Siang menjelang sore itu, suasana rumah terasa jauh lebih hidup. Sinar matahari pukul tiga yang hangat menerobos masuk melewati jendela kaca besar di ruang tamu, memantulkan bayangan dedaunan dari pekarangan samping.
Nara baru saja selesai merapikan kamar saat mendengar langkah kaki yang berwibawa dari arah tangga.
Zaid turun dengan setelan yang lebih formal dibandingkan tadi pagi, jas hitam terpasang rapi di atas kemeja putihnya yang kini terkancing sempurna sampai leher, lengkap dengan jam tangan berplat hitam yang melingkar elegan di pergelangan tangannya.
Pria itu tampak siap untuk rapat pentingnya.
"Sudah siap?" suara Zaid memecah keheningan lantai satu.
Nara yang sedang mengancingkan manset tunik warna sage green kesayangannya buru-buru membalikkan badan.
Ia mengambil tas selempang kecil di atas sofa lalu tersenyum canggung. "Sudah, Zaid. Aku tidak bikin kamu terlambat, kan?"
"Masih ada waktu dua puluh menit dari jadwal," jawab Zaid singkat sambil melangkah ke pintu depan, memutar kunci, dan membukanya untuk Nara. "Ayo!."
Perjalanan menuju Kafe Serenade diwarnai keheningan yang berbeda dari kemarin. Jika kemarin malam udara di antara mereka terasa berat oleh kecanggungan, kini keheningan itu lebih mirip ketenangan yang tidak membebani.
Suara alunan musik instrumental bernuansa jazz mengalun pelan dari head unit mobil Zaid, bercampur dengan deru halus mesin yang membelah kemacetan sore kota.
Nara sesekali mencuri pandang ke arah samping. Jemari Zaid yang kokoh menempel santai di kemudi, matanya fokus menatap jalanan di depan.
Ada aura ketegasan yang sangat kuat dari cara pria itu membawa diri, tetapi entah mengapa, Nara kini tidak lagi merasa terintimidasi.
"Jalanan agak padat di lampu merah depan," ucap Zaid membuka suara tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. "Tapi kita akan sampai tepat pukul empat kurang sepuluh menit."
"Terima kasih ya, Zaid. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot memutar arah seperti ini," ujar Nara pelan.
Zaid menatap kaca spion ten…
Diantara Dua Bayangan
21. Kafe Serande
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments
Apriyanti
semoga butir² cinta muncul di hati mereka berdua
2026-08-14
1