 2
31
satu malam bagian 3
32
satu malam terakhir
33
pagi yang terasa lain
34
tekad bulat aleta
35
langkah berani aleta
36
Angkasa Daneswara
37
pengejaran 1
38
awal kehidupan Aleta
39
satu kenyataan
40
satu sup hangat, satu lagi harapan
41
perasaan aneh
42
perasaan aneh 2
43
momentum hangat
44
perasaan jujur angkasa
45
sisi lain
46
pengakuan sakit Aleta
47
pengejaran 2
48
pengejaran 3
49
kemenangan Alden kekalahan angkasa
50
awal mula kehancuran Alden arsenio malik
51
kebebasan?
52
kebebasan? bagian 2
53
pelepasan Alden
54
pembalasan Alden bagian 1
55
pembalasan Alden bagian 2
56
permainan jari alden
57
perasaan Bingung angkasa bagian 1
58
perasaan bingung angkasa
59
penaklukan Aleta bagian 1
60
titik kebenaran
61
lampion yang meredup
62
amukan Alden
63
penaklukan Aleta bagian 2
64
permainan Alden
65
kehancuran leticia kanaya Clarisa
66
Deru Nafas
67
fakta sebenarnya
68
perubahan sikap Alden
69
kejujuran Alden
70
tangisan Alden
71
Awal hancur nya Rania
72
awal mulai kehidupan baru
73
satu senyuman Aleta satu tekad Alden.
74
kejanggalan
75
bidak catur yang lain
76
suasana yang lain
77
bab baru
78
kedekatan awal
79
sembuh
80
penangkapan Rania
81
kehancuran
82
Alden yang lain
83
pelepasan
84
kehancuran terakhir
85
keberhasilan angkasa
86
kekhawatiran angkasa
87
obsesi gila Alden arsenio malik Mahendra 1
88
2
89
ketidakberdayaan
90
ketidakberdayaan 2
91
perasaan
92
babak kehidupan baru.
93
tangisan pertama kali aletaa
94
ketahudirian Alden hidup baru aleta
95
kehidupan baru
96
kelegaan
97
kelulusan alden
98
perayaan kecill
99
kesadaran dan rasa sakit
100
hampir akhir
101
akhir
102
epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!