~ATURAN MAIN YANG JELAS

Mobil mewah milik Min Jae melaju perlahan meninggalkan tepi danau. Lampu jalan berderet memantul di kaca jendela, menciptakan garis cahaya yang kabur. Di dalam kabin hening, hanya terdengar suara halus mesin dan desir angin. Disya duduk diam, kedua tangannya saling genggam erat di pangkuan. Jantungnya berdegup kencang—apa yang baru saja disepakati terasa seperti mimpi yang terlalu besar bagi gadis biasa sepertinya.

Min Jae menyetir dengan tenang, wajahnya datar. Ia tahu sebelum melangkah lebih jauh, segala hal harus diperjelas sampai ke akarnya. Tak boleh ada salah paham, tak boleh ada harapan palsu. Hubungan ini murni berdasarkan kebutuhan, jadi landasannya harus kokoh dan tegas.

"Saya tahu kau pasti masih banyak bertanya di hati," ucap Min Jae tiba-tiba memecah keheningan. Suaranya rendah namun terdengar jelas. "Sebelum kita mulai, saya akan jelaskan aturan mainnya satu per satu. Dengarkan baik-baik, pastikan kau mengerti setiap poinnya. Tak ada paksaan. Jika ada satu hal saja yang tak kau setujui, kita batalkan semuanya sekarang juga."

Disya menoleh perlahan menatap sisi wajahnya. Cahaya lampu jalan sesekali menyinari garis rahangnya yang tegas. Ia menarik napas panjang, lalu mengangguk mantap.

"Saya mendengarkan baik-baik, Oppa. Silakan jelaskan semuanya," jawabnya pelan namun tegas.

Min Jae melirik sekilas, lalu kembali menatap jalan sepi. "Pertama, pahami inti hubungan kita. Saya tak mencari kekasih, tak mencari istri, tak mencari teman hidup. Saya hanya butuh seseorang yang bisa saya temui saat lelah, ada di dekat saya saat sepi, dan mau melayani saya sesuai kebutuhan. Sebagai gantinya, saya tanggung seluruh hidupmu: kuliah, tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan ibumu di Jeju. Ini murni timbal balik: saya berikan kenyamanan hidup, kau berikan waktu dan kehadiranmu saat saya butuh."

Disya menelan ludah. Kata-katanya lugas, tajam, tak memberi ruang berharap lebih. Namun itulah kenyataan yang ia butuhkan. Ia mengangguk pelan. "Saya mengerti. Saya berikan waktu dan diri saya, Oppa tanggung semuanya. Begitu saja."

"Benar," jawab Min Jae singkat. "Kedua, aturan paling penting yang tak boleh dilanggar: tak boleh melibatkan perasaan. Jangan pernah jatuh cinta pada saya. Jangan berharap saya akan melihatmu sebagai wanita yang dicintai. Saya pun akan menjaga diri demikian. Hubungan ini soal kesepakatan, bukan hati. Jika saya lihat kau mulai berharap lebih atau menyimpan perasaan, perjanjian ini berakhir saat itu juga."

Udara di dalam mobil terasa mendadak lebih dingin. Ada perih kecil di dada Disya, namun segera ia usir. Ia tahu posisinya, tahu apa yang dipilihnya. "Saya janji, Oppa. Saya akan menjaga hati sekuat tenaga, tak menaruh harapan yang salah."

"Ketiga," lanjut Min Jae, "kita tak boleh ikut campur urusan masing-masing. Apa pun soal pekerjaan, masa lalu, atau keputusan saya—itu sepenuhnya hak saya. Kau tak boleh bertanya, tak boleh cemburu, tak boleh melarang. Begitu juga sebaliknya: kau bebas menjalani hidup, tapi jangan harap saya ikut campur atau melindungimu dari masalah pribadimu. Kita hanya saling melengkapi saat sepakat, selebihnya kita adalah dua orang asing dengan jalan masing-masing."

Disya menunduk. Perjanjian ini dingin, namun adil. "Baik Oppa. Saya tak akan bertanya hal yang bukan hak saya, dan tak akan mengganggu urusan pribadimu."

"Keempat, soal kerahasiaan," kata Min Jae lagi. "Dunia hiburan kejam. Nama saya Min Jae atau Zelo tak boleh tersangkut sama sekali denganmu. Di tempat umum, di depan siapa pun, kita pura-pura tak kenal. Jangan bercerita pada siapa pun, sekalipun sahabat terdekatmu, kecuali saya izinkan. Satu kesalahan kecil bisa hancurkan karir saya, dan bahayakanmu juga."

"Saya paham betul bahayanya, Oppa. Mulut saya akan tertutup rapat," janji Disya sungguh-sungguh.

"Kelima," tutup Min Jae, "mulai besok kau berhenti bekerja di kafe. Tak perlu lagi lelah berjalan kaki atau menunggu bus. Kau tinggal di tempat yang saya siapkan, fokus kuliah, dan bersiap saat saya panggil. Tak boleh menolak, kecuali ada hal darurat yang sangat mendesak."

Mobil berbelok masuk kawasan perumahan elit. Gedung apartemen tinggi menjulang megah, jauh berbeda dari tempat tinggal sederhana Disya. Pagar terbuka otomatis—tanda Min Jae sudah mengurus segalanya.

Mobil diparkir di lantai dasar. Mereka naik lift ke lantai dua puluh. Saat pintu terbuka, Min Jae membuka pintu unit di ujung lorong.

"Masuklah," katanya singkat.

Disya melangkah masuk perlahan, matanya terbelalak. Ruangan itu sangat luas, lebih besar dari rumahnya di Jeju sekalipun. Lantai marmer berkilau, jendela kaca besar menampakkan pemandangan kota Seoul yang berkelap-kelip. Ruang tamu nyaman, dapur lengkap, kamar tidur besar dengan kasur empuk, dan balkon pribadi. Semuanya siap pakai.

"Ini... tempat tinggal saya?" tanyanya berbisik, tak percaya tempat seindah ini sementara menjadi miliknya.

"Ya. Mulai sekarang kau tinggal di sini. Lebih aman, dekat kampus, dan jauh dari orang yang mungkin mengenal saya," jawab Min Jae meletakkan kunci di meja. "Besok asisten saya bantu pindahkan barangmu. Kau tak perlu repot."

Ia melangkah mendekat, menatap Disya lekat-lekat. "Ingat baik-baik semua yang saya katakan tadi. Tak ada cinta, tak ada janji, tak ada campur urusan. Kau menemani saya, saya menanggung hidupmu. Hanya itu. Jika siap, kita mulai besok. Jika ragu, katakan sekarang sebelum terlalu jauh."

Disya menatap balik. Ada ketegasan yang tak terbantahkan, namun tak ada ancaman. Ia teringat ibunya, tagihan kuliah, lelah berjuang sendiri. Ini pilihannya.

"Saya sudah siap, Oppa. Saya mengerti semua aturannya, dan akan menaatinya," ucapnya mantap.

Min Jae mengangguk pelan. "Bagus. Istirahatlah. Saya pulang dulu. Jika ada apa-apa, hubungi nomor yang sudah saya simpan di ponselmu."

Pria itu berbalik pergi. Pintu tertutup pelan, menyisakan Disya sendirian di ruangan mewah yang asing. Ia melangkah ke jendela besar, melihat mobil hitam itu perlahan menghilang di antara lampu kendaraan lain.

Disya duduk di tepi kasur empuk. Hatinya terasa kosong sekaligus lega. Pintu kehidupan nyaman terbuka lebar, namun di baliknya tak ada cinta—hanya aturan tegas dan perjanjian dingin. Mulai hari ini, ia bukan lagi gadis biasa yang berjuang sendiri, melainkan seseorang yang hidupnya disiapkan untuk menemani kesepian seorang idola ternama.

Episodes
1 ~PELANGGAN DI SUDUT KAFE
2 ~TAWARAN TAK TERDUGA
3 ~ATURAN MAIN YANG JELAS
4 ~PERJANJIAN TANPA CINTA
5 ~MASUK KE DUNIA BARU
6 ~APARTEMEN YANG DINGIN
7 ~ATURAN YANG HARUS DITAATI
8 ~HIDUP TANPA BEBAN UANG
9 ~MENIKMATI HIDUP SEBAGAI SUGAR BABY
10 ~TATAPAN YANG BERUBAH
11 ~PERTEMUAN TAK TERDUGA
12 ~PENGAKUAN DIBALIK KERAHASIAAN
13 ~TANPA KABAR DARI PARIS
14 ~GOSIP DAN RASA SAKIT YANG TAK BERNAMA
15 ~TATAPAN YANG MEMBUNUH
16 ~KATA-KATA YANG MENGGORES LUKA
17 ~KEPUTUSAN UNTUK MENJAUH
18 ~RASA KEHILANGAN
19 ~PERTEMUAN DI MINIMARKET
20 ~PULANG KE TEMPAT AMAN
21 ~BAYANG-BAYANG YANG TAK PERGI
22 ~JANJI YANG TAKKAN PUDAR
23 ~KEBENARAN YANG MEMBUNGKAM
24 ~LUKA YANG BUTUH WAKTU
25 ~LANGKAH KECIL YANG BARU
26 ~HARI PERTAMA BEKERJA
27 ~RASA YANG MULAI TUMBUH
28 ~ANGIN YANG MENGUBAH ARAH
29 ~SOROTAN DAN PENOLAKAN
30 ~PERTEMUAN DAN JANJI
31 ~SINAR DI BALIN AWAN
32 ~BAHAGIA YANG DI JAGA RAHASIA
33 ~BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI
34 ~KERAGUAN DAN TEKANAN TERSEMBUNYI
35 ~ANCAMAN DAN KEBENARAN YANG DITUTUPI
36 ~PILIHAN YANG MENYAKITKAN
37 ~KEBERANIAN UNTUK BERTAHAN
38 ~JEJAK MASA LALU DAN PERTARUNGAN HATI
39 ~PILIHAN
40 ~LANGKAH BARU DAN RAHASIA YANG TERSEMBUNYI
41 ~JEJAK YANG TAK TERDUGA
42 ~ISI KOTAK DAN KEBENARAN YANG TERBUKA
43 ~JEJAK YANG HILANG DAN PERINGATAN TERSEMBUNYI
44 ~ANCAMAN DI KEGELAPAN DAN PESAN RAHASIA
45 ~JANJI DI TENGAH KERAGUAN
46 ~RAHASIA DARAH
47 ~PILIHAN YANG DIPAKSA
48 ~KEANGKUHAN MENYEMBUNYIKAN KEPUTUSASAAN
49 ~PELINDUNG DARI MASALALU
50 ~PERANGKAP YANG SALAH SASARAN
51 ~API KEBENARAN
52 ~PEMEGANG SALINAN
53 ~TOPENG YANG AKHIRNYA RUNTUH
54 ~KEBENARAN DI TERUNGKAP
55 ~SURAT TERAKHIR DAN JEJAK PELARIAN
56 ~MENGINJAKKAN KAKI DI MASALALU
57 ~PILIHAN YANG TAk MUNGKIN DI PILIH
58 ~MENGHADAPI MASALAH
59 ~AKHIR DARI SEMUA RAHASIA
60 ~PENEBUSAN DAN TITIK BALIK
61 ~BADAI YANG DATANG TANPA SEBAB
62 ~MENJAGA HATI DI TENGAH BADAI
63 ~PANGGUNG PEMBUKTIAN
64 ~JEJAK YANG TERHAPUS
65 ~BAYANGAN DARI MASA LALU
66 ~HARGA DARI SEBUAH PERJANJIAN
67 ~KEBENARAN DI HADAPAN DUNIA
68 ~ALASAN YANG TERSEMBUNYI
69 ~BUKAN SEKEDAR PERJANJIAN
70 ~DI BALIK JULUKAN
71 ~KEPERCAYAAN YANG DIPERTARUHKAN
72 ~HARGA DIRI YANG SEBENARNYA
73 ~MASALALU YANG MENGHANTAM
74 ~HUJAN DAN JANJI
75 ~RAHASIA YANG TERBUNGKUS DI PULAU JEJU
76 ~BADAI DI DEPAN PINTU
77 ~DI ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN
78 ~JEJAK YANG HAMPIR HILANG
79 ~NAMA YANG MENGUBAH SEGALANYA
80 ~MATAHARI SETELAH BADAI
81 MATAHARI YANG TAK PERNAH TERBENAM
Episodes

Updated 81 Episodes

1
~PELANGGAN DI SUDUT KAFE
2
~TAWARAN TAK TERDUGA
3
~ATURAN MAIN YANG JELAS
4
~PERJANJIAN TANPA CINTA
5
~MASUK KE DUNIA BARU
6
~APARTEMEN YANG DINGIN
7
~ATURAN YANG HARUS DITAATI
8
~HIDUP TANPA BEBAN UANG
9
~MENIKMATI HIDUP SEBAGAI SUGAR BABY
10
~TATAPAN YANG BERUBAH
11
~PERTEMUAN TAK TERDUGA
12
~PENGAKUAN DIBALIK KERAHASIAAN
13
~TANPA KABAR DARI PARIS
14
~GOSIP DAN RASA SAKIT YANG TAK BERNAMA
15
~TATAPAN YANG MEMBUNUH
16
~KATA-KATA YANG MENGGORES LUKA
17
~KEPUTUSAN UNTUK MENJAUH
18
~RASA KEHILANGAN
19
~PERTEMUAN DI MINIMARKET
20
~PULANG KE TEMPAT AMAN
21
~BAYANG-BAYANG YANG TAK PERGI
22
~JANJI YANG TAKKAN PUDAR
23
~KEBENARAN YANG MEMBUNGKAM
24
~LUKA YANG BUTUH WAKTU
25
~LANGKAH KECIL YANG BARU
26
~HARI PERTAMA BEKERJA
27
~RASA YANG MULAI TUMBUH
28
~ANGIN YANG MENGUBAH ARAH
29
~SOROTAN DAN PENOLAKAN
30
~PERTEMUAN DAN JANJI
31
~SINAR DI BALIN AWAN
32
~BAHAGIA YANG DI JAGA RAHASIA
33
~BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI
34
~KERAGUAN DAN TEKANAN TERSEMBUNYI
35
~ANCAMAN DAN KEBENARAN YANG DITUTUPI
36
~PILIHAN YANG MENYAKITKAN
37
~KEBERANIAN UNTUK BERTAHAN
38
~JEJAK MASA LALU DAN PERTARUNGAN HATI
39
~PILIHAN
40
~LANGKAH BARU DAN RAHASIA YANG TERSEMBUNYI
41
~JEJAK YANG TAK TERDUGA
42
~ISI KOTAK DAN KEBENARAN YANG TERBUKA
43
~JEJAK YANG HILANG DAN PERINGATAN TERSEMBUNYI
44
~ANCAMAN DI KEGELAPAN DAN PESAN RAHASIA
45
~JANJI DI TENGAH KERAGUAN
46
~RAHASIA DARAH
47
~PILIHAN YANG DIPAKSA
48
~KEANGKUHAN MENYEMBUNYIKAN KEPUTUSASAAN
49
~PELINDUNG DARI MASALALU
50
~PERANGKAP YANG SALAH SASARAN
51
~API KEBENARAN
52
~PEMEGANG SALINAN
53
~TOPENG YANG AKHIRNYA RUNTUH
54
~KEBENARAN DI TERUNGKAP
55
~SURAT TERAKHIR DAN JEJAK PELARIAN
56
~MENGINJAKKAN KAKI DI MASALALU
57
~PILIHAN YANG TAk MUNGKIN DI PILIH
58
~MENGHADAPI MASALAH
59
~AKHIR DARI SEMUA RAHASIA
60
~PENEBUSAN DAN TITIK BALIK
61
~BADAI YANG DATANG TANPA SEBAB
62
~MENJAGA HATI DI TENGAH BADAI
63
~PANGGUNG PEMBUKTIAN
64
~JEJAK YANG TERHAPUS
65
~BAYANGAN DARI MASA LALU
66
~HARGA DARI SEBUAH PERJANJIAN
67
~KEBENARAN DI HADAPAN DUNIA
68
~ALASAN YANG TERSEMBUNYI
69
~BUKAN SEKEDAR PERJANJIAN
70
~DI BALIK JULUKAN
71
~KEPERCAYAAN YANG DIPERTARUHKAN
72
~HARGA DIRI YANG SEBENARNYA
73
~MASALALU YANG MENGHANTAM
74
~HUJAN DAN JANJI
75
~RAHASIA YANG TERBUNGKUS DI PULAU JEJU
76
~BADAI DI DEPAN PINTU
77
~DI ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN
78
~JEJAK YANG HAMPIR HILANG
79
~NAMA YANG MENGUBAH SEGALANYA
80
~MATAHARI SETELAH BADAI
81
MATAHARI YANG TAK PERNAH TERBENAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!