KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

BAB 1 - Kehilangan dan Kebangkitan Iblis

Desau angin malam bertiup kencang, membelai dingin wajah pemuda yang terduduk lemas di atas atap genteng tanah liat sebuah paviliun tua yang sudah reyot. Pandangannya kosong, menatap lurus ke arah hamparan langit malam yang dihiasi ribuan bintang berkilauan, yang seolah-olah sengaja hadir hanya untuk mengejek seluruh kemalangan dalam hidupnya. Pemuda itu bernama Han Yu. Rambut hitamnya yang pendek tampak acak-acak tidak terurus, membingkai sepasang mata biru jernih yang biasanya memancarkan keteguhan, namun kini telah kehilangan seluruh cahayanya, menyisakan redup kehampaan yang mendalam. Wajah Han Yu sebenarnya memiliki struktur yang rupawan dengan garis rahang yang tegas, namun gurat keletihan batin yang luar biasa membuat parasnya tampak kusam, lelah, dan tidak lagi menarik bagi siapa pun yang melihatnya.

Kedua telapak tangan Han Yu dipenuhi dengan kapalan tebal serta bekas-bekas luka lama yang mengering dan mengeras. Tubuhnya yang kurus namun tegap itu sudah terlalu sering dihantam rasa sakit akibat pekerjaan kasar yang tidak manusiawi sebagai buruh angkut batu hitam di area pertambangan sekte bawah, namun semua rasa sakit fisik itu sama sekali tidak sebanding dengan kehancuran yang saat ini berkecamuk hebat di dalam lubuk jiwanya.

"Sekarang, tidak ada lagi alasan bagiku untuk bertahan di dunia yang terkutuk ini," desah Han Yu dengan suara serak, hampir menyerupai bisikan angin malam yang menyedihkan.

Bayangan wajah seorang gadis muda berusia lima belas tahun mendadak terlintas dengan sangat jelas di pelupuk matanya. Wajah itu begitu manis, polos, dan selalu menampakkan senyuman lembut yang menenangkan untuk menyambut Han Yu setiap kali dia pulang membawa sekantong kecil beras sisa. Gadis kecil itu adalah Han Li, adik kandungnya yang berharga, satu-satunya darah daging serta belahan jiwa yang masih tersisa bagi Han Yu di dunia yang sangat kejam ini. Namun, takdir berkata lain. Tepat lima jam yang lalu, Han Li mengembuskan napas terakhirnya di atas ranjang jerami setelah tubuh rapuhnya kalah bertarung melawan penyakit paru-paru akut yang menggerogoti tubuhnya akibat hawa dingin ekstrem musim salju, tanpa ada satu pun tabib sekte yang sudi menolong mereka karena mereka tidak memiliki batu spiritual untuk membayar. Kepergian Han Li telah merenggut seluruh sisa kewarasan dan semangat hidup yang dimiliki oleh Han Yu.

Rasa bersalah yang teramat sangat dan kesepian yang membara kini memenuhi kepalanya hingga terasa mau pecah. Han Yu meraih sebuah guci tanah liat berisi arak murah dengan kualitas rendah di samping kakinya, membuka sumbat kainnya dengan satu sentakan tangan yang gemetar hebat, lalu meneguk cairan keras itu dengan sangat rakus seolah ingin menenggelamkan seluruh kesedihannya. Cairan tajam yang membakar tenggorokan itu mengalir deras, bersatu dengan air mata yang mulai membanjiri pipinya yang kurus. Satu jam, dua jam, hingga lima jam berlalu dalam keheningan malam yang pekat tanpa ada yang peduli. Han Yu terus menenggak arak tersebut hingga kesadarannya benar-benar runtuh dan matanya menjadi sangat beralih. Ketika rasa kantuk yang luar biasa berat datang menerjang pertahanannya, dia membiarkan matanya terpejam sepenuhnya, pasrah dan berharap jika esok hari dia tidak perlu terbangun lagi untuk menghadapi kenyataan pahit ini.

Rasa sakit yang menyengat dan dingin yang teramat sangat tiba-tiba menghantam seluruh tubuh Han Yu ketika seseorang menyiramkan seember air sedingin es tepat ke wajah dan dadanya. Hawa dingin yang menusuk tulang itu langsung memutus rasa mabuk berat yang dialaminya. Han Yu tersedak hebat, terbatuk-batuk kecil sambil berusaha sekuat tenaga membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat seolah direkatkan oleh lem. Kesadarannya masih sangat samar dan berputar, namun indra pendengarannya yang mulai pulih segera menangkap suara teriakan melengking dari beberapa wanita yang dipenuhi oleh nada ketakutan dan kebencian yang mendalam.

"Iblis! Dia adalah bajingan dari Sekte Iblis!"

"Cepat perkuat segel formasi di sekelilingnya! Jangan biarkan kutukan energi kegelapan yang menjijikkan itu terlepas ke tanah suci kita!"

Pandangan Han Yu perlahan-lahan menjadi jernih dari kabur. Namun, begitu matanya bisa melihat dengan jelas, dia langsung terpaku dan membeku di tempatnya berbaring. Di hadapannya kini berdiri lima orang gadis muda dengan kecantikan yang sangat memikat dan tidak masuk akal untuk ukuran manusia biasa. Mereka memiliki sepasang mata hijau jernih layaknya batu giok murni, rambut panjang berwarna pirang keemasan yang berkilau indah memantulkan cahaya sekitarnya, serta kulit seputih pualam yang sangat mulus. Namun, yang membuat jantung Han Yu mencelos adalah bentuk fisik mereka yang aneh, di mana telinga mereka berukuran lebih panjang dan memiliki ujung yang lancip. Mereka adalah para kultivator wanita dari ras manusia suci kuno yang mendiami lembah tersembunyi.

Aroma harum bunga ceri yang sangat manis dan pekat menguar dari tubuh kelima gadis itu, membuat kepala Han Yu yang masih terpengaruh sisa arak menjadi sedikit pusing. Namun, ketika Han Yu mencoba menggerakkan tubuhnya untuk berdiri, dia baru menyadari situasi mengerikan yang sedang dialaminya. Kedua pergelangan tangan dan kedua kakinya telah terikat erat oleh rantai besi prasasti kuno yang berpendar keemasan, menempel pada sebuah pilar batu besar. Lebih mengejutkan dan mengerikan lagi, Han Yu merasakan ada sebuah beban asing yang sangat besar, lebar, dan berat menempel di punggungnya.

"Siapa kalian? Di mana aku sebenarnya?" Han Yu bertanya dengan suara yang sangat parau, berusaha keras mencerna kegilaan yang sedang terjadi pada dirinya.

"Iblis jahat, tutup mulutmu yang kotor itu!" salah satu gadis berambut pirang yang berdiri paling depan berteriak dengan galak, sambil mengacungkan sebilah pedang tipis berenergi hijau tepat ke arah tenggorokan Han Yu.

Han Yu sama sekali tidak memedulikan gertakan pedang itu. Fokus pikirannya saat ini teralih sepenuhnya pada sensasi aneh di punggungnya sendiri. Ketika dia mencoba menggerakkan otot-otot di bagian belikatnya secara tidak sengaja, sepasang sayap raksasa berwarna hitam pekat, berselaput tebal seperti sayap kelelawar purba, mengepak pelan dengan lebar. Gerakan sayap itu langsung mengibas debu-debu di lantai batu dengan keras dan memicu rasa ngeri yang luar biasa di dalam dada Han Yu sendiri. Bagaimana mungkin tubuh manusianya tiba-tiba berubah memiliki sayap mengerikan seperti ini?

"Iblis, menyerahlah! Cepat katakan kepada kami dengan jujur, mengapa makhluk rendahan dari Sekte Iblis sepertimu bisa menerobos masuk dan mengotori wilayah suci Lembah Lingshu ini?" Gadis yang tampaknya menjadi pemimpin kelompok itu melangkah maju satu pukulan, tatapan matanya menghunus tajam penuh dengan intimidasi.

Han Yu hanya bisa terdiam dengan tatapan kosong. Lidahnya mendadak terasa kelu dan kaku. Dia benar-benar tidak tahu harus memberikan jawaban apa karena dia sendiri tidak memahami bagaimana kronologi dirinya bisa berpindah dari balkon paviliunnya yang kumuh di pemukiman buruh, tiba-tiba langsung berada di tempat asing yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik bersenjata ini.

Ketidaktahuan dan keterdiaman Han Yu dianggap sebagai bentuk pembangkangan serta penghinaan besar oleh para gadis tersebut. Gadis pemimpin itu mengerutkan keningnya dengan sangat dalam. Tanpa memberikan peringatan sedikit pun, dia mengibaskan lengan baju putihnya dengan cepat. Hembusan angin kencang yang membawa bilah energi tajam kasat mata melesat dengan cepat, menggores pipi kiri Han Yu hingga menyisakan luka robek yang mengalirkan rasa sakit yang sangat menusuk.

Rasa sakit yang parah itu mendadak memicu sesuatu yang tertidur jauh di dalam darah dan meridian tubuh Han Yu. Secara refleks, sebuah gelombang energi hitam pekat yang sangat pekat dan dingin meledak hebat dari dalam tubuhnya, menghancurkan seluruh rantai besi prasasti yang mengikatnya hingga berkeping-keping menjadi debu logam. Han Yu menyentuh pipinya yang terluka, lalu menatap telapak tangannya sendiri dengan terkejut. Bukan darah merah segar yang keluar dari lukanya, melainkan cairan kental berwarna hitam pekat yang memancarkan aura kematian yang sangat pekat.

Melihat cairan hitam tersebut, sebuah pengetahuan kuno dan insting bertarung yang gelap mendadak terukir dengan paksa di dalam otaknya. Tanpa sadar, Han Yu mengacungkan telapak tangan kanannya ke udara terbuka dan menggumamkan sebuah nama mantra supranatural yang keluar begitu saja dari bibirnya.

"Domain Kegelapan Absolut."

Seketika itu juga, sebuah gelombang kegelapan yang sangat masif bergulir keluar dari tubuhnya dan menelan seluruh ruangan batu tersebut dalam sekejap mata. Semua cahaya obor, batu lampu spiritual, dan formasi pelindung keemasan milik para gadis langsung padam total. Ruangan itu berubah menjadi gelap gulita tanpa ada seberkas cahaya pun yang tersisa, namun anehnya, pandangan mata Han Yu justru menjadi sangat terang, jelas, dan tajam seolah-olah hari masih siang bolong. Menggunakan kesempatan dalam kesempitan itu, Han Yu melompat tinggi melintasi jeruji besi yang telah hancur, mengabaikan seluruh teriakan histeris dan kepanikan dari kelima gadis di belakangnya. Dia berlari sekencang mungkin menuju pintu keluar bangunan gua tersebut, melewati lorong-lorong batu, dan langsung menghilang ke dalam kelebatan hutan malam yang sangat lebat.

Terpopuler

Comments

Blueria

Blueria

jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya

2026-07-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - Kehilangan dan Kebangkitan Iblis
2 BAB 2 - Pengadilan Penguasa Lembah Lingshu
3 BAB 3 - Ruang Kesadaran Misterius
4 BAB 4 - Pesona yang Mematikan
5 BAB 5 -Kekacauan Benua dan Siasat di Balik Jeruji
6 BAB 6 - Ledakan Pesona di Hadapan Tetua
7 BAB 7 - Simpati di Kota Linglong
8 BAB 8 - Kultivasi di Aula Sukma Batin dan Malam Gairah
9 BAB 9 - Kehangatan Lima Kelopak Bunga
10 BAB 10 - Ujian Jiwa dan Ranah Pertarungan Xiao Mei
11 BAB 11 - Renungan Batin dan Peringatan sang Tupai
12 BAB 12 - Konspirasi di Balik Tembakan dan Aula Perjamuan
13 BAB 13 - Pesona di Meja Perjamuan Kuno
14 BAB 14 - Suapan Tak Terduga dan Perintah Ratu
15 BAB 15 - Penghadangan di Lorong Labirin Giok
16 BAB 16 - Transformasi Tiga Meter dan Debu Pembalasan
17 BAB 17 - Penyelarasan Jiwa Mei Li
18 BAB 18 - Siasat untuk Sang Penjaga Bejat
19 BAB 19 - Kediaman Roh Suci dan Mutiara Ungu
20 BAB 20 - Penguraian Prasasti Kuno dan Godaan Murid
21 BAB 21 - Runtuhnya Pertahanan sang Guru
22 BAB 22 - Penyelarasan Sukma Ungu
23 BAB 23 - Langkah Pertama Sang Pengikat Sukma
24 BAB 24 - Siasat Meruntuhkan Sang Perwira
25 BAB 25 - Jaring Asmara sang Janda Montok
26 BAB 26 - Jeratan Umpan dan Kedatangan sang Kapten
27 BAB 27 - Eksekusi dalam Bayangan Kegelapan
28 BAB 28 - Gelombang Kecurigaan di Aula Tetua
29 BAB 29 - Percikan Pesona di Aula Perang
30 BAB 30 - Bara Kultivasi Ganda dan Panggilan Istana
31 BAB 31 - Misi ke Garis Depan
32 BAB 32 - Perjalanan Rahasia Dua Hati
33 BAB 33 - Pembantaian di Lembah Bawah
34 BAB 34 - Tunduknya sang Panglima Perang
35 BAB 35 - Ritual Ganda sang Panglima
36 BAB 36 - Badai di Ambang Fajar
37 BAB 37 - Jeratan Pertama sang Putri Suci
38 BAB 38 - Kejatuhan Sang Putri Suci
39 BAB 39 - Rencana Penaklukan Sang Ratu
40 BAB 40 - Penyatuan Takhta dan Sukma Tertinggi
41 BAB 41 - Konsolidasi Kekuasaan Benua
42 BAB 42 - Langkah Menuju Jantung Kekaisaran
43 BAB 43 - Memasuki Ibu Kota Manusia
44 BAB 44 - Konfrontasi di Aula Naga Emas
45 BAB 45 - Kejatuhan Otoritas Naga Emas
46 BAB 46 - Malam Kemenangan di Paviliun Naga Emas
47 BAB 47 - Puncak Kekuasaan dan Domain Pemikat Absolut
48 BAB 48 - Amukan Api Surgawi
49 BAB 49 - Tunduknya Para Leluhur Purba
50 BAB 50 - Deklarasi Kekaisaran Baru
51 BAB 51 - Tantangan Baru dari Ujung Lautan
52 BAB 52 - Karunia Air Surgawi
53 BAB 53 - Intrik Laut Timur
54 BAB 54 - Badai di Garis Pantai
55 BAB 55 - Penaklukan Jenderal Naga
56 BAB 56 - Menuju Istana Bawah Laut
57 BAB 57 - Penyembuhan Sang Raja Naga
58 BAB 58 - Takhta Samudra Timur yang Mutlak
59 BAB 59 - Pertemuan Dua Dunia
60 BAB 60 - Bayang-Bayang Pegunungan Barat
61 BAB 61 - Membelah Kabut Perbatasan Barat
62 BAB 62 - Menembus Altar Ilusi Purba
63 BAB 63 - Penjeratan Jiwa sang Permaisuri
64 BAB 64 - Kebangkitan Level Lima
65 BAB 65 - Sayap Utara yang Terancam
66 BAB 66 - Tunduknya sang Perawan Es
67 BAB 67 - Bersatunya Tiga Poros Dunia
68 BAB 68 - Pertemuan Agung Para Penguasa
69 BAB 69 - Takhta Keabadian Benua
70 BAB 70 - Fondasi Baru Dunia Fana
71 BAB 71 - Kodifikasi Hukum Asmara Kekaisaran
72 BAB 72 - Anomali Langit Ibu Kota
73 BAB 73 - Tipu Daya Dua Sukma
74 BAB 74 - Penaklukan sang Penegak Hukum
75 BAB 75 - Pembukaan Gerbang Langit
76 BAB 76 - Invasi Alam Surgawi
77 BAB 77 - Kehancuran Formasi Langit Tengah
78 BAB 78 - Penaklukan Massal Istana Langit Tengah
79 BAB 79 - Runtuhnya Keangkuhan Dewa Kuno
80 BAB 80 - Kebangkitan Kaisar Pesona Surgawi Mutlak
81 BAB 81 - Fusi Dua Alam
82 BAB 82 - Badai Samudra Luar
83 BAB 83 - Jatuhnya Kuil
84 BAB 84 - Kuil Agung Runtuh
85 BAB 85 - Penyatuan Dua Benua
86 BAB 86 - Istana Bawah Air
87 BAB 87 - Penaklukan Samudra
88 BAB 88 - Gerbang Mimpi
89 BAB 89 - Istana Ilusi
90 BAB 90 - Hukum Mimpi
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1 - Kehilangan dan Kebangkitan Iblis
2
BAB 2 - Pengadilan Penguasa Lembah Lingshu
3
BAB 3 - Ruang Kesadaran Misterius
4
BAB 4 - Pesona yang Mematikan
5
BAB 5 -Kekacauan Benua dan Siasat di Balik Jeruji
6
BAB 6 - Ledakan Pesona di Hadapan Tetua
7
BAB 7 - Simpati di Kota Linglong
8
BAB 8 - Kultivasi di Aula Sukma Batin dan Malam Gairah
9
BAB 9 - Kehangatan Lima Kelopak Bunga
10
BAB 10 - Ujian Jiwa dan Ranah Pertarungan Xiao Mei
11
BAB 11 - Renungan Batin dan Peringatan sang Tupai
12
BAB 12 - Konspirasi di Balik Tembakan dan Aula Perjamuan
13
BAB 13 - Pesona di Meja Perjamuan Kuno
14
BAB 14 - Suapan Tak Terduga dan Perintah Ratu
15
BAB 15 - Penghadangan di Lorong Labirin Giok
16
BAB 16 - Transformasi Tiga Meter dan Debu Pembalasan
17
BAB 17 - Penyelarasan Jiwa Mei Li
18
BAB 18 - Siasat untuk Sang Penjaga Bejat
19
BAB 19 - Kediaman Roh Suci dan Mutiara Ungu
20
BAB 20 - Penguraian Prasasti Kuno dan Godaan Murid
21
BAB 21 - Runtuhnya Pertahanan sang Guru
22
BAB 22 - Penyelarasan Sukma Ungu
23
BAB 23 - Langkah Pertama Sang Pengikat Sukma
24
BAB 24 - Siasat Meruntuhkan Sang Perwira
25
BAB 25 - Jaring Asmara sang Janda Montok
26
BAB 26 - Jeratan Umpan dan Kedatangan sang Kapten
27
BAB 27 - Eksekusi dalam Bayangan Kegelapan
28
BAB 28 - Gelombang Kecurigaan di Aula Tetua
29
BAB 29 - Percikan Pesona di Aula Perang
30
BAB 30 - Bara Kultivasi Ganda dan Panggilan Istana
31
BAB 31 - Misi ke Garis Depan
32
BAB 32 - Perjalanan Rahasia Dua Hati
33
BAB 33 - Pembantaian di Lembah Bawah
34
BAB 34 - Tunduknya sang Panglima Perang
35
BAB 35 - Ritual Ganda sang Panglima
36
BAB 36 - Badai di Ambang Fajar
37
BAB 37 - Jeratan Pertama sang Putri Suci
38
BAB 38 - Kejatuhan Sang Putri Suci
39
BAB 39 - Rencana Penaklukan Sang Ratu
40
BAB 40 - Penyatuan Takhta dan Sukma Tertinggi
41
BAB 41 - Konsolidasi Kekuasaan Benua
42
BAB 42 - Langkah Menuju Jantung Kekaisaran
43
BAB 43 - Memasuki Ibu Kota Manusia
44
BAB 44 - Konfrontasi di Aula Naga Emas
45
BAB 45 - Kejatuhan Otoritas Naga Emas
46
BAB 46 - Malam Kemenangan di Paviliun Naga Emas
47
BAB 47 - Puncak Kekuasaan dan Domain Pemikat Absolut
48
BAB 48 - Amukan Api Surgawi
49
BAB 49 - Tunduknya Para Leluhur Purba
50
BAB 50 - Deklarasi Kekaisaran Baru
51
BAB 51 - Tantangan Baru dari Ujung Lautan
52
BAB 52 - Karunia Air Surgawi
53
BAB 53 - Intrik Laut Timur
54
BAB 54 - Badai di Garis Pantai
55
BAB 55 - Penaklukan Jenderal Naga
56
BAB 56 - Menuju Istana Bawah Laut
57
BAB 57 - Penyembuhan Sang Raja Naga
58
BAB 58 - Takhta Samudra Timur yang Mutlak
59
BAB 59 - Pertemuan Dua Dunia
60
BAB 60 - Bayang-Bayang Pegunungan Barat
61
BAB 61 - Membelah Kabut Perbatasan Barat
62
BAB 62 - Menembus Altar Ilusi Purba
63
BAB 63 - Penjeratan Jiwa sang Permaisuri
64
BAB 64 - Kebangkitan Level Lima
65
BAB 65 - Sayap Utara yang Terancam
66
BAB 66 - Tunduknya sang Perawan Es
67
BAB 67 - Bersatunya Tiga Poros Dunia
68
BAB 68 - Pertemuan Agung Para Penguasa
69
BAB 69 - Takhta Keabadian Benua
70
BAB 70 - Fondasi Baru Dunia Fana
71
BAB 71 - Kodifikasi Hukum Asmara Kekaisaran
72
BAB 72 - Anomali Langit Ibu Kota
73
BAB 73 - Tipu Daya Dua Sukma
74
BAB 74 - Penaklukan sang Penegak Hukum
75
BAB 75 - Pembukaan Gerbang Langit
76
BAB 76 - Invasi Alam Surgawi
77
BAB 77 - Kehancuran Formasi Langit Tengah
78
BAB 78 - Penaklukan Massal Istana Langit Tengah
79
BAB 79 - Runtuhnya Keangkuhan Dewa Kuno
80
BAB 80 - Kebangkitan Kaisar Pesona Surgawi Mutlak
81
BAB 81 - Fusi Dua Alam
82
BAB 82 - Badai Samudra Luar
83
BAB 83 - Jatuhnya Kuil
84
BAB 84 - Kuil Agung Runtuh
85
BAB 85 - Penyatuan Dua Benua
86
BAB 86 - Istana Bawah Air
87
BAB 87 - Penaklukan Samudra
88
BAB 88 - Gerbang Mimpi
89
BAB 89 - Istana Ilusi
90
BAB 90 - Hukum Mimpi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!