My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

bab 1/ pertemuan pertama

Bruk..

"Awh.." keduanya mengaduh saat tak sengaja saling bertabrakan dan terjatuh ke tanah, lelaki remaja itu jatuh bersama dengan skateboardnya sedangkan gadis itu meringis kesakitan.

"Sorry gue nggak sengaja" ucap laki-laki itu namun tidak dihiraukan oleh gadis tersebut.

"Lo nggak papa?"

"Lo gak papa Lo gak papa? makanya kalo jalan tuh pake mata bukan pake dengkul," omel gadis itu sambil merapikan roknya, lalu ia menoleh. Tiba-tiba keduanya saling melihat kaget saat tak sengaja berucap bersamaan.

"WOI TIVANE, eh..." Seorang gadis tampak muncul mendekat dan kaget melihat temannya sudah nyusruk bersama cowok di tanah.

"Ahahahaha" tawanya langsung pecah sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk membantu Tivane.

"Mampus lo kena karma" ucap Milenia masih sedikit tertawa.

"Aduh, eh sorry ya, nggak sengaja gue ngomel," ucap Tivane sambil berdiri di bantu oleh Milenia.

"Iya nggak papa" sahut Rigecherta sambil berdiri dan menepuk debu di celananya.

"Sorry ya, nih teman gue suka malu maluin emang" ucap Milenia enteng, membuat Tivane mengumpat pelan.

"Hmm," Rigecherta hanya berdehem dan melihat lutut Tivane yang sedikit lecet.

"Lutut lo lecet tuh" Rigecherta menunjuk lutut Tivane dengan dagu nya.

"Ih, iyaa" Tivane melihat lututnya.

"Lo ada bawa tisu nggak?" Tanya Tivane pada Milenia.

" Nih," Rigecherta menyodorkan sapu tangan pada Tivane.

"Eh, thanks" Tivane langsung menyeka sedikit darah di lututnya.

Saat Rigecherta ingin melakukan kembali skateboard nya suara Tivane menghentikannya.

" Ini, makasih ya" Tivane berniat mengembalikan sapu tangan itu.

"Buat lo aja" Rigecherta langsung melaju santai dengan senyuman mengembang.

"Tapi, yaudah deh, makasih yaaa" seru Tivane lantang dan dibalas anggukan oleh Rigecherta.

Tivane menunduk melihat ada rajutan di sapu tangan itu ' Rigecherta ' tertulis jelas di sana.

"Rigecherta?" Gumamnya setipis udara.

"Eh btw kok Lo nggak ngajak kenalan sih cowo tadi?" Tanya Milenia di samping Tivane yang masih menunduk.

" Lumayan ganteng sih gue perhatiin " sambung Milenia lagi.

"Udah ah, banyak nanya lo" balas Tivane malas.

"Laper gue" alibinya karna tau temannya ini suka bahas cogan sampai lupa waktu.

Mamun di tempat tak jauh dari mereka, Rigecherta terlihat menggenggam name tag berwarna biru muda dengan bibir tersenyum.

"I found you, and i Miss you so much" Rigecherta menghela nafas panjang.

Di dalam rumah yang hangat terlihat pria paruh baya sedang sibuk menelpon dengan seseorang. Sementara Tivane terlihat santai di depan ayahnya sambil nyemil.

"Vane" panggil ayah nya membuat ia menoleh .

"Kenapa pah?" Tanya Tivane nyemil santai.

"Besok kamu pindah sekolah ke-" belum selesai ayahnya berbicara namun suara Tivane sudah menghentikan.

"Pindah?! Kemana pah?" Tanyanya sedikit kaget, membuat ayahnya juga tersentak kaget. Dia memang cewe yang sedikit barbar dan selalu ceroboh, namun itu masih bisa di tutupi oleh parasnya yang cantik.

" Sabar dulu sayang, jantungan nanti papa" ucap ayahnya bercanda.

" Hehe tapi pindah ke mana pah?" Tanya Tivane penasaran.

"Ke kota lama kamu pas kecil" sahut papanya santai.

"Iyakah? Terus sekolah aku gimana?" Tanyanya lagi .

"Ya pindah lah" sahut papa nya enteng dan menatap layar tv.

"Oke deh, papa yang urus kan?" Lagi Tivane bertanya dengan bawel nya.

"Iya aman. Sana kamu tidur. Besok pas sampe langsung masuk sekolah, biar bibi nanti yang ngurus barang barang kita. Sekalian nanti kamu beresin dikit baju kamu" suruh papa nya membuat Tivane mengangguk.

"Oke. Good night papa" Tivane langsung melenggang ke kamar nya dengan santai.

*Besoknya*

Pagi hari mereka sudah sampai di kota masa kecil Tivane dan langsung ke sekolah barunya.

"Ayo biar papa antar dulu ke ruang kepala sekolah nya, biar tau kelas kamu di mana" papa Tivane langsung melangkah ke arah ruang kepala sekolah dengan Tivane mengikuti di belakang.

Saat sampai di ruangan kepala sekolah sudah menunggu di sana.

" Eh pak Aliandra, mari pak.ini anaknya ya?" Tanya pak Sofyan sopan.

"Iya benar, kelas anak saya di mana ya pak. Saya buru-buru soalnya masih ada kerjaan." Ucap Aliandra karena masih banyak kerjaan.

" Oh, kalau begitu saya saja yang mengantar kan ke kelasnya" jawab pak Sofyan mengerti.

"Kamu baik-baik ya sekolahnya, yang rajin belajarnya." Pesan Aliandra pada Tivane membuat Tivane mengangguk dan menyalim tangan sang ayah.

"Iya pah, papa tenang aja" jawab Tivane manis.

Ayahnya langsung pergi setelah pamit singkat dengan pak Sofyan.

" Ayo biar bapak yang ngantar" ucap pak Sofyan.

"Iya pak" Tivane mengikuti di belakang.

Sampai di depan kelas 12 IPS 3. Di dalam kelas sudah seperti pasar karena lagi jam kosong. Ada yang lari-larian, ada yang gibah cantik, ada yang main handphone, ada yang main game bareng di pojok belakang sambil mengumpat, dan ada pula yang tidur di tengah -tengah keributan itu.

"Heh - heh! Ngapain kalian, suara kalian sampe ke luar loh, duduk semua di kursi masing-masing!" Tegur pak Sofyan galak, mereka langsung kicep dan kembali ke kursi masing masing.

" Ada ada aja kelakuan kalian. Oh iya, kalian ada teman baru hari ini, silakan nak, perkenalkan diri kamu" ucap pak Sofyan pada Tivane yang sedari tadi berdiri di belakangnya.

" Iya pak. Halo semua, perkenalkan, nama gue Tivane, bisa di panggil Vane atau Van. Gue pindahan dari Kalimantan" serunya memperkenalkan diri.

" Kalo di panggil sayang boleh nggak?" Tanya River iseng dengan wajah tengil nya dari belakang.

"Yeuuu kocak lo" satu kelas langsung menyoraki.

" Udah-udah perkenalannya nanti saja di lanjut. Sekarang kamu duduk di kursi yang kosong ya Vane" suruh pak Sofyan, Tivane hanya mengangguk dan langsung duduk di kursi belakang di sebelah cowo yang sedang tidur dengan nyenyak nya. Memang di samping nya kosong, jadi yaudah dia duduk saja.

"Siapa guru kalian? " Tanya pak Sofyan pada mereka.

" MTK pak" jawab mereka serempak.

"Yaudah, bapak itu tidak datang, kalian jangan berisik. Permisi" pak Sofyan langsung keluar dari kelas itu.

Para murid menatap ke arah Tivane yang duduk di sebelah cowo galak itu.

" Ihh dia berani banget duduk di situ" bisik seorang siswi.

"Iya ih, itu dia masih tidur, kalo bangun nanti pasti marah marah" jawab yang satunya.

Sementara ketiga cowo di sebelahnya - Veros, Skyler, dan River- hanya diam dan saling pandang, seolah ikatan persahabatan mereka mengirim sinyal untuk diam.

Dan saat cowo itu bangun ia heran melihat seseorang duduk di sampingnya, saat ia hendak marah, ia tak sengaja melihat wajahnya.

"Lo?" Tanya Rigecherta heran.

"Loh, elo?" Kaget Tivane juga.

Murid lain yang awalnya mengira Rigecherta akan marah pun langsung menatap bingung cowo itu, biasanya ia tak akan membiarkan seseorang duduk di sampingnya.

"Sejak kapan lo sekolah di sini?" Tanya Rigecherta karena ia tak pernah melihat gadis itu di sekolahan.

"Baru tadi" jawab Tivane tersenyum tipis.

"Murid pindahan maksudnya?" Tanya Rigecherta lagi.

" Yap, papa gue pindah tugas ke sini, jadi gue ikut sama papa." Jawab Tivane membuat Rigecherta mengangguk pelan. " Btw gue boleh duduk di sini kan?" Tanya Tivane karena tadi sempat mendengar bisik bisik siswi lain.

" Boleh, kalo lo mau duduk, duduk aja. Kosong kok" jawab Rigecherta ringan.

"Oke. Btw, Lo masih bisa tidur gitu pas kelas lu berisiknya kayak tadi?" Tanya Tivane hati hati, takut menyinggung atau gimana.

" Ya dari pada gue ikutan ribut, mending gue tidur kan?" Jawaban Rigecherta membuat Tivane mengangguk saja.

" Oh iya, karna lo, sebangku sama gue, dan lo masih murid baru, sini nomor lo, biar nanti kalo ada pr atau apa mudah" Rigecherta meminta dengan halus nomor Tivane.

"Oke nih," Tivane menyodorkan handphone nya dan Rigecherta langsung menyalin nomor ke handphone nya.

" Udah. Jangan lupa di save, Rigecherta." Ucap Rigecherta setelah mengirimkan pesan kepada Tivane.

"Oke" jawab Tivane.

Tivane pun menyimpan nomor itu.

*Malam hari*

Saat Tivane lagi main handphone ada pesan masuk.

Rigecherta: lo udah tidur?

Tivane: belum nih, kenapa?

Rigecherta: tidur sana. Ingat jam, cewe jangan lama lama tidur.

Tivane: bawel banget sih lo. Lagian gue laper makanya nggak bisa tidur.

Rigecherta: ya makan lah

Tivane: gue juga mau makan, tapi gue nggak bisa masak.

Rigecherta: go food.

Tivane: males.

Ternyata diam-diam Rigecherta mengiriminya makanan lewat go food.

"Lah? Siapa yang datang malam malam gini?" Tanya Tivane heran saat ada yang mengetuk pintu rumahnya. Tivane pun langsung bergegas membukakan pintu rumahnya dan terlihat seorang delivery.

"Iya pak?" Tanya Tivane.

" Atas nama mbak Tivane kan?" Tanya kurir tersebut.

"Iya saya" jawab Tivane.

" Ini pesanan anda" ucap kurir tersebut.

" Tapi aku nggak ada pesen apa-apa" ucap Tivane dengan kening berkerut heran.

" Tapi ini atas nama anda dan alamat anda"

Ucap kurir lagi.

" Oh.. oke, makasih ya pak" ucap Tivane akhirnya mengambil makanan itu.

Setelah kurir itu pergi, iya langsung masuk dan duduk di meja makan dan melahap makanannya.

" Sumpah, ini makanan favorit gue.. aduh, enak banget.. siapapun yang ngirim gue ini, baik banget sumpah" ucap Tivane sambil makan dengan kegirangan.

Ponselnya kembali bergetar membuat ia melihat siapa yang mengirim pesan.

Rigecherta : udah makan?

Tivane: ini lagi makan, tau nggak ada orang baik banget, ngirim gue makanan.

Rigecherta: yaudah lo makan lah .

Tivane: ih.. orangnya baik banget tau.. gue pengen maksih tapi nggak tau siapa.

Di dalam kamar Rigecherta, ia langsung senyum senyum sendiri malihat chatnya dengan Tivane.

" Iya sama sama" jawabnya seorang diri kepada handphone nya.

Tivane: oy, masih hidup kan?

Rigecherta: Lo doain gue lewat gitu?

Tivane: ya enggak. Heran aja lo nggak balas lagi.

Rigecherta: udah ah, gue mau tidur, btw sama sama.

Tivane melongo melihat chat terkahir dari Rigecherta yang mengatakan sama sama.

" Cowo aneh, apa coba maksudnya" ia bergumam sendiri sambil menghabiskan makanannya dan duduk sebentar setelah selesai.

Saat ia scroll ia menemukan quotes ' orang yang benar benar sayang kepada mu adalah orang yang melakukan hal sekecil apapun untuk membuat mu senang' Tivane terdiam di sana beberapa saat dan ia langsung beranjak ke kamar,

" Gue ngantuk deh kayaknya. Masa iya gue tiba tiba kepikir ke Rigecherta, kan aneh."

Ia menggelengkan kepala dan memutuskan tidur.

Episodes
1 bab 1/ pertemuan pertama
2 bab 2/ panik dikit
3 bab 3/ Tivane flu
4 bab 4/ jogging atau modus?
5 bab 5/ marahan
6 bab 6/ merawatmu dan ingatan
7 bab 7/ flashback 3 tahun lalu
8 bab 8/ patah hati Rigecherta
9 bab 9/ dinginnya Rigecherta
10 bab 10/ I am sorry Rigecherta!
11 bab 11/ berkunjung ke rumah masa depan
12 bab 12/ siapa Revon
13 bab 13/ yey nggak jomblo lagii
14 bab 14/ nostalgia ala Rigecherta
15 bab 15/ nongkrong santai
16 bab 16/ ujian semester
17 bab 17/ pantai
18 bab 18/ menikmati sunset bersama
19 cowo rese
20 cemburu gemes
21 kelulusan
22 pelaku sebenarnya
23 member blake heart
24 hujan dan kita
25 berantem di kantor
26 rencana pertunangan
27 tunangan
28 pasar malam
29 ospek
30 hang out
31 berubah?
32 usaha Rigecherta
33 misi para cowo
34 jebakan
35 bangun yaa
36 pelaku
37 komplotan
38 tertangkap
39 aku kangen sama kamu
40 couple baru
41 hukuman setimpal.
42 perasaan Luci
43 Menenangkan Luci
44 A day in menjodohkan orang
45 truth or dare
46 dua tahun kemudian
47 bertemu kembali (lamaran)
48 pernikahan
49 Bali
50 honeymoon
51 jalan-jalan di Bali
52 balik ke Indonesia
53 rumah baru
54 pindah rumah
55 kita bubarin geng nya
56 manjanya Rigecherta
57 four date?
58 couple baru lagi
59 suka atau bukan?
60 mual
61 hamil
62 memanas-manasi
63 ngumpul berujung lamaran.
64 sat set langsung lamar
65 Rige ngidam
66 bioskop
67 saling menguatkan
68 River nginap
Episodes

Updated 68 Episodes

1
bab 1/ pertemuan pertama
2
bab 2/ panik dikit
3
bab 3/ Tivane flu
4
bab 4/ jogging atau modus?
5
bab 5/ marahan
6
bab 6/ merawatmu dan ingatan
7
bab 7/ flashback 3 tahun lalu
8
bab 8/ patah hati Rigecherta
9
bab 9/ dinginnya Rigecherta
10
bab 10/ I am sorry Rigecherta!
11
bab 11/ berkunjung ke rumah masa depan
12
bab 12/ siapa Revon
13
bab 13/ yey nggak jomblo lagii
14
bab 14/ nostalgia ala Rigecherta
15
bab 15/ nongkrong santai
16
bab 16/ ujian semester
17
bab 17/ pantai
18
bab 18/ menikmati sunset bersama
19
cowo rese
20
cemburu gemes
21
kelulusan
22
pelaku sebenarnya
23
member blake heart
24
hujan dan kita
25
berantem di kantor
26
rencana pertunangan
27
tunangan
28
pasar malam
29
ospek
30
hang out
31
berubah?
32
usaha Rigecherta
33
misi para cowo
34
jebakan
35
bangun yaa
36
pelaku
37
komplotan
38
tertangkap
39
aku kangen sama kamu
40
couple baru
41
hukuman setimpal.
42
perasaan Luci
43
Menenangkan Luci
44
A day in menjodohkan orang
45
truth or dare
46
dua tahun kemudian
47
bertemu kembali (lamaran)
48
pernikahan
49
Bali
50
honeymoon
51
jalan-jalan di Bali
52
balik ke Indonesia
53
rumah baru
54
pindah rumah
55
kita bubarin geng nya
56
manjanya Rigecherta
57
four date?
58
couple baru lagi
59
suka atau bukan?
60
mual
61
hamil
62
memanas-manasi
63
ngumpul berujung lamaran.
64
sat set langsung lamar
65
Rige ngidam
66
bioskop
67
saling menguatkan
68
River nginap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!