~PERJANJIAN TANPA CINTA

Pagi menyingsing perlahan. Cahaya matahari masuk lewat celah tirai, menyinari lantai marmer berkilau. Disya terbangun perlahan, sekilas merasa asing dengan bau kamar yang harum dan empuknya kasur. Baru saat menatap sekeliling ruangan luas itu, semua kejadian kemarin malam kembali teringat. Ini bukan mimpi. Hidupnya benar-benar berubah drastis semalam.

Ia merapikan tempat tidur, lalu menuju dapur. Di sana sudah tersedia makanan dan minuman segar yang entah siapa mengantarnya pagi-pagi sekali. Disya tersenyum tipis. Meski Min Jae dingin dan penuh aturan, ia tetap teliti pada hal-hal kecil seperti ini.

Belum lama sarapan selesai, pintu berbunyi. Disya menghampiri, melihat Min Jae berdiri di ambang pintu. Hari ini ia tak menutupi wajah, berpakaian santai berwarna gelap, tampak segar namun tetap berwibawa. Di belakangnya berdiri asisten pribadinya yang berwajah dingin.

"Selamat pagi, Oppa," sapa Disya sopan sambil menunduk sedikit.

"Selamat pagi," jawab Min Jae singkat. Ia melangkah masuk, diikuti asistennya membawa tas dokumen dan amplop cokelat. "Ini Seo Jun, asisten saya. Mulai sekarang dia yang mengurus semua kebutuhanmu, termasuk pembayaran dan jadwal."

Seo Jun hanya mengangguk singkat tanpa senyum. Disya paham, orang di sekitar Min Jae pun tertutup dan menjaga jarak.

"Silakan duduk, Oppa," ajak Disya menunjuk sofa.

Mereka duduk berhadapan. Min Jae meletakkan amplop di meja kaca. "Di dalam ini surat perjanjian tertulis. Isinya sama persis dengan aturan yang saya sampaikan kemarin. Kau boleh baca dulu pelan-pelan. Jika setuju, tanda tangani di bawah."

Disya mengambil kertas itu. Tulisan rapi dan jelas: tanggung jawab biaya hidup, larangan melibatkan perasaan, tak boleh campur urusan, rahasia mutlak, dan kewajiban menemani saat dibutuhkan. Tak ada yang mengejutkan, semuanya sesuai janji lisan.

Ia mengambil pena dari Seo Jun, lalu menandatangani namanya mantap. Tinta hitam menempel, menandakan perjanjian resmi. Tak ada jalan mundur.

"Bagus," kata Min Jae melihat tanda tangan itu. Ia menyimpan satu lembar, menyerahkan satu lagi pada Disya. "Simpan baik-baik."

Suasana hening sejenak. Min Jae menatapnya lekat, lalu kembali bicara dengan nada serius.

"Ada satu hal lagi yang sangat penting. Karena hubungan kita menyertakan kebersamaan fisik, ada syarat kesehatan yang wajib kau penuhi."

Disya sedikit terkejut. "Syarat kesehatan, Oppa?"

"Ya," jawab Min Jae tegas. "Kesehatan tubuh, terutama organ intim, adalah hal utama. Saya tak mau mengambil risiko tertular penyakit apa pun. Dan saya tak ingin kau sakit karena hal yang bisa dicegah."

Ia menunjuk amplop lain yang diserahkan Seo Jun. "Di sini ada kartu identitas dan surat pengantar ke klinik pribadi saya. Dokternya terpercaya, semua rahasia dijaga ketat. Hari ini kau harus ke sana."

Disya memegang surat itu. Sedikit gugup, tapi ia paham alasannya. Itu wajar dan masuk akal.

"Apa saja yang harus diperiksa, Oppa?"

"Kesehatan umum: jantung, darah, gigi, mata. Tapi yang paling utama dan teliti adalah bagian intimmu," jelas Min Jae datar tanpa rasa malu. "Dokter akan periksa rahim, saluran reproduksi, pastikan tak ada penyakit menular atau infeksi. Kau juga harus tes kehamilan dan cek kesehatan menyeluruh."

Ia menatap mata Disya. "Ini bukan mempermalukanmu. Ini syarat mutlak. Saya sangat menjaga kebersihan dan kesehatan. Sebelum kita benar-benar dekat, saya harus yakin tubuhmu sehat dan aman. Kau bersedia melakukannya?"

Disya menarik napas panjang. Awalnya malu mendengarnya langsung, tapi ia sadar ini bagian dari perjanjian.

"Saya mau, Oppa. Saya mengerti alasannya. Saya akan pergi hari ini juga," jawabnya mantap.

"Bagus," kata Min Jae. "Setelah selesai, serahkan hasil pada Seo Jun. Jika sehat, kita mulai sepenuhnya besok. Jika ada yang perlu diobati, saya biayai sampai sembuh total."

Min Jae berdiri. "Saya harus kembali ke agensi. Banyak pekerjaan menumpuk. Seo Jun akan mengantarmu dan menunggu. Jangan khawatir, dokternya wanita yang ramah."

"Baik Oppa. Hati-hati di jalan."

Min Jae mengangguk pelan lalu pergi. Pintu tertutup rapat. Tinggalah Disya dan Seo Jun.

"Siap, Nona Disya?" tanya Seo Jun datar. "Kita berangkat sekarang agar tak antre."

"Iya, siap," jawab Disya mengambil tas kecilnya.

Perjalanan hening. Klinik itu terletak di kawasan tenang dan eksklusif, bersih, berbau obat harum, dan nyaris sepi. Dokter yang memeriksa adalah wanita paruh baya yang ramah dan teliti, tak bertanya hal tak perlu. Disya awalnya canggung saat diperiksa bagian paling pribadi, tapi penjelasan lembut dokter membuatnya tenang.

Pemeriksaan berlangsung lama: cek darah, urin, hingga organ dalam secara menyeluruh. Selesai, dokter tersenyum.

"Kau sehat sekali, Nak. Tak ada infeksi, tak ada penyakit, semua berfungsi baik. Hasil lengkap keluar sejam lagi, tapi saya pastikan tak ada masalah."

Disya menghela napas lega. Benar saja, sejam kemudian hasil menyatakan semuanya aman.

Kembali ke apartemen, Seo Jun segera foto hasil dan kirim pada Min Jae. Tak lama pesan masuk: "Hasilnya bagus. Istirahatlah hari ini. Besok malam saya jemput ke apartemen saya. Siapkan dirimu."

Disya meletakkan ponsel, berjalan ke balkon melihat langit jingga kemerahan. Hatinya campur aduk. Ia sudah tanda tangan perjanjian tanpa cinta, sudah periksa tubuh demi hubungan ini. Segalanya siap.

Namun di lubuk hati terdalam, ia berdoa keputusannya tak menjerumuskannya pada luka terlalu dalam. Ia berjanji pada diri sendiri: akan menjaga hati sekuat tenaga, seperti permintaan Min Jae. Tak boleh ada cinta, tak boleh ada harapan. Hanya perjanjian saling menguntungkan.

Malam itu Disya tidur lebih awal. Ia tahu esok adalah awal hidup baru—di antara kemewahan, namun terikat aturan dingin tanpa rasa sayang.

Episodes
1 ~PELANGGAN DI SUDUT KAFE
2 ~TAWARAN TAK TERDUGA
3 ~ATURAN MAIN YANG JELAS
4 ~PERJANJIAN TANPA CINTA
5 ~MASUK KE DUNIA BARU
6 ~APARTEMEN YANG DINGIN
7 ~ATURAN YANG HARUS DITAATI
8 ~HIDUP TANPA BEBAN UANG
9 ~MENIKMATI HIDUP SEBAGAI SUGAR BABY
10 ~TATAPAN YANG BERUBAH
11 ~PERTEMUAN TAK TERDUGA
12 ~PENGAKUAN DIBALIK KERAHASIAAN
13 ~TANPA KABAR DARI PARIS
14 ~GOSIP DAN RASA SAKIT YANG TAK BERNAMA
15 ~TATAPAN YANG MEMBUNUH
16 ~KATA-KATA YANG MENGGORES LUKA
17 ~KEPUTUSAN UNTUK MENJAUH
18 ~RASA KEHILANGAN
19 ~PERTEMUAN DI MINIMARKET
20 ~PULANG KE TEMPAT AMAN
21 ~BAYANG-BAYANG YANG TAK PERGI
22 ~JANJI YANG TAKKAN PUDAR
23 ~KEBENARAN YANG MEMBUNGKAM
24 ~LUKA YANG BUTUH WAKTU
25 ~LANGKAH KECIL YANG BARU
26 ~HARI PERTAMA BEKERJA
27 ~RASA YANG MULAI TUMBUH
28 ~ANGIN YANG MENGUBAH ARAH
29 ~SOROTAN DAN PENOLAKAN
30 ~PERTEMUAN DAN JANJI
31 ~SINAR DI BALIN AWAN
32 ~BAHAGIA YANG DI JAGA RAHASIA
33 ~BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI
34 ~KERAGUAN DAN TEKANAN TERSEMBUNYI
35 ~ANCAMAN DAN KEBENARAN YANG DITUTUPI
36 ~PILIHAN YANG MENYAKITKAN
37 ~KEBERANIAN UNTUK BERTAHAN
38 ~JEJAK MASA LALU DAN PERTARUNGAN HATI
39 ~PILIHAN
40 ~LANGKAH BARU DAN RAHASIA YANG TERSEMBUNYI
41 ~JEJAK YANG TAK TERDUGA
42 ~ISI KOTAK DAN KEBENARAN YANG TERBUKA
43 ~JEJAK YANG HILANG DAN PERINGATAN TERSEMBUNYI
44 ~ANCAMAN DI KEGELAPAN DAN PESAN RAHASIA
45 ~JANJI DI TENGAH KERAGUAN
46 ~RAHASIA DARAH
47 ~PILIHAN YANG DIPAKSA
48 ~KEANGKUHAN MENYEMBUNYIKAN KEPUTUSASAAN
49 ~PELINDUNG DARI MASALALU
50 ~PERANGKAP YANG SALAH SASARAN
51 ~API KEBENARAN
52 ~PEMEGANG SALINAN
53 ~TOPENG YANG AKHIRNYA RUNTUH
54 ~KEBENARAN DI TERUNGKAP
55 ~SURAT TERAKHIR DAN JEJAK PELARIAN
56 ~MENGINJAKKAN KAKI DI MASALALU
57 ~PILIHAN YANG TAk MUNGKIN DI PILIH
58 ~MENGHADAPI MASALAH
59 ~AKHIR DARI SEMUA RAHASIA
60 ~PENEBUSAN DAN TITIK BALIK
61 ~BADAI YANG DATANG TANPA SEBAB
62 ~MENJAGA HATI DI TENGAH BADAI
63 ~PANGGUNG PEMBUKTIAN
64 ~JEJAK YANG TERHAPUS
65 ~BAYANGAN DARI MASA LALU
66 ~HARGA DARI SEBUAH PERJANJIAN
67 ~KEBENARAN DI HADAPAN DUNIA
68 ~ALASAN YANG TERSEMBUNYI
69 ~BUKAN SEKEDAR PERJANJIAN
70 ~DI BALIK JULUKAN
71 ~KEPERCAYAAN YANG DIPERTARUHKAN
72 ~HARGA DIRI YANG SEBENARNYA
73 ~MASALALU YANG MENGHANTAM
74 ~HUJAN DAN JANJI
75 ~RAHASIA YANG TERBUNGKUS DI PULAU JEJU
76 ~BADAI DI DEPAN PINTU
77 ~DI ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN
78 ~JEJAK YANG HAMPIR HILANG
79 ~NAMA YANG MENGUBAH SEGALANYA
80 ~MATAHARI SETELAH BADAI
81 MATAHARI YANG TAK PERNAH TERBENAM
Episodes

Updated 81 Episodes

1
~PELANGGAN DI SUDUT KAFE
2
~TAWARAN TAK TERDUGA
3
~ATURAN MAIN YANG JELAS
4
~PERJANJIAN TANPA CINTA
5
~MASUK KE DUNIA BARU
6
~APARTEMEN YANG DINGIN
7
~ATURAN YANG HARUS DITAATI
8
~HIDUP TANPA BEBAN UANG
9
~MENIKMATI HIDUP SEBAGAI SUGAR BABY
10
~TATAPAN YANG BERUBAH
11
~PERTEMUAN TAK TERDUGA
12
~PENGAKUAN DIBALIK KERAHASIAAN
13
~TANPA KABAR DARI PARIS
14
~GOSIP DAN RASA SAKIT YANG TAK BERNAMA
15
~TATAPAN YANG MEMBUNUH
16
~KATA-KATA YANG MENGGORES LUKA
17
~KEPUTUSAN UNTUK MENJAUH
18
~RASA KEHILANGAN
19
~PERTEMUAN DI MINIMARKET
20
~PULANG KE TEMPAT AMAN
21
~BAYANG-BAYANG YANG TAK PERGI
22
~JANJI YANG TAKKAN PUDAR
23
~KEBENARAN YANG MEMBUNGKAM
24
~LUKA YANG BUTUH WAKTU
25
~LANGKAH KECIL YANG BARU
26
~HARI PERTAMA BEKERJA
27
~RASA YANG MULAI TUMBUH
28
~ANGIN YANG MENGUBAH ARAH
29
~SOROTAN DAN PENOLAKAN
30
~PERTEMUAN DAN JANJI
31
~SINAR DI BALIN AWAN
32
~BAHAGIA YANG DI JAGA RAHASIA
33
~BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI
34
~KERAGUAN DAN TEKANAN TERSEMBUNYI
35
~ANCAMAN DAN KEBENARAN YANG DITUTUPI
36
~PILIHAN YANG MENYAKITKAN
37
~KEBERANIAN UNTUK BERTAHAN
38
~JEJAK MASA LALU DAN PERTARUNGAN HATI
39
~PILIHAN
40
~LANGKAH BARU DAN RAHASIA YANG TERSEMBUNYI
41
~JEJAK YANG TAK TERDUGA
42
~ISI KOTAK DAN KEBENARAN YANG TERBUKA
43
~JEJAK YANG HILANG DAN PERINGATAN TERSEMBUNYI
44
~ANCAMAN DI KEGELAPAN DAN PESAN RAHASIA
45
~JANJI DI TENGAH KERAGUAN
46
~RAHASIA DARAH
47
~PILIHAN YANG DIPAKSA
48
~KEANGKUHAN MENYEMBUNYIKAN KEPUTUSASAAN
49
~PELINDUNG DARI MASALALU
50
~PERANGKAP YANG SALAH SASARAN
51
~API KEBENARAN
52
~PEMEGANG SALINAN
53
~TOPENG YANG AKHIRNYA RUNTUH
54
~KEBENARAN DI TERUNGKAP
55
~SURAT TERAKHIR DAN JEJAK PELARIAN
56
~MENGINJAKKAN KAKI DI MASALALU
57
~PILIHAN YANG TAk MUNGKIN DI PILIH
58
~MENGHADAPI MASALAH
59
~AKHIR DARI SEMUA RAHASIA
60
~PENEBUSAN DAN TITIK BALIK
61
~BADAI YANG DATANG TANPA SEBAB
62
~MENJAGA HATI DI TENGAH BADAI
63
~PANGGUNG PEMBUKTIAN
64
~JEJAK YANG TERHAPUS
65
~BAYANGAN DARI MASA LALU
66
~HARGA DARI SEBUAH PERJANJIAN
67
~KEBENARAN DI HADAPAN DUNIA
68
~ALASAN YANG TERSEMBUNYI
69
~BUKAN SEKEDAR PERJANJIAN
70
~DI BALIK JULUKAN
71
~KEPERCAYAAN YANG DIPERTARUHKAN
72
~HARGA DIRI YANG SEBENARNYA
73
~MASALALU YANG MENGHANTAM
74
~HUJAN DAN JANJI
75
~RAHASIA YANG TERBUNGKUS DI PULAU JEJU
76
~BADAI DI DEPAN PINTU
77
~DI ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN
78
~JEJAK YANG HAMPIR HILANG
79
~NAMA YANG MENGUBAH SEGALANYA
80
~MATAHARI SETELAH BADAI
81
MATAHARI YANG TAK PERNAH TERBENAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!