Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 1)

Auman itu mengguncang udara.

Jantung Leon berdegup semakin cepat. Ia belum pernah mendengar suara binatang sekeras itu. Bukan sekadar keras, tetapi membawa tekanan yang membuat napasnya terasa berat.

Tanah kembali bergetar.

Daun-daun di pepohonan berguguran, sementara kawanan burung beterbangan meninggalkan hutan seolah sedang menghindari sesuatu yang mengerikan.

Leon menelan ludah.

"Apa itu...?"

Lyra tetap berdiri dengan tenang. Tidak ada sedikit pun kepanikan di wajahnya.

"Musuh pertamamu."

Leon menatapnya tidak percaya.

"Musuh? Maksudmu aku harus melawannya?"

"Tentu."

"Tapi aku bahkan tidak punya senjata!"

"Itu memang bagian dari ujian."

Leon mengepalkan tangan.

"Kalau aku mati?"

Lyra terdiam sejenak sebelum menjawab.

"Kalau kamu mati di dunia simulasi, kesadaranmu akan kembali ke dunia nyata."

Leon menghela napas lega.

Namun sebelum rasa lega itu bertahan lama, Lyra melanjutkan ucapannya.

"...Tetapi semua hasil latihanmu akan hilang."

"...Apa?"

"Kamu harus memulai semuanya dari awal."

Leon membeku.

Baginya, hukuman itu hampir sama buruknya dengan kematian.

Ia menarik napas dalam-dalam dan memaksa dirinya tetap tenang.

"Panik tidak akan menyelesaikan apa pun."

Kalimat itu selalu diingatnya sejak kecil. Ayahnya pernah berkata bahwa orang yang masih bisa berpikir saat bahaya datang memiliki peluang hidup jauh lebih besar dibandingkan orang yang hanya mengandalkan keberanian.

Leon mengamati keadaan sekitar.

Padang rumput ini terlalu terbuka.

Kalau monster itu menyerang, ia tidak punya tempat bersembunyi.

Di sebelah kanan terdapat beberapa batu besar.

Di belakangnya terbentang hutan.

Sedangkan di sebelah kiri, sebuah sungai kecil mengalir tenang.

"Aku harus mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata."

Tanpa menunggu lebih lama, Leon berlari menuju kumpulan batu.

Ia mengambil sebuah ranting tebal.

Sekali ayun.

Krak!

Ranting itu patah menjadi dua.

"Terlalu rapuh."

Ia membuangnya lalu mencari yang lain.

Beberapa saat kemudian, ia menemukan sepotong dahan pohon yang sudah mengering.

Panjangnya sekitar satu setengah meter.

Cukup berat.

Namun masih bisa diayunkan.

Leon mencoba menggerakkannya beberapa kali.

"Setidaknya lebih baik daripada tangan kosong."

Lyra memperhatikan dari kejauhan.

Senyum kecil muncul di bibirnya.

"Kamu bahkan tidak berpikir untuk kabur."

Leon tidak mengalihkan pandangannya dari arah hutan.

"Kalau benar tempat ini dibuat untuk melatihku..."

"...berarti cepat atau lambat aku tetap harus bertarung."

"Itu jawaban yang benar."

Getaran tanah kembali terasa.

Kali ini jauh lebih kuat.

Pepohonan di depan bergoyang hebat.

Beberapa batang pohon bahkan tumbang begitu saja.

Leon menggenggam erat dahan kayu di tangannya.

Lalu...

Seekor makhluk keluar dari balik pepohonan.

Tinggi tubuhnya hampir dua meter.

Seluruh badannya dipenuhi bulu hitam kusam.

Kedua lengannya sangat panjang hingga hampir menyentuh tanah.

Mulutnya dipenuhi taring tajam.

Sepasang mata merah menyala menatap Leon tanpa berkedip.

Makhluk itu mengendus udara.

Lalu menggeram pelan.

【Wolf Ape Lv.1】

Tulisan biru muncul di atas kepala monster itu.

Leon mengerutkan dahi.

"Jadi aku bisa melihat level monster..."

Belum sempat ia berpikir lebih jauh.

GRAAAAH!

Wolf Ape menerjang.

Begitu cepat.

Leon refleks berguling ke samping.

BOOM!

Tanah tempatnya berdiri tadi langsung retak akibat pukulan monster itu.

Debu beterbangan.

Leon membelalakkan mata.

"Kalau tadi aku terlambat sedikit..."

Ia tidak berani membayangkan akibatnya.

Monster itu kembali menyerang.

Kali ini cakar kanannya menyapu dari samping.

Leon mengangkat dahan kayunya untuk menahan.

BRAK!

Benturan keras membuat kedua tangannya mati rasa.

Tubuhnya terpental beberapa meter dan jatuh berguling di atas rumput.

Dahan kayu itu retak.

"Sial..."

"Tenaganya terlalu besar."

Wolf Ape kembali menggeram.

Namun anehnya, monster itu tidak langsung menyerang lagi.

Ia berjalan memutari Leon perlahan, seperti seekor predator yang sedang menikmati ketakutan mangsanya.

Leon memanfaatkan kesempatan itu untuk mengatur napas.

Ia sadar satu hal.

Ia tidak mungkin menang jika mengadu kekuatan.

Satu-satunya peluang adalah menggunakan otak.

Matanya menyapu sekeliling.

Batu besar...

Sungai...

Lereng kecil...

Semua itu mungkin bisa dimanfaatkan.

"Tidak mungkin sistem memberiku ujian yang mustahil."

"Harus ada cara."

Di kejauhan, Lyra hanya mengamati tanpa berniat membantu.

Sebagai Administrator, ia memang memiliki kekuatan yang luar biasa.

Namun ada satu aturan mutlak yang tidak bisa ia langgar.

Ia tidak boleh ikut campur dalam ujian pertama seorang pengguna.

Jika aturan itu dilanggar...

Bahkan seorang Administrator pun akan menerima hukuman.

Leon tidak mengetahui hal tersebut.

Yang ia tahu hanya satu.

Mulai saat ini...

Tidak ada siapa pun yang akan menyelamatkannya selain dirinya sendiri.

Wolf Ape tiba-tiba meraung keras.

Lalu menerjang sekali lagi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.

Leon menggenggam erat dahan kayunya.

Tatapannya berubah tajam.

"Kalau begitu..."

"...aku akan bertaruh pada satu kesempatan ini."

Episodes
1 Prolog — Notifikasi yang Diabaikan Dunia
2 Bab 1 — Dunia Simulasi
3 Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 1)
4 Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 2)
5 Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 1)
6 Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 2)
7 Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 1)
8 Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 2)
9 Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 1)
10 Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 2)
11 Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 1)
12 Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 2)
13 Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 1)
14 Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 2)
15 Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 1)
16 Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 2)
17 Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 1)
18 Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 2)
19 Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 1)
20 Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 2)
21 Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 1)
22 Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 2)
23 Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 1)
24 Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 2)
25 Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 1)
26 Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 2)
27 Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 1)
28 Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 2)
29 Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 1)
30 Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 2)
31 Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 1)
32 Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 2)
33 Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 1)
34 Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 2)
35 Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 1)
36 Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 2)
37 Bab 19 — Kebenaran Sang Pewaris
38 Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 1)
39 Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 2)
40 Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 1)
41 Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 2)
42 Bab 22 — Analisis Tempur
43 Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 1)
44 Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 2)
45 Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 1)
46 Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 2)
47 Bab 25 — Menara Ujian Lantai 2 (Bagian 2)
48 Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 1)
49 Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 2)
50 Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 1)
51 Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 2)
52 Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 1)
53 Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 2)
54 Bab 29 — Menara Jam Eldoria (Akhir Lantai 4)
55 Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 1)
56 Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 2)
57 Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 1)
58 Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 2)
59 Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 1)
60 Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 2)
61 Bab 33 — Penjaga Takdir (Akhir Arc Menara)
62 Bab 34 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
63 Bab 35 — Hutan Purba Guardian
64 Bab 36 — Kotak Warisan Penjaga
65 Bab 37 — Kepulangan Sang Pemburu
66 Bab 38 — Bayangan di Utara
67 Bab 39 — Pedang Seorang Pewaris
68 Bab 40 — Pedang yang Memilih Pewaris
69 Bab 41 — Ekspedisi ke Hutan Ashen
70 Bab 42 — Gelombang Pertama
71 Bab 43 — Ogre yang Terkontaminasi
72 Bab 44 — Pengamat dari Kegelapan
73 Bab 45 — Petunjuk Menuju Guardian Kelima
74 Bab 46 — Ujian Sang Penguasa Langit
75 Bab 47 — Inti Harmoni
76 Bab 48 — Lautan Aetherion
77 Bab 49 — Penguasa Lautan
78 Bab 50 — Pengakuan Sang Penguasa Lautan
79 Bab 51 — Menara Hitam yang Muncul dari Langit
80 Bab 52 — Jalan Menuju World Tree
81 Bab 53 — World Tree, Jantung Arvend
82 Bab 54 — Ujian Sang Pewaris Pertama
83 Bab 55 — Jantung World Tree
84 Bab 56 — Kebenaran yang Tersegel
85 Bab 57 — Pewaris Sejati Tujuh Guardian
86 Bab 58 — Awal dari Legenda
87 Bab 59 — Hitung Mundur Menuju Hari Kiamat
88 Bab 60 — Panggilan Ketujuh Guardian
89 Bab 61 — Medan Perang Terakhir
90 Bab 62 — Pertarungan Melawan Sang Herald
91 Bab 63 — Akhir Sang Herald
92 Bab 64 — Raja Abyss
93 Bab 65 — Guardian's Dominion
94 Bab 66 — Warisan dan Keputusasaan
95 Bab 67 — Jalan yang Berbeda
96 Bab 68 — Kebenaran di Balik Simulasi
97 Bab 69 — Ujian Terakhir Sang Pewaris
98 Bab 70 — Tebasan yang Menentukan Takdir
99 Bab 71 — Perpisahan dan Awal yang Baru
100 Bab 72 — Awal Kiamat
101 Bab 73 — Misi Utama Baru
102 Bab 74 — Topeng Sang Penjaga
103 Bab 75 — Gerbang Pertama
104 Bab 76 — Era Kebangkitan.
105 Bab 77 — Bos Gerbang Pertama
106 Bab 78 — Hadiah Sang Penakluk
107 Bab 79 — Era Baru Dimulai
108 Bab 80 — Asosiasi Hunter Indonesia
109 Bab 81 — Penjaga Relik Pertama
110 Bab 82 — Ujian Sang Penjaga Dunia
111 Bab 83 — Pengakuan Empat Roh Elemental
112 Bab 84 — Relik Dunia Pertama
113 Bab 85 — Hunter Rank S Indonesia
114 Bab 86 — Ksatria dari Abyss
115 Bab 87 — Memasuki Dungeon
116 Bab 88 — Jenderal Abyss Pertama
117 Bab 89 — Manifestasi Tujuh Guardian
118 Bab 90 — Lahirnya Sang Guardian
119 Bab 91 — Perjalanan Menuju Segitiga Bermuda
120 Bab 92 — Kota yang Hilang di Dasar Laut
121 Bab 93 — Penguasa Atlantis Sanctuary
122 Bab 94 — Guardian Relik Dunia Kedua
123 Bab 95 — Ujian Seorang Pewaris
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Prolog — Notifikasi yang Diabaikan Dunia
2
Bab 1 — Dunia Simulasi
3
Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 1)
4
Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 2)
5
Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 1)
6
Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 2)
7
Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 1)
8
Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 2)
9
Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 1)
10
Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 2)
11
Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 1)
12
Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 2)
13
Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 1)
14
Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 2)
15
Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 1)
16
Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 2)
17
Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 1)
18
Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 2)
19
Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 1)
20
Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 2)
21
Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 1)
22
Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 2)
23
Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 1)
24
Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 2)
25
Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 1)
26
Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 2)
27
Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 1)
28
Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 2)
29
Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 1)
30
Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 2)
31
Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 1)
32
Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 2)
33
Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 1)
34
Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 2)
35
Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 1)
36
Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 2)
37
Bab 19 — Kebenaran Sang Pewaris
38
Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 1)
39
Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 2)
40
Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 1)
41
Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 2)
42
Bab 22 — Analisis Tempur
43
Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 1)
44
Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 2)
45
Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 1)
46
Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 2)
47
Bab 25 — Menara Ujian Lantai 2 (Bagian 2)
48
Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 1)
49
Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 2)
50
Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 1)
51
Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 2)
52
Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 1)
53
Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 2)
54
Bab 29 — Menara Jam Eldoria (Akhir Lantai 4)
55
Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 1)
56
Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 2)
57
Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 1)
58
Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 2)
59
Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 1)
60
Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 2)
61
Bab 33 — Penjaga Takdir (Akhir Arc Menara)
62
Bab 34 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
63
Bab 35 — Hutan Purba Guardian
64
Bab 36 — Kotak Warisan Penjaga
65
Bab 37 — Kepulangan Sang Pemburu
66
Bab 38 — Bayangan di Utara
67
Bab 39 — Pedang Seorang Pewaris
68
Bab 40 — Pedang yang Memilih Pewaris
69
Bab 41 — Ekspedisi ke Hutan Ashen
70
Bab 42 — Gelombang Pertama
71
Bab 43 — Ogre yang Terkontaminasi
72
Bab 44 — Pengamat dari Kegelapan
73
Bab 45 — Petunjuk Menuju Guardian Kelima
74
Bab 46 — Ujian Sang Penguasa Langit
75
Bab 47 — Inti Harmoni
76
Bab 48 — Lautan Aetherion
77
Bab 49 — Penguasa Lautan
78
Bab 50 — Pengakuan Sang Penguasa Lautan
79
Bab 51 — Menara Hitam yang Muncul dari Langit
80
Bab 52 — Jalan Menuju World Tree
81
Bab 53 — World Tree, Jantung Arvend
82
Bab 54 — Ujian Sang Pewaris Pertama
83
Bab 55 — Jantung World Tree
84
Bab 56 — Kebenaran yang Tersegel
85
Bab 57 — Pewaris Sejati Tujuh Guardian
86
Bab 58 — Awal dari Legenda
87
Bab 59 — Hitung Mundur Menuju Hari Kiamat
88
Bab 60 — Panggilan Ketujuh Guardian
89
Bab 61 — Medan Perang Terakhir
90
Bab 62 — Pertarungan Melawan Sang Herald
91
Bab 63 — Akhir Sang Herald
92
Bab 64 — Raja Abyss
93
Bab 65 — Guardian's Dominion
94
Bab 66 — Warisan dan Keputusasaan
95
Bab 67 — Jalan yang Berbeda
96
Bab 68 — Kebenaran di Balik Simulasi
97
Bab 69 — Ujian Terakhir Sang Pewaris
98
Bab 70 — Tebasan yang Menentukan Takdir
99
Bab 71 — Perpisahan dan Awal yang Baru
100
Bab 72 — Awal Kiamat
101
Bab 73 — Misi Utama Baru
102
Bab 74 — Topeng Sang Penjaga
103
Bab 75 — Gerbang Pertama
104
Bab 76 — Era Kebangkitan.
105
Bab 77 — Bos Gerbang Pertama
106
Bab 78 — Hadiah Sang Penakluk
107
Bab 79 — Era Baru Dimulai
108
Bab 80 — Asosiasi Hunter Indonesia
109
Bab 81 — Penjaga Relik Pertama
110
Bab 82 — Ujian Sang Penjaga Dunia
111
Bab 83 — Pengakuan Empat Roh Elemental
112
Bab 84 — Relik Dunia Pertama
113
Bab 85 — Hunter Rank S Indonesia
114
Bab 86 — Ksatria dari Abyss
115
Bab 87 — Memasuki Dungeon
116
Bab 88 — Jenderal Abyss Pertama
117
Bab 89 — Manifestasi Tujuh Guardian
118
Bab 90 — Lahirnya Sang Guardian
119
Bab 91 — Perjalanan Menuju Segitiga Bermuda
120
Bab 92 — Kota yang Hilang di Dasar Laut
121
Bab 93 — Penguasa Atlantis Sanctuary
122
Bab 94 — Guardian Relik Dunia Kedua
123
Bab 95 — Ujian Seorang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!