Takdir yang Tertukar⁴

    Di luar ruang gawat darurat.

    Xue Ling duduk disana sambil terus menangis. Seolah menyadari bahwa peristiwa hari ini tidak akan berakhir dengan baik, hatinya diliputi ketakutan. Ia hanya bisa meluapkan kegelisahan batinnya melalui tangisan tanpa henti.

    Xue Mo berdiri disampingnya dengan perasaan serba salah, tetapi tidak berani mengulurkan tangan untuk menghiburnya.

    Bagaimanapun juga, orang yang sedang menjalani penanganan darurat didalam sana adalah adik kandungnya sendiri.

    Sekalipun selama ini ia selalu berpihak pada Xue Ling, dalam situasi seperti sekarang. Terlebih lagi setelah paman Zhang menyaksikan langsung kejadian itu, ia tidak berani secara terang-terangan menunjukkan keberpihakkan.

    Bagaimana semua ini bisa terjadi?

    Bukankah Xue Ling mengatakan bahwa ia hanya pergi untuk meminta maaf?

    Mengapa justru membuat orang masuk keruang gawat darurat?

    Tidak lama kemudian, kakek keluarga Xue tiba. Bersamanya, ayah dan ibu Xue juga datang dengan tergesa-gesa.

    "Ayah..." ayah Xue tampak hendak mengatakan sesuatu.

    Namun kakek Xue mengangkat tangan, memotong ucapannya tanpa memberi kesempatan.

    "Aku tak ingin mendengar penjelasan. Xue Ba, tampaknya perkataanku sebagai orang tua sudah tidak lagi berarti apa-apa."

    Xue Ba adalah nama ayah Xue.

    Begitu kakek memanggilnya dengan menyebut nama lengkap, Xue Ba tahu bahwa kakek benar-benar murka.

    "Tidak, ayah. Aku sudah mengatur agar Xue Ling pindah. Hanya saja aku tidak menyangka ia berani datang ke rumah sakit untuk mencari Xue Yao. Ini salahku, aku tidak mendidiknya dengan baik."

    "Namanya Lin Ling. Apa hubungannya dengan keluarga Xue kita?"

    Lin adalah marga ayah kandung Xue Ling. Dengan ucapan itu, kakek secara tegas memutus garis antara dirinya dan Xue Ling.

    "Kakek, aku hanya datang untuk meminta maaf kepada adik. Aku tidak tahu mengapa ia bisa sampai seperti itu... Kakek, aku tidak melakukannya. Sungguh, aku tidak melakukan apapun."

    Xue Ling tiba-tiba melepaskan diri dari pelukan Xue Mo, melangkah cepat kedepan, lalu berlutut dihadapan kursi roda Kakek. Ia mencengkeram selimut dilutut kakek sambil menangis tersedu-sedu.

    Ia tidak mau menjadi Lin Ling!

    Rumah itu kecil, kotor, bahkan tidak sebesar kamar mandi dikamarnya dulu.

    Belum lagi ibu kandungnya yang berbicara dengan bau alkohol menyengat.

    Daripada menjadi Lin Ling, lebih baik ia meti saja.

    Mengapa Xue Yao begitu rapuh?

    Selama ini ia telah berkali-kali memprovokasinya, namun tidak pernah terjadi apa-apa. Mengapa justru hari ini semuanya menjadi seperti ini?

    Namun, kakek Xue sama sekali tidak tersentuh oleh tangisan itu.

    Ia menerima sebuah alat perekam suara dari tangan Zhan Xu, alat yang dipungut dari lantai ruang rawat.

    Kemudian, ia dengan tenang menekan tombol putar.

    "Bukan, jelas-jelas itu—"

    "Aku tahu kau cemburu karena Ayah, Ibu, dan kakak lebih memperhatikanku, sehingga kau melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Tetapi adik, kau adalah putri kandung mereka. Mana mungkin aku bisa dibandingkan denganmu."

    Percakapan diruang rawat terdengar jelas dari alat perekam tersebut.

    "Cukup cerdik. Datang membawa alat perekam untuk 'meminta maaf', begitu?"

    Melihat alat perekam itu, kakek Xue langsung memahami segalanya.

    Siasat murahan Lin Ling, dapat ia tembus hanya dengan sekali pandang.

    Wajah kakek mengeras, ia lalu melemparkan alat perekam itu dengan keras kelantai.

    Pecahan yang terlempar melintas disisi wajah Lin Ling, menggoreskan luka berdarah dipipinya.

    "Ah!"

    Sambil menutup wajahnya, Lin Ling terduduk dengan panik dilantai.

    Xue Mo pada akhirnya tidak tega melihat wanita yang dicintainya berada dalam keadaan begitu menyedihkan. Ia bangkit, menghampiri, lalu membantu Xue Ling berdiri dan memeluknya erat.

    "Kakek, ini salahku. Aku yang membawa A Ling kemari. Aku tidak menyangka Xue Yao hanya mendengar beberapa kata saja sudah begitu rapuh, sampai-sampai—"

    Plak

    Suara tamparan keras dan tegas langsung memotong ucapannya.

    "Diam! Yang ada didalam sana itu adik kandungmu!"

    Yang menamparnya adalah Xue Ba.

    Bukan karena ia begitu menyayangi Xue Yao, melainkan karena ia tahu betul bahwa Xue Mo tidak boleh terus memancing amarah kakek.

    Jika tidak, semua orang akan terkena imbasnya.

    Pandangan kakek Xue perlahan menyapu wajah orang-orang yang hadir.

    Putra sulung yang tampak adil namun sebenarnya melindungi, menantu perempuan yang menatap Lin Ling dengan penuh kekhawatiran, cucu sulung yang memeluk Lin Ling erat-erat, dan Lin Ling sendiri menangis tersedu-sedu bak bunga pir yang diguyur hujan. Tetapi tangannya mencengkeram Xue Mo dengan kuat.

    Ia merasa menyesal atas kebodohannya, membiarkan Xue Yao hidup begitu lama ditengah sekumpulan orang yang demikian tak berpikiran jernih.

    Terhadap Xue Ling, cucu yang telah ia besarkan selama delapan belas tahun, ia memang masih memiliki sedikit perasaan.

    Namun, ia tidak akan membiarkannya menindas cucu kandungnya sendiri. Apalagi sampai mengacaukan keluarga Xue dan menjadikan mereka bahan tertawaan.

    "Jika kalian bersikeras melindunginya, silakan. Kalian bisa ikut pindah bersamanya dari kediaman Shanse."

    Ucapan itu terdengar ringan, tetapi membuat wajah semua orang berubah drastis.

    Kediaman Shanse adalah tempat tinggal keluarga Xue Ba saat ini. Sekaligus rumah leluhur Keluarga Xue.

    Tinggal disana berarti pengakuan dari kakek Xue. Justru karena pindah ke kediaman Shanse inilah status Xue Mo sebagai pewaris diakui secara luas.

    Jika mereka harus pindah keluar, maka—

    "Ayah, A Mo hanya sedang bingung sesaat. Tenanglah, aku pasti akan menangani masalah ini dengan baik. Xue Yao adalah permata yang susah payah aku temukan kembali. Mana mungkin aku tidak menyayanginya? Ini salahku karena tidak mengurus urusan rumah tangga dengan baik hingga membuat ayah cemas."

    Xue Ba segera menundukkan kepala menyatakan kesetiaan. Dihadapan kakek, ia langsung menelepon pengurus kediaman Shanse.

     "Pengurus Wang, suruh orang-orang membereskan barang-barang dikamar Xue—Lin Ling. Kemasi semua barang pribadinya. Nanti aku akan membawanya kembali untuk mengambilnya."

    Setelah menutup telepon, ia menatap Lin Ling dengan wajah dingin.

    "Keluarga kami telah membesarkanmu selama bertahun-tahun dan tidak pernah berhutang apapun kepadamu. Namun, kau telah mencelakai Xue Yao sampai seperti ini. Aku tidak bisa lagi membiarkanmu tinggal. Nanti aku akan menyuruh orang mengantarmu kembali ke kediaman untuk mengambil barang-barangmu. Kedepan, baik atau buruk hidupmu, itu adalah takdirmu sendiri."

    Didalam hatinya, ia masih menyimpan sedikit rasa iba. Namun ia tahu, dalam situasi seperti sekarang, mengorbankan Lin Ling adalah pilihan terbaik.

    Paling tidak, ia masih bisa diam-diam menyuruh istrinya memberikan sejumlah uang agar Lin Ling tidak hidup terlalu menderita.

    Begitu kata-kata itu terucap, Xue Ling—tidak, Lin Ling langsung lunglai dalam pelukan Xue Mo.

    Belum sempat ia membuka mulut, pintu ruang gawat darurat terbuka.

    Kakek Xue segera memberi isyarat agar asistennya mendorong kursi roda kedepan.

    Xue Ba dan istrinya pun segera menyusul.

    Apapun yang mereka pikirkan dalam hati, saat ini mereka harus menampilkan sikap penuh kepedulian dan kasih sayang.

    "Kondisi pasien sudah stabil, tetapi mohon diperhatikan agar emosinya tidak kembali bergejolak. Jangan sampai ada rangsangan yang memicunya."

    Kakek Xue mengangguk pelan. Dengan tatapan penuh kasih, ia memandang Xue Yao yang didorong keluar dari ruang gawat darurat.

    Ia terbaring disana dengan wajah pucat, kemiripannya dengan sang nenek dimasa muda tampak semakin jelas.

    Hal itu justru membuat amarah kakek terhadap keluarga putra sulungnya semakin membara.

    "Soal Lin Ling, aku tidak ingin mengatakannya untuk kedua kalinya. Jika tidak, menurutku istri anak keduaku juga cukup pantas menjadi ibu Xue Yao."

    Baginya, mengganti status kependudukan hanyalah perkara sepele bagi keluarga Xue.

    Istri anak kedua yang dimaksud kakek adalah istri Xue Lan, paman kedua Xue Yao—bibi Xue Yao.

    Pada hari Xue Yao dirawat dirumah sakit, bibi tersebut datang menjenguk dan secara khusus membawakan sup buatannya sendiri untuk memulihkan tubuh Xue Yao.

    Terlepas dari apakah Xue Yao meminumnya atau tidak, niatnya sudah sangat jelas.

    Bagi seorang nyonya bangsawan, bersedia turun kedapur sendiri sudah merupakan bentuk perhatian yang besar.

    Kakek tentu tahu ada unsur pamer didalamnya, tetapi dibandingkan dengan putra sulungnya yang bahkan berpura-pura saja tidak becus. Kepura-puraan keluarga anak kedua justru terasa lebih layak dihargai.

    Xue Ba dan istrinya berdiri terpaku, menatap kakek Xue yang mengikuti ranjang Xue Yao kembali keruang rawat.

    Setelah sekian lama, pasangan suami istri itu saling berpandangan, mata mereka dipenuhi rasa pahit.

    Bagaimana semuanya bisa berkembang menjadi seperti ini?

Episodes
1 Takdir yang Tertukar
2 Takdir yang Tertukar²
3 Takdir yang Tertukar³
4 Takdir yang Tertukar⁴
5 Takdir yang Tertukar⁵
6 Takdir yang Tertukar⁶
7 Takdir yang Tertukar⁷
8 Takdir yang Tertukar⁸
9 Takdir yang Tertukar⁹
10 Takdir yang Tertukar¹⁰
11 Takdir yang Tertukar¹¹
12 Takdir yang Tertukar¹²
13 Takdir yang Tertukar¹³
14 Takdir yang Tertukar¹⁴
15 Takdir yang Tertukar¹⁵
16 Takdir yang Tertukar¹⁶
17 Takdir yang Tertukar¹⁷
18 Takdir yang Tertukar¹⁸
19 Takdir yang Tertukar¹⁹
20 Takdir yang Tertukar²⁰
21 Takdir yang Tertukar²¹
22 Takdir yang tertukar²²
23 Takdir yang Tertukar²³
24 Takdir yang Tertukar²⁴
25 Takdir yang Tertukar²⁵
26 Takdir yang Tertukar²⁶
27 Takdir yang Tertukar²⁷
28 Gagalnya Jebakan Pertunangan
29 Gagalnya Jebakan Pertunangan²
30 Gagalnya Jebakan Pertunangan³
31 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁴
32 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁵
33 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁶
34 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁷
35 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁸
36 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁹
37 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁰
38 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹¹
39 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹²
40 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹³
41 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁴
42 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁵
43 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁶
44 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁷
45 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁸
46 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁹
47 Gagalnya Jebakan Pertunangan²⁰
48 Gagalnya Jebakan Pertunangan²¹
49 Gagalnya Jebakan Pertunangan²²
50 Gagalnya Jebakan Pertunangan²³
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Takdir yang Tertukar
2
Takdir yang Tertukar²
3
Takdir yang Tertukar³
4
Takdir yang Tertukar⁴
5
Takdir yang Tertukar⁵
6
Takdir yang Tertukar⁶
7
Takdir yang Tertukar⁷
8
Takdir yang Tertukar⁸
9
Takdir yang Tertukar⁹
10
Takdir yang Tertukar¹⁰
11
Takdir yang Tertukar¹¹
12
Takdir yang Tertukar¹²
13
Takdir yang Tertukar¹³
14
Takdir yang Tertukar¹⁴
15
Takdir yang Tertukar¹⁵
16
Takdir yang Tertukar¹⁶
17
Takdir yang Tertukar¹⁷
18
Takdir yang Tertukar¹⁸
19
Takdir yang Tertukar¹⁹
20
Takdir yang Tertukar²⁰
21
Takdir yang Tertukar²¹
22
Takdir yang tertukar²²
23
Takdir yang Tertukar²³
24
Takdir yang Tertukar²⁴
25
Takdir yang Tertukar²⁵
26
Takdir yang Tertukar²⁶
27
Takdir yang Tertukar²⁷
28
Gagalnya Jebakan Pertunangan
29
Gagalnya Jebakan Pertunangan²
30
Gagalnya Jebakan Pertunangan³
31
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁴
32
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁵
33
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁶
34
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁷
35
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁸
36
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁹
37
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁰
38
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹¹
39
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹²
40
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹³
41
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁴
42
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁵
43
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁶
44
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁷
45
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁸
46
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁹
47
Gagalnya Jebakan Pertunangan²⁰
48
Gagalnya Jebakan Pertunangan²¹
49
Gagalnya Jebakan Pertunangan²²
50
Gagalnya Jebakan Pertunangan²³

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!