Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 1)

Embun pagi masih menggantung di ujung rerumputan.

Leon berdiri diam di tepi sungai kecil, memandangi tubuh Wolf Ape yang tergeletak tak bernyawa. Dada makhluk itu tak lagi naik turun. Mata merahnya yang sebelumnya dipenuhi keganasan kini kehilangan cahaya, menyisakan tatapan kosong yang mengarah ke langit.

Untuk beberapa saat, tidak ada suara selain gemericik air sungai dan embusan angin yang menggoyangkan dedaunan.

Leon mengembuskan napas panjang.

Baru sekarang ia menyadari betapa cepat jantungnya berdetak. Kedua telapak tangannya masih gemetar, bukan karena kelelahan semata, melainkan karena tubuhnya belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa ia baru saja bertarung demi mempertahankan hidup.

"Jadi... beginikah rasanya menghadapi kematian?"

Di dunia asalnya, pertarungan terbesar yang pernah ia alami hanyalah adu mulut dengan pelanggan yang marah saat bekerja di minimarket. Ia tidak pernah membayangkan suatu hari harus menusukkan kayu ke mata monster demi tetap bernapas.

Perlahan, tubuh Wolf Ape mulai berubah.

Bulu hitamnya memudar menjadi butiran cahaya. Daging dan tulangnya hancur menjadi partikel-partikel kecil yang melayang ke udara seperti debu yang tertiup angin.

Leon menyipitkan mata.

"Mayatnya... menghilang?"

Beberapa detik kemudian, tidak ada lagi jejak monster itu.

Yang tertinggal hanyalah sebuah kristal merah seukuran telur ayam dan sebuah peti kayu kecil berwarna hitam yang sebelumnya tersembunyi di bawah tubuh Wolf Ape.

"Peti?"

Leon menoleh ke arah Lyra.

Gadis berambut perak itu hanya tersenyum tipis.

"Silakan ambil. Itu milikmu."

"Milikku?"

"Monster di dunia simulasi akan meninggalkan hadiah setelah dikalahkan. Namun tidak semuanya menjatuhkan peti. Bisa dibilang, keberuntunganmu cukup baik."

Leon mendekati peti tersebut dengan hati-hati.

Kayunya berwarna hitam pekat, tetapi dihiasi garis-garis emas yang membentuk pola aneh. Saat telapak tangannya menyentuh permukaannya, peti itu langsung memancarkan cahaya lembut.

Ding!

【Peti Kayu Tingkat Rendah】

Apakah Anda ingin membukanya?

Ya / Tidak

Leon memilih Ya.

Klik.

Tutup peti terbuka dengan sendirinya.

Cahaya putih memenuhi pandangannya selama beberapa detik sebelum perlahan menghilang.

Di dalam peti hanya terdapat dua benda.

Sebuah kantong kulit kecil.

Dan sebuah cincin hitam tanpa hiasan.

Leon mengambil kantong kulit itu terlebih dahulu.

Saat membukanya, ia menemukan belasan koin berwarna perak yang terasa dingin di telapak tangannya.

【Koin Sistem ×15】

Mata uang universal yang digunakan di Dunia Simulasi.

"Koin?"

Leon membolak-balik salah satunya.

Di permukaannya terdapat ukiran pohon raksasa yang akarnya menjalar hingga memenuhi seluruh sisi koin.

Ia belum mengetahui fungsi benda itu, tetapi instingnya mengatakan bahwa koin tersebut akan sangat berguna di masa depan.

Kemudian ia mengambil cincin hitam.

Bentuknya sederhana, bahkan terlihat kusam.

Namun saat menyentuhnya, sebuah informasi baru muncul.

【Cincin Penyimpanan Tingkat Rendah】

Ruang Penyimpanan: 5 Meter Kubik.

Status: Belum Terikat.

Leon membelalakkan mata.

"Ruang penyimpanan?"

Ia segera mengenakan cincin itu di jari telunjuk kirinya.

Sesaat kemudian, ia merasakan hubungan aneh antara pikirannya dan cincin tersebut.

Saat ia memikirkan kristal merah di tanah...

Whoosh!

Kristal itu menghilang.

Beberapa saat kemudian, ketika ia membayangkan ingin mengeluarkannya kembali...

Kristal tersebut muncul tepat di telapak tangannya.

Leon tertawa kecil.

"Ini benar-benar seperti novel fantasi."

Lyra mengangguk.

"Bahkan di dunia simulasi, cincin penyimpanan termasuk barang yang cukup berharga."

Leon memandangi cincin di jarinya dengan senyum puas.

Ia baru memasuki dunia ini kurang dari satu hari.

Namun sudah mendapatkan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Meski begitu, satu pertanyaan terus mengganggu pikirannya.

"Lyra."

"Ada apa?"

"Kalau dunia ini hanya simulasi..."

"...mengapa semua benda yang kudapat terasa begitu nyata?"

Lyra tidak langsung menjawab.

Ia berjalan menuju sungai, lalu mengambil segenggam air.

Air itu mengalir di sela-sela jemarinya.

"Apa menurutmu air ini palsu?"

Leon menggeleng.

"Tidak."

"Karena memang bukan."

Ia menatap Leon dengan sorot mata yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

"Dunia Simulasi bukan ilusi."

"Bukan mimpi."

"Dan bukan dunia virtual."

"Tempat ini benar-benar ada."

Kalimat itu membuat Leon terdiam.

"Kalau begitu..."

"Di mana sebenarnya kita berada?"

Lyra tersenyum tipis.

"Itu pertanyaan yang belum pantas kamu ketahui."

"Terlalu cepat mengetahui jawabannya hanya akan membuatmu kehilangan fokus."

Leon menghela napas.

Lagi-lagi jawaban yang menggantung.

Namun ia mulai terbiasa dengan cara Lyra berbicara.

Administrator itu selalu menjawab secukupnya, seolah ada aturan yang membatasi apa yang boleh dan tidak boleh ia katakan.

Tepat saat Leon hendak menyimpan kembali cincin itu, suara mekanis kembali menggema.

Ding!

【Misi Tersembunyi Selesai】

Pengguna pertama berhasil mengalahkan monster tanpa bantuan Administrator.

Hadiah Khusus Dibuka.

Silakan memilih salah satu hadiah berikut:

1. Pedang Baja Pemula

2. Busur Pemburu Pemula

3. Kitab Kelas Acak (Langka)

Leon membaca ketiga pilihan itu perlahan.

Tatapannya berhenti cukup lama pada pilihan terakhir.

Kitab Kelas Acak.

Tidak ada penjelasan.

Tidak ada informasi.

Hanya satu kata yang tertulis di sampingnya.

Langka.

Leon mengangkat kepalanya dan menatap Lyra.

"Apa sebenarnya kelas itu?"

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ekspresi Lyra berubah.

Ia tidak lagi tersenyum.

Sebaliknya...

Tatapannya dipenuhi keseriusan.

"Pilihanmu hari ini..."

"...akan menentukan jalan hidupmu di dunia simulasi."

Episodes
1 Prolog — Notifikasi yang Diabaikan Dunia
2 Bab 1 — Dunia Simulasi
3 Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 1)
4 Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 2)
5 Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 1)
6 Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 2)
7 Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 1)
8 Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 2)
9 Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 1)
10 Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 2)
11 Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 1)
12 Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 2)
13 Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 1)
14 Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 2)
15 Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 1)
16 Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 2)
17 Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 1)
18 Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 2)
19 Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 1)
20 Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 2)
21 Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 1)
22 Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 2)
23 Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 1)
24 Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 2)
25 Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 1)
26 Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 2)
27 Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 1)
28 Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 2)
29 Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 1)
30 Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 2)
31 Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 1)
32 Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 2)
33 Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 1)
34 Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 2)
35 Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 1)
36 Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 2)
37 Bab 19 — Kebenaran Sang Pewaris
38 Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 1)
39 Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 2)
40 Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 1)
41 Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 2)
42 Bab 22 — Analisis Tempur
43 Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 1)
44 Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 2)
45 Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 1)
46 Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 2)
47 Bab 25 — Menara Ujian Lantai 2 (Bagian 2)
48 Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 1)
49 Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 2)
50 Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 1)
51 Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 2)
52 Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 1)
53 Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 2)
54 Bab 29 — Menara Jam Eldoria (Akhir Lantai 4)
55 Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 1)
56 Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 2)
57 Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 1)
58 Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 2)
59 Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 1)
60 Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 2)
61 Bab 33 — Penjaga Takdir (Akhir Arc Menara)
62 Bab 34 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
63 Bab 35 — Hutan Purba Guardian
64 Bab 36 — Kotak Warisan Penjaga
65 Bab 37 — Kepulangan Sang Pemburu
66 Bab 38 — Bayangan di Utara
67 Bab 39 — Pedang Seorang Pewaris
68 Bab 40 — Pedang yang Memilih Pewaris
69 Bab 41 — Ekspedisi ke Hutan Ashen
70 Bab 42 — Gelombang Pertama
71 Bab 43 — Ogre yang Terkontaminasi
72 Bab 44 — Pengamat dari Kegelapan
73 Bab 45 — Petunjuk Menuju Guardian Kelima
74 Bab 46 — Ujian Sang Penguasa Langit
75 Bab 47 — Inti Harmoni
76 Bab 48 — Lautan Aetherion
77 Bab 49 — Penguasa Lautan
78 Bab 50 — Pengakuan Sang Penguasa Lautan
79 Bab 51 — Menara Hitam yang Muncul dari Langit
80 Bab 52 — Jalan Menuju World Tree
81 Bab 53 — World Tree, Jantung Arvend
82 Bab 54 — Ujian Sang Pewaris Pertama
83 Bab 55 — Jantung World Tree
84 Bab 56 — Kebenaran yang Tersegel
85 Bab 57 — Pewaris Sejati Tujuh Guardian
86 Bab 58 — Awal dari Legenda
87 Bab 59 — Hitung Mundur Menuju Hari Kiamat
88 Bab 60 — Panggilan Ketujuh Guardian
89 Bab 61 — Medan Perang Terakhir
90 Bab 62 — Pertarungan Melawan Sang Herald
91 Bab 63 — Akhir Sang Herald
92 Bab 64 — Raja Abyss
93 Bab 65 — Guardian's Dominion
94 Bab 66 — Warisan dan Keputusasaan
95 Bab 67 — Jalan yang Berbeda
96 Bab 68 — Kebenaran di Balik Simulasi
97 Bab 69 — Ujian Terakhir Sang Pewaris
98 Bab 70 — Tebasan yang Menentukan Takdir
99 Bab 71 — Perpisahan dan Awal yang Baru
100 Bab 72 — Awal Kiamat
101 Bab 73 — Misi Utama Baru
102 Bab 74 — Topeng Sang Penjaga
103 Bab 75 — Gerbang Pertama
104 Bab 76 — Era Kebangkitan.
105 Bab 77 — Bos Gerbang Pertama
106 Bab 78 — Hadiah Sang Penakluk
107 Bab 79 — Era Baru Dimulai
108 Bab 80 — Asosiasi Hunter Indonesia
109 Bab 81 — Penjaga Relik Pertama
110 Bab 82 — Ujian Sang Penjaga Dunia
111 Bab 83 — Pengakuan Empat Roh Elemental
112 Bab 84 — Relik Dunia Pertama
113 Bab 85 — Hunter Rank S Indonesia
114 Bab 86 — Ksatria dari Abyss
115 Bab 87 — Memasuki Dungeon
116 Bab 88 — Jenderal Abyss Pertama
117 Bab 89 — Manifestasi Tujuh Guardian
118 Bab 90 — Lahirnya Sang Guardian
119 Bab 91 — Perjalanan Menuju Segitiga Bermuda
120 Bab 92 — Kota yang Hilang di Dasar Laut
121 Bab 93 — Penguasa Atlantis Sanctuary
122 Bab 94 — Guardian Relik Dunia Kedua
123 Bab 95 — Ujian Seorang Pewaris
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Prolog — Notifikasi yang Diabaikan Dunia
2
Bab 1 — Dunia Simulasi
3
Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 1)
4
Bab 2 — Ujian Pertama (Bagian 2)
5
Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 1)
6
Bab 3 — Hadiah Sang Penyintas (Bagian 2)
7
Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 1)
8
Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 2)
9
Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 1)
10
Bab 5 — Langkah Pertama Seorang Petarung (Bagian 2)
11
Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 1)
12
Bab 6 — Pelajaran Pertama Seorang Pemburu (Bagian 2)
13
Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 1)
14
Bab 7 — Naluri Seorang Pemburu (Bagian 2)
15
Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 1)
16
Bab 8 — Kawanan Dire Wolf (Bagian 2)
17
Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 1)
18
Bab 9 — Hadiah dari Pelajaran Pertama (Bagian 2)
19
Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 1)
20
Bab 10 — Quest Rahasia (Bagian 2)
21
Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 1)
22
Bab 11 — Taring dalam Bayangan (Bagian 2)
23
Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 1)
24
Bab 12 — Insting yang Terbangun (Bagian 2)
25
Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 1)
26
Bab 13 — Utusan Sang Pertapa (Bagian 2)
27
Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 1)
28
Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 2)
29
Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 1)
30
Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 2)
31
Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 1)
32
Bab 16 — Bayangan di Balik Seleksi (Bagian 2)
33
Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 1)
34
Bab 17 — Serangan ke Desa Aster (Bagian 2)
35
Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 1)
36
Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 2)
37
Bab 19 — Kebenaran Sang Pewaris
38
Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 1)
39
Bab 20 — Sang Pertapa (Bagian 2)
40
Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 1)
41
Bab 21 — Awal Latihan Seorang Pewaris (Bagian 2)
42
Bab 22 — Analisis Tempur
43
Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 1)
44
Bab 23 — Menara Ujian Pewaris (Bagian 2)
45
Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 1)
46
Bab 24 — Lantai Rahasia (Bagian 2)
47
Bab 25 — Menara Ujian Lantai 2 (Bagian 2)
48
Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 1)
49
Bab 26 — Anomali Menara (Bagian 2)
50
Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 1)
51
Bab 27 — Lantai 3: Hutan Seribu Bayangan (Bagian 2)
52
Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 1)
53
Bab 28 — Lantai 4: Kota Para Ksatria (Bagian 2)
54
Bab 29 — Menara Jam Eldoria (Akhir Lantai 4)
55
Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 1)
56
Bab 30 — Lantai 5: Labirin Waktu (Bagian 2)
57
Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 1)
58
Bab 31 — Lantai 6: Cermin Jiwa (Bagian 2)
59
Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 1)
60
Bab 32 — Lantai 7: Singgasana Takdir (Bagian 2)
61
Bab 33 — Penjaga Takdir (Akhir Arc Menara)
62
Bab 34 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
63
Bab 35 — Hutan Purba Guardian
64
Bab 36 — Kotak Warisan Penjaga
65
Bab 37 — Kepulangan Sang Pemburu
66
Bab 38 — Bayangan di Utara
67
Bab 39 — Pedang Seorang Pewaris
68
Bab 40 — Pedang yang Memilih Pewaris
69
Bab 41 — Ekspedisi ke Hutan Ashen
70
Bab 42 — Gelombang Pertama
71
Bab 43 — Ogre yang Terkontaminasi
72
Bab 44 — Pengamat dari Kegelapan
73
Bab 45 — Petunjuk Menuju Guardian Kelima
74
Bab 46 — Ujian Sang Penguasa Langit
75
Bab 47 — Inti Harmoni
76
Bab 48 — Lautan Aetherion
77
Bab 49 — Penguasa Lautan
78
Bab 50 — Pengakuan Sang Penguasa Lautan
79
Bab 51 — Menara Hitam yang Muncul dari Langit
80
Bab 52 — Jalan Menuju World Tree
81
Bab 53 — World Tree, Jantung Arvend
82
Bab 54 — Ujian Sang Pewaris Pertama
83
Bab 55 — Jantung World Tree
84
Bab 56 — Kebenaran yang Tersegel
85
Bab 57 — Pewaris Sejati Tujuh Guardian
86
Bab 58 — Awal dari Legenda
87
Bab 59 — Hitung Mundur Menuju Hari Kiamat
88
Bab 60 — Panggilan Ketujuh Guardian
89
Bab 61 — Medan Perang Terakhir
90
Bab 62 — Pertarungan Melawan Sang Herald
91
Bab 63 — Akhir Sang Herald
92
Bab 64 — Raja Abyss
93
Bab 65 — Guardian's Dominion
94
Bab 66 — Warisan dan Keputusasaan
95
Bab 67 — Jalan yang Berbeda
96
Bab 68 — Kebenaran di Balik Simulasi
97
Bab 69 — Ujian Terakhir Sang Pewaris
98
Bab 70 — Tebasan yang Menentukan Takdir
99
Bab 71 — Perpisahan dan Awal yang Baru
100
Bab 72 — Awal Kiamat
101
Bab 73 — Misi Utama Baru
102
Bab 74 — Topeng Sang Penjaga
103
Bab 75 — Gerbang Pertama
104
Bab 76 — Era Kebangkitan.
105
Bab 77 — Bos Gerbang Pertama
106
Bab 78 — Hadiah Sang Penakluk
107
Bab 79 — Era Baru Dimulai
108
Bab 80 — Asosiasi Hunter Indonesia
109
Bab 81 — Penjaga Relik Pertama
110
Bab 82 — Ujian Sang Penjaga Dunia
111
Bab 83 — Pengakuan Empat Roh Elemental
112
Bab 84 — Relik Dunia Pertama
113
Bab 85 — Hunter Rank S Indonesia
114
Bab 86 — Ksatria dari Abyss
115
Bab 87 — Memasuki Dungeon
116
Bab 88 — Jenderal Abyss Pertama
117
Bab 89 — Manifestasi Tujuh Guardian
118
Bab 90 — Lahirnya Sang Guardian
119
Bab 91 — Perjalanan Menuju Segitiga Bermuda
120
Bab 92 — Kota yang Hilang di Dasar Laut
121
Bab 93 — Penguasa Atlantis Sanctuary
122
Bab 94 — Guardian Relik Dunia Kedua
123
Bab 95 — Ujian Seorang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!