Nikah Paksa

Nikah Paksa

Bab 1: Belenggu Utang Budi

"Ini gila, Yah! Sam tidak bisa menerima perjodohan ini!"

Suara Sam kembali meninggi, kali ini terdengar lebih frustrasi hingga menembus celah pintu ruang kerja. Di sudut ruang luar, Mita semakin merapatkan pelukannya pada kedua lutut. Kalimat Sam barusan terus terngiang, menghantam dadanya dengan rasa bersalah yang amat besar. Siang itu terasa begitu mencekam bagi Mita yang baru saja lulus SMA.

Di dalam ruangan, Baskoro berdiri dari kursi kebesarannya. Sorot matanya tajam, menatap putra tunggalnya yang sedang diliputi amarah.

"Jaga bicaramu, Sam! Ini bukan sekadar perjodohan biasa. Ini adalah wujud tanggung jawab dan cara kita membalas budi kepada keluarga Mita!" balas Baskoro, suaranya berat dan menekan, membuat atmosfer ruangan terasa semakin panas.

"Tapi tidak dengan cara seperti ini, Yah! Ini gila!" Sam mengacak rambutnya kasar, mondar-mandir di depan meja kerja ayahnya. Di usianya yang baru saja menyelesaikan bangku kuliah, Sam sudah mulai belajar menjabat untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO. Namun, posisi terhormat itu terasa tidak ada artinya sekarang.

"Menikahkan Sam dengan Mita? Ayah tahu sendiri, sejak kecil Sam sudah menganggap Mita seperti adik kandung Sam sendiri. Sam sangat menyayanginya, tapi bukan sebagai seorang istri! Ayah tidak bisa mengatur hidup Sam seperti ini!" Sam menahan kalimat selanjutnya di dalam tenggorokan. Dia ingin berteriak bahwa dia sudah memiliki kekasih, namun dia tahu ayahnya yang otoriter tidak akan mau mendengarkan.

Baskoro memukul permukaan meja dengan telapak tangan. Brak!

Mita tersentak di tempat duduknya. Air matanya kian deras. Dia tahu diri akan posisinya di rumah ini yang hanyalah anak seorang pembantu. Berbeda dengan Baskoro yang buta akan kehidupan pribadi putranya, Mita tahu betul sebuah rahasia besar: Sam sudah memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Kenyataan bahwa dirinya kini dipaksa menjadi penghalang hubungan orang lain membuat dada Mita terasa begitu sesak.

Namun, ada ikatan darah dan air mata yang jauh lebih kelam di balik keberadaannya di sini. Bertahun-tahun lalu, sebuah kecelakaan tragis telah merenggut kedua orang tuanya yang tewas demi menyelamatkan Baskoro dan Diana. Karena utang budi itulah, keluarga Sam menampung dan merawatnya.

"Kalau bukan karena orang tua Mita yang bertaruh nyawa dalam kecelakaan itu, kamu tidak akan punya ayah dan ibu sekarang, Sam!" suara Baskoro kembali menggema dari dalam ruangan. "Seluruh kehidupan, fasilitas, dan jabatan CEO yang akan kamu nikmati hari ini adalah napas yang mereka tebus untuk kita!"

"Sam tahu, Yah! Sam tidak pernah melupakan jasa orang tua Mita!" Sam memotong, napasnya memburu dengan mata yang mulai memerah. "Sam rela merawat Mita, menjamin pendidikannya, atau memberikan apa pun yang dia butuhkan sebagai seorang kakak. Tapi pernikahan? Ayah memaksakan ini hanya karena rasa bersalah Ayah yang berlebihan! Keputusan Ayah ini egois!"

Baskoro terdiam sesaat, namun rahangnya tetap mengeras. "Dia akan aman bersamamu, Sam. Menjadi bagian dari keluarga ini adalah posisi terbaik yang bisa kita berikan untuknya. Keputusan Ayah sudah bulat. Tidak ada bantahan lagi!"

"Ayah egois!"

Sam berteriak, lalu berbalik dan menyentak gagang pintu dengan kasar.

Di luar, Mita tersentak. Dia tidak sempat menghapus air mata yang membasahi pipinya saat pintu kayu jati itu terbuka lebar, menampilkan sosok Sam yang berdiri dengan dada kembang kempis menahan amarah. Mata mereka bertemu, dan seketika itu juga keheningan yang menyakitkan menyergap di antara mereka.

Sam terpaku menatap Mita. Guratan amarah di wajahnya perlahan luruh, berganti dengan rasa bersalah dan frustrasi yang amat dalam saat melihat mata Mita yang sembap dan merah. Dia melangkah mendekat, lalu berlutut di hadapan gadis yang sudah dianggapnya adik sendiri itu. Tatapannya melembut, kontras dengan suaranya yang membentak ayahnya tadi.

"Mita..." panggil Sam lirih, tangannya terangkat ingin menyentuh bahu Mita, namun tertahan di udara sebelum akhirnya jatuh kembali ke sisi tubuhnya. "Kamu... mendengar semuanya?"

Mita tidak sanggup mendongak untuk menatap mata calon CEO itu. Dia hanya mengangguk pelan, meremas ujung bajunya hingga buku-uku jarinya memutih. Mita tahu Sam sedang tersiksa karena memikirkan kekasihnya yang tidak diketahui oleh Baskoro, sementara dirinya sendiri terikat oleh belenggu utang budi masa lalu yang mengunci rapat mulutnya.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

Terpopuler

Comments

Emily

Emily

mampir thor

2026-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Belenggu Utang Budi
2 BAB 2: Dilema di Ujung Lidah
3 BAB 3: Sangkar Emas Baskoro
4 Bab 4 : Genggaman tangan yang rapuh
5 BAB 5: Rahasia yang Terbongkar
6 Bab 6 : Penyesalan
7 Bab 7 : Tugas Baru di Rumah Baru
8 Bab 8 : Tamu di Ruang Tengah
9 Bab 9: Panggilan yang Diabaikan
10 Bab 10: Batasan yang Dilanggar
11 BAB 11: Keraguan yang Menyelinap
12 BAB 12: Desakan dan Dilema
13 BAB 13: Keheningan yang Menenangkan
14 BAB 14: Sentuhan Tak Terduga
15 BAB 15: Retaknya Sebuah Kesetiaan
16 BAB 16: Jejak yang Harus Hilang
17 BAB 17: Sudut Pandang dan Pengorbanan
18 BAB 18: Pertemuan di Pinggir Jalan
19 BAB 19: Sandiwara yang Melelahkan
20 BAB 20: Bom Waktu yang Mulai Berdetak
21 BAB 21: Langkah Sunyi dalam Keremangan
22 BAB 22: Benang yang Terurai Indah
23 BAB 23: Ambisi di Balik Restu
24 BAB 24: Jejak Baru dan Masa Lalu
25 BAB 25: Pengakuan di Atas Meja Makan
26 BAB 26: Kebenaran yang Terungkap
27 BAB 27: Pelukan Penerimaan
28 BAB 28: Rahasia Satu Malam
29 BAB 29: Gaun dan Undangan
30 BAB 30: Undangan dan Persiapan
31 BAB 31: Dua Rahasia Besar
32 BAB 32: Bersiap ke Pesta
33 BAB 33: Rahasia yang Terbongkar
34 BAB 34: Perjalanan yang Canggung
35 BAB 35: Kenangan Masa SMA
36 BAB 36: Jeritan di Koridor Malam
37 BAB 37: Sindiran Menusuk
38 BAB 38: Ledakan yang Tak Terbendung
39 BAB 39: Kedewasaan yang Menenangkan
40 BAB 40: Kemarahan yang Tak Tahu Tempat
41 BAB 41: Di Balik Kaca Spion
42 BAB 42: Kebenaran yang Terlambat
43 BAB 43: Rasa Penasaran yang Menyiksa
44 BAB 44: Interogasi di Balik Kemudi
45 BAB 45: Sebuah perintah
46 BAB 46: Kejutan di Tengah Keterpaksaan
47 BAB 47: Kebohongan yang Mengakar
48 BAB 48: Keraguan yang Memudar
49 BAB 49: Keputusan di Ujung Tanduk
50 BAB 50: Penjara Tanpa Batas
51 BAB 51: Kepasrahan yang Terlambat
52 BAB 52: Sunyi yang Menghukum
53 BAB 53: Rencana Masa Depan
54 BAB 54: Awal kehancuran
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1: Belenggu Utang Budi
2
BAB 2: Dilema di Ujung Lidah
3
BAB 3: Sangkar Emas Baskoro
4
Bab 4 : Genggaman tangan yang rapuh
5
BAB 5: Rahasia yang Terbongkar
6
Bab 6 : Penyesalan
7
Bab 7 : Tugas Baru di Rumah Baru
8
Bab 8 : Tamu di Ruang Tengah
9
Bab 9: Panggilan yang Diabaikan
10
Bab 10: Batasan yang Dilanggar
11
BAB 11: Keraguan yang Menyelinap
12
BAB 12: Desakan dan Dilema
13
BAB 13: Keheningan yang Menenangkan
14
BAB 14: Sentuhan Tak Terduga
15
BAB 15: Retaknya Sebuah Kesetiaan
16
BAB 16: Jejak yang Harus Hilang
17
BAB 17: Sudut Pandang dan Pengorbanan
18
BAB 18: Pertemuan di Pinggir Jalan
19
BAB 19: Sandiwara yang Melelahkan
20
BAB 20: Bom Waktu yang Mulai Berdetak
21
BAB 21: Langkah Sunyi dalam Keremangan
22
BAB 22: Benang yang Terurai Indah
23
BAB 23: Ambisi di Balik Restu
24
BAB 24: Jejak Baru dan Masa Lalu
25
BAB 25: Pengakuan di Atas Meja Makan
26
BAB 26: Kebenaran yang Terungkap
27
BAB 27: Pelukan Penerimaan
28
BAB 28: Rahasia Satu Malam
29
BAB 29: Gaun dan Undangan
30
BAB 30: Undangan dan Persiapan
31
BAB 31: Dua Rahasia Besar
32
BAB 32: Bersiap ke Pesta
33
BAB 33: Rahasia yang Terbongkar
34
BAB 34: Perjalanan yang Canggung
35
BAB 35: Kenangan Masa SMA
36
BAB 36: Jeritan di Koridor Malam
37
BAB 37: Sindiran Menusuk
38
BAB 38: Ledakan yang Tak Terbendung
39
BAB 39: Kedewasaan yang Menenangkan
40
BAB 40: Kemarahan yang Tak Tahu Tempat
41
BAB 41: Di Balik Kaca Spion
42
BAB 42: Kebenaran yang Terlambat
43
BAB 43: Rasa Penasaran yang Menyiksa
44
BAB 44: Interogasi di Balik Kemudi
45
BAB 45: Sebuah perintah
46
BAB 46: Kejutan di Tengah Keterpaksaan
47
BAB 47: Kebohongan yang Mengakar
48
BAB 48: Keraguan yang Memudar
49
BAB 49: Keputusan di Ujung Tanduk
50
BAB 50: Penjara Tanpa Batas
51
BAB 51: Kepasrahan yang Terlambat
52
BAB 52: Sunyi yang Menghukum
53
BAB 53: Rencana Masa Depan
54
BAB 54: Awal kehancuran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!