bab 2/ panik dikit

Keesokan harinya Tivane berangkat lebih cepat karena ikut papanya yang ada urusan pekerjaan.

Saat ia sampai sekolah masih sepi, mungkin juga masih bisa di bilang kosong. Tivane pikir ia orang pertama yang datang, namun saat sampai di kelas ia kaget melihat Rigecherta sudah stay di kursinya.

" Cepet amat lo datang,temen temen lo mana?" Tanya Tivane karena ia melihat Rigecherta selalu bersama para sahabat nya.

" Lagi males aja di rumah jadi ke sekolah. Tadi juga sih pengennya berenang, tapi gue tiba tiba mager" jawabnya santai sambil menyender di kursinya.

"Lo atlet renang?" Tanya Tivane heboh tiba-tiba.

"Biasanya aja dong lo, kaget gue" ucap Rigecherta

"Hehe, tapi serius lo, atlet renang?" Tanya Tivane masih heboh.

" Ya.. gitu deh, tapi sebenarnya itu cuma hobi gue sih, tapi malah sering di kirim buat perwakilan sekolah" jawab Rigecherta ringan.

Tivane duduk di kursinya dan langsung menghadap ke arah Rigecherta.

" Terus cita cita lo apa?" Tanya Tivane penasaran.

"Lo kepo juga ya" goda Rigecherta terkekeh.

" Nggak sih, cuma nanya aja" katanya sambil memalingkan wajah, malu karena terlalu kepo.

" Gue cuma bercanda, cita cita gue dokter" jawab Rigecherta akhirnya, takut Tivane ngambek beneran.

" Kalo lo apa?" Rigecherta bertanya balik.

" Kalo gue sih guru" jawab Tivane membuat Rigecherta mengangguk pelan.

" Iya sih, lo kan pintar" puji Rigecherta membuat Tivane malu karena di puji.

" Bisa aja lo, tapi muka lo cocok beneran tau jadi dokter" ucap Tivane tiba-tiba.

" Kenapa cocok?" Tanya Rigecherta.

" Ya... Muka lo cocok aja kayak dokter di tv tv. Nanti pas lo nanganin gawat darurat, beh.. pasti lucu liat lo nanganin orang yang lagi kritis gitu.." jawab Tivane menggebu-gebu.

Rigecherta terkekeh kecil melihat Tivane yang sangat antusias saat bercerita.

" Kayanya liat lo ngajar lebih lucu. Nanti lo bakal bilang gini ke murid lo, siapa yang paling diam boleh pulang duluan" katanya terkekeh membayangkan Tivane jadi lucu, ia malah jadi gemas sendiri.

" Apalah apalah" kata tivene sok galak padahal lagi malu.

"Hahaha" Rigecherta malah tertawa.

" Diam nggak, nggak lucu" Tivane mendengus malu.

" Lucu kok, lucu" Rigecherta malah semakin jadi.

" Udah ah, sana Lo berenang" usir Tivane kesal juga lama lama di ledekin.

" Kalo lo mau nonton gue berenang ya ayo. Kalo lo nggak mau gue juga malas" atwar Rigecherta.

" Boleh deh, bosan juga gue lama lama di sini, mana bel masih lama" sahutnya ikut dengan Rigecherta.

"Iya lah lama, liat tuh, orang aja masih dikit yang datang" ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk.

Mereka sampai di ruang berenang dan Rigecherta langsung mengganti baju ke arah ruang ganti, sementara Tivane duduk di bangku penonton.

Saat Rigecherta keluar Tivane sempat terpaku dengan tubuh atletis nya.

"Lo liatin gue berenang ya " ucap Rigecherta belagu.

" Oke, gue bikin timer yaa" tantang Tivane.

" Oke" Rigecherta meng iyakan.

" Satu... Dua.. tiga"

Rigecherta langsung melompat ke air dan berenang dengan lincah kemudian berbalik arah saat sudah ke tepi ujung dan kembali ke posisi awal.

Tivane melongo melihatnya, lalu ia langsung bersorak hebos saat Rigecherta keluar dari air.

" Gimana?" Tanya Rigecherta belagu.

" Gilaa keren banget.. kok bisa sih selincah itu?" Tanya Tivane menggebu-gebu dan bertepuk tangan dengan heboh.

"Hahaha udah-udah, tolong dong itu bawain handuk gue dingin banget sumpah" tunjuk Rigecherta pada handuknya di kursi samping kolam renang.

"Oke, i'm coming" Tivane langsung berdiri dari kursinya dan berjalan mengambil handuk yang di maksud Rigecherta.

" Yang ini kan?" Tanya Tivane memastikan.

" Iya yang itu" ucap Rigecherta tanpa berniat keluar dari kolam.

Tivane membawa handuk tersebut, namun karena terlalu tergesa ia tak melihat air yang menggenang di pinggiran kolam bekas cipratan air Rigecherta tadi. Tivane pun terpeleset ke dalam kolam, ia yang tak pandai berenang langsung panik mengayunkan kaki sembarangan.

" Rige.. tolong, gue nggak bisa berenang" katanya patah-patah saat ia mencoba menggapai permukaan air.

" Vane, tenang. Airnya nggak terlalu dalam kok" ucap Rigecherta mencoba menenangkan. Namun gedis yang masih panik itu malah bergerak sembarangan.

" Rige.... Gue nggak bisa" Tivane mulai tersedak air.

Rigecherta langsung menarik tangan nya dan menggendong nya ala koala, dan Tivane pun langsung memeluk Rigecherta dengan mata masih terpejam panik.

" Udah ya, lo udah nggak di dalam air lagi" bisik Rigecherta lembut. Seolah menenangkan Tivane agar tidak terlalu panik lagi.

Ucapan Rigecherta membuat Tivane membuka mata perlahan dan mendongak tepat saat Rigecherta menunduk ke arahnya. Keduanya sempat terdiam sebelum celatukan Rigecherta membuat Tivane tersentak.

"Berat juga ya Lo, nggak ada niatan buat turun gitu?" Tanya Rigecherta bercanda. Sebenarnya itu hanya ucapan pengalihan karena ia sedang deg-degan.

" E-eh iya, tolong antar gue ke tepi ya.." pinta Tivane pelan.

" Boleh" Rigecherta langsung membawanya ke tepian dan mendudukkannya di tepian kolam renang.

" Makasih.." lirihnya karena masih syok habis kecebur.

" Lain kali hati hati ya..." Rigecherta mengelus rambut gadis itu karena sadar gadis itu sedang ketakutan.

"Sorry ya.. gara-gara ngambil handuk gue lo jadi kepeleset" ucap Rigecherta meminta maaf.

" Bukan salah lo kok, guenya aja tadi yang nggak liat jalan" sargah Tivane meyakinkan.

" Yaudah kalo gitu lo ganti baju lo gih, ntar masuk angin" suruh Rigecherta takut tivane sakit atau gimana.

"Iya" jawab Tivane patuh.

" Selama Tivane ke toilet Rigecherta juga memakai kembali seragamnya dan berjalan ke arah koperasi untuk membelikan baju ganti untuk Tivane.

Ia meletakkan baju itu di loker Tivane. Lalu duduk di kursi tak jauh dari loker.

" Ada nggak ya baju ganti gue" Tivane terlihat keluar dari toilet dan mencari baju di lokernya.

" Eh, ada dong. Aduh.. senang nya, keberuntungan apa ini. Udah ah, mau ganti baju dulu nanti masuk angin." Tivane bergumam heboh sambil berjalan kembali ke toilet.

Beberapa saat kemudian ia keluar dengan rambut yang masih basah.

" Minjam handuk sama siapa ya?" Tanyanya celingak celinguk mencari orang.

" Nih, pake handuk gue aja. Masih banyak di loker" Rigecherta mendekat dan melemparkan handuk pada Tivane.

" Makasih, kok lo bisa punya banyak?" Tanya Tivane heran.

"Di kasih cewek-cewek, tuh kalo lo mau, banyak coklat sama air minum di sana" ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk saja. Ya gimana, orang yang di depannya ini orang populer, pasti banyak yang ngasih hadiah dj lokernya.

"Terus lo apain tuh cokelat-cokelat nya?" Tanya vane sambil mengeringkan rambut.

"Gue buang" jawab Tivane mendekat dan mengambil handuk di tangan Tivane, mengambil alih rambutnya.

" Sini biar gue keringin" ia mengeringkan dengan telaten.

"Udah" lapornya saat rambut Tivane sudah sedikit kering.

"Makasih" ucap Tivane langsung ngibrit ke kelas karena di sekitar mereka sudah mulai ramai orang yang berdatangan dan melihati mereka, apalagi visual mereka yang sama sama menawan.

"RIGE MY BRO" suara toa Skyler dan River terdengar.

"Apa?" Tanya Rigecherta dingin.

" Buset, galak amat lo" ucap River sok kaget, padahal sudah biasa dengan sifat dingin Rigecherta.

"Widih, dingin banget tangan lo, abis ngapain lo?" Tanya Skyler saat tak sengaja menyentuh lengan Rigecherta.

" Renang" jawabnya singkat.

" Rajin amat lo pagi-pagi udah latihan aja" kata River karena anak renang juga.

" Nggak sih, gabut aja gue" jawab Rigecherta ringan.

"Eh, btw tadi lo sama Vane ya? Ribut banget tuh ngegosipin lo" ucap Veros tak sengaja mendengar cicitan siswi tadi.

" Hmm, kenapa?" Tanya Rigecherta.

" Lo naksir Vane ya?" Goda Skyler kemudian saling pandang dengan River lalu berseru bersamaan.

"Cieee.." goda mereka bersamaan. Seolah sinyal besti mereka tersambung hanya lewat tatapan tengil satu sama lain.

" Brisik Lo pada, ayo ke kelas" ucap Rigecherta lelah juga di ceng-cengin sama dua teman laknatnya itu. Namun sudut bibir Rigecherta sedikit berkedut menahan senyum.

Episodes
1 bab 1/ pertemuan pertama
2 bab 2/ panik dikit
3 bab 3/ Tivane flu
4 bab 4/ jogging atau modus?
5 bab 5/ marahan
6 bab 6/ merawatmu dan ingatan
7 bab 7/ flashback 3 tahun lalu
8 bab 8/ patah hati Rigecherta
9 bab 9/ dinginnya Rigecherta
10 bab 10/ I am sorry Rigecherta!
11 bab 11/ berkunjung ke rumah masa depan
12 bab 12/ siapa Revon
13 bab 13/ yey nggak jomblo lagii
14 bab 14/ nostalgia ala Rigecherta
15 bab 15/ nongkrong santai
16 bab 16/ ujian semester
17 bab 17/ pantai
18 bab 18/ menikmati sunset bersama
19 cowo rese
20 cemburu gemes
21 kelulusan
22 pelaku sebenarnya
23 member blake heart
24 hujan dan kita
25 berantem di kantor
26 rencana pertunangan
27 tunangan
28 pasar malam
29 ospek
30 hang out
31 berubah?
32 usaha Rigecherta
33 misi para cowo
34 jebakan
35 bangun yaa
36 pelaku
37 komplotan
38 tertangkap
39 aku kangen sama kamu
40 couple baru
41 hukuman setimpal.
42 perasaan Luci
43 Menenangkan Luci
44 A day in menjodohkan orang
45 truth or dare
46 dua tahun kemudian
47 bertemu kembali (lamaran)
48 pernikahan
49 Bali
50 honeymoon
51 jalan-jalan di Bali
52 balik ke Indonesia
53 rumah baru
54 pindah rumah
55 kita bubarin geng nya
56 manjanya Rigecherta
57 four date?
58 couple baru lagi
59 suka atau bukan?
60 mual
61 hamil
62 memanas-manasi
63 ngumpul berujung lamaran.
64 sat set langsung lamar
65 Rige ngidam
66 bioskop
67 saling menguatkan
68 River nginap
Episodes

Updated 68 Episodes

1
bab 1/ pertemuan pertama
2
bab 2/ panik dikit
3
bab 3/ Tivane flu
4
bab 4/ jogging atau modus?
5
bab 5/ marahan
6
bab 6/ merawatmu dan ingatan
7
bab 7/ flashback 3 tahun lalu
8
bab 8/ patah hati Rigecherta
9
bab 9/ dinginnya Rigecherta
10
bab 10/ I am sorry Rigecherta!
11
bab 11/ berkunjung ke rumah masa depan
12
bab 12/ siapa Revon
13
bab 13/ yey nggak jomblo lagii
14
bab 14/ nostalgia ala Rigecherta
15
bab 15/ nongkrong santai
16
bab 16/ ujian semester
17
bab 17/ pantai
18
bab 18/ menikmati sunset bersama
19
cowo rese
20
cemburu gemes
21
kelulusan
22
pelaku sebenarnya
23
member blake heart
24
hujan dan kita
25
berantem di kantor
26
rencana pertunangan
27
tunangan
28
pasar malam
29
ospek
30
hang out
31
berubah?
32
usaha Rigecherta
33
misi para cowo
34
jebakan
35
bangun yaa
36
pelaku
37
komplotan
38
tertangkap
39
aku kangen sama kamu
40
couple baru
41
hukuman setimpal.
42
perasaan Luci
43
Menenangkan Luci
44
A day in menjodohkan orang
45
truth or dare
46
dua tahun kemudian
47
bertemu kembali (lamaran)
48
pernikahan
49
Bali
50
honeymoon
51
jalan-jalan di Bali
52
balik ke Indonesia
53
rumah baru
54
pindah rumah
55
kita bubarin geng nya
56
manjanya Rigecherta
57
four date?
58
couple baru lagi
59
suka atau bukan?
60
mual
61
hamil
62
memanas-manasi
63
ngumpul berujung lamaran.
64
sat set langsung lamar
65
Rige ngidam
66
bioskop
67
saling menguatkan
68
River nginap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!