~ Sandiwara Di Rumah Menteng

Pagi hari di penthouse SCBD dimulai dengan suasana yang begitu formal, hening, dan sarat akan ketegangan yang tersembunyi. Tepat pukul delapan pagi, Pak Aslan membawa dua orang petugas resmi dari dinas kependudukan beserta seorang penghulu ke dalam rumah. Tanpa adanya dekorasi bunga-bunga megah, alunan musik pernikahan, atau deretan papan bunga selamat, prosesi ijab kabul dan pencatatan hukum berlangsung sangat tertutup di ruang tamu utama.

Aura Zhafira duduk di sisi meja marmer dengan balutan gaun simpel berwarna krem. Di hadapan para saksi dan petugas, Reno Adhyastha mengucapkan kalimat ijab kabul dengan satu tarikan napas yang sangat tegas, lugas, dan tanpa keraguan sedikit pun. Hanya dalam hitungan menit, status kehidupan Aura berubah total. Ia resmi menjadi istri sah dari seorang Reno Adhyastha secara hukum dan agama.

Dua buah buku nikah serta dokumen perjanjian tertutup berikatan pita merah kini resmi mengikat takdir mereka di atas kertas.

"Selamat, Tuan Reno, Nona Aura. Pernikahan kalian sudah terdaftar secara resmi oleh negara," ucap petugas catat sipil seraya menyerahkan berkas-berkas tersebut.

Sesuai norma, Aura membungkuk dan mencium punggung tangan kanan Reno sebagai formalitas di depan para saksi. Sentuhan kulit tangan Reno yang hangat dan kokoh seketika mengirimkan desir aneh di dada Aura. Namun, Reno dengan cepat menarik jemarinya kembali begitu para tamu dan petugas pamit mundur meninggalkan rumah.

"Waktu kita tidak banyak," kata Reno dingin seraya melirik jam tangan mewahnya. "Ganti pakaianmu. Pak Aslan sudah menyiapkan gaun khusus di kamarmu. Kita harus sampai di kediaman Nenek jam sepuluh tepat."

Aura melangkah masuk ke kamarnya. Di atas tempat tidur, sudah tergelar sebuah gaun anggun berwarna pink pastel berbahan sutra eksklusif lengkap dengan hijab senada yang sangat pas di tubuhnya. Ketika Aura keluar dari kamar sepuluh menit kemudian, Reno yang sedang berdiri merapikan jam tangannya sempat tertegun sejenak. Pria itu menatap Aura dari atas sampai bawah, seolah terperangah oleh keanggunan dan kecantikan alami Aura yang terpancar begitu lembut tanpa perlu riasan tebal.

"Bagaimana? Apakah penampilan saya terlalu berlebihan untuk acara keluarga?" tanya Aura canggung, meremas tas tangannya.

Reno berdehem pelan, mengalihkan pandangannya ke arah lain seraya berdehem. "Cukup rapi dan pantas. Ayo berangkat sekarang."

Kawasan elit Menteng selalu dikenal dengan deretan rumah-rumah berarsitektur kolonial yang megah, tenang, dan tertutup rapat. Mobil Alphard hitam milik Reno berhenti tepat di depan sebuah gerbang besi tempa yang menjulang tinggi. Begitu gerbang terbuka, mobil menyusuri pekarangan luas bernuansa hijau rindang sebelum akhirnya berhenti di depan teras utama kediaman besar keluarga Adhyastha.

Aura menggenggam erat tas tangannya. Selama ini, sebagai pembawa berita utama di TV nasional, ia terbiasa mewawancarai pejabat tinggi, menteri, hingga pengusaha papan atas di depan kamera. Namun menghadapi Nenek Ratna Adhyastha matriarki berdarah dingin yang memegang kendali saham mayoritas Adhyastha Group membuat keberaniannya sedikit goyah.

"Dengar baik-baik," bisik Reno pelan saat mereka berdiri di depan pintu kayu ukir yang besar.

Tanpa peringatan, tangan kekar Reno melingkar di pinggang Aura, menarik tubuh wanita itu mendekat hingga bersandar di sisinya. Aura menahan napas, terkejut oleh sentuhan mendadak yang terkesan intim itu.

"Nenek adalah wanita yang sangat jeli dan berpengalaman," lanjut Reno, suaranya berbisik tepat di samping telinga Aura hingga hembusan napas hangatnya terasa menyapu kulit leher Aura. "Satu gerakan canggung atau keraguan saja bisa membuat beliau curiga. Ikuti alur permainan saya dan jangan pernah membantah."

"I-iya, saya mengerti," jawab Aura gugup, berusaha keras menetralkan detak jantungnya yang mendadak berpacu liar.

Pintu besar itu terbuka. Seorang pelayan tua menyambut mereka dengan senyum hangat dan memandu mereka menuju ruang keluarga bernuansa klasik yang dihiasi lukisan-lukisan langka serta furnitur kayu jati ukir berharga fantastis.

Di atas sofa utama, duduk seorang wanita tua bertubuh tegap. Meskipun rambutnya sudah memutih sepenuhnya dan usianya mendekati tujuh puluh tahun, binar mata Nenek Ratna masih sangat tajam, jernih, dan penuh wibawa. Tatapan matanya yang kelam langsung menyapu sosok Reno dan Aura yang berjalan berdampingan.

"Reno... jadi ini wanita yang membuatmu terburu-buru mendaftarkan pernikahan secara mendadak tanpa memberi tahu Nenek terlebih dahulu?" suara Nenek Ratna terdengar dalam, berat, dan penuh selidik.

Reno sama sekali tidak melepaskan rangkulannya di pinggang Aura. Pria itu justru menarik Aura sedikit lebih rapat ke tubuhnya dengan gestur protektif. "Selamat pagi, Nenek. Kenalkan, ini Aura Zhafira. Istri Reno."

Aura melangkah maju dengan senyuman paling anggun dan santun yang ia miliki. Ia membungkuk hormat dan mencium tangan Nenek Ratna dengan lembut. "Selamat pagi, Nenek. Maafkan kami jika keputusan pernikahan yang mendadak ini membuat Nenek terkejut."

Nenek Ratna diam sejenak, memandangi wajah Aura dengan tatapan menembus seolah sedang membaca isi pikiran Aura. Ruangan itu mendadak hening dan tegang. Aura tetap mempertahankan posisi senyumnya yang tenang dan matang, mengandalkan seluruh pengalaman profesionalnya saat membawakan siaran langsung di televisi.

"Aura Zhafira..." gumam Nenek Ratna perlahan, memecah keheningan. "Presenter berita Prime Time di stasiun TV nasional. Saya sering menonton siaranmu tiap malam."

Aura menghembuskan napas lega yang tersembunyi. "Suatu kehormatan besar bagi saya, Nenek."

"Sini duduk di sebelah Nenek," titah wanita tua itu seraya menepuk bagian sofa kosong di sampingnya.

Aura melirik Reno sekilas, lalu duduk dengan anggun di samping Nenek Ratna. Sementara Reno mengambil posisi duduk di sofa tunggal yang berada tepat di sebelah mereka.

Nenek Ratna meraih jemari Aura, menggenggamnya dan mengamati cincin pernikahan polos berbahan platina yang melingkar di jari manis Aura. "Wanita muda zaman sekarang biasanya mengincar pesta pernikahan megah bernilai miliaran rupiah dan sorotan kamera media. Tapi Reno bilang, kamu yang meminta agar pernikahan ini digelar sangat sederhana dan tertutup. Kenapa?"

Aura menatap mata Nenek Ratna dengan kejujuran yang terpancar alami. "Bagi saya, Nenek... esensi dari sebuah pernikahan adalah ikatan janji yang suci di antara dua manusia dan keberkahan keluarga, bukan kemewahan pesta di depan kamera. Profesi saya sudah cukup membuat kehidupan saya disorot publik. Untuk pernikahan, saya hanya menginginkan ketenangan."

Reno yang duduk di seberang mereka sempat menahan napas mendengar jawaban Aura. Jawaban wanita itu begitu cerdas, diplomatis, dan terasa sangat tulus tanpa cela sedikit pun.

Nenek Ratna mengamati raut wajah Aura selama beberapa detik, mencari sinyal kebohongan di sana. Namun, ketenangan dan keanggunan Aura tampaknya berhasil meluluhkan ketegangan di raut wajah sang matriarki. Senyuman tipis perlahan terukir di bibir Nenek Ratna.

"Jawaban yang sangat bijak dan menyentuh," puji Nenek Ratna tulus. Ia menoleh pada cucunya dengan raut penuh kepuasan. "Reno, pilihanmu kali ini benar-benar tidak salah. Dia bukan sekadar cantik, tapi punya martabat, harga diri, dan pemikiran yang matang. Sangat cocok menjadi pendamping CEO Adhyastha Corporation."

Reno tersenyum tipis sebuah senyuman formal yang sangat jarang diperlihatkannya pada orang lain. "Reno selalu memastikan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga kita, Nenek."

"Tapi ingat, Reno..." raut wajah Nenek Ratna kembali mendadak serius dan menekan, "...karena kalian sudah menikah resmi, Nenek ingin kalian wajib menginap di rumah ini setiap akhir pekan. Dan yang paling penting, Nenek menunggu kabar kehamilan Aura sebelum rapat besar pemegang saham tahun depan."

Uhuk!

Aura yang baru saja hendak menyesap teh hangat dari cangkir porselen di mejanya seketika tersedak pelan. Matanya membelalak kaget menatap Nenek Ratna, sementara Reno di seberangnya mendadak duduk kaku dengan raut wajah yang membeku total.

Episodes
1 ~ Perjanjian Di Ujung Krisis
2 ~ Tanda Tangan Di Atas Kertas
3 ~ Malam Pertama Di Sangkar Emas
4 ~ Sandiwara Di Rumah Menteng
5 ~ Debaran Di Luar Kendali
6 ~ Batas Yang Mulai Kabur
7 ~ Cemburu Yang Tak Diakui
8 ~ Sesuatu Di Balik Sikap Dingin
9 ~ Satu Kamar Di Kediaman Menteng
10 ~ Cincin Warisan Dan Kehangatan Pagi
11 ~ Panggilan Mesra Dan Badai Media
12 ~ Bantaian Di Hadapan Media
13 ~ Bayangan Di Balik Celah
14 ~ Badai Skandal Dan Lemparan Fitnah
15 ~ Perlindungan Di Tengah Badai
16 ~ Bisikan Malam Dan Janji Di Atas Mimbar
17 ~ Bukti Di Atas Mimbar Dan Kehancuran Fitnah
18 ~ Pengakuan, Pembalasan, Dan Kejutan Tiket Bulan Madu
19 ~ Terbang Menuju Pulau Impian
20 ~ Malam Penuh Pengakuan di Maldives
21 ~ Di Bawah Langit Maldives
22 ~ Fajar Pertama Di Maldives
23 ~ Kehangatan Pagi Di Maldives
24 ~ Kembali ke Jakarta
25 ~ Kejutan di Balik Layar Studio
26 ~ Integritas dan Perlindungan
27 ~ Momen Sepulang Siaran
28 ~ Janji di Sisi Peraduan
29 ~ Harapan di Tengah Keheningan
30 ~ Kejutan Manis
31 ~ Bunga dan Duri
32 ~ Janji dan Kerinduan
33 ~ Kabar dari VIP
34 ~ Senyuman Ibu
35 ~ Jebakan di Ruang Siar
36 ~ Tangan Dingin Adhyastha
37 ~ Sempurna di Ujung Fajar
38 ~ Kehangatan Kasihsayang
39 ~ Langkah Baru Aura
40 ~ Bunga Untuk Sang Bintang
41 ~ Pelukan di Balik Kabut
42 ~ Kado Terindah
43 ~ Kehangatan Rumah Adhyastha
44 ~ Ngidam
45 ~ Detak Jantung Pertama
46 ~ Kembali Siaran
47 ~ Kehangatan Dua Keluarga
48 ~ Demi Buah Hati
49 ~ Di Dalam Dekapan Reno
50 ~ Senja di Teras Penthouse
51 ~ Ruang Penuh Cinta
52 ~ Bahagia yang Sempurna
53 ~ Kasih Tanpa Batas
54 ~ Keajaiban Kecil
55 ~ Pesona Sang Anchor
56 ~ Pendamping Sang CEO
57 ~ Janji Sang Suami
58 ~ Kejutan Manis Sang CEO
59 ~ Kehangatan Keluarga
60 ~ Doa dan Rasa Syukur
61 ~ Perhatian Sang CEO
62 ~ Bisikan Kasih Sang Ayah
63 ~ Detak Jantung Malaikat Kecil
64 ~ Kebahagiaan Yang Meluap
65 ~ Pesona Sang Ratu
66 ~ Kamar Mungil Malaikat Kecil
67 ~ Pesona Di Layar Kaca
68 ~ Nama Indah Untuk Sang Malaikat
69 ~ Kejutan Di Studio Berita
Episodes

Updated 69 Episodes

1
~ Perjanjian Di Ujung Krisis
2
~ Tanda Tangan Di Atas Kertas
3
~ Malam Pertama Di Sangkar Emas
4
~ Sandiwara Di Rumah Menteng
5
~ Debaran Di Luar Kendali
6
~ Batas Yang Mulai Kabur
7
~ Cemburu Yang Tak Diakui
8
~ Sesuatu Di Balik Sikap Dingin
9
~ Satu Kamar Di Kediaman Menteng
10
~ Cincin Warisan Dan Kehangatan Pagi
11
~ Panggilan Mesra Dan Badai Media
12
~ Bantaian Di Hadapan Media
13
~ Bayangan Di Balik Celah
14
~ Badai Skandal Dan Lemparan Fitnah
15
~ Perlindungan Di Tengah Badai
16
~ Bisikan Malam Dan Janji Di Atas Mimbar
17
~ Bukti Di Atas Mimbar Dan Kehancuran Fitnah
18
~ Pengakuan, Pembalasan, Dan Kejutan Tiket Bulan Madu
19
~ Terbang Menuju Pulau Impian
20
~ Malam Penuh Pengakuan di Maldives
21
~ Di Bawah Langit Maldives
22
~ Fajar Pertama Di Maldives
23
~ Kehangatan Pagi Di Maldives
24
~ Kembali ke Jakarta
25
~ Kejutan di Balik Layar Studio
26
~ Integritas dan Perlindungan
27
~ Momen Sepulang Siaran
28
~ Janji di Sisi Peraduan
29
~ Harapan di Tengah Keheningan
30
~ Kejutan Manis
31
~ Bunga dan Duri
32
~ Janji dan Kerinduan
33
~ Kabar dari VIP
34
~ Senyuman Ibu
35
~ Jebakan di Ruang Siar
36
~ Tangan Dingin Adhyastha
37
~ Sempurna di Ujung Fajar
38
~ Kehangatan Kasihsayang
39
~ Langkah Baru Aura
40
~ Bunga Untuk Sang Bintang
41
~ Pelukan di Balik Kabut
42
~ Kado Terindah
43
~ Kehangatan Rumah Adhyastha
44
~ Ngidam
45
~ Detak Jantung Pertama
46
~ Kembali Siaran
47
~ Kehangatan Dua Keluarga
48
~ Demi Buah Hati
49
~ Di Dalam Dekapan Reno
50
~ Senja di Teras Penthouse
51
~ Ruang Penuh Cinta
52
~ Bahagia yang Sempurna
53
~ Kasih Tanpa Batas
54
~ Keajaiban Kecil
55
~ Pesona Sang Anchor
56
~ Pendamping Sang CEO
57
~ Janji Sang Suami
58
~ Kejutan Manis Sang CEO
59
~ Kehangatan Keluarga
60
~ Doa dan Rasa Syukur
61
~ Perhatian Sang CEO
62
~ Bisikan Kasih Sang Ayah
63
~ Detak Jantung Malaikat Kecil
64
~ Kebahagiaan Yang Meluap
65
~ Pesona Sang Ratu
66
~ Kamar Mungil Malaikat Kecil
67
~ Pesona Di Layar Kaca
68
~ Nama Indah Untuk Sang Malaikat
69
~ Kejutan Di Studio Berita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!