Pengorbanan untuk Hidup

Hujan turun rintik-rintik di luar jendela kamar hotel mewah tempat Senja menginap. Di atas ranjang, sebuah gaun pengantin berwarna putih gading terhampar anggun. Gaun itu sangat indah, namun bagi Senja, kain sutra itu terasa seperti kain kafan yang siap membungkus kebebasannya esok pagi.

Dua minggu telah berlalu sejak lamaran gila dari Bara Mahendra di ruang kerja ayahnya. Dua minggu yang penuh air mata, perdebatan, hingga akhirnya kepasrahan.

Senja berdiri di depan cermin besar, menatap bayangan dirinya sendiri. Matanya sembap. Di ranjang rumah sakit beberapa hari lalu, sang ayah, Darma Amartya, menangis hebat sembari memegang tangannya. Pria tua itu merasa gagal melindungi putri tunggalnya dan mengutuk dirinya sendiri karena harus membiarkan Senja "dijual" demi menyelamatkan nama baik keluarga.

"Maafkan Papa, Senja... Papa tidak berguna," bisikan lirih ayahnya kembali terngiang, membuat dada Senja sesak.

Senja menghapus setitik air mata yang kembali jatuh di pipinya. "Ini demi Papa," bisiknya pada refleksi di cermin, mencoba menguatkan hati. Ia tidak mengenal Bara Mahendra. Bagi Senja, Bara adalah sosok pebisnis kejam, dingin, dan penuh teka-teki yang tiba-tiba datang memerasnya menggunakan jerat utang.

Namun, Senja tidak punya pilihan. Menikah dengan pria asing yang menakutkan jauh lebih baik daripada melihat ayahnya meninggal dalam kondisi terpuruk dan miskin di sisa usianya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, atmosfer yang jauh lebih dingin menyelimuti ruang kerja Bara Mahendra.

Bara berdiri di balkon apartemen penthousenya, membiarkan angin malam yang menusuk menerpa wajahnya. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah kalung perak usang dengan liontin berbentuk hati satu-satunya peninggalan ibunya yang berhasil ia selamatkan 15 tahun lalu.

Pintu kaca di belakangnya bergeser terbuka. Rian, asisten pribadinya, melangkah masuk dengan sopan.

"Semua persiapan untuk akad nikah dan resepsi besok pagi sudah 100 persen siap, Pak Bara. Media sudah dikondisikan untuk meliput ini sebagai 'Pernikahan Dongeng' antara penyelamat bisnis dan putri konglomerat," lapor Rian.

Bara tidak menoleh. Matanya tetap menatap gemerlap lampu kota Jakarta yang tampak seperti hamparan bara api di matanya.

"Bagaimana dengan kondisi Darma?"

"Kesehatannya menurun drastis setelah menandatangani surat perjanjian pranikah. Tim medis mengatakan jantungnya terlalu lemah untuk menghadiri acara besok. Beliau akan menyaksikan lewat siaran langsung dari ruang perawatan," jawab Rian ragu, tahu betul bahwa kondisi ini adalah bagian dari skenario yang diinginkan atasannya.

Bara mengepalkan tangannya yang memegang kalung ibunya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Bagus. Biarkan dia menonton dari ranjang pesakitannya. Biarkan dia melihat bagaimana putri kesayangannya melangkah masuk ke dalam sangkar yang kubuat."

Rian terdiam sejenak, lalu memberanikan diri bertanya, "Pak Bara... apakah Anda yakin Nona Senja tidak terlibat dalam kejadian 15 tahun lalu? Dia masih sangat kecil saat itu."

Bara membalikkan badannya, menatap Rian dengan tatapan elang yang sanggup menghentikan detak jantung seketika. Atmosfer ruangan langsung turun beberapa derajat.

"Dia anak Darma Amartya, Rian. Darah seorang pembunuh mengalir di tubuhnya," ucap Bara, suaranya pelan namun terdengar seperti vonis mati.

"Darma membunuh orang tuaku dan merenggut masa kecilku tanpa ampun. Jadi, sangat adil jika aku menggunakan anaknya sendiri untuk membalas setiap tetes darah yang tumpah malam itu."

Bara berjalan masuk ke dalam ruangannya, meletakkan kalung ibunya di atas meja kerja, tepat di samping dokumen legalitas aset Amartya Group yang kini sudah berpindah tangan atas namanya.

"Besok adalah awal dari akhir bagi keluarga Amartya. Aku tidak akan melepaskan mereka sampai Darma merasakan hancur yang sesungguhnya," pungkas Bara dingin.

Malam itu, di dua tempat yang berbeda, dua orang manusia menatap langit malam yang sama dengan perasaan yang bertolak belakang. Senja yang berdoa meminta kekuatan untuk menghadapi pernikahan yang ia kira adalah pengorbanan suci, dan Bara yang tersenyum puas karena jaring pembalasan dendamnya siap ditarik esok hari.

Bersambung

Episodes
1 Jaring jaring sang Predator
2 Pengorbanan untuk Hidup
3 Ikatan Sandera dan Topeng yang Retak
4 Sangkar Emas yang Dingin
5 Bayang Bayang Masa Lalu
6 Racun yang di Suntikkan Secara Perlahan
7 Siksaan Di Depan Mata
8 Hancurnya Kenangan Terakhir
9 Retaknya Dinding Kebencian
10 Melody yang kembali Berputar
11 Kembali memakai Topeng
12 Cemburu yang Membakar
13 Batas Rapuh Sayap sang Senja
14 Sekutu Baru Dalam lingkaran Dendam
15 Racun dalam tahta Palsu
16 Sorot Mata Yang Mengusik Jiwa
17 Konfrontasi di balik pintu Jati
18 Perisai yang Retak
19 Fitnah Berbisa dan Bukti di balik Lensa
20 Tabir Masa lalu yang Terkoyak
21 Benteng yang menolak Runtuh
22 Benang Benang Rahasia
23 Terjerat Rasa
24 Cemburu di balik Lampu Kristal
25 Amarah, Cemburu, dan Kepasrahan Sang Predator
26 Melody dalam Sunyi
27 Penawaran di balik Jeruji Ego
28 Amarah yang Sia Sia
29 Ancaman dalam sudut Gelap
30 Luka di balik Dusta
31 Isyarat Maut dan Bayang bayang Rindu
32 Tahta Kepalsuan yang Hancur
33 Sentuhan di balut ke Angkuhan
34 Hati lapang Darma Amartya
35 Sangkar Emas Baru
36 Sumpah Darma Amartya
37 Menjelma menjadi Ratu
38 Menyingkap tabir Masa lalu
39 Konspirasi yang tercekat
40 Topeng Es yang Kembali Membeku
41 Dua Predator satu Arena
42 Amukan Cemburu
43 Kabut Kecurigaan
44 Aliansi Hitam di balik layar
45 Dinding Es yang tidak Tertembus
46 Senjata Air Mata
47 Kebenaran yang Mulai Merayap dalam kesunyian
48 Rencana busuk di balik Aroma Manis Coklat
49 Hilangnya Sang Ratu
50 Firasat seorang Ayah
51 Penyesalan Al-Attas
52 Pelarian Di bawah Bayang Obsesi
53 Siasat di ambang Badai
54 Pertempuran Dan siasat dalam Sarang Predator
55 Langkah pertama dalam Sarang Serigala
56 Sandiwara diatas Bara Api
57 Jerat yang semakin Mengetat
58 Gemuruh di Ruang Sunyi
59 Labirin Misteri di Kamar Asing
60 Jerat Manis Sang Senja
61 Kotak Pandora yang Terbuka
62 Lidah Ular dan Sumbu Dendam yang Terbakar
63 Amukan Gila Sang Predator
64 Benang takdir kusut diatas kobaran Api
65 Pecahnya Topeng Sandiwara
66 Hasutan di balik Kabut Amarah
67 Tarikan Magnet Kebenaran dan Ketakutan sang Ayah
68 Jeritan Sang Senja
69 Pecahnya Badai Dendam
70 Benih di tengah Badai
71 Dinginnya Kebenaran di Sepertiga Malam
72 Kehancuran Dalam Sunyi
73 Detik Detik Eksekusi Sang Dalang
74 Reruntuhan Topeng Dengan Kebebasan yang Pahit
75 Bungkamnya Sang Predator
76 Detak lemah di tengah Penyesalan
77 Secercah cahaya di Ruang Putih
78 Pembuktian Sang Mahendra
79 Dua Pria di bawah Langit Paviliun
80 Padamnya Bara Dendam
81 Labirin Trauma Di Masa Lalu
82 Jarak di Dalam Kedekatan
83 Pecahnya Bendungan Luka
84 Retakan di Meja Kerja
85 Kedigdayaan yang Runtuh di dalam Kandang Ayam
86 Cemburu Sang Predator
87 Detak yang tertinggal di Dapur
88 Antara Wibawa dan Sepatu Roda
89 Detak Pertama di layar Monitor
90 Protokol Siaga
91 Interupsi IBU HAMIL
92 Air Mata Penyesalan
93 Sinar Lembut Sang Senja
94 Benteng Bantal dan Penjaga Pintu
95 Perburuan Manis di Batas Kota
96 Sumpah ddi balik Jeruji Besi
97 Bayang Bayang di balik Pagar
98 Tatapan Dingin Sang Predator
99 Penebusan dan Pengasingan
100 Sandera di balik Dekapan Manis
101 Suara Hati Senja
102 Proteksi tanpa Kata
103 Barikade Delapan Bulan
104 Dominasi hitam yang Runtuh
105 Rahasia dibalik Senyuman
106 Delapan jam Dalam Genggaman
107 Takluk Dalam Dekapan Kecil
108 Monumen Hadiah
109 Hadiah Sederhana Dari Sang Kakek
110 Penjaga Malam
111 Teguran lembut Senja
112 Dingin yang menyimpan Hangat
113 Jejak Pertama Si Nona Kecil
114 Kata Pertama untuk Papa
115 Kejutan manis di tengah Kebahagiaan
116 Barikade Piknik di Pantai
117 Bayang bayang Bahaya dari masa lalu
118 Tokoh di balik Layar
119 Titik Akhir
120 Epilog
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Jaring jaring sang Predator
2
Pengorbanan untuk Hidup
3
Ikatan Sandera dan Topeng yang Retak
4
Sangkar Emas yang Dingin
5
Bayang Bayang Masa Lalu
6
Racun yang di Suntikkan Secara Perlahan
7
Siksaan Di Depan Mata
8
Hancurnya Kenangan Terakhir
9
Retaknya Dinding Kebencian
10
Melody yang kembali Berputar
11
Kembali memakai Topeng
12
Cemburu yang Membakar
13
Batas Rapuh Sayap sang Senja
14
Sekutu Baru Dalam lingkaran Dendam
15
Racun dalam tahta Palsu
16
Sorot Mata Yang Mengusik Jiwa
17
Konfrontasi di balik pintu Jati
18
Perisai yang Retak
19
Fitnah Berbisa dan Bukti di balik Lensa
20
Tabir Masa lalu yang Terkoyak
21
Benteng yang menolak Runtuh
22
Benang Benang Rahasia
23
Terjerat Rasa
24
Cemburu di balik Lampu Kristal
25
Amarah, Cemburu, dan Kepasrahan Sang Predator
26
Melody dalam Sunyi
27
Penawaran di balik Jeruji Ego
28
Amarah yang Sia Sia
29
Ancaman dalam sudut Gelap
30
Luka di balik Dusta
31
Isyarat Maut dan Bayang bayang Rindu
32
Tahta Kepalsuan yang Hancur
33
Sentuhan di balut ke Angkuhan
34
Hati lapang Darma Amartya
35
Sangkar Emas Baru
36
Sumpah Darma Amartya
37
Menjelma menjadi Ratu
38
Menyingkap tabir Masa lalu
39
Konspirasi yang tercekat
40
Topeng Es yang Kembali Membeku
41
Dua Predator satu Arena
42
Amukan Cemburu
43
Kabut Kecurigaan
44
Aliansi Hitam di balik layar
45
Dinding Es yang tidak Tertembus
46
Senjata Air Mata
47
Kebenaran yang Mulai Merayap dalam kesunyian
48
Rencana busuk di balik Aroma Manis Coklat
49
Hilangnya Sang Ratu
50
Firasat seorang Ayah
51
Penyesalan Al-Attas
52
Pelarian Di bawah Bayang Obsesi
53
Siasat di ambang Badai
54
Pertempuran Dan siasat dalam Sarang Predator
55
Langkah pertama dalam Sarang Serigala
56
Sandiwara diatas Bara Api
57
Jerat yang semakin Mengetat
58
Gemuruh di Ruang Sunyi
59
Labirin Misteri di Kamar Asing
60
Jerat Manis Sang Senja
61
Kotak Pandora yang Terbuka
62
Lidah Ular dan Sumbu Dendam yang Terbakar
63
Amukan Gila Sang Predator
64
Benang takdir kusut diatas kobaran Api
65
Pecahnya Topeng Sandiwara
66
Hasutan di balik Kabut Amarah
67
Tarikan Magnet Kebenaran dan Ketakutan sang Ayah
68
Jeritan Sang Senja
69
Pecahnya Badai Dendam
70
Benih di tengah Badai
71
Dinginnya Kebenaran di Sepertiga Malam
72
Kehancuran Dalam Sunyi
73
Detik Detik Eksekusi Sang Dalang
74
Reruntuhan Topeng Dengan Kebebasan yang Pahit
75
Bungkamnya Sang Predator
76
Detak lemah di tengah Penyesalan
77
Secercah cahaya di Ruang Putih
78
Pembuktian Sang Mahendra
79
Dua Pria di bawah Langit Paviliun
80
Padamnya Bara Dendam
81
Labirin Trauma Di Masa Lalu
82
Jarak di Dalam Kedekatan
83
Pecahnya Bendungan Luka
84
Retakan di Meja Kerja
85
Kedigdayaan yang Runtuh di dalam Kandang Ayam
86
Cemburu Sang Predator
87
Detak yang tertinggal di Dapur
88
Antara Wibawa dan Sepatu Roda
89
Detak Pertama di layar Monitor
90
Protokol Siaga
91
Interupsi IBU HAMIL
92
Air Mata Penyesalan
93
Sinar Lembut Sang Senja
94
Benteng Bantal dan Penjaga Pintu
95
Perburuan Manis di Batas Kota
96
Sumpah ddi balik Jeruji Besi
97
Bayang Bayang di balik Pagar
98
Tatapan Dingin Sang Predator
99
Penebusan dan Pengasingan
100
Sandera di balik Dekapan Manis
101
Suara Hati Senja
102
Proteksi tanpa Kata
103
Barikade Delapan Bulan
104
Dominasi hitam yang Runtuh
105
Rahasia dibalik Senyuman
106
Delapan jam Dalam Genggaman
107
Takluk Dalam Dekapan Kecil
108
Monumen Hadiah
109
Hadiah Sederhana Dari Sang Kakek
110
Penjaga Malam
111
Teguran lembut Senja
112
Dingin yang menyimpan Hangat
113
Jejak Pertama Si Nona Kecil
114
Kata Pertama untuk Papa
115
Kejutan manis di tengah Kebahagiaan
116
Barikade Piknik di Pantai
117
Bayang bayang Bahaya dari masa lalu
118
Tokoh di balik Layar
119
Titik Akhir
120
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!