Kamar Kerja dan Air Mata

Malam harinya, di sebuah apartemen mewah yang terletak di pusat kota Jakarta, suasana terasa begitu hangat sekaligus mengharukan. Di atas ranjang berukuran king size, Elena sedang mendekap erat tubuh mungil Lia yang tertidur lelap setelah menangis berjam-jam karena rindu yang membuncah.

​Elena mengusap lembut rambut panjang putrinya, menciumi keningnya berulang kali dengan air mata yang masih mengalir di pipi. Selama lima tahun ini, hatinya kosong, separuh jiwanya terasa hilang. Namun malam ini, melihat Lia berada di pelukannya, mencium aroma tubuh putrinya yang harum seperti susu, Elena merasa hidupnya kembali utuh.

​Namun, di balik kebahagiaan itu, ada rasa cemas yang mencengkeram dadanya. Pandangan Elena beralih menatap layar ponselnya yang menampilkan sebuah aplikasi pelacak posisi. Titik merah yang menandakan keberadaan Leon saat ini berada tepat di kedalaman kediaman mewah milik keluarga Arkananta.

​"Leon... tolong berhati-hatilah di sana. Jangan sampai ayahmu yang kejam itu menyadarinya," bisik Elena lirih penuh kekhawatiran.

​Sementara itu, di kediaman mewah Arkananta, suasananya justru berbanding terbalik. Rumah bergaya eropa klasik yang super luas itu tampak sunyi dan dingin.

​Arthur baru saja pulang dari kantornya dengan wajah lelah. Bayangan tatapan dingin Elena di basemen parkir sore tadi masih terus berputar-putar di kepalanya, membuat hatinya terasa sesak dan tidak tenang. Ditambah lagi, bisikan suara anak kecil yang sempat ia dengar dari earpiece Elena terus menghantuinya.

​Sambil melonggarkan dasinya, Arthur melangkah menuju kamar putri kecilnya untuk melepas penat. Namun, saat dia membuka pintu kamar bernuansa merah muda tersebut, Arthur menghentikan langkahnya. Dia mengernyitkan dahi keheranan.

​Sosok "Lia" (yang sebenarnya adalah Leon) sedang duduk di atas karpet berbulu. Alih-alih bermain boneka barbie atau menyusun rumah rumahan seperti biasanya, bocah yang mengenakan piama merah muda itu sedang menatap serius ke layar laptop kerja milik Arthur yang sengaja diletakkan di meja belajar kamar. Jari-jari mungilnya bergerak dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik, menampilkan barisan kode-kode komputer berwarna hijau yang rumit.

​"Lia?" panggil Arthur dengan nada bingung.

​Leon tersentak kecil, namun dengan gerakan refleks yang sangat cepat, dia langsung menutup laptop tersebut dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedatar mungkin. Dia mendongak, menatap Arthur dengan sepasang mata elang yang... entah mengapa malam ini terlihat jauh lebih dingin dan tajam dari biasanya.

​"Ada apa, Tuan Arthur?" tanya Leon dengan nada ketus. Dia lupa mengubah suaranya menjadi manja khas anak perempuan karena terlalu fokus meretas data keuangan perusahaan ayahnya.

​Arthur membeku di ambang pintu. Jantungnya berdesir aneh. Tuan Arthur? Sejak kapan putrinya memanggilnya dengan sebutan formal seperti itu? Dan tatapan mata itu... kenapa rasanya begitu familier?

​Arthur berjalan mendekat, lalu berlutut di hadapan putranya, mencoba menyentuh pundak kecil itu. "Lia, ada apa denganmu? Kenapa memanggil Papa seperti itu? Dan... dari mana kamu belajar membuka laptop Papa? Biasanya kamu bahkan tidak suka menyentuh komputer."

​Leon menyentak bahunya pelan, menghindari sentuhan Arthur dengan gestur penuh penolakan. "Aku hanya sedang bosan. Dan tolong jangan ganggu aku, aku ingin tidur."

​Kecurigaan Arthur semakin memuncak. Perubahan sikap ini terlalu drastis. Lia-nya adalah anak yang manja, selalu berlari memeluknya setiap kali dia pulang kerja, dan sangat takut jika Arthur berbicara dengan nada datar. Tapi bocah di hadapannya saat ini justru memancarkan aura intimidasi yang kuat, aura yang sangat mirip dengan dirinya sendiri saat berada di ruang sidang bisnis.

​Arthur meraih dagu mungil Leon, memaksanya untuk menatap lurus ke arahnya. "Lia, tatap Papa. Ada apa denganmu malam ini? Apakah pengasuhmu melakukan kesalahan di tempat balet tadi?"

​Leon mendengus pelan di dalam hati. Dia menatap balik mata Arthur tanpa ada rasa takut sedikit pun. "Tidak ada yang salah. Aku hanya sadar kalau aku sudah besar, jadi Papa tidak perlu bersikap berlebihan seperti ini. Keluar dari kamarku, aku mau tidur."

​Arthur melepaskan tangannya dengan perlahan, matanya menyipit penuh selidik. Dia merasakan ada sesuatu yang sangat keliru dari putrinya malam ini. Namun, sebelum dia sempat menginterogasi lebih jauh, ponsel di saku jas Arthur bergetar. Sebuah panggilan dari asisten pribadinya, Evan.

​Arthur bangkit berdiri, memberikan tatapan dalam terakhir kepada Leon sebelum melangkah keluar kamar dan mengangkat telepon. "Ada apa, Evan?"

​"Tuan Besar, saya sudah mendapatkan laporan awal mengenai latar belakang Eleanor Vance alias Elena selama lima tahun di Milan," suara Evan di seberang sana terdengar serius. "Data dari rumah sakit tempatnya melahirkan menunjukkan hal yang mengejutkan. Lima tahun lalu, Nona Elena melahirkan sepasang anak kembar. Seorang anak perempuan, dan seorang anak laki-laki."

​Deg!

​Langkah kaki Arthur langsung terhenti di tengah koridor rumah yang sepi. Seluruh tubuhnya menegang bagai tersengat aliran listrik ribuan volt.

​"Kembar...?" suara Arthur berbisik, bergetar hebat dengan mata yang membelalak sempurna. "Kamu yakin, Evan?!"

​"Sangat yakin, Tuan. Anak perempuan itu adalah Non Lia yang diambil kembali oleh mata-mata keluarga kita lima tahun lalu. Sementara anak laki-lakinya... dilaporkan menghilang bersama Elena setelah insiden tersebut. Tidak ada data mengenai keberadaan anak laki-laki itu sampai sekarang."

​Napas Arthur memburu, ingatan sore tadi di basemen parkir langsung tersambung bagai kepingan teka-teki yang lengkap. Suara anak kecil di telepon Elena... suara yang mirip dengan Lia... itu bukan halusinasi! Elena menyembunyikan putra kembarnya dari dirinya!

​Tanpa membuang waktu, Arthur mematikan sambungan telepon. Wajahnya mengeras penuh tekad yang membara. Dia harus menemui Elena besok pagi, bagaimanapun caranya. Dia harus menuntut penjelasan tentang putra mereka yang disembunyikan.

​Arthur berjalan kembali ke arah kamar tidur putrinya, berniat melihat kembali bocah yang ada di dalam sana dengan sudut pandang yang baru. Namun, saat dia membuka pintu kamar, kasur merah muda itu sudah kosong. Jendela kamar terbuka lebar, memperlihatkan gorden yang melambai tertiup angin malam.

​Bocah kecil bernama Leon itu... telah menghilang dari kamar tanpa jejak, menyisakan sebuah flashdisk hitam yang tertancap di laptop kerja Arthur yang menyala, menampilkan sebuah pesan singkat di layarnya:

​“Jangan cari kami lagi, pria brengsek.”

Episodes
1 Kepulangan Sang Ratu
2 Pertemuan Panas di Ruang Rapat
3 Jebakan di Basemen Parkir
4 Pertemuan Dia Bocah Genius
5 Kamar Kerja dan Air Mata
6 Hari Pertama di Kandang Macan
7 Perangkap Berkedok Perjalanan Bisnis
8 Terperangkap di Bawah Atap yang sama
9 Pertemuan Dua Singa
10 Jebakan Manis di Meja Makan
11 Berlutut di Bawah Rintik Hujan
12 Tamparan Elegan di Hari Pertama Sekolah
13 Benteng Perlindungan dan Detektif Cilik
14 Badai di Klinik Kecantikan
15 Mahkota yang Kembali Bersinar
16 Badai di Dapur Pagi Hari
17 Ujian dari Sang Singa Tua
18 Runtuhnya Kerajaan Pasir dan Benteng Baru
19 Rencana Paris dan Dua Penumpang Gelap
20 Panggung Balas Dendam di Kota Mode
21 Kilau Sungai Seine dan Janji di Bawah Menara Eiffel
22 Penguasa Baru Dinasti Arkananta
23 Ayunan Golf dan Taruhan Dua Balita
24 Kotak Kayu dan Benang Takdir yang Tersembunyi
25 Sinyal Maladewa dan Tamu yang Tak Diundang
26 Kembang Api Kelinci dan Sandi Ulang Tahun
27 Butik Baru dan Tamu dari Milan
28 Studio Rahasia dan Tebusan Rasa Cemburu
29 Komandan Dapur dan Algoritma Suhu Steak
30 Hari Pertama Sekolah dan Peretas Kelas Kakap
31 Helikopter Pribadi dan Pelarian 2 Jiwa
32 Dansa di Bawah Langit Malam
33 Badai Rumor dan Amarah Sang Alpha
34 Pembungkuk Dunia
35 Agen Internasional dan Negosiasi Cokelat Premium
36 Badai Salju di Jakarta Selatan
37 Sayap Kemewahan dan Rencana ke Paris
38 Dominasi di Kota Mode
39 Sabotase dan Sentuhan Tangan Kecil
40 Takhta Cinta di Atas Panggung Paris
41 Kunci Emas
42 Rahasia Dinding Besi Zurich
43 Tambang Berlian untuk Sang Ratu
44 Kelinci Merah Muda Mengguncang Bursa Saham
45 Mahkota Cahaya di Langit Milan
46 Pengumuman Global di Istana Milan
47 Penguasa yang Kembali
48 Kilau Takhta di Jakarta
Episodes

Updated 48 Episodes

1
Kepulangan Sang Ratu
2
Pertemuan Panas di Ruang Rapat
3
Jebakan di Basemen Parkir
4
Pertemuan Dia Bocah Genius
5
Kamar Kerja dan Air Mata
6
Hari Pertama di Kandang Macan
7
Perangkap Berkedok Perjalanan Bisnis
8
Terperangkap di Bawah Atap yang sama
9
Pertemuan Dua Singa
10
Jebakan Manis di Meja Makan
11
Berlutut di Bawah Rintik Hujan
12
Tamparan Elegan di Hari Pertama Sekolah
13
Benteng Perlindungan dan Detektif Cilik
14
Badai di Klinik Kecantikan
15
Mahkota yang Kembali Bersinar
16
Badai di Dapur Pagi Hari
17
Ujian dari Sang Singa Tua
18
Runtuhnya Kerajaan Pasir dan Benteng Baru
19
Rencana Paris dan Dua Penumpang Gelap
20
Panggung Balas Dendam di Kota Mode
21
Kilau Sungai Seine dan Janji di Bawah Menara Eiffel
22
Penguasa Baru Dinasti Arkananta
23
Ayunan Golf dan Taruhan Dua Balita
24
Kotak Kayu dan Benang Takdir yang Tersembunyi
25
Sinyal Maladewa dan Tamu yang Tak Diundang
26
Kembang Api Kelinci dan Sandi Ulang Tahun
27
Butik Baru dan Tamu dari Milan
28
Studio Rahasia dan Tebusan Rasa Cemburu
29
Komandan Dapur dan Algoritma Suhu Steak
30
Hari Pertama Sekolah dan Peretas Kelas Kakap
31
Helikopter Pribadi dan Pelarian 2 Jiwa
32
Dansa di Bawah Langit Malam
33
Badai Rumor dan Amarah Sang Alpha
34
Pembungkuk Dunia
35
Agen Internasional dan Negosiasi Cokelat Premium
36
Badai Salju di Jakarta Selatan
37
Sayap Kemewahan dan Rencana ke Paris
38
Dominasi di Kota Mode
39
Sabotase dan Sentuhan Tangan Kecil
40
Takhta Cinta di Atas Panggung Paris
41
Kunci Emas
42
Rahasia Dinding Besi Zurich
43
Tambang Berlian untuk Sang Ratu
44
Kelinci Merah Muda Mengguncang Bursa Saham
45
Mahkota Cahaya di Langit Milan
46
Pengumuman Global di Istana Milan
47
Penguasa yang Kembali
48
Kilau Takhta di Jakarta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!