Episodes
1 Bab 1 — Mimpi Seorang Pembaca Novel Kultivasi
2 Bab 2 — Sistem Kultivasi... atau Sistem Kuli?
3 Bab 3 — Sepuluh Tahun yang Berlalu
4 Bab 4 — Berdagang Demi Menyambung Hidup
5 Bab 5 — Lapak yang Menggemparkan Kota Qingyun
6 Bab 6 — Batu Roh? Apa Itu?
7 Bab 7 — Peri dari Sekte Awan Hijau
8 Bab 8 — Jalan Pulang yang Tidak Biasa
9 Bab 9 — Undangan yang Ditolak
10 Bab 10 — Rumah Sederhana yang Penuh Keajaiban
11 Bab 11 — Formasi yang Menyatu dengan Langit dan Bumi
12 Bab 12 — Buah Persik dari Halaman Belakang
13 Bab 13 — Masakan Seorang Pertapa
14 Bab 14 — Tamu yang Tidak Diundang
15 Bab 15 — Sekte Bayangan Hitam
16 Bab 16 — Kesalahpahaman yang Semakin Dalam
17 Bab 17 — Selembar Kaligrafi
18 Bab 18 — Harga Sebuah Kesalahpahaman
19 Bab 19 — Pedagang Biasa dari Desa Qinghe
20 Bab 20 — Nasihat Seorang "Orang Biasa"
21 Bab 21 — Tiga Orang dari Sekte Awan Hijau
22 Bab 22 — Permintaan yang Tidak Berani Diucapkan
23 Bab 23 — Tulisan yang Mengubah Takdir
24 Bab 24 — Undangan dari Kota Qingyun
25 Bab 25 — Karya Tangan di Dalam Keranjang
26 Bab 26 — Pelelangan yang Menjadi Pusat Perhatian
27 Bab 27 — Gulungan Kuno yang Tidak Dipahami
28 Bab 28 — Patung Kayu yang Menggemparkan Pelelangan
29 Bab 29 — Pengetahuan Baru Tentang Dunia Kultivasi
30 Bab 30 — Belanja dengan Batu Roh
31 Bab 31 — Karya Pengrajin yang Dianggap Harta Karun
32 Bab 32 — Patung Kecil yang Mengundang Keributan
33 Bab 33 — Kabar Tentang Senior Xu Sampai ke Sekte Awan Hijau
34 Bab 34 — Rahasia Akar Spiritual
35 Bab 35 — Keinginan Sederhana Seorang Mortal
36 Bab 36 — Akar Spiritual yang Tidak Bisa Diukur
37 Bab 37 — Tingkatan Akar Spiritual Dunia Tianxuan
38 Bab 38 — Jamuan Sederhana dari Xu Ming
39 Bab 39 — Perubahan di Sekte Awan Hijau
40 Bab 40 — Perjalanan Pertama ke Sekte Awan Hijau
41 Bab 41 — Murid-Murid yang Kebingungan
42 Bab 42 — Seorang Mortal di Tengah Sekte
43 Bab 43 — Perdebatan di Aula Utama
44 Bab 44 — Sebuah Permainan Catur
45 Bab 45 — Ketakutan Tetua Han
46 Bab 46 — Kesalahpahaman Yang Luar Biasa
47 Bab 47 — Kitab yang Tidak Lengkap
48 Bab 48 — Hadiah Perpisahan
49 Bab 49 — Harta yang Mengguncang Sekte
50 Bab 50 — Perubahan yang Mengguncang Wilayah Selatan
51 Bab 51 — Kehidupan Kembali Tenang
52 Bab 52 — Mimpi yang Mustahil?
53 Bab 53 — Tingkatan Harta Karun
54 Bab 54 — Pertemuan di Tepi Jalan
55 Bab 55 — Nama Baru
56 Bab 56 — Awal Kehidupan Baru
57 Bab 57 — Bakat yang Tersembunyi
58 Bab 58 — Seorang Tamu dari Sekte Awan Hijau
59 Bab 59 — Benih yang Dibawa
60 Bab 60 — Menginap Semalam
61 Bab 61 — Hadiah Sebelum Berpisah
62 Bab 62 — Sekte Awan Hijau Kembali Bergejolak
63 Bab 63 — Kesalahpahaman Yang Terus Semakin Dalam
64 Bab 64 — Perintah Ketua Sekte
65 Bab 65 — Pelajaran Pedang Pertama
66 Bab 66 — Seratus Ayunan
67 Bab 67 — Tunas Harapan
68 Bab 68 — Pertumbuhan yang Mustahil
69 Bab 69 — Kabar yang Menggemparkan
70 Bab 70 — Tamu yang Tidak Diundang
71 Bab 71 — Desa yang Terlalu Tenang
72 Bab 72 — Halaman yang Dipenuhi Dao
73 Bab 73 — Kesalahpahaman Dua Sekte
74 Bab 74 — Panen Pertama
75 Bab 75 — Perjalanan ke Kota Qingyun
76 Bab 76 — Kehebohan di Kota Qingyun
77 Bab 77 — Harga yang Tak Terduga
78 Bab 78 — Hadiah untuk Xiao Yu
79 Bab 79 — Pertemuan yang Tidak Disengaja
80 Bab 80 — Penjaga Rumah yang Setia
81 Bab 81 — Benih Baru dan Desas-desus yang Menyebar
82 Bab 82 — Utusan dari Sekte Pedang Langit
83 Bab 83 — Seorang Jenius Pedang yang Tercengang
84 Bab 84 — Secangkir Teh, Sebuah Pencerahan
85 Bab 85 — Sebuah Pedang Kayu
86 Bab 86 — Sekte Pedang Langit yang Terguncang
87 Bab 87 — Latihan yang Sederhana
88 Bab 88 — Tamu dari Paviliun Suara Surga
89 Bab 89 — Sebuah Alunan Qin
90 Bab 90 — Melodi yang Mengguncang Dao Musik
91 Bab 91 — Bimbingan untuk Seorang Musisi
92 Bab 92 — Dunia di Dalam Lukisan
93 Bab 93 — Keputusan untuk Pergi ke Ibukota
94 Bab 94 — Patung Penjaga Rumah
95 Bab 95 — Hari Keberangkatan
96 Bab 96 — Kota Pertama di Perjalanan
97 Bab 97 — Seorang Penikmat Musik
98 Bab 98 — Penginapan Bunga Musim Semi
99 Bab 99 — Sepapan Catur
100 Bab 100 — Seekor Harimau di Tengah Jalan
101 Bab 101 — Tabib yang Baik Hati
102 Bab 102 — Kota Linfeng
103 Bab 103 — Seorang Pendekar Bernama Ye Han
104 Bab 104 — Fondasi dari Segala Fondasi
105 Bab 105 — Berjalan Bersama
106 Bab 106 — Roda yang Kembali Berputar
107 Bab 107 — Ibu Kota yang Semakin Dekat
108 Bab 108 — Gerbang Ibukota
109 Bab 109 — Pertemuan yang Tak Disangka
110 Bab 110 — Tempat Pendaftaran Turnamen
111 Bab 111 — Nama yang Tak Asing
112 Bab 112 — Aula Turnamen Dibuka
113 Bab 113 — Babak Musik Dimulai
114 Bab 114 — Satu Lagu, Seribu Pencerahan
115 Bab 115 — Tepuk Tangan yang Menggema
116 Bab 116 — Menjadi Perbincangan Seluruh Arena
117 Bab 117 — Pertemuan yang Telah Lama Dinanti
118 Bab 118 — Rencana yang Tak Pernah Ada
119 Bab 119 — Babak Berikutnya Dimulai
120 Bab 120 — Sebuah Huruf yang Mengguncang Jiwa
121 Bab 121 — Singgasana Tertinggi
122 Bab 122 — Nilai yang Tak Terbayangkan
123 Bab 123 — Sejarah Baru Turnamen Agung Seratus Seni
124 Bab 124 — Para Petinggi yang Terkejut
125 Bab 125 — Jamuan yang Penuh Kesalahpahaman
126 Bab 126 — Sebuah Permintaan Bimbingan
127 Bab 127 — Arena Cabang Puisi
128 Bab 128 — Sebait Puisi untuk Sebuah Perjalanan
129 Bab 129 — Guru di Balik Langit
130 Bab 130 — Juara Cabang Puisi
131 Bab 131 — Pertemuan di Aula Utama
132 Bab 132 — Cabang Lukisan Dan Tema Sebuah Lukisan
133 Bab 133 — Rumah Dan Arti Sebuah Rumah
134 Bab 134 — Juara Cabang Lukisan
135 Bab 135 — Dunia di Atas Papan Catur
136 Bab 136 — Langkah yang Mengubah Dunia
137 Bab 137 — Juara Cabang Catur
138 Bab 138 — Cabang Terakhir
139 Bab 139 — Kehidupan yang Terukir
140 Bab 140 — Mahakarya Terakhir Dan Penghormatan Seorang Kaisar
141 Bab 141 — Undangan dari Istana
142 Bab 142 — Permintaan Sang Kaisar
143 Bab 143 — Catatan Kultivasi Kuno
144 Bab 144 — Penjaga Perpustakaan
145 Bab 145 — Kitab Tanpa Nama
146 Bab 146 — Kitab Yang Memilih Pembacanya
147 Bab 147 — Halaman Terakhir
148 Bab 148 — Kembali ke Desa Qinghe
149 Bab 149 — Pulang ke Rumah
150 Bab 150 — Utusan Sang Kaisar Dan Tahun Demi Tahun Pun Berlalu
151 Bab 151 — Kehidupan yang Tenang
152 Bab 152 — Sebuah Surat dari Ibukota
153 Bab 153 — Orang-Orang Asing
154 Bab 154 — Desa yang Berubah Tanpa Disadari
155 Bab 155 — Menjaga Sebuah Rahasia
156 Bab 156 — Perjalanan Baru
157 Bab 157 — Memasuki Pegunungan Awan Ungu
158 Bab 158 — Hujan di Pegunungan Awan Ungu
159 Bab 159 — Pertemuan Pertama dan Secangkir Teh
160 Bab 160 — Dua Pecinta Tanaman dan Sebuah Nama
161 161 — Undangan untuk Bermalam
162 Bab 162 — Malam yang Tenang
163 Bab 163 — Obrolan di Taman
164 Bab 164 — Sebuah Hadiah
165 Bab 165 — Kembali Menyusuri Pegunungan
166 Bab 166 — Aroma yang Mengundang
167 Bab 167 — Secangkir Teh di Tengah Gunung
168 Bab 168 — Jalan Pulang
169 Bab 169 — Menanam Harapan Baru
170 Bab 170 — Kuncup di Bawah Cahaya Bulan
171 Bab 171 — Kegelisahan Sekte Awan Hijau
172 Bab 172 — Tamu yang Datang dari Pagi Hari
173 Bab 173 — Rumah yang Semakin Istimewa
174 Bab 174 — Sebuah Permintaan Dari Senior Xu
175 Bab 175 — Orang-Orang yang Membutuhkan
176 Bab 176 — Kedatangan Para Pekerja
177 Bab 177 — Makan Siang yang Hangat
178 Bab 178 — Hari Kedua
179 Bab 179 — Sebatang Pohon Persik
180 Bab 180 — Sebuah Taman Mulai Terbentuk
181 Bab 181 — Jejak Kenangan
182 Bab 182 — Taman yang Mulai Hidup
183 Bab 183 — Kolam Kecil dan Penghuni Baru
184 Bab 184 — Taman yang Semakin Ramai
185 Bab 185 — Pegunungan Awan Ungu
186 Bab 186 — Taman yang Membawa Kedamaian
187 Bab 187 — Kabar yang Mulai Menyebar
188 Bab 188 — Pengembara yang Singgah
189 Bab 189 — Kabar yang Mengusik Hati Para Kultivator
190 Bab 190 — Reuni di Kediaman Xu Ming
191 Bab 191 — Tamu Agung di Hari Panen
192 Bab 192 — Jamuan Sederhana
193 Bab 193 — Setelah Para Tamu Pergi
194 Bab 194 — Sebuah Kerinduan yang Tak Disadari
195 Bab 195 — Laporan dari Sang Pelayan
196 Bab 196 — Patung Burung Legenda
197 Bab 197 — Seorang Tukang Kayu Tua
198 Bab 198 — Kabar dari Alam Atas
199 Bab 199 — Memulai Perjalanan
200 Bab 200 — Tiba di Desa Qinghe
201 Bab 201 — Berkeliling Taman
202 Bab 202 — Teh di Tengah Taman
203 Bab 203 — Malam yang Tenang
204 Bab 204 — Lukisan di Bawah Cahaya Bulan
205 Bab 205 — Nama Yang Indah
206 Bab 206 — Kembali Tenang
207 Bab 207 — Kepulangan Yang Mulia
208 Bab 208 — Pohon Persik yang Dibawa Pulang
209 Bab 209 — Kota Qingyun yang Berbeda
210 Bab 210 — Lukisan yang Belum Selesai
211 Bab 211 — Secangkir Teh di Kota Qingyun
212 Bab 212 — Sebuah Sapuan Kuas
213 Bab 213 — Toko Alat Musik Tua
214 Bab 214 — Pulang ke Rumah
215 Bab 215 — Hari yang Damai dan Tamu Dari Kota Qingyun
216 Bab 216 — Di Bawah Pohon Persik
217 Bab 217 — Bayangan di Utara
218 Bab 218 — Utusan dari Utara
219 Bab 219 — Ketenangan yang Rapuh
220 Bab 220 — Tanda-Tanda yang Tak Wajar
221 Bab 221 — Riak yang Terus Meluas
222 Bab 222 — Para Pencari Jawaban
223 Bab 223 — Simbol yang Terbangun
224 Bab 224 — Tanah yang Kehilangan Kehidupan
225 Bab 225 — Sebuah Keputusan Dan Kerinduan
226 Bab 226 — Awal dari Sebuah Perubahan
227 Bab 227 — Sampai ke Akar
228 Bab 228 — Mencari Akar
229 Bab 229 — Makna di Balik Kesederhanaan
230 Bab 230 — Menelusuri Jejak
231 Bab 231 — Jejak yang Terungkap
232 Bab 232 — Hasil Interogasi
233 Bab 233 — Penyusup
234 Bab 234 — Satu Ayunan Cangkul
235 Bab 235 — Satu Ayunan, Dua Dunia
236 Bab 236 — Penjaga Dalam Bayangan
237 Bab 237 — Sang Penjaga Bergerak
238 Bab 238 — Darah Membuka Jalan
239 Bab 239 — Wilayah Terlarang
240 Bab 240 — Akar yang Tercabut
241 Bab 241 — Petunjuk Terakhir
242 Bab 242 — Para Utusan dari Berbagai Sekte
243 Bab 243 — Kembali Membawa Kabar
244 Bab 244 — Pertemuan Besar
245 Bab 245 — Rapat Di Sekte Pedang Langit
246 Bab 246 — Kesepakatan Dunia Kultivasi
247 Bab 247 — Kehidupan yang Damai
248 Bab 248 — Pesta Panen dan Perjodohan Dadakan?
249 Bab 249 — Gotong Royong Desa
250 Bab 250 — Jejak Tangan Seorang Ahli
251 Bab 251 — Kabar yang Menghilang
252 Bab 252 — Petunjuk Pertama
253 Bab 253 — Jejak yang Mengarah ke Desa Qinghe
254 Bab 254 — Laporan yang Mengubah Segalanya
255 Bab 255 — Tanda yang Mulai Terbangun
256 Bab 256 — Sidang Seluruh Alam Atas
257 Bab 257 — Bersatu Menghadapi Badai
258 Bab 258 — Keberadaan dari Zaman Purba
259 Bab 259 — Serangan Pertama
260 Bab 260 — Bertahan Sampai Titik Darah Terakhir
261 Bab 261 — Jurang Keputusasaan
262 Bab 262 — Air Mata Sang Permaisuri
263 Bab 263 — Aku Ada di Sini
264 Bab 264 — Wibawa yang Bertabrakan
265 Bab 265 — Karena Kau Menyakitinya
266 Bab 266 — Ketika Dunia Kembali
267 Bab 267 — Telapak Tangan dari Langit
268 Bab 268 — Kembali Kedalam Lukisan
269 Bab 269 — Nama yang Mulai Dikenal
270 Bab 270 — Sebelum Berangkat
271 Bab 271 — Kembali ke Alam Bawah
272 Bab 272 — Tempat Semuanya Bermula
273 Bab 273 — Semakin Dekat
274 Bab 274 — Pengakuan di Paviliun Teh
275 Bab 275 — Identitas yang Selama Ini Tersembunyi
276 Bab 276 — Kebenaran di Balik Lukisan
277 Bab 277 — Pesan dari Dalam Lukisan
278 Bab 278 — Alasan untuk Tinggal
279 Bab 279 — Retakan Pertama
280 Bab 280 — Tokoh Utama yang Sebenarnya (Tamat?)
Episodes

Updated 280 Episodes

1
Bab 1 — Mimpi Seorang Pembaca Novel Kultivasi
2
Bab 2 — Sistem Kultivasi... atau Sistem Kuli?
3
Bab 3 — Sepuluh Tahun yang Berlalu
4
Bab 4 — Berdagang Demi Menyambung Hidup
5
Bab 5 — Lapak yang Menggemparkan Kota Qingyun
6
Bab 6 — Batu Roh? Apa Itu?
7
Bab 7 — Peri dari Sekte Awan Hijau
8
Bab 8 — Jalan Pulang yang Tidak Biasa
9
Bab 9 — Undangan yang Ditolak
10
Bab 10 — Rumah Sederhana yang Penuh Keajaiban
11
Bab 11 — Formasi yang Menyatu dengan Langit dan Bumi
12
Bab 12 — Buah Persik dari Halaman Belakang
13
Bab 13 — Masakan Seorang Pertapa
14
Bab 14 — Tamu yang Tidak Diundang
15
Bab 15 — Sekte Bayangan Hitam
16
Bab 16 — Kesalahpahaman yang Semakin Dalam
17
Bab 17 — Selembar Kaligrafi
18
Bab 18 — Harga Sebuah Kesalahpahaman
19
Bab 19 — Pedagang Biasa dari Desa Qinghe
20
Bab 20 — Nasihat Seorang "Orang Biasa"
21
Bab 21 — Tiga Orang dari Sekte Awan Hijau
22
Bab 22 — Permintaan yang Tidak Berani Diucapkan
23
Bab 23 — Tulisan yang Mengubah Takdir
24
Bab 24 — Undangan dari Kota Qingyun
25
Bab 25 — Karya Tangan di Dalam Keranjang
26
Bab 26 — Pelelangan yang Menjadi Pusat Perhatian
27
Bab 27 — Gulungan Kuno yang Tidak Dipahami
28
Bab 28 — Patung Kayu yang Menggemparkan Pelelangan
29
Bab 29 — Pengetahuan Baru Tentang Dunia Kultivasi
30
Bab 30 — Belanja dengan Batu Roh
31
Bab 31 — Karya Pengrajin yang Dianggap Harta Karun
32
Bab 32 — Patung Kecil yang Mengundang Keributan
33
Bab 33 — Kabar Tentang Senior Xu Sampai ke Sekte Awan Hijau
34
Bab 34 — Rahasia Akar Spiritual
35
Bab 35 — Keinginan Sederhana Seorang Mortal
36
Bab 36 — Akar Spiritual yang Tidak Bisa Diukur
37
Bab 37 — Tingkatan Akar Spiritual Dunia Tianxuan
38
Bab 38 — Jamuan Sederhana dari Xu Ming
39
Bab 39 — Perubahan di Sekte Awan Hijau
40
Bab 40 — Perjalanan Pertama ke Sekte Awan Hijau
41
Bab 41 — Murid-Murid yang Kebingungan
42
Bab 42 — Seorang Mortal di Tengah Sekte
43
Bab 43 — Perdebatan di Aula Utama
44
Bab 44 — Sebuah Permainan Catur
45
Bab 45 — Ketakutan Tetua Han
46
Bab 46 — Kesalahpahaman Yang Luar Biasa
47
Bab 47 — Kitab yang Tidak Lengkap
48
Bab 48 — Hadiah Perpisahan
49
Bab 49 — Harta yang Mengguncang Sekte
50
Bab 50 — Perubahan yang Mengguncang Wilayah Selatan
51
Bab 51 — Kehidupan Kembali Tenang
52
Bab 52 — Mimpi yang Mustahil?
53
Bab 53 — Tingkatan Harta Karun
54
Bab 54 — Pertemuan di Tepi Jalan
55
Bab 55 — Nama Baru
56
Bab 56 — Awal Kehidupan Baru
57
Bab 57 — Bakat yang Tersembunyi
58
Bab 58 — Seorang Tamu dari Sekte Awan Hijau
59
Bab 59 — Benih yang Dibawa
60
Bab 60 — Menginap Semalam
61
Bab 61 — Hadiah Sebelum Berpisah
62
Bab 62 — Sekte Awan Hijau Kembali Bergejolak
63
Bab 63 — Kesalahpahaman Yang Terus Semakin Dalam
64
Bab 64 — Perintah Ketua Sekte
65
Bab 65 — Pelajaran Pedang Pertama
66
Bab 66 — Seratus Ayunan
67
Bab 67 — Tunas Harapan
68
Bab 68 — Pertumbuhan yang Mustahil
69
Bab 69 — Kabar yang Menggemparkan
70
Bab 70 — Tamu yang Tidak Diundang
71
Bab 71 — Desa yang Terlalu Tenang
72
Bab 72 — Halaman yang Dipenuhi Dao
73
Bab 73 — Kesalahpahaman Dua Sekte
74
Bab 74 — Panen Pertama
75
Bab 75 — Perjalanan ke Kota Qingyun
76
Bab 76 — Kehebohan di Kota Qingyun
77
Bab 77 — Harga yang Tak Terduga
78
Bab 78 — Hadiah untuk Xiao Yu
79
Bab 79 — Pertemuan yang Tidak Disengaja
80
Bab 80 — Penjaga Rumah yang Setia
81
Bab 81 — Benih Baru dan Desas-desus yang Menyebar
82
Bab 82 — Utusan dari Sekte Pedang Langit
83
Bab 83 — Seorang Jenius Pedang yang Tercengang
84
Bab 84 — Secangkir Teh, Sebuah Pencerahan
85
Bab 85 — Sebuah Pedang Kayu
86
Bab 86 — Sekte Pedang Langit yang Terguncang
87
Bab 87 — Latihan yang Sederhana
88
Bab 88 — Tamu dari Paviliun Suara Surga
89
Bab 89 — Sebuah Alunan Qin
90
Bab 90 — Melodi yang Mengguncang Dao Musik
91
Bab 91 — Bimbingan untuk Seorang Musisi
92
Bab 92 — Dunia di Dalam Lukisan
93
Bab 93 — Keputusan untuk Pergi ke Ibukota
94
Bab 94 — Patung Penjaga Rumah
95
Bab 95 — Hari Keberangkatan
96
Bab 96 — Kota Pertama di Perjalanan
97
Bab 97 — Seorang Penikmat Musik
98
Bab 98 — Penginapan Bunga Musim Semi
99
Bab 99 — Sepapan Catur
100
Bab 100 — Seekor Harimau di Tengah Jalan
101
Bab 101 — Tabib yang Baik Hati
102
Bab 102 — Kota Linfeng
103
Bab 103 — Seorang Pendekar Bernama Ye Han
104
Bab 104 — Fondasi dari Segala Fondasi
105
Bab 105 — Berjalan Bersama
106
Bab 106 — Roda yang Kembali Berputar
107
Bab 107 — Ibu Kota yang Semakin Dekat
108
Bab 108 — Gerbang Ibukota
109
Bab 109 — Pertemuan yang Tak Disangka
110
Bab 110 — Tempat Pendaftaran Turnamen
111
Bab 111 — Nama yang Tak Asing
112
Bab 112 — Aula Turnamen Dibuka
113
Bab 113 — Babak Musik Dimulai
114
Bab 114 — Satu Lagu, Seribu Pencerahan
115
Bab 115 — Tepuk Tangan yang Menggema
116
Bab 116 — Menjadi Perbincangan Seluruh Arena
117
Bab 117 — Pertemuan yang Telah Lama Dinanti
118
Bab 118 — Rencana yang Tak Pernah Ada
119
Bab 119 — Babak Berikutnya Dimulai
120
Bab 120 — Sebuah Huruf yang Mengguncang Jiwa
121
Bab 121 — Singgasana Tertinggi
122
Bab 122 — Nilai yang Tak Terbayangkan
123
Bab 123 — Sejarah Baru Turnamen Agung Seratus Seni
124
Bab 124 — Para Petinggi yang Terkejut
125
Bab 125 — Jamuan yang Penuh Kesalahpahaman
126
Bab 126 — Sebuah Permintaan Bimbingan
127
Bab 127 — Arena Cabang Puisi
128
Bab 128 — Sebait Puisi untuk Sebuah Perjalanan
129
Bab 129 — Guru di Balik Langit
130
Bab 130 — Juara Cabang Puisi
131
Bab 131 — Pertemuan di Aula Utama
132
Bab 132 — Cabang Lukisan Dan Tema Sebuah Lukisan
133
Bab 133 — Rumah Dan Arti Sebuah Rumah
134
Bab 134 — Juara Cabang Lukisan
135
Bab 135 — Dunia di Atas Papan Catur
136
Bab 136 — Langkah yang Mengubah Dunia
137
Bab 137 — Juara Cabang Catur
138
Bab 138 — Cabang Terakhir
139
Bab 139 — Kehidupan yang Terukir
140
Bab 140 — Mahakarya Terakhir Dan Penghormatan Seorang Kaisar
141
Bab 141 — Undangan dari Istana
142
Bab 142 — Permintaan Sang Kaisar
143
Bab 143 — Catatan Kultivasi Kuno
144
Bab 144 — Penjaga Perpustakaan
145
Bab 145 — Kitab Tanpa Nama
146
Bab 146 — Kitab Yang Memilih Pembacanya
147
Bab 147 — Halaman Terakhir
148
Bab 148 — Kembali ke Desa Qinghe
149
Bab 149 — Pulang ke Rumah
150
Bab 150 — Utusan Sang Kaisar Dan Tahun Demi Tahun Pun Berlalu
151
Bab 151 — Kehidupan yang Tenang
152
Bab 152 — Sebuah Surat dari Ibukota
153
Bab 153 — Orang-Orang Asing
154
Bab 154 — Desa yang Berubah Tanpa Disadari
155
Bab 155 — Menjaga Sebuah Rahasia
156
Bab 156 — Perjalanan Baru
157
Bab 157 — Memasuki Pegunungan Awan Ungu
158
Bab 158 — Hujan di Pegunungan Awan Ungu
159
Bab 159 — Pertemuan Pertama dan Secangkir Teh
160
Bab 160 — Dua Pecinta Tanaman dan Sebuah Nama
161
161 — Undangan untuk Bermalam
162
Bab 162 — Malam yang Tenang
163
Bab 163 — Obrolan di Taman
164
Bab 164 — Sebuah Hadiah
165
Bab 165 — Kembali Menyusuri Pegunungan
166
Bab 166 — Aroma yang Mengundang
167
Bab 167 — Secangkir Teh di Tengah Gunung
168
Bab 168 — Jalan Pulang
169
Bab 169 — Menanam Harapan Baru
170
Bab 170 — Kuncup di Bawah Cahaya Bulan
171
Bab 171 — Kegelisahan Sekte Awan Hijau
172
Bab 172 — Tamu yang Datang dari Pagi Hari
173
Bab 173 — Rumah yang Semakin Istimewa
174
Bab 174 — Sebuah Permintaan Dari Senior Xu
175
Bab 175 — Orang-Orang yang Membutuhkan
176
Bab 176 — Kedatangan Para Pekerja
177
Bab 177 — Makan Siang yang Hangat
178
Bab 178 — Hari Kedua
179
Bab 179 — Sebatang Pohon Persik
180
Bab 180 — Sebuah Taman Mulai Terbentuk
181
Bab 181 — Jejak Kenangan
182
Bab 182 — Taman yang Mulai Hidup
183
Bab 183 — Kolam Kecil dan Penghuni Baru
184
Bab 184 — Taman yang Semakin Ramai
185
Bab 185 — Pegunungan Awan Ungu
186
Bab 186 — Taman yang Membawa Kedamaian
187
Bab 187 — Kabar yang Mulai Menyebar
188
Bab 188 — Pengembara yang Singgah
189
Bab 189 — Kabar yang Mengusik Hati Para Kultivator
190
Bab 190 — Reuni di Kediaman Xu Ming
191
Bab 191 — Tamu Agung di Hari Panen
192
Bab 192 — Jamuan Sederhana
193
Bab 193 — Setelah Para Tamu Pergi
194
Bab 194 — Sebuah Kerinduan yang Tak Disadari
195
Bab 195 — Laporan dari Sang Pelayan
196
Bab 196 — Patung Burung Legenda
197
Bab 197 — Seorang Tukang Kayu Tua
198
Bab 198 — Kabar dari Alam Atas
199
Bab 199 — Memulai Perjalanan
200
Bab 200 — Tiba di Desa Qinghe
201
Bab 201 — Berkeliling Taman
202
Bab 202 — Teh di Tengah Taman
203
Bab 203 — Malam yang Tenang
204
Bab 204 — Lukisan di Bawah Cahaya Bulan
205
Bab 205 — Nama Yang Indah
206
Bab 206 — Kembali Tenang
207
Bab 207 — Kepulangan Yang Mulia
208
Bab 208 — Pohon Persik yang Dibawa Pulang
209
Bab 209 — Kota Qingyun yang Berbeda
210
Bab 210 — Lukisan yang Belum Selesai
211
Bab 211 — Secangkir Teh di Kota Qingyun
212
Bab 212 — Sebuah Sapuan Kuas
213
Bab 213 — Toko Alat Musik Tua
214
Bab 214 — Pulang ke Rumah
215
Bab 215 — Hari yang Damai dan Tamu Dari Kota Qingyun
216
Bab 216 — Di Bawah Pohon Persik
217
Bab 217 — Bayangan di Utara
218
Bab 218 — Utusan dari Utara
219
Bab 219 — Ketenangan yang Rapuh
220
Bab 220 — Tanda-Tanda yang Tak Wajar
221
Bab 221 — Riak yang Terus Meluas
222
Bab 222 — Para Pencari Jawaban
223
Bab 223 — Simbol yang Terbangun
224
Bab 224 — Tanah yang Kehilangan Kehidupan
225
Bab 225 — Sebuah Keputusan Dan Kerinduan
226
Bab 226 — Awal dari Sebuah Perubahan
227
Bab 227 — Sampai ke Akar
228
Bab 228 — Mencari Akar
229
Bab 229 — Makna di Balik Kesederhanaan
230
Bab 230 — Menelusuri Jejak
231
Bab 231 — Jejak yang Terungkap
232
Bab 232 — Hasil Interogasi
233
Bab 233 — Penyusup
234
Bab 234 — Satu Ayunan Cangkul
235
Bab 235 — Satu Ayunan, Dua Dunia
236
Bab 236 — Penjaga Dalam Bayangan
237
Bab 237 — Sang Penjaga Bergerak
238
Bab 238 — Darah Membuka Jalan
239
Bab 239 — Wilayah Terlarang
240
Bab 240 — Akar yang Tercabut
241
Bab 241 — Petunjuk Terakhir
242
Bab 242 — Para Utusan dari Berbagai Sekte
243
Bab 243 — Kembali Membawa Kabar
244
Bab 244 — Pertemuan Besar
245
Bab 245 — Rapat Di Sekte Pedang Langit
246
Bab 246 — Kesepakatan Dunia Kultivasi
247
Bab 247 — Kehidupan yang Damai
248
Bab 248 — Pesta Panen dan Perjodohan Dadakan?
249
Bab 249 — Gotong Royong Desa
250
Bab 250 — Jejak Tangan Seorang Ahli
251
Bab 251 — Kabar yang Menghilang
252
Bab 252 — Petunjuk Pertama
253
Bab 253 — Jejak yang Mengarah ke Desa Qinghe
254
Bab 254 — Laporan yang Mengubah Segalanya
255
Bab 255 — Tanda yang Mulai Terbangun
256
Bab 256 — Sidang Seluruh Alam Atas
257
Bab 257 — Bersatu Menghadapi Badai
258
Bab 258 — Keberadaan dari Zaman Purba
259
Bab 259 — Serangan Pertama
260
Bab 260 — Bertahan Sampai Titik Darah Terakhir
261
Bab 261 — Jurang Keputusasaan
262
Bab 262 — Air Mata Sang Permaisuri
263
Bab 263 — Aku Ada di Sini
264
Bab 264 — Wibawa yang Bertabrakan
265
Bab 265 — Karena Kau Menyakitinya
266
Bab 266 — Ketika Dunia Kembali
267
Bab 267 — Telapak Tangan dari Langit
268
Bab 268 — Kembali Kedalam Lukisan
269
Bab 269 — Nama yang Mulai Dikenal
270
Bab 270 — Sebelum Berangkat
271
Bab 271 — Kembali ke Alam Bawah
272
Bab 272 — Tempat Semuanya Bermula
273
Bab 273 — Semakin Dekat
274
Bab 274 — Pengakuan di Paviliun Teh
275
Bab 275 — Identitas yang Selama Ini Tersembunyi
276
Bab 276 — Kebenaran di Balik Lukisan
277
Bab 277 — Pesan dari Dalam Lukisan
278
Bab 278 — Alasan untuk Tinggal
279
Bab 279 — Retakan Pertama
280
Bab 280 — Tokoh Utama yang Sebenarnya (Tamat?)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!