Takdir yang Tertukar⁵

    Ketika Xue Yao kembali terbangun, yang ia lihat adalah wajah Xue Ba dan istrinya yang tampak penuh kepedulian.

    Meskipun setelah dirinya jatuh kedanau, inilah kali pertama ia melihat kedua orang tuanya sebagai putri kandung mereka.

    "A Yao, kau sudah sadar?"

    Nyonya Xue mengulurkan tangan dengan wajah penuh kekhawatiran, hendak menyentuh pipi Xue Yao. Namun Xue Yao refleks menyusut kebelakang.

    "Ibu, apakah ibu datang untuk membawaku menemui dokter?"

    Senyum diwajah Xue Ba dan istrinya seketika membeku.

    "Dokter? Dokter apa?"

    Dari belakang, terdengar suara kakek Xue yang dipenuhi kebingungan.

    Begitu melihat sang kakek, Xue Yao seakan menemukan tempat berlindung. Ia segera mengulurkan tangan kearahnya.

    Kakek Xue didorong hingga ke sisi ranjang, lalu menggenggam tangan Xue Yao yang pucat.

    "Dokter apa? Apa lagi yang kalian sembunyikan dariku?"

    Karena kondisi kesehatannya, kakek Xue sudah lama tidak mengurusi urusan kediaman lama.

    Mengenai apa yang dialami Xue Yao selama ini, ia paling-paling hanya membaca laporan hasil penyelidikan.

    Namun soal Xue Yao yang diam-diam dibawa untuk menemui dokter kejiwaan, karena Xue Ba dan istrinya takut aib itu tersebar dan mempengaruhi nilai perjodohan Xue Yao dimasa depan, mereka menutupinya rapat-rapat. Hampir tidak ada yang mengetahuinya.

    "Tidak, tidak ada apa-apa. Xue Yao kan tubuhnya memang kurang baik, jadi kami mencarikan dokter untuknya."

    Nyonya Xue mencoba menjelaskan dengan tergagap, tetapi suaranya makin mengecil dibawah tatapan tajam kakek Xue.

    "Xue Ling mengatakan bahwa aku punya masalah kejiwaan, bahwa aku selalu ingin mencelakainya. Katanya, jika aku terus seperti ini, suatu hari nanti aku pasti akan mencelakai ayah, ibu, dan kakak. Karena itu... Karen itu ayah mencarikan dokter untuk mengobatiku."

    Xue Yao menggenggam erat tangan sang kakek. Air matanya jatuh seperti untaian mutiara yang terputus.

    "Kakek, aku tidak punya masalah kejiwaan. Aku juga tidak akan mencelakai siapapun. Aku benar-benar tidak."

    Ia terus mengulang kalimat itu, seolah takut kehilangan satu-satunya orang yang masih mempercayainya.

    Seorang gadis yang baru berusia delapan belas atau sembilan belas tahun, namun sudah ditetapkan oleh keluarganya sendiri sebagai bermasalah secara mental. Bahkan didatangkan dokter yang disebut-sebut untuk mengobatinya, dan diberikan berbagai obat psikiatri.

    Dokter yang tega mendiagnosis Xue Yao dengan gangguan mental jelas bukan orang yang berintegritas.

    Belakangan, ia bahkan menerima uang dari Xue Ling dan menggunakan metode kejut listrik yang sudah jelas dilarang dalam proses 'terapi'.

    Saat Xue Yao baru mengambil alih tubuh ini, ia sudah menyadari bahwa kondisi tubuh ini berada diujung batas.

    Tubuhnya sangat lemah, dan kondisi mentalnya sudah hampir runtuh. Sekalipun tidak terjadi insiden jatuh kedanau, mungkin tidak lama lagi ia akan menghancurkan dirinya sendiri.

    Dan semua itu adalah akibat perbuatan keluarganya sendiri.

    Kakek Xue menarik napas dalam-dalam.

    Dengan susah payah ia menahan emosinya , dan dengan suara lembut menenangkan cucu perempuan yang wajahnya sangat mirip mendiang istrinya.

    "Kakek percaya padamu. Jangan takut."

    Seumur hidupnya, kakek Xue tidak pandai menghibur orang. Ia hanya bisa mengulang kalimat itu berkali-kali, hingga akhirnya Xue Yao yang menangis tersedu-sedu tertidur kembali.

    Setelah memastikan Xue Yao tertidur dengan tenang, kakek Xue mengangkat pandangannya kearah Xue Ba dan istrinya yang berdiri disamping.

    "Kalian ikut aku keluar."

    Rombongan itupun keluar dengan senyap, dan pintu ruang rawat ditutup perlahan.

    Sementara itu, Xue Yao perlahan membuka matanya.

    Berpura-pura lemah, ia memang jarang melakukannya dikehidupan sebelumnya.

Tetapi tampaknya, cara ini benar-benar efektif.

    Pantas saja Xue Ling sangat gemar menggunakannya.

    Memang ada alasannya.

    Setelah kejadian ini, tampaknya Xue Ling harus kembali menjadi Lin Ling sepenuhnya, dan tidak akan bisa lagi bertahan di keluarga Xue.

    Namun, mengingat kasih sayang Xue Ba dan istrinya kepadanya, serta obsesi Xue Mo, sekalipun ia pindah keluar dan tidak lagi boleh berhubungan secara terang-terangan, hidupnya agaknya tidak akan terlalu menderita.

    Jika demikian, sudah saatnya ia diberi sedikit 'hiburan'.

    Kamar rawat Xue Yao adalah sebuah suite mewah, dengan ruang tamu besar diluar kamar.

    Saat ini, suasana diseluruh ruang tamu terasa sangat tegang.

     "Ayah, kami juga khawatir jika Xue Yao benar-benar memiliki gangguan mental. Jika sampai tersebar, tentu akan merusak nama baik keluarga Xue. Karena itu, kami... Kami juga tahu kami salah. Kedepannya kami pasti akan memperlakukannya dengan baik."

    Nyonya Xue segera menjelaskan dengan gugup.

    Sejak dulu, ia memang agak takut pada mertuanya.

    "Alasan itu, apakah kalian sendiri mempercayainya?"

    Kakek Xue tidak banyak bicara. Ia hanya mengangkat kepala dan menatap pasangan itu dengan dingin.

    Ada hal-hal yang tidak ingin ia ucapkan terlalu kejam.

    "Aku membawa Xue Yao pulang, tidak menyangka justru mencelakainya." kakek Xue menghela napas panjang, lalu melambaikan tangan. "Pergilah. Jangan datang lagi, agar tidak mengganggu pemulihan Xue Yao."

    Pasangan itu masih ingin menjelaskan, tetapi melihat raut wajah kakek Xue yang jelas tidak sabar, mereka akhirnya pergi dengan langkah berat dan berkali-kali menoleh kebelakang.

    "Zhang Xu."

    Kakek Xue terdiam lama diruang tamu sebelum akhirnya memanggil kepala pelayannya.

    "Tuan."

    Zhang Xu membungkuk hormat, mendengarkan perintah.

    "Kau kembali ke Kediaman Shanse. Awasi Lin Ling saat ia pindah. Ingat, marganya Lin bukan Xue. Apa yang boleh dan tidak boleh dibawa, kau tentu mengerti."

    Zhang Xu segera memahami maksud itu.

    "Baik."

    Di Kediaman Shanse.

    "Kak A Mo, aku tidak mau pergi, aku tidak mau pergi!"

    Karena takut Xue Mo kembali mengucapkan sesuatu yang dapat memancing amarah kakek dirumah sakit, Xue Ba dan istrinya menyuruhnya pulang lebih dulu.

    Bersamanya, Lin Ling pun ikut kembali.

    Saat ini, Lin Ling menatap koper-koper yang satu persatu dikeluarkan dari kamarnya. Ia memeluk lengan Xue Mo sambil menangis hingga hampir pingsan.

    Melihat wajah yang dicintainya menangis sedemikian rupa, Xue Mo diliputi kebencian terhadap ketidakberdayaannya sendiri.

    Seandainya ia adalah penguasa sah keluarga Xue, hari ini ia bisa mempertahankan A Ling.

    Bukan membiarkannya diusir hanya dengan satu kalimat dari sang kakek.

    "Tidak apa-apa, A Ling. Kau pindah dulu ke apartemen di Guomao. Tidak akan lama, aku pasti akan membawamu kembali."

    Sambil berbicara, ia menoleh kesekeliling. Setelah memastikan tidak ada orang lain didekat mereka, ia menunduk dan berbisik lembut ditelinga Lin Ling.

    "Sekalipun bukan sebagai putri, aku akan membawamu kembali sebagai menantu tertua keluarga Xue. Percayalah, semua penderitaan yang kau alami, aku mengingatnya."

    Janji itu diucapkannya dengan tulus, tetapi hati Lin Ling justru terasa hampa.

    Bagaimana mungkin ayah dan ibu menyetujuinya?!

    Hubungan mereka sebelumnya sudah hampir diketahui seluruh lingkaran sosial. Dari putri yang tertukar menjadi menantu, bagaimana mungkin keluarga Xue tidak kehilangan muka?

    Hanya dari latar belakang keluarganya saja, dirinya dan Xue Mo sudah mustahil bersama.

    Calon istri Xue Mo dimasa depan haruslah nona dari keluarga yang setara.

    Sedangkan dirinya?

    Ayah kandungnya kabur bersama perempuan lain, entah hidup atau mati.

    Ibu kandungnya pecandu alkohol, mudah mengamuk.

    Bahkan keluarga biasa pun akan berpikir berkali-kali sebelum menerima menantu seperti itu, apalagi keluarga Xue.

    Sejak awal, ia menggoda Xue Mo hanya untuk memanfaatkan pengaruhnya agar bisa tetap tinggal dikeluarga Xue.

    Selama ia masih berada dikeluarga Xue, ia bisa menggunakan nama keluarga itu untuk menikah dengan pria dari keluarga setara, melanjutkan hidup mewahnya.

    Ia juga bisa memanfaatkan hubungan emosionalnya dengan Xue Mo agar keluarga Xue terus menjadi sandaran baginya.

    Namun kini, semuanya telah hancur.

    "Barang-barang Nona Lin Ling sudah dirapikan? Tuan menyuruhku memeriksanya."

    Tiba-tiba terdengar suara dari belakang.

    Itu Zhang Xu.

    Ia berdiri diaula, menatap tumpukan koper dengan senyum tipis.

    "Jumlahnya sepertinya tidak tepat. Kalau tidak salah, ketika nona Lin Ling kembali ke keluarga Xue dulu. Bukankah ia hanya membawa satu koper?"

    Apa maksudnya?

    Tubuh Lin Ling mendadak terasa dingin.

Episodes
1 Takdir yang Tertukar
2 Takdir yang Tertukar²
3 Takdir yang Tertukar³
4 Takdir yang Tertukar⁴
5 Takdir yang Tertukar⁵
6 Takdir yang Tertukar⁶
7 Takdir yang Tertukar⁷
8 Takdir yang Tertukar⁸
9 Takdir yang Tertukar⁹
10 Takdir yang Tertukar¹⁰
11 Takdir yang Tertukar¹¹
12 Takdir yang Tertukar¹²
13 Takdir yang Tertukar¹³
14 Takdir yang Tertukar¹⁴
15 Takdir yang Tertukar¹⁵
16 Takdir yang Tertukar¹⁶
17 Takdir yang Tertukar¹⁷
18 Takdir yang Tertukar¹⁸
19 Takdir yang Tertukar¹⁹
20 Takdir yang Tertukar²⁰
21 Takdir yang Tertukar²¹
22 Takdir yang tertukar²²
23 Takdir yang Tertukar²³
24 Takdir yang Tertukar²⁴
25 Takdir yang Tertukar²⁵
26 Takdir yang Tertukar²⁶
27 Takdir yang Tertukar²⁷
28 Gagalnya Jebakan Pertunangan
29 Gagalnya Jebakan Pertunangan²
30 Gagalnya Jebakan Pertunangan³
31 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁴
32 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁵
33 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁶
34 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁷
35 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁸
36 Gagalnya Jebakan Pertunangan⁹
37 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁰
38 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹¹
39 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹²
40 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹³
41 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁴
42 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁵
43 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁶
44 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁷
45 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁸
46 Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁹
47 Gagalnya Jebakan Pertunangan²⁰
48 Gagalnya Jebakan Pertunangan²¹
49 Gagalnya Jebakan Pertunangan²²
50 Gagalnya Jebakan Pertunangan²³
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Takdir yang Tertukar
2
Takdir yang Tertukar²
3
Takdir yang Tertukar³
4
Takdir yang Tertukar⁴
5
Takdir yang Tertukar⁵
6
Takdir yang Tertukar⁶
7
Takdir yang Tertukar⁷
8
Takdir yang Tertukar⁸
9
Takdir yang Tertukar⁹
10
Takdir yang Tertukar¹⁰
11
Takdir yang Tertukar¹¹
12
Takdir yang Tertukar¹²
13
Takdir yang Tertukar¹³
14
Takdir yang Tertukar¹⁴
15
Takdir yang Tertukar¹⁵
16
Takdir yang Tertukar¹⁶
17
Takdir yang Tertukar¹⁷
18
Takdir yang Tertukar¹⁸
19
Takdir yang Tertukar¹⁹
20
Takdir yang Tertukar²⁰
21
Takdir yang Tertukar²¹
22
Takdir yang tertukar²²
23
Takdir yang Tertukar²³
24
Takdir yang Tertukar²⁴
25
Takdir yang Tertukar²⁵
26
Takdir yang Tertukar²⁶
27
Takdir yang Tertukar²⁷
28
Gagalnya Jebakan Pertunangan
29
Gagalnya Jebakan Pertunangan²
30
Gagalnya Jebakan Pertunangan³
31
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁴
32
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁵
33
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁶
34
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁷
35
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁸
36
Gagalnya Jebakan Pertunangan⁹
37
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁰
38
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹¹
39
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹²
40
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹³
41
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁴
42
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁵
43
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁶
44
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁷
45
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁸
46
Gagalnya Jebakan Pertunangan¹⁹
47
Gagalnya Jebakan Pertunangan²⁰
48
Gagalnya Jebakan Pertunangan²¹
49
Gagalnya Jebakan Pertunangan²²
50
Gagalnya Jebakan Pertunangan²³

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!