Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Awal

Brumm... Brumm...

Aaaaa...

Brugh...

Byurrrr...

Hahaha...

"Aleman sih jadi orang. Udah dibilang bawa sepeda roda tiga aja, pakai nyoba motor segala." ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Arthur, Kakak dari gadis remaja yang jatuh. Bahkan dia tertawa melihat nasib dari adiknya itu.

Gadis remaja berusia 15 tahun yang jatuh itu adalah Callie Noura Eleanor. Callie meminta untuk diajari naik motor oleh Arthur. Namun kakinya yang pendek membuat dia tidak bisa menjaga keseimbangan ketika mengerem mendadak. Alhasil motor matic yang dikendarai oleh Callie itu jatuh dan masuk ke dalam sungai kecil dekat lapangan. Keduanya saat ini sedang berada di lapangan. Callie meminta diajari naik motor oleh Arthur agar bisa pergi sendiri kemana pun. Padahal dia bisa naik mobil tapi oleh kedua orangtuanya tidak diijinkan jika mengemudikan sendiri.

Sedangkan Arthur saat ini sedang kuliah jurusan manajemen bisnis semester 1. Sekarang Arthur tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan pendiam. Bahkan pemuda itu jarang sekali berbicara jika hal tidak penting. Namun dia akan menjadi cerewet jika itu berbicara atau mengomeli adiknya. Apalagi Callie yang selalu membantah perintahnya. Terbukti sekarang karena Callie ngeyel, dia malah jatuh ke sungai kecil sampai basah. Bahkan motornya sampai masuk sungai pada bagian depannya. Antara dia kesal tapi juga kasihan pada adiknya itu. Bahkan beberapa anak kecil yang melihat kejadian itu menertawakan Callie.

"Kak avtur, bantuin dong." rengek Callie sambil mengibaskan bajunya yang basah kuyup karena air sungai keruh.

"Panggil Kakak Arthur dulu. Nggak mau Kakak bantu kamu kalau panggilnya pakai nama yang salah," ucap Arthur sambil bersidekap dada. Biar lah dia dan adiknya itu menjadi tontonan warga juga anak-anak kecil. Sebenarnya warga ingin membantu mengeluarkan motor dan Callie dari sungai. Namun Arthur memberi kode pada mereka agar tidak mendekat atau membantu terlebih dahulu.

"Nggak mau. Bagus panggil Kak avtur, kaya lebih berguna gitu." Callie menolak dengan tegas permintaan dari Arthur. Pasalnya sejak kecil, dia sudah nyaman dengan panggilan itu.

"Ya udah. Kakak tinggalin aja di sini. Biar tuh nanti ada kuning-kuning lewat terus masuk ke..."

Iya... Iya...

Kak Arthur yang tampan dan menyebalkan...

Nah gitu dong,

Tentu saja Callie langsung bergidik ngeri membayangkan apa yang bisa saja masuk ke dalam pakaiannya. Walaupun sungai itu terlihat kecil, tapi ternyata lumayan dalam. Jika Callie yang pendek saja, airnya sampai pada bagian perut atas saat berdiri. Arthur dengan senang hati mengulurkan kedua tangannya pada Callie kemudian menariknya naik ke atas. Bibir Callie masih mengerucut sebal karena Arthur terlihat tertawa mengejek.

"Pak, minta tolong bantu saya angkat motornya." ucap Arthur setelah memastikan Callie aman. Bahkan beberapa Ibu-Ibu langsung memberikan minum dan handuk kepada Callie agar tidak kedinginan.

"Ini kayanya bakalan mati kalau nggak segera dibawa ke bengkel mas. Kemasukan air ini," ucap salah satu warga setelah motor yang digunakan Callie berhasil diangkat dari sungai.

"Iya, Pak. Habis ini saya bawa ke bengkel. Rusak ya sudah, biar adik saya itu jalan kaki aja ke sekolahnya." seloroh Arthur saat melihat tatapan iba mengarah padanya dan motor itu. Terlihat sekali jika harga motor itu lumayan mahal sehingga kasihan kalau sampai rusak parah. Padahal Arthur santai saja jika motor itu sampai rusak.

"Ini buat beli kopi, Pak." Arthur menyelipkan beberapa lembar uang pada salah warga yang membantu saat berpamitan pulang.

Mas...

Arthur tidak peduli dengan panggilan itu. Terlihat sekali jika warga pasti menolak. Apalagi nominalnya lumayan banyak untuk ukuran membantu menaikkan motor. Tak berapa lama, sebuah mobil mewah datang mendekati Arthur dan Callie. Keduanya segera masuk ke dalam mobil itu. Kemudian dua orang keluar mobil dan membawa sepeda motor Callie. Beberapa warga yang masih ada di sana sampai melongo tak percaya melihatnya.

"Pantas saja Masnya tadi santai banget waktu kita bilang motornya rusak. Itu aja mobilnya mewah banget. Udah pasti orang kaya, bisa beli motor kaya gituan 10." ceplos salah satu warga.

"Iya, padahal tadi kita malah kasihan." tambah yang lainnya.

Justru malah kita yang seharusnya dikasihani,

Hahaha...

Kenapa itu cewek lucu sekali?

Cari tahu tentang cewek dan cowok itu. Aku kasih kamu waktu dua jam untuk mencari informasi lengkapnya,

Baik, Tuan.

***

Brakkk...

"Siapa yang berani-beraninya mengganggu pekerjaanku?" seru seorang gadis remaja sambil menggebrak meja kerjanya.

Gadis remaja perempuan berusia 15 tahun itu terlihat marah dan tatapannya sangat tajam. Dia adalah Callie. Seseorang tengah ingin membobol identitasnya hingga laptop miliknya berkedip merah. Peringatan bahwa ada seseorang yang ingin mencari tahu tentang dia atau keluarganya. Saat ini Callie tengah berada di ruang kerja perusahaan PT Juchi Tech. Perusahaan game dan robot yang didirikan oleh Julian, Opanya.

Apalagi tadi Callie sedang mengotak-atik sistem dari robot baru yang tengah digarap oleh Uncle-nya, Ronand. Namun malah ada tanda peringatan pada laptopnya. Hal itu sangat mengganggu dia yang tengah fokus. Tentu saja Callie bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Dia tidak mau identitas dan kemampuannya diketahui oleh orang asing yang tujuannya belum tahu. Kecuali teman sekolahnya yang tahu jika dia berasal daru keluarga Roberto. Walaupun ada beberapa juga yang tidak percaya dan menganggap dirinya hanya mengaku-ngaku saja. Namun mengenai kemampuannya dan perihal dia masuk dunia bawah, itu sama sekali tak boleh ada yang mengetahuinya kecuali keluarga dan orang terdekatnya saja.

"Nih... Lihat coba bisa nggak kamu cari aku," Callie terkikik geli saat harus berperang kode huruf dan angka dengan lawannya.

"Telur gulung, ayo meluncur."

Tak...

Klik... Klik...

Hahaha...

Brakkk...

"Ngapain kamu ketawa sendiri kaya kuntilanak?" seru seorang laki-laki yang tak lain adalah asistennya di perusahaan. Dia adalah Reska, sahabat Mika. Callie merekrut Reska untuk dijadikan asisten karena Gema harus mengurus perusahaan lain bersama Ronand.

"Siapa yang kamu bilang kuntilanak, ha? Dasar asisten nggak sopan," seru Callie sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

"Maaf, Bos telur gulung. Habisnya Bos lupa aktifkan kedap suara di ruangan ini, jadinya suara cekikikan terdengar sampai luar. Saya khawatir kalau Bos telur gulung ini nanti berubah jadi Mbak kunti," ceplos Reska dengan polosnya.

Enak aja kamu ngatain aku Mbak kunti dan panggilnya Bos telur gulung,

Callie langsung berdiri dan berkacak pinggang mendengar panggilan dari Reska padanya. Baru kali ini Reska memanggilnya Bos telur gulung. Padahal biasanya hanya Callie gembul atau Bos saja. Sedangkan Reska hanya bisa cengengesan kemudian keluar dari ruang kerja Callie setelah memastikan Bosnya itu baik-baik saja. Walaupun ocehannya tidak penting, itu untuk menutupi rasa pedulinya pada Callie. Reska terlalu gengsi menunjukkan perhatian dan kepeduliannya pada Callie.

"Asem emang itu Kak Reska. Cant..."

Tit... Tit...

Apa lagi itu?

Dia cewek telur gulung, Tuan. Lihat ini,

Ha?

Mau cari informasi tentang cewek telur gulung ya? Nggak akan bisa, wleeekk...

Sial...

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

Alhamdulillah akhirnya cerita callie Remaja udah mulai update lagi... lanjut n semangat thor....

2026-07-21

5

sasa adzka

sasa adzka

gak ketinggalan telur gulung nya dari jaman rachel

2026-08-12

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Bs ndak ya klo langsung turunkan standar motornya?

2026-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Rapat
3 Keponakan
4 Tegang
5 Analisa
6 PDKT
7 PDKT 2
8 Dinding Kaca
9 Mengerikan
10 Datang Kembali
11 Uji Coba
12 Menolak
13 Senjata (Baru)
14 Terkejut
15 Bar-Bar
16 Ancaman Callie
17 Penguntit
18 Mika
19 Oma Sesil
20 Transparant
21 Keren
22 Kecelakaan
23 Gerak
24 Gawat
25 Trauma
26 Mata-Mata
27 Kondisi Mika
28 Rantai
29 Suara Palsu
30 Fokus
31 Tamparan
32 Selalu Ada
33 Pengawalan
34 Menegangkan
35 Tanggungjawab
36 Porak Poranda
37 Kebenaran
38 Lelah
39 Harap Cemas
40 Barengan
41 Rindu
42 Salah
43 Sate
44 Merah
45 Sembuh
46 Sembuh 2
47 Ribut
48 Bayaran
49 Kebaikan
50 Rebutan
51 Pelit
52 Serius
53 Diskusi
54 Mulai Terungkap
55 Tawaran
56 Batu
57 Pengakuan
58 Hadiah
59 Ricko Tahu
60 Berita
61 Berita 2
62 Iklan
63 Rencana
64 Saringan
65 Panik
66 Panik 2
67 Arnuel
68 Negosiasi
69 Negosiasi 2
70 Tersembunyi
71 Deal
72 Pertemuan
73 Bingung
74 Fans
75 Persiapan
76 Test
77 Test 2
78 Surat
79 Keluar Saja
80 Isi
81 Pemimpin
82 Babak Baru
83 Babak Baru 2
84 Kepala Dingin
85 Spill
86 Cemburu
87 Misi
88 Penangkapan
89 Kedatangan
90 Keputusan
91 Kabar
92 Ganti
93 Pulang
94 Tak Terpikirkan
95 END
96 Bonus
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Awal
2
Rapat
3
Keponakan
4
Tegang
5
Analisa
6
PDKT
7
PDKT 2
8
Dinding Kaca
9
Mengerikan
10
Datang Kembali
11
Uji Coba
12
Menolak
13
Senjata (Baru)
14
Terkejut
15
Bar-Bar
16
Ancaman Callie
17
Penguntit
18
Mika
19
Oma Sesil
20
Transparant
21
Keren
22
Kecelakaan
23
Gerak
24
Gawat
25
Trauma
26
Mata-Mata
27
Kondisi Mika
28
Rantai
29
Suara Palsu
30
Fokus
31
Tamparan
32
Selalu Ada
33
Pengawalan
34
Menegangkan
35
Tanggungjawab
36
Porak Poranda
37
Kebenaran
38
Lelah
39
Harap Cemas
40
Barengan
41
Rindu
42
Salah
43
Sate
44
Merah
45
Sembuh
46
Sembuh 2
47
Ribut
48
Bayaran
49
Kebaikan
50
Rebutan
51
Pelit
52
Serius
53
Diskusi
54
Mulai Terungkap
55
Tawaran
56
Batu
57
Pengakuan
58
Hadiah
59
Ricko Tahu
60
Berita
61
Berita 2
62
Iklan
63
Rencana
64
Saringan
65
Panik
66
Panik 2
67
Arnuel
68
Negosiasi
69
Negosiasi 2
70
Tersembunyi
71
Deal
72
Pertemuan
73
Bingung
74
Fans
75
Persiapan
76
Test
77
Test 2
78
Surat
79
Keluar Saja
80
Isi
81
Pemimpin
82
Babak Baru
83
Babak Baru 2
84
Kepala Dingin
85
Spill
86
Cemburu
87
Misi
88
Penangkapan
89
Kedatangan
90
Keputusan
91
Kabar
92
Ganti
93
Pulang
94
Tak Terpikirkan
95
END
96
Bonus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!