Episode 3

Bab 3

"Anda masih ingat Lim Yun?"

Nama itu jatuh di ruang makan seperti pisau yang diselipkan ke bawah taplak meja. Tidak terlihat, tetapi semua orang merasakan ujungnya menyentuh kulit.

Tan Bao Shan tidak menjawab.

Untuk lelaki yang sepanjang hidupnya terbiasa membuat orang menunggu kata-katanya, diamnya terlalu panjang. Tongkat di samping kursinya bergerak sedikit, bukan karena ia ingin berdiri, melainkan karena tangan tuanya menggenggam kepala tongkat terlalu kuat.

Rachel Gu lebih dulu tersenyum.

"Miss Lim," katanya, suaranya masih halus, "mungkin Anda salah tempat membawa nama orang. Keluarga Tan punya banyak kenalan lama. Kami tidak mungkin mengingat semuanya."

Mei Li menatapnya.

"Saya belum bertanya pada Anda, Nyonya Rachel."

Senyum Rachel membeku.

Jasmine langsung menaruh sumpitnya dengan keras. "Mama hanya menjawab dengan sopan. Kamu datang ke rumah orang, tapi sikapmu seolah kami yang harus takut padamu."

"Apa kalian tidak takut?"

Pertanyaan itu lembut. Terlalu lembut untuk sebuah ancaman.

Felix berdiri setengah dari kursinya. "Jaga mulutmu."

Bella maju satu langkah.

Pengawal keluarga Tan yang berjaga di pintu ikut menegang. Dalam satu detik, ruang makan yang dipenuhi aroma sup mahal berubah seperti ruang interogasi. Pelayan-pelayan menyingkir ke sisi dinding, tidak berani bernapas terlalu keras.

Tan Bao Shan mengangkat tangan, menghentikan semua orang.

"Lim Yun sudah lama meninggal," katanya akhirnya.

Mei Li memiringkan kepala. "Jadi Anda ingat."

"Dia istri Edmond."

Edmond tersentak saat namanya disebut. Wajahnya pucat, tetapi ia tetap mencoba memasang ekspresi tersinggung.

"Jangan bawa nama orang mati untuk permainanmu," bentaknya. "Lim Yun adalah masa lalu keluarga kami."

"Masa lalu?" Mei Li mengulang pelan.

Ia mengambil kipas batik di samping piringnya, membuka lipatannya satu per satu. Suaranya lembut, tetapi di tengah kesunyian, setiap lipatan terdengar jelas.

"Bagi kalian, mungkin masa lalu. Bagi seorang anak tujuh tahun yang melihat ibunya jatuh dari balkon, itu bukan masa lalu."

Nyonya Besar Tan memucat.

Rachel menoleh cepat ke arah Tan Bao Shan.

Jasmine mengerutkan kening. "Apa maksudnya?"

Tidak ada yang menjawab.

Sesuatu yang selama ini dikunci rapat di sudut rumah itu mulai bergerak keluar. Bukan sebagai hantu, tetapi sebagai perempuan muda yang duduk tenang di kursi tamu, menatap mereka satu per satu.

"Miss Lim," suara Tan Bao Shan menjadi rendah. "Kamu siapa?"

Pintu ruang makan tiba-tiba diketuk dari luar.

Seorang pelayan masuk terburu-buru, wajahnya gugup. "Tuan Besar, Pak Arka dari KADIN sudah tiba. Jadwal pertemuan proyek kawasan utara..."

Kalimatnya hilang ketika ia melihat wajah-wajah di ruangan itu.

Tan Bao Shan mengumpat tertahan. Malam ini seharusnya selesai dengan makan malam, lalu pertemuan singkat dengan perwakilan KADIN tentang proyek baru. Ia tidak menyangka perempuan bernama Lim Mei Li akan mengubah ruang makan menjadi medan perang.

"Suruh tunggu di ruang tamu," kata Edmond cepat.

Namun sebelum pelayan mundur, suara pria terdengar dari arah pintu yang terbuka.

"Tidak perlu. Sepertinya saya datang di waktu yang kurang tepat."

Semua kepala menoleh.

Arka Wicaksana Pradipta berdiri di ambang pintu.

Ia memakai setelan gelap dengan kemeja batik halus di bagian dalam, sederhana tetapi tidak bisa disalahartikan sebagai biasa. Di pergelangan tangannya ada gelang kayu cendana, dan ketika ia masuk, aroma gaharu Kalimantan yang tenang menyentuh udara yang tegang.

Wajahnya tampan dengan cara yang tidak memaksa orang untuk menatap, tetapi justru membuat orang sulit berpaling. Matanya bergerak cepat membaca ruangan. Tan Bao Shan yang kaku. Rachel yang pucat. Pengawal yang siap bergerak. Lalu perempuan ber-kebaya putih di kursi tamu yang memegang kipas batik seperti ratu yang bosan menunggu pengadilan dimulai.

Untuk sepersekian detik, pandangan Arka berhenti pada Mei Li.

Mei Li juga menatapnya.

Tidak ada perkenalan. Tidak ada senyum basa-basi. Hanya dua orang asing yang sama-sama tahu bahwa mereka baru saja masuk ke adegan yang tidak mungkin dilupakan.

Tan Bao Shan menarik napas. "Pak Arka, mohon maaf. Ada sedikit urusan keluarga."

"Saya bisa menunggu," jawab Arka sopan.

"Tidak," kata Mei Li.

Satu kata itu membuat ruangan kembali menatapnya.

Mei Li berdiri.

Amy dan Bella tidak bergerak, tetapi seluruh tubuh mereka sudah siap. Pengawal Tan menunggu perintah. Jasmine berdiri dengan wajah marah, Stella menggenggam ponsel seolah ingin merekam tetapi takut memulai skandal yang lebih besar.

Mei Li melipat kipasnya.

"Justru bagus ada saksi dari luar keluarga."

Rachel berdiri. "Cukup! Kamu tidak punya hak membuat keributan di rumah ini."

"Rumah ini?" Mei Li menatap langit-langit, lalu tangga, lalu lantai marmer di bawah kakinya. "Aku pernah tidur di kamar belakang rumah ini selama tujuh tahun. Aku pernah makan sisa makanan dari dapur ini. Aku pernah berdiri di bawah hujan di halaman depan, memohon agar pintu dibuka."

Edmond seperti kehilangan suara.

Jasmine menatap ayahnya. "Papa, dia bicara apa?"

Mei Li menoleh padanya.

"Kamu benar-benar tidak tahu?"

"Tahu apa?"

"Bahwa sebelum Rachel Gu melahirkanmu, ada anak perempuan lain yang dibuang dari rumah ini."

Wajah Jasmine merah padam. "Bohong."

"Anak itu pernah memakai nama keluarga Tan."

Ruangan itu pecah, bukan oleh suara, melainkan oleh keheningan yang terlalu keras.

Stella menutup mulutnya.

Michelle berdiri begitu cepat sampai kursinya mundur menjerit di lantai.

Nyonya Besar Tan memegang dada, matanya membesar seperti melihat orang mati berjalan kembali.

Edmond menggeleng perlahan. "Tidak mungkin."

Mei Li tersenyum.

"Kenapa tidak mungkin, Edmond Tan? Karena anak itu seharusnya sudah hilang? Karena kalian mengirimnya keluar negeri tanpa nama, tanpa perlindungan, tanpa satu pun orang dewasa yang peduli apakah dia hidup?"

"Diam!" Edmond membentak, tetapi suaranya pecah.

Arka berdiri di tempatnya, tidak menyela. Namun matanya berubah. Kelembutan sopan yang tadi ia bawa kini ditarik mundur, diganti fokus tajam seorang pria yang terbiasa membaca ancaman di balik meja rapat.

Nama lama itu.

Nama itu tidak asing bagi sebagian konglomerat lama. Skandal kecil yang pernah dikubur keluarga Tan. Seorang anak perempuan yang disebut membawa sial setelah ibunya meninggal tragis. Tidak ada foto. Tidak ada catatan publik. Hanya bisik-bisik tua yang sengaja dibiarkan mati.

Dan sekarang perempuan itu berdiri di depan mereka sebagai Lim Mei Li.

Rachel akhirnya kehilangan kendali. "Kamu bukan dia."

Mei Li mengeluarkan sebuah amplop tipis dari tasnya dan melemparkannya ke atas meja. Amplop itu meluncur sampai berhenti di depan Tan Bao Shan.

"Akta lahir. Catatan rumah sakit. Foto lama. Rekam perpindahan wali. Semua ada salinannya. Tentu saja dokumen asli sudah berada di tempat yang tidak bisa kalian bakar."

Tan Bao Shan tidak membuka amplop itu.

Ia tidak perlu.

Tangannya gemetar cukup untuk menjawab semuanya.

Jasmine menatap Rachel, lalu Edmond. "Mama? Papa? Apa ini benar?"

Rachel menampar meja. "Dia pembohong! Dia datang untuk memeras keluarga kita."

"Kalau aku ingin memeras," kata Mei Li, "aku akan meminta uang."

Ia menunduk sedikit, mendekati Rachel tanpa benar-benar menyentuhnya.

"Aku tidak butuh uang kalian."

Rachel mundur setengah langkah.

Mei Li meluruskan tubuhnya.

"Aku datang untuk mengambil kembali semua yang kalian rampas. Nama ibuku. Masa kecilku. Dan ketakutan yang seharusnya sejak dulu menjadi milik kalian."

Di luar, kilat menyambar. Cahaya putih membelah kaca ruang makan, membuat wajah semua orang tampak pucat.

Tan Bao Shan akhirnya berdiri dengan bantuan tongkat.

"Kamu pikir setelah kembali dengan nama Lim, kamu bisa menghancurkan keluarga Tan?"

"Tidak."

Jawaban itu membuat alis Tan Bao Shan bergerak.

Mei Li melangkah menuju pintu, melewati Arka tanpa menunduk. Pada jarak satu lengan, aroma melati putih bertemu gaharu, tipis dan anehnya tidak saling menolak.

Arka tetap diam.

Mei Li berhenti di ambang pintu, menoleh ke meja makan yang kini sudah kehilangan martabatnya.

"Aku tidak berpikir," katanya. "Aku sudah memulai."

Ia berjalan keluar bersama Amy dan Bella.

Tidak satu pun pengawal Tan berani menahan.

Baru setelah suara langkahnya hilang di koridor, ruang makan seperti mendapatkan napasnya kembali. Jasmine mulai bertanya dengan suara tinggi. Rachel menyuruhnya diam. Edmond menjatuhkan diri ke kursi. Nyonya Besar Tan memanggil pelayan dengan suara gemetar.

Arka menatap pintu yang baru saja dilewati perempuan itu.

"Pak Arka," Tan Bao Shan memaksakan wibawa, "kejadian barusan adalah masalah internal."

Arka menoleh pelan. Senyumnya masih sopan, tetapi matanya tidak lagi hangat.

"Tentu, Tuan Tan."

Ia memberi salam singkat, lalu keluar sebelum Tan Bao Shan bisa menahannya.

Di teras depan, hujan sudah berhenti. Mobil hitam yang membawa Mei Li baru saja bergerak meninggalkan halaman. Lampu belakangnya merah, tajam, lalu hilang di balik gerbang.

Asisten Arka mendekat. "Pak, pertemuan proyeknya dibatalkan?"

Arka tidak langsung menjawab.

Ia masih menatap gerbang Tan Residence.

"Cari semua informasi tentang Lim Mei Li," katanya akhirnya.

Asistennya mengangguk. "Baik, Pak. Informasi bisnis atau pribadi?"

Arka mengingat mata perempuan itu ketika menyebut nama ibunya. Tidak ada tangis, tidak ada permohonan. Hanya luka yang sudah ditempa sampai menjadi senjata.

"Semuanya."

"Termasuk dokumen yang tidak ada di internet?" tanya asistennya hati-hati.

Arka memasukkan tangan ke saku jas. "Terutama yang tidak ada di internet. Perempuan seperti dia tidak kembali ke Jakarta tanpa menghapus jejak yang ingin ia hapus."

Angin malam membawa sisa aroma melati ke teras.

Arka menurunkan suara, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada siapa pun.

"Siapa sebenarnya dia?"

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!