Episode 2

Bab 002

Bayangan di Malam Hari

Yola tidak bisa tidur karena telapak tangannya masih mengingat bentuk saputangan itu.

Kain putih kecil itu hanya sepotong benda tua bagi orang lain. Bagi Yola, ia adalah suara Kevin di hari-hari terakhirnya, saat pria itu terlalu lemah untuk berjalan ke taman tetapi masih berusaha tersenyum setiap kali Yola datang membawa teh manis hangat.

"Simpan saja," kata Kevin waktu itu, napasnya pendek. "Kalau suatu hari kamu menangis, setidaknya jangan pakai tisu kasar."

Kevin mengatakannya sambil bercanda.

Yola menerimanya sambil menahan air mata.

Malam ini, saputangan itu berada di saku kemeja Rayhan.

Pikiran itu membuat dadanya sesak.

Jam dinding menunjukkan pukul sebelas lebih empat puluh ketika Yola akhirnya turun dari tempat tidur. Di luar kamar, rumah sudah sunyi. Hanya lampu koridor yang menyala remang, memantulkan warna kuning pucat di lantai marmer.

Ia mengambil cardigan tipis dari kursi, lalu membuka pintu pelan.

Sari yang duduk di kursi kecil dekat ujung koridor langsung berdiri. Matanya masih berat, tetapi tubuhnya sigap.

"Nona Yola? Mau ke mana?"

Yola menahan langkah. "Kamu belum tidur?"

"Saya takut Nona butuh sesuatu. Sejak Tuan Muda pulang, rumah rasanya..." Sari menggigit bibir, tidak menyelesaikan kalimatnya.

"Rasanya berbeda," sambung Yola pelan.

Sari mengangguk cepat. "Nona mau saya temani?"

"Tidak perlu. Aku hanya ingin ke ruang memorial sebentar."

Wajah Sari langsung cemas. "Malam-malam begini?"

Yola tersenyum tipis. "Aku biasa ke sana."

"Tapi sekarang Tuan Muda ada di rumah."

Kalimat itu keluar terlalu cepat. Setelah menyadarinya, Sari menunduk. "Maaf, Nona. Saya lancang."

"Tidak." Yola menatap koridor yang panjang dan sepi. "Kamu hanya mengatakan apa yang semua orang pikirkan."

Sari tidak menjawab. Ia hanya memegang ujung seragamnya, gelisah.

Yola menyentuh bahunya sebentar. "Tidurlah. Kalau Mama tahu kamu berjaga sampai larut, nanti kamu yang dimarahi."

"Saya tunggu di sini saja."

Yola tidak memaksa lagi. Ia berjalan menuruni tangga, menjaga langkah agar tidak menimbulkan suara.

Rumah keluarga Liem tidak pernah benar-benar gelap. Ada lampu kecil di setiap sudut, kamera keamanan di dekat pintu samping, dan staf jaga di pos belakang. Namun malam ini, semua itu tidak membuat Yola merasa aman. Justru semakin banyak lampu, semakin jelas bayangan yang mengikuti sudut matanya.

Saat ia melewati ruang tengah, ia melihat koper Rayhan masih tersisa satu di dekat tangga. Hitam, kokoh, tanpa gantungan nama. Di atasnya ada jas gelap yang tadi ia pakai, terlipat begitu saja seperti benda yang tidak punya nilai.

Yola mempercepat langkah.

Pintu ruang memorial terbuka sedikit.

Ia berhenti.

Sore tadi, setelah Rayhan keluar, Pak Wahyu sendiri yang menutup pintu itu. Yola melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Sekarang pintu itu terbuka selebar telapak tangan.

Udara dari dalam ruangan terasa lebih dingin. Aroma dupa lama masih tersisa, tetapi ada aroma lain yang asing: kopi hitam dan hujan. Aroma yang sama dengan pria yang mengambil saputangan Kevin.

Yola menelan ludah.

"Pak Wahyu?" panggilnya pelan.

Tidak ada jawaban.

Ia mendorong pintu.

Lilin di depan foto Kevin sudah padam, menyisakan asap tipis di ujung sumbu. Cahaya dari koridor hanya masuk sebagian, membuat wajah Kevin dalam bingkai foto terlihat setengah terang, setengah tenggelam.

Yola masuk perlahan.

Buku puisi Kevin masih berada di tempatnya. Sisi sampulnya sedikit miring. Saputangan itu tentu saja tidak ada.

Yola menyentuh sampul buku dengan ujung jari. Dingin.

"Kak Kevin," bisiknya, memakai panggilan yang jarang ia ucapkan keras-keras sejak menjadi istrinya. "Maaf. Hari ini rumah jadi berisik."

Ia mengambil korek dari laci kecil, menyalakan lilin baru, lalu menangkupkan tangan. Doanya pendek. Bukan karena ia tidak ingin berdoa lebih lama, melainkan karena tenggorokannya terlalu sempit untuk menyimpan banyak kata.

"Semoga kamu tenang," ucapnya. "Semoga aku juga bisa tetap tenang."

"Kamu bicara dengan orang mati setiap malam?"

Korek di tangan Yola jatuh ke lantai.

Tubuhnya membeku.

Suara itu datang dari belakangnya. Rendah, dekat, dan tidak memiliki sedikit pun rasa bersalah karena telah mengagetkannya.

Yola memejamkan mata sesaat, lalu berbalik.

Rayhan berdiri di dekat rak kayu, sebagian tubuhnya tertutup bayangan. Ia sudah mengganti kemejanya dengan kaus hitam polos, tetapi aura yang melekat padanya tidak menjadi lebih santai. Justru dalam cahaya temaram, wajahnya tampak lebih keras.

"Pak Rayhan," kata Yola, berusaha menjaga suaranya stabil. "Saya tidak tahu Anda di sini."

"Karena kamu tidak melihat."

"Ruangan ini biasanya kosong pada jam ini."

"Biasanya aku tidak ada di rumah."

Yola tidak punya jawaban untuk itu.

Rayhan melangkah mendekat. Tidak cepat, tetapi cukup untuk membuat Yola mundur satu langkah. Punggungnya hampir menyentuh meja memorial.

Mata Rayhan turun ke buku puisi Kevin. "Kamu menjaga semuanya seolah dia akan pulang."

"Saya menjaga karena dia tidak bisa pulang."

Untuk sesaat, ekspresi Rayhan berhenti bergerak.

Yola sadar kalimat itu terlalu jujur. Ia menggenggam sisi cardigan, mencoba menenangkan tangan.

"Anda mengambil saputangan Kevin," katanya. "Saya minta dikembalikan."

"Untuk apa?"

"Itu pemberiannya."

"Aku juga tahu itu."

"Kalau tahu, seharusnya Anda mengerti kenapa saya memintanya kembali."

Rayhan menatapnya lama. "Kamu selalu begini?"

"Begini bagaimana?"

"Tenang saat marah."

Yola terdiam.

Rayhan berhenti satu langkah di depannya. Jarak mereka tidak bersentuhan, tetapi cukup dekat untuk membuat Yola mencium aroma sabun dingin dan kopi dari tubuhnya.

"Kevin suka perempuan yang lembut," katanya.

Dada Yola berdenyut. "Jangan bicara seolah Anda mengenal saya."

"Aku mengenal Kevin."

"Tapi Anda tidak mengenal pernikahan kami."

Kalimat itu keluar sebelum Yola sempat menahannya.

Mata Rayhan menggelap.

Yola langsung tahu ia menyentuh sesuatu yang tajam. Bukan hanya duka. Ada luka lain di sana, lebih tua, lebih rumit, dan entah mengapa mengarah kepadanya.

"Pernikahan," ulang Rayhan.

Ia mengucapkan kata itu seperti menguji rasa pahit di lidah.

"Lima tahun," lanjut Yola, lebih pelan. "Saya berada di rumah ini sebagai istri Kevin. Saya tidak pernah meminta lebih dari tempat untuk mendoakannya."

"Dan sekarang?"

"Sekarang saya masih keluarganya."

"Keluarga siapa?"

Pertanyaan itu sama seperti sore tadi, hanya lebih rendah. Lebih berbahaya.

Yola mengangkat dagu sedikit. "Keluarga Liem."

Rayhan menatapnya.

Lilin di belakang Yola bergerak karena angin dari pintu. Bayangannya jatuh di dada Rayhan, bergetar sebentar sebelum hilang.

"Kalau begitu, berhenti bertingkah seperti tamu yang bisa pergi kapan saja."

Yola mengerutkan kening. "Saya tidak pernah berkata ingin pergi."

"Kamu tidak perlu mengatakannya."

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Rayhan merogoh saku celananya. Untuk satu detik, Yola mengira ia akan mengeluarkan saputangan itu. Namun yang keluar hanya ponsel. Layarnya menyala singkat, memperlihatkan pesan dari Ardi yang tidak sempat Yola baca.

Rayhan mematikan layar, lalu memasukkannya kembali.

"Besok pagi, kemasi barangmu."

Yola menatapnya. "Apa?"

"Mama, Denny, staf inti. Semua pindah ke mansion Menteng."

"Mansion Menteng?" Suara Yola nyaris hilang. "Kenapa tiba-tiba?"

"Karena aku memutuskan begitu."

"Ini rumah Kevin."

"Ini rumah Liem."

Yola merasakan darahnya mendingin.

Rayhan menunduk sedikit, suaranya lebih pelan dari sebelumnya.

"Dan di rumah Liem yang baru, Kak Yola, tidak ada pintu yang bisa kamu kunci dariku."

Lilin di belakang Yola padam oleh angin.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!