Keponakan

"Onty Callie, jadi jalan-jalan ndak sih? Lama mamat lho. Kai yang tampan sudah siap lho," seru seorang bocah laki-laki kecil berusia 3 tahun yang sudah tak sabar untuk pergi jalan-jalan bersama Callie.

Brakk... Brakk...

Pintu kamar Callie dipukul kencang oleh bocah cilik bernama Kaizar Abimanyu Rayt itu. Dia biasa dipanggil Kai oleh keluarganya. Kai adalah anak dari Mika dan Axel. Yang artinya adalah keponakan Callie. Sore ini Callie berjanji pada Kai untuk pergi ke taman menggunakan sepeda. Namun Kai yang sudah tidak sabar, menjemput Callie di kamarnya. Pasalnya menurut Kai, Callie sangat lama turunnya. Padahal ini sudah jam 4 sore.

Namun setelah pintu kamar digebrak dan ditendang oleh Kai, tidak terdengar suara Callie. Hal itu membuat Kai mengerucutkan bibirnya sebal. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Salah seorang maid bernama Ayu mendekati Kai yang duduk di lantai sendirian. Melihat ada orang yang mendekatinya, Kai langsung menangis histeris.

Huaaaa...

Onty Callie ndak mau main sama Kai,

"Sebentar... Kita coba ketuk pintunya dulu pelan-pelan ya. Siapa tahu Onty lagi ke kamar mandi makanya tidak dengar," ucap Ayu menenangkan Kai.

"Coba ketuk itu pintu kamalnya. Tangan dan kaki Kai sudah mati lasa ini gala-gala buat pukul pintu," rengek Kai sambil menunjukkan telapak tangannya yang memerah pada Ayu.

"Waduh... Ini kalau Nona Mika tahu, habis lah sudah itu Nona Callie." gumam Ayu yang tahu bagaimana posesifnya Ibu dari Kai itu.

Nona Callie, ini sudah ditunggu sama Tuan kecil.

"Siapa yang bilang kalau Kai itu kecil? Kai sudah besal," seru Kai yang kini malah menyalahkan Ayu.

Iya, besar jempolnya dibandingkan kelingkingnya.

Bi Ayu ngomong apa?

Ndak kok,

Nona Callie, selamatkan diriku dari tikus kecil ini.

Heh...

Ceklek...

Pintu terbuka dan menampilkan Callie dengan rambut berantakan. Tak lupa matanya masih terpejam dan kepala disandarkan pada pintu. Sepertinya Callie baru bangun tidur sehingga tadi tidak mendengar panggilan Kai dan Ayu. Kai yang melihat Callie baru bangun tidur pun langsung memelototkan matanya. Sudah berjanji dengannya malah baru bangun tidur. Padahal dia sudah siap dengan pakaian rapi dan tas kecil pada punggungnya.

"Onty Callie, kenapa balu bangun sih?" teriak Kai sambil berkacak pinggang.

"Sudah bangun kok ini, Kai. Jangan teriak-teriak, nanti lehermu putus lho. Kalau putus, nggak bisa disambung lagi." ceplos Callie dengan suara seraknya.

"Matanya belum telbuka itu. Astaga... Onty Callie minta ditembak dol dol dol," seru Kai yang menirukan gaya bicara Callie saat kesal.

Heh... Jangan ngomong gitu. Dengar Mamamu yang cerewet itu, Onty bisa digantung di pohon mangga depan rumah.

Callie langsung membuka matanya saat mendengar ucapan Kai. Bisa-bisanya Kai mengucapkan kata-kata keramat yang tidak boleh diucapkannya. Tembak dor dor dor itu lah kata keramat yang selalu diucapkan oleh Callie saat sedang kesal. Bahkan Kai pun selalu mengikutinya. Namun Mika tidak suka karena khawatir anaknya yang masih kecil terkontaminasi dengan senjata milik Callie. Mika juga sudah mengingatkan Callie agar tidak mengajarinya aneh-aneh. Walaupun sekarang hampir semua sepupunya bisa menggunakan senjata, tapi Mika tidak mau anaknya mengenal itu saat masih kecil.

"Makanya buluan siap-siap, Onty Callie. Kai tuh belasa dibeli halapan palsu lho ini. Sudah menunggu sejak shubuh tadi lho," seru Kai dengan raut wajah memberengut kesal.

"Itu namanya kurang kerjaan, Kai. Lebay amat ini bocah. Orang perginya sore, ngapain siap-siap dari shubuh." Callie pun memilih masuk ke dalam kamar mandi daripada mendengar ocehan Kai.

"Perasaan di keluarga ini, yang cowok tuh biasanya dingin dan nggak cerewet. Ini keponakan satu cowok kok cerewetnya minta ampun. Mana setiap hari datang ke sini minta diajak jalan terus jajan. Emaknya juga pelit, anaknya pergi nggak dikasih duit." lanjutnya menggerutu.

Buluan, Onty Callie. Kebulu sole jadi pagi lagi ini,

Sabar...

Hatchi...

Kok kaya ada yang lagi ngomongin aku di belakang ya?

***

Saat ini Callie tengah memboncengkan Kai dengan sepeda mininya. Sengaja Callie menggunakan sepeda karena ingin sekalian berolahraga sore. Tampak wajah ceria dari Kai yang bernyanyi lagu anak-anak. Pegangan Kai pada perut Callie begitu erat karena beberapa kali gadis itu mengayuh sepedanya dengan kencang.

"Kai, suaramu kaya kaleng wadah rengginang. Cempreng amat," seru Callie agar Kai menghentikan nyanyiannya.

"Ndak sadal dili kamu ini, Onty Callie. Suala kita sama-sama cempleng," seru Kai membuat Callie memelototkan matanya.

"Suara Onty itu mirip Shakira lho. Sembarangan kamu ngatain Onty ini," seru Callie tak terima.

"Shakila kalau lagi kejepit lemali itu sualanya Onty," Callie mendengus sebal mendengar ucapan dari Kai.

Krek... Krek...

Eh... Kenapa nih sepedanya?

Tiba-tiba saja terdengar bunyi gesekan pada sepeda yang tengah dikayuh oleh Callie. Hal itu membuat Callie segera menghentikan kayuhannya dan membawa sepedanya ke pinggir jalan. Callie turun dari sepedanya kemudian melihat ke arah rantai. Ternyata rantai sepedanya sudah kendor dan berkarat. Callie menepuk dahinya pelan karena lupa memeriksa sepedanya sebelum tadi dipakai.

"Onty, ndak ada ya celitanya sepeda mogok sepelti mobil." peringat Kai yang tahu pasti alasan Callie ketika kendaraan berhenti.

"Rantainya rusak ini," Callie menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia melihat ke arah jalan sekitarnya yang terlihat sangat sepi.

"Katanya sepeda puluhan juta, masa lantainya bisa lusak sih? Beli yang KW supel ini pasti," seru Kai yang mencibir kesombongan Callie.

"Namanya juga barang, pasti rusak kalau tidak dirawat atau kelamaan nggak dipakai. Lagian ini sepeda mahal ya, rusak pun nanti dijual harganya jadi 1 milyar." ucap Callie melebih-lebihkan.

Satu milyal itu uangnya sepelti apa, Onty?

Sebesar gunung himalaya,

Ha?

Tentu saja Callie hanya berucap asal saja untuk menjawab pertanyaan Kai. Lagi pula anak seusia Kai ini masih bisa dibohongi. Callie terkekeh geli melihat Kai tampak kebingungan. Akhirnya Callie pun kembali menaiki sepedanya. Namun tidak dengan Kai yang dimintanya mendorong. Pasalnya rantai sepeda itu tak bisa Callie perbaiki.

"Dorong terus, Kai." seru Callie dengan santainya menjahili Kai.

"Halusnya Kai yang naik lho. Kok ini jadi Onty sih?" seru Kai tak terima. Bahkan wajahnya sudah memerah dan dahinya bercucuran keringat.

"Kakimu kan masih pendek. Nanti gimana bisa kakimu itu menapak jalanan? Jatuh dong," ucap Callie dengan asal. Padahal ini hanya alasan Callie saja agar tidak berjalan kaki sambil membawa sepeda dengan Kai duduk di atasnya.

Aneh sekali. Ada bau-bau Kai kena plenk ini,

Cittt...

Awas...

Dor... Dor... Dor...

Huaaa...

Onty ada yang tembak dol dol dol,

Terpopuler

Comments

E F

E F

tq thor🙏😍
lanjutttt tambah lg thor💪😄

2026-07-21

1

DISTYA ANGGRA MELANI

DISTYA ANGGRA MELANI

Lnjt thor tmbh seru ini si callei

2026-07-21

1

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

wah giliran Callie yang jadi sasaran bocil menggemaskan.🤭

2026-07-21

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Rapat
3 Keponakan
4 Tegang
5 Analisa
6 PDKT
7 PDKT 2
8 Dinding Kaca
9 Mengerikan
10 Datang Kembali
11 Uji Coba
12 Menolak
13 Senjata (Baru)
14 Terkejut
15 Bar-Bar
16 Ancaman Callie
17 Penguntit
18 Mika
19 Oma Sesil
20 Transparant
21 Keren
22 Kecelakaan
23 Gerak
24 Gawat
25 Trauma
26 Mata-Mata
27 Kondisi Mika
28 Rantai
29 Suara Palsu
30 Fokus
31 Tamparan
32 Selalu Ada
33 Pengawalan
34 Menegangkan
35 Tanggungjawab
36 Porak Poranda
37 Kebenaran
38 Lelah
39 Harap Cemas
40 Barengan
41 Rindu
42 Salah
43 Sate
44 Merah
45 Sembuh
46 Sembuh 2
47 Ribut
48 Bayaran
49 Kebaikan
50 Rebutan
51 Pelit
52 Serius
53 Diskusi
54 Mulai Terungkap
55 Tawaran
56 Batu
57 Pengakuan
58 Hadiah
59 Ricko Tahu
60 Berita
61 Berita 2
62 Iklan
63 Rencana
64 Saringan
65 Panik
66 Panik 2
67 Arnuel
68 Negosiasi
69 Negosiasi 2
70 Tersembunyi
71 Deal
72 Pertemuan
73 Bingung
74 Fans
75 Persiapan
76 Test
77 Test 2
78 Surat
79 Keluar Saja
80 Isi
81 Pemimpin
82 Babak Baru
83 Babak Baru 2
84 Kepala Dingin
85 Spill
86 Cemburu
87 Misi
88 Penangkapan
89 Kedatangan
90 Keputusan
91 Kabar
92 Ganti
93 Pulang
94 Tak Terpikirkan
95 END
96 Bonus
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Awal
2
Rapat
3
Keponakan
4
Tegang
5
Analisa
6
PDKT
7
PDKT 2
8
Dinding Kaca
9
Mengerikan
10
Datang Kembali
11
Uji Coba
12
Menolak
13
Senjata (Baru)
14
Terkejut
15
Bar-Bar
16
Ancaman Callie
17
Penguntit
18
Mika
19
Oma Sesil
20
Transparant
21
Keren
22
Kecelakaan
23
Gerak
24
Gawat
25
Trauma
26
Mata-Mata
27
Kondisi Mika
28
Rantai
29
Suara Palsu
30
Fokus
31
Tamparan
32
Selalu Ada
33
Pengawalan
34
Menegangkan
35
Tanggungjawab
36
Porak Poranda
37
Kebenaran
38
Lelah
39
Harap Cemas
40
Barengan
41
Rindu
42
Salah
43
Sate
44
Merah
45
Sembuh
46
Sembuh 2
47
Ribut
48
Bayaran
49
Kebaikan
50
Rebutan
51
Pelit
52
Serius
53
Diskusi
54
Mulai Terungkap
55
Tawaran
56
Batu
57
Pengakuan
58
Hadiah
59
Ricko Tahu
60
Berita
61
Berita 2
62
Iklan
63
Rencana
64
Saringan
65
Panik
66
Panik 2
67
Arnuel
68
Negosiasi
69
Negosiasi 2
70
Tersembunyi
71
Deal
72
Pertemuan
73
Bingung
74
Fans
75
Persiapan
76
Test
77
Test 2
78
Surat
79
Keluar Saja
80
Isi
81
Pemimpin
82
Babak Baru
83
Babak Baru 2
84
Kepala Dingin
85
Spill
86
Cemburu
87
Misi
88
Penangkapan
89
Kedatangan
90
Keputusan
91
Kabar
92
Ganti
93
Pulang
94
Tak Terpikirkan
95
END
96
Bonus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!