dunia yang asing

Hari-hari di Desa Hutan Kecil berlalu dengan lambat, namun bagi Ryn, setiap detik terasa sangat berharga. Ia tidak hanya hidup seperti anak desa biasa, melainkan menggunakan waktu luangnya untuk memahami dunia tempat ia terlahir kembali.

Setiap malam, setelah semua orang tertidur pulas, Ryn akan duduk bersila di sudut gubuk kecilnya dan mempraktikkan teknik kultivasi yang ia ingat. Berbeda dengan orang-orang di desa yang hanya mengonsumsi energi alam yang lembut dan murni, Ryn belajar memisahkan dan mengolah energi gelap yang tersimpan di dalam dirinya.

Ia telah mempelajari bahwa di dunia ini, sistem kekuatan dibagi menjadi sepuluh tingkatan utama: Tingkat Awal, Tingkat Pemula, Tingkat Ahli, Tingkat Master, Tingkat Raja, Tingkat Kaisar, Tingkat Dewa Rendah, Tingkat Dewa Tengah, Tingkat Dewa Tinggi, dan akhirnya Tingkat Pencipta. Namun, yang paling ironis adalah bahwa kekuatan yang ia miliki sekarang—kekuatan Iblis—tidak terdaftar dalam sistem ini dan dianggap sebagai kekuatan terlarang yang bertentangan dengan alam semesta.

"Di mata mereka, kegelapan adalah kejahatan," gumam Ryn sambil merasakan aliran energi yang mulai stabil di dalam tubuhnya. "Padahal cahaya dan kegelapan hanyalah dua sisi dari satu koin. Satu tidak bisa ada tanpa yang lain. Namun karena ketakutan, mereka memilih untuk mengucilkan salah satunya."

Saat itu, Ryn memutuskan untuk tidak membuka identitas aslinya sebelum ia cukup kuat. Ia harus menyesuaikan teknik kekuatannya agar tidak terdeteksi sebagai kekuatan terlarang oleh siapa pun. Ia akan menyamarkan energi gelapnya menjadi energi biasa yang mirip dengan energi manusia, namun tetap menjaga kualitasnya agar tidak melemah.

Suatu sore, saat Ryn sedang membantu Ibu Marta memanen sayuran di ladang belakang desa, kepala desa—seorang pria tua bernama Bapak Goren—datang bersama dua orang pemuda desa. Mereka berjalan dengan langkah tegas dan wajahnya tampak serius.

"Ryn," panggil Bapak Goren. Suaranya berat dan penuh wewenang. "Aku ingin bicara sedikit denganmu."

Ryn berhenti bekerja dan menoleh. Ia melihat ketegangan di wajah Bapak Goren, serta pandangan curiga dari kedua pemuda di belakangnya.

"Ada apa, Bapak?" tanya Ryn dengan sopan.

"Kamu sering pergi ke arah Hutan Terlarang, bukan?" tanya Bapak Goren langsung tanpa berbelit-belit. "Orang tua di desa sudah berkali-kali memperingatkan. Hutan itu bukan tempat bagi anak sepertimu. Di sana ada makhluk-makhluk jahat yang dipanggil oleh kekuatan gelap."

Ryn menunduk sedikit, namun tidak merasa takut. "Aku hanya berjalan ke pinggirannya saja, Bapak. Tidak pernah masuk terlalu dalam."

"Itu juga berbahaya!" seru salah satu pemuda bernama Luka. Ia adalah keponakan Bapak Goren dan salah satu anak yang paling sombong di desa. "Kamu pikir kamu siapa? Kamu hanya anak yang ditemukan di sana, jadi kamu merasa punya hubungan dengan tempat itu? Aku mendengar cerita dari kakekku bahwa di sana dulunya adalah tempat tinggal makhluk yang ingin menghancurkan dunia."

Ryn menatap Luka dan Bapak Goren dengan tenang. "Aku tidak bermaksud membahayakan siapa pun. Aku hanya ingin melihat sekeliling."

Bapak Goren menghela napas panjang, seolah sedang menahan emosinya. "Aku mengerti kamu anak yatim dan mungkin merasa kesepian, Ryn. Tapi demi keselamatan seluruh desa, aku memintamu untuk tidak mendekati hutan itu lagi. Jika kamu terus melanggar, aku akan meminta kamu meninggalkan desa ini."

Kalimat itu membuat Ibu Marta yang berdiri di samping Ryn menjadi cemas. "Bapak Goren, mohon berikan dia kesempatan. Dia anak yang baik dan tidak pernah menyusahkan siapa pun."

"Tidak bisa dihindari, Ibu Marta," jawab Bapak Goren dengan tegas. "Keamanan desa lebih penting daripada satu anak. Aku sudah memberi peringatan yang cukup."

Ryn merasakan tekanan di dadanya. Bukan tekanan fisik, melainkan tekanan karena ketidakadilan. Ia tahu bahwa ketakutan mereka bukan tanpa alasan, namun ketakutan itu membuat mereka menutup mata dari kebenaran.

"Baik, Bapak," jawab Ryn pelan. "Aku akan mematuhi perintahmu. Aku tidak akan mendekati Hutan Terlarang lagi."

Bapak Goren tampak lega mendengar jawaban itu. "Baiklah. Ingatlah perkataanku. Sekarang kembali ke rumah dan jangan keluar sembarangan."

Setelah mereka pergi, Ibu Marta menatap Ryn dengan wajah khawatir. "Maafkan mereka, Ryn. Mereka hanya takut. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ada di sana."

"Aku tidak marah, Ibu," jawab Ryn sambil tersenyum tipis. "Tapi suatu hari nanti, mereka akan mengerti bahwa apa yang mereka takuti sebenarnya bukan musuh, melainkan bagian dari dunia ini."

Malam harinya, Ryn duduk di gubuknya dan memikirkan percakapan tadi. Ia mulai menyadari bahwa tinggal di desa kecil ini tidak akan membantunya berkembang. Pengetahuan dan kekuatan yang ia butuhkan tidak bisa didapatkan hanya dengan bekerja di ladang dan berburu. Ia butuh guru, ia butuh literatur, dan ia butuh tempat di mana orang tidak akan menghakiminya hanya karena jenis kekuatan yang ia gunakan.

"Desa ini adalah kandang sementara," pikirnya. "Aku akan tinggal di sini sebentar lagi untuk menyempurnakan dasar kekuatanku, tapi kemudian aku harus pergi. Aku harus memasuki dunia besar dan mencari jalan untuk menjadi kuat kembali."

Saat ia sedang melatih energinya, tiba-tiba udara di sekitarnya berubah. Suasana menjadi dingin dan sunyi, seolah waktu berhenti sejenak. Ryn segera menghentikan gerakannya dan membuka matanya dengan waspada.

Di sudut ruangan yang gelap, sebuah bayangan perlahan mulai terbentuk. Bayangan itu tidak memiliki bentuk yang jelas, namun Ryn bisa merasakan kehadiran yang sangat tua dan kuat. Kehadiran itu tidak berniat jahat, melainkan seolah sedang mengamatinya dengan penuh minat.

"Kamu memiliki rasa yang aneh, anak kecil," suara itu terdengar di dalam pikiran Ryn, bukan keluar dari mulut bayangan itu. Suaranya lembut namun membawa kekuatan yang membuat Ryn tidak bisa bergerak.

"Siapa kamu?" tanya Ryn dengan tenang, meskipun hatinya sedikit berdebar.

"Aku hanyalah seorang pengembara yang lama tinggal di sini," jawab suara itu. "Aku sudah mengamatimu sejak kamu terbangun di desa ini. Aku melihat bagaimana kamu melatih dirimu, dan aku melihat bahwa di dalam dirimu ada api yang jauh lebih besar daripada yang kamu sadari."

Ryn menatap bayangan itu dengan tajam. "Apakah kamu juga menganggapku sebagai makhluk jahat karena kekuatanku?"

Bayangan itu perlahan bergerak mendekat, dan kini Ryn bisa melihat sepasang mata berwarna emas yang bersinar samar di tengah kegelapan.

"Kekuatan itu sendiri tidak baik atau buruk," kata sang pengembara. "Hanya tujuannya yang menentukan. Aku melihat bahwa kekuatan dalam dirimu bersumber dari keinginan untuk melindungi dan membalas ketidakadilan. Itu bukan sifat kejahatan. Itu sifat keberanian."

Ryn merasa lega mendengar kata-kata itu. Selama ini ia selalu merasa terisolasi dan dipandang rendah karena jenis kekuatannya. Mendengar penilaian dari makhluk yang begitu kuat membuatnya merasa bahwa ia tidak sendirian.

"Siapakah nama mu?" tanya Ryn.

"Nama lama sudah terlupakan," jawab sang pengembara. "Banyak orang memanggilku Tuan Bayangan. Aku tinggal di pinggiran hutan ini dan kadang membantu penduduk desa jika ada bahaya besar. Hari ini aku datang karena aku ingin menawarkan sesuatu padamu."

"Apa itu?"

"Aku bisa mengajarkanmu cara mengendalikan kekuatanmu dengan benar," ucap Tuan Bayangan. "Tapi ada syaratnya. Kamu harus tetap menjaga rahasia ini, dan suatu hari nanti, jika dunia membutuhkan, kamu harus memilih jalan yang benar, bukan jalan yang ditetapkan oleh orang lain."

Ryn terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Aku menerima tawaran itu. Aku siap belajar."

"Bagus," jawab Tuan Bayangan. "Mulai besok malam, datanglah ke tempatku di dalam hutan. Jangan memberitahu siapa pun. Dan ingatlah, jalan yang kamu pilih ini akan penuh rintangan, tapi itu adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran."

Setelah berkata demikian, bayangan itu perlahan menghilang dan udara kembali hangat seperti semula. Ryn duduk diam di tempatnya, merasakan harapan baru yang mulai tumbuh di dalam hatinya.

"Mulai besok, perjalanan nyataku akan dimulai," bisiknya. "Aku tidak akan kembali menjadi orang yang sama seperti sebelumnya. Aku akan menjadi kuat, dan suatu hari nanti, aku akan membalas semua yang telah dirampas dariku."

Episodes
1 kesadaran yang kembali
2 ingatan yang terbuka
3 dunia yang asing
4 ujian hidup
5 munculnya energi iblis
6 kehadiran guru tersembunyi
7 pelajaran pertama
8 serangan binatang buas
9 kepercayaan yang mulai terbentuk
10 kepastian yang mendatang
11 kota gerbang peradaban
12 pendaftaran di sekte
13 sistem kultivasi baru
14 ujian tahunan sekte
15 area terlarang
16 kebenaran yang tersembunyi
17 jebakan di lembah angin
18 persaingan yang meningkat
19 pertemuan antar sekte
20 pertandingan pertama
21 final dan pengujian sebenarnya
22 jalanbaru dan musuh baru
23 warisan yang tersembunyi
24 perjalanan ke pegunungan es abadi
25 pertemuan dan pertarungan di pulau kabut
26 persesian menjelang puncak dan masuk pintu surgawi
27 pertemuan dengan penguasa
28 perang diatas awan
29 dunia baru dan perjalanan baru
30 pesan dari luar batas
31 dunia luar dan gangguan keseimbangan
32 dunia cerita dan memori
33 dunia waktu yang berputar
34 dunia elemen di kota bayangan
35 gunung bintang yang tidak boleh dimasuki
36 pulau mimpi yang berbahaya
37 pusat kekuasaan dan kebenaran terakhir
38 kebenaran yang tetap hidup
39 jejak keseimbangan yang terus berjalan
40 pulau mimpi baru dan cerita baru
41 jejak yang tertinggal dari masa lalu yang lebih tua
42 keputusan yang mengubah segalanya dan ujian terakhir
43 rencana yang tak terbayangkan dan wajah asli kehampaan
44 takdir yang ditulis oleh diri sendiri
Episodes

Updated 44 Episodes

1
kesadaran yang kembali
2
ingatan yang terbuka
3
dunia yang asing
4
ujian hidup
5
munculnya energi iblis
6
kehadiran guru tersembunyi
7
pelajaran pertama
8
serangan binatang buas
9
kepercayaan yang mulai terbentuk
10
kepastian yang mendatang
11
kota gerbang peradaban
12
pendaftaran di sekte
13
sistem kultivasi baru
14
ujian tahunan sekte
15
area terlarang
16
kebenaran yang tersembunyi
17
jebakan di lembah angin
18
persaingan yang meningkat
19
pertemuan antar sekte
20
pertandingan pertama
21
final dan pengujian sebenarnya
22
jalanbaru dan musuh baru
23
warisan yang tersembunyi
24
perjalanan ke pegunungan es abadi
25
pertemuan dan pertarungan di pulau kabut
26
persesian menjelang puncak dan masuk pintu surgawi
27
pertemuan dengan penguasa
28
perang diatas awan
29
dunia baru dan perjalanan baru
30
pesan dari luar batas
31
dunia luar dan gangguan keseimbangan
32
dunia cerita dan memori
33
dunia waktu yang berputar
34
dunia elemen di kota bayangan
35
gunung bintang yang tidak boleh dimasuki
36
pulau mimpi yang berbahaya
37
pusat kekuasaan dan kebenaran terakhir
38
kebenaran yang tetap hidup
39
jejak keseimbangan yang terus berjalan
40
pulau mimpi baru dan cerita baru
41
jejak yang tertinggal dari masa lalu yang lebih tua
42
keputusan yang mengubah segalanya dan ujian terakhir
43
rencana yang tak terbayangkan dan wajah asli kehampaan
44
takdir yang ditulis oleh diri sendiri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!