munculnya energi iblis

Setelah peristiwa dengan Pengawal Cahaya, Ryn menjadi lebih berhati-hati namun tidak lagi merasa takut. Ia tahu bahwa bahaya selalu mengintai, dan satu-satunya cara untuk melindungi dirinya dan orang-orang yang ia sayangi adalah dengan menjadi lebih kuat.

Latihan dengan Tuan Bayangan berjalan semakin intensif. Malam demi malam, Ryn belajar teknik-teknik yang lebih mendalam. Ia mulai memahami bahwa inti kekuatannya tidak hanya sekadar energi biasa, melainkan sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama ribuan tahun.

Suatu malam, saat bulan purnama bersinar paling terang sepanjang tahun, Tuan Bayangan memberinya tugas yang paling sulit sejauh ini.

"Malam ini, kamu harus mencoba membuka segel yang mengikat sebagian besar kekuatan di dalam tubuhmu," kata Tuan Bayangan dengan serius. "Segel ini dipasang oleh para Dewa saat kamu terlahir kembali, untuk membatasi kekuatanmu agar tidak bisa bangkit kembali sepenuhnya."

Ryn menatap sang guru dengan mata berbinar. "Apakah aku bisa melakukannya?"

"Bukan dengan kekuatan fisik saja," jawab Tuan Bayangan. "Tapi dengan tekad dan kepercayaan pada dirimu sendiri. Ingatlah siapa kamu sebenarnya. Kamu bukan sekadar anak desa bernama Ryn. Kamu adalah Vorthar, Raja Iblis. Segel itu hanya batasan sementara."

Ryn menarik napas dalam-dalam dan duduk bersila di tengah gua. Ia menutup matanya dan mulai memusatkan seluruh perhatiannya ke dalam dirinya sendiri. Ia kembali mengingat ingatan masa lalunya, ingatan tentang kekuasaannya, tentang wilayah kegelapan, dan tentang pengkhianatan yang membuatnya terkurung selama ribuan tahun.

Perlahan-lahan, ia mulai menekan rasa marah dan dendam di dalam hatinya. Bukan untuk membiarkan emosi itu menguasainya, melainkan untuk menggunakannya sebagai bahan bakar.

"Bangunlah..." bisiknya dalam hati. "Kembalilah..."

Tiba-tiba, di dalam dadanya, ia merasakan adanya tekanan yang kuat. Seperti ada batu besar yang menahan aliran air. Ryn tidak menyerah. Ia terus mendorong, terus berusaha membuka jalan bagi energi yang tertahan itu.

Lama waktu berlalu. Tubuh Ryn mulai bergetar halus. Suhu di dalam gua tiba-tiba turun drastis, hingga embun mulai terbentuk di dinding batu. Di sekitar tubuhnya, perlahan-lahan muncul cahaya berwarna ungu gelap yang awalnya sangat redup, namun perlahan mulai bersinar lebih terang.

"Berhasil..." gumam Ryn dengan napas terengah.

Saat itu, segel yang mengikat sebagian besar kekuatannya akhirnya retak. Energi gelap yang telah tertahan selama ribuan tahun mulai mengalir bebas di dalam tubuhnya, namun kali ini ia sudah bisa mengendalikannya.

Energi itu bukan lagi sekadar aliran biasa. Ini adalah energi yang sarat dengan kekuatan kuno, kebijaksanaan, dan otoritas. Ryn merasakan kekuatan baru yang mengalir di seluruh anggota tubuhnya. Ia bisa merasakan aliran udara di kejauhan, bisa mendengar suara serangga di bawah tanah, dan bisa merasakan keberadaan makhluk hidup dalam radius beberapa kilometer sekalipun.

Namun, perubahan ini juga memiliki efek samping. Karena segel itu retak, energi itu tidak lagi bisa disamarkan sepenuhnya seperti sebelumnya. Cahaya ungu itu mulai terlihat jelas, dan udara di sekitarnya terasa semakin dingin dan menekan.

Tuan Bayangan berdiri di sampingnya dengan wajah yang puas namun juga waspada.

"Bagus sekali," kata sang guru. "Sekarang kekuatanmu sudah mulai bangkit kembali. Namun hati-hati, semakin kuat kamu menjadi, semakin mudah pula kamu terdeteksi oleh mereka yang memiliki mata tajam. Mulai sekarang, kamu harus belajar menyeimbangkan antara kekuatan dan penyembunyian."

Ryn membuka matanya. Matanya yang tadinya cokelat gelap kini telah berubah menjadi warna ungu yang dalam dan memancarkan cahaya samar. Wajahnya tampak lebih dewasa dan tegas, tidak lagi seperti anak kecil yang polos.

"Aku mengerti, Guru," jawab Ryn. "Tapi ini berarti aku sudah bisa melindungi diriku sendiri sekarang."

"Belum sepenuhnya," jawab Tuan Bayangan. "Kekuatanmu sekarang setara dengan tingkat Pemula, tapi itu hanya sebagian kecil dari apa yang kamu miliki. Kamu masih harus melatihnya agar bisa menyatu dengan tubuh barumu ini."

Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang cepat mendekati gua. Suara itu tidak seperti langkah kaki hewan, melainkan langkah kaki manusia yang terlatih dengan baik.

Ryn segera menutup kembali sebagian besar cahaya energinya, namun tidak sepenuhnya—ia ingin tahu siapa yang datang.

Beberapa saat kemudian, seorang pria berjas putih masuk ke dalam gua. Pria itu memiliki rambut putih dan wajah yang tampak berusia sekitar lima puluh tahun, namun matanya tajam seperti elang. Ia mengenakan lambang yang sama dengan Pengawal Cahaya, namun dengan hiasan yang lebih mewah dan berkilau.

"Itu tidak mungkin..." gumam pria itu saat melihat Ryn. "Energi kegelapan... tapi tidak sekuat yang kuduga sebelumnya. Namun sudah cukup untuk membuatku tertarik."

Ryn berdiri dan menatap pria itu dengan tenang. "Siapa kamu?"

"Nama aku Kael, salah satu Pemimpin Tinggi Pengawal Cahaya," jawab pria itu sambil tersenyum tipis. "Aku datang ke sini karena aku merasakan adanya kekuatan yang tidak biasa di wilayah ini. Ternyata benar. Kamu adalah makhluk yang dicari oleh kami semua."

Tuan Bayangan maju selangkah, menghalangi pandangan Kael ke arah Ryn. "Dia masih anak-anak. Jangan berbuat sembarangan, Kael."

Kael menatap Tuan Bayangan dengan tatapan tidak hormat. "Ah, Tuan Bayangan yang tua. Kamu selalu menjadi pengganggu. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkanmu melindungi dia."

Kael mengangkat tangannya, dan di sekitarnya mulai muncul cahaya putih yang terang dan menyilaukan. "Kekuatan kegelapan adalah dosa besar di dunia ini. Aku harus menghapusnya dari muka bumi ini."

Ryn merasakan tekanan yang luar biasa datang dari arah Kael. Meskipun ia baru saja membuka sebagian kekuatannya, Kael sudah berada di tingkat yang jauh lebih tinggi. Namun, rasa takut tidak muncul di hati Ryn. Sebaliknya, rasa percaya diri yang besar tumbuh karena ia tahu bahwa ia tidak sendirian dan bahwa ia memiliki kekuatan yang lebih besar dari apa yang Kael sadari.

"Guru, biarkan aku menghadapinya," kata Ryn dengan suara yang tegas.

"Berhati-hatilah," bisik Tuan Bayangan. "Jangan tunjukkan semua kekuatanmu. Cukup untuk membuktikan bahwa kamu tidak bisa dengan mudah dikalahkan."

Ryn mengangguk dan maju ke depan. Ia mengeluarkan sedikit lagi energi gelapnya, namun kali ini ia menyamarkannya dengan cara yang berbeda. Energi itu tidak lagi terlihat sebagai kegelapan, melainkan sebagai bayangan yang bisa berubah bentuk.

"Kamu bilang aku jahat hanya karena menggunakan kekuatan yang berbeda," kata Ryn kepada Kael. "Tapi apakah kamu tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang-orang seperti kamu?"

"Tidak perlu banyak bicara," jawab Kael dingin. "Kalah dan ikutlah bersamaku."

Pertarungan pun dimulai. Kael menyerang dengan kecepatan yang luar biasa, mengirimkan serangan cahaya yang tajam dan kuat. Ryn tidak mundur. Ia menggunakan teknik yang diajarkan oleh Tuan Bayangan—menggunakan kecepatan dan kelicikan daripada kekuatan mentah.

Ia menghindari setiap serangan dengan mudah, bergerak seperti bayangan yang tidak bisa ditangkap. Setiap kali Kael menyerang, Ryn akan bergerak ke arah lain, dan sesekali ia mengeluarkan serangan kecil dari energi gelapnya yang disamarkan menjadi bayangan.

Meskipun serangannya tidak sekuat Kael, ketahanan Ryn jauh lebih baik. Ia tidak kelelahan secepat lawannya karena energi gelapnya sangat efisien.

"Apa ini?" tanya Kael dengan wajah terkejut. "Kamu menggunakan teknik yang tidak aku kenal. Kamu tidak selemah yang aku kira."

"Masih banyak hal yang belum kamu ketahui tentang aku," jawab Ryn.

Pertarungan berlangsung selama sepuluh menit. Akhirnya, Kael mulai lelah karena tidak bisa menembus pertahanan dan gerakan Ryn. Ryn tidak pernah menyerang untuk menyakiti, hanya untuk membela diri.

"Cukup," kata Ryn akhirnya. "Aku tidak ingin bertarung lebih jauh. Dan kamu tidak akan bisa menang."

Kael menatap Ryn dengan pandangan yang campur aduk—marah, terkejut, dan sedikit rasa hormat. "Kamu luar biasa. Tapi ini belum berakhir. Aku akan melaporkan ini ke markas pusat, dan suatu hari nanti, aku akan menangkapmu dengan pasti."

Setelah berkata demikian, Kael berbalik dan pergi dari gua dengan cepat.

Saat Kael sudah pergi, Tuan Bayangan menepuk bahu Ryn. "Kamu melakukan pekerjaan yang sangat baik. Kamu tidak hanya bertahan, tapi juga menunjukkan bahwa kamu memiliki potensi yang besar. Sekarang kamu sudah tahu tingkat bahaya yang kamu hadapi."

"Aku siap," jawab Ryn dengan yakin. "Aku tahu bahwa semakin kuat aku menjadi, semakin banyak musuh yang akan muncul. Tapi aku tidak akan pernah berhenti."

Malam itu, Ryn pulang dengan hati yang penuh semangat. Ia tahu bahwa perjalanannya baru saja menjadi lebih berbahaya, tapi itu tidak menghentikan langkahnya. Ia telah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia mampu mengendalikan kekuatannya, dan suatu hari nanti, ia akan siap menghadapi semua musuh yang ada di depannya.

Episodes
1 kesadaran yang kembali
2 ingatan yang terbuka
3 dunia yang asing
4 ujian hidup
5 munculnya energi iblis
6 kehadiran guru tersembunyi
7 pelajaran pertama
8 serangan binatang buas
9 kepercayaan yang mulai terbentuk
10 kepastian yang mendatang
11 kota gerbang peradaban
12 pendaftaran di sekte
13 sistem kultivasi baru
14 ujian tahunan sekte
15 area terlarang
16 kebenaran yang tersembunyi
17 jebakan di lembah angin
18 persaingan yang meningkat
19 pertemuan antar sekte
20 pertandingan pertama
21 final dan pengujian sebenarnya
22 jalanbaru dan musuh baru
23 warisan yang tersembunyi
24 perjalanan ke pegunungan es abadi
25 pertemuan dan pertarungan di pulau kabut
26 persesian menjelang puncak dan masuk pintu surgawi
27 pertemuan dengan penguasa
28 perang diatas awan
29 dunia baru dan perjalanan baru
30 pesan dari luar batas
31 dunia luar dan gangguan keseimbangan
32 dunia cerita dan memori
33 dunia waktu yang berputar
34 dunia elemen di kota bayangan
35 gunung bintang yang tidak boleh dimasuki
36 pulau mimpi yang berbahaya
37 pusat kekuasaan dan kebenaran terakhir
38 kebenaran yang tetap hidup
39 jejak keseimbangan yang terus berjalan
40 pulau mimpi baru dan cerita baru
41 jejak yang tertinggal dari masa lalu yang lebih tua
42 keputusan yang mengubah segalanya dan ujian terakhir
43 rencana yang tak terbayangkan dan wajah asli kehampaan
44 takdir yang ditulis oleh diri sendiri
Episodes

Updated 44 Episodes

1
kesadaran yang kembali
2
ingatan yang terbuka
3
dunia yang asing
4
ujian hidup
5
munculnya energi iblis
6
kehadiran guru tersembunyi
7
pelajaran pertama
8
serangan binatang buas
9
kepercayaan yang mulai terbentuk
10
kepastian yang mendatang
11
kota gerbang peradaban
12
pendaftaran di sekte
13
sistem kultivasi baru
14
ujian tahunan sekte
15
area terlarang
16
kebenaran yang tersembunyi
17
jebakan di lembah angin
18
persaingan yang meningkat
19
pertemuan antar sekte
20
pertandingan pertama
21
final dan pengujian sebenarnya
22
jalanbaru dan musuh baru
23
warisan yang tersembunyi
24
perjalanan ke pegunungan es abadi
25
pertemuan dan pertarungan di pulau kabut
26
persesian menjelang puncak dan masuk pintu surgawi
27
pertemuan dengan penguasa
28
perang diatas awan
29
dunia baru dan perjalanan baru
30
pesan dari luar batas
31
dunia luar dan gangguan keseimbangan
32
dunia cerita dan memori
33
dunia waktu yang berputar
34
dunia elemen di kota bayangan
35
gunung bintang yang tidak boleh dimasuki
36
pulau mimpi yang berbahaya
37
pusat kekuasaan dan kebenaran terakhir
38
kebenaran yang tetap hidup
39
jejak keseimbangan yang terus berjalan
40
pulau mimpi baru dan cerita baru
41
jejak yang tertinggal dari masa lalu yang lebih tua
42
keputusan yang mengubah segalanya dan ujian terakhir
43
rencana yang tak terbayangkan dan wajah asli kehampaan
44
takdir yang ditulis oleh diri sendiri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!