Mengejar Masa Depan, Bertemu Masa Lalu

Abas masih duduk di dalam mobil, menatap pajangan kayu berbentuk gitar di tangannya. Satu wajah kembali terlintas di benaknya. Kata-kata mamanya terus terngiang di telinganya.

"Kalau kamu begitu penasaran, kenapa kamu nggak samperin aja dia?"

Abas menarik napas dalam-dalam. Dia menatap lurus ke depan.

"Nggak semua hal bisa dijelasin pake logika," gumamnya.

Abas kembali menatap pajangan kayu di tangannya. Untuk beberapa saat dia hanya menatap pajangan itu dalam diam. Dadanya perlahan terasa sesak saat wajah Melodi terus muncul dalam pikirannya. Abas memejamkan kedua matanya sesaat. Wajah Melodi masih ada.

Abas membuka matanya perlahan. Dia meletakkan pajangan kayu itu di kursi penumpang. Abas lalu menyalakan mobilnya. Dia perlahan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah menuju suatu tempat di mana dia dapat menemukan wajah yang selalu mengganggu pikirannya.

Nyonya Baskara yang masih berdiri di teras tersenyum saat melihat mobil Abas keluar dari pelataran rumah.

"Akhirnya... bergerak juga," kata Nyonya Baskara.

"Apanya yang bergerak, Ma?" tanya Bara yang berdiri di belakang Nyonya Baskara sambil melongok ke arah mamanya menatap.

"Kamu ini! Ngagetin aja!" kata Nyonya Baskara sambil berjalan masuk ke rumah.

Bara meringis.

"Mama darimana sih? Kata Mbak Surti keluar sama Kak Abas," tanya Bara sambil mengikuti mamanya.

"Dari jalan-jalan dong," jawab Nyonya Baskara lalu duduk di ruang tamu sambil membuka tas belanjaannya.

"Jahat ih! Bara nggak diajak," protes Bara.

"Kamunya ngeluyur sendiri,"

"Bosen di rumah,"

"Dasar!"

"Trus Kak Abas mana, Ma?" tanya Bara sambil menoleh ke arah pintu masuk.

"Lagi ngejar cintanya," kata Nyonya Baskara sambil sibuk mengeluarkan barang belanjaannya.

"Eh? Ngejar cinta? Maksudnya?" tanya Bara penasaran. Nyonya Baskara tersenyum.

"Melodi,"

Mata Bara membulat.

"Mama ketemu Melodi?" tanya Bara. Nyonya Baskara menggelengkan kepalanya.

"Sayangnya, pas Abas ngajak Mama ke Ruang Kopi, Melodi baru izin pulang," kata Nyonya Baskara.

"Jadi, Kak Abas…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!