Bayangan Di Bawah Salju

​Kata-kata Nara bagaikan percikan api yang menyambar bensin. Amarah dan rasa sakit yang dipendam Kirana selama puluhan tahun akhirnya meledak. Kirana mencoba menerobos masuk untuk menyelamatkan apa pun yang tersisa dari kenangan ibunya, namun Nara sengaja mendorong bahu Kirana hingga Kirana hampir terjatuh. Pertengkaran hebat dan saling dorong pun tidak dapat dihindarkan di lorong lantai dua tersebut.

​Husein yang mendengar kegaduhan itu langsung berlari menaiki tangga. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Nara yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai sambil meringis kesakitan dan menangis buatan.

​"Ada apa ini?!" bentak Husein dengan suara menggelegar.

​"Papa... Kak Kirana marah-marah dan mendorongku. Dia tidak mau menerima kami di rumah ini," aduh Nara dengan suara memelas, menyembunyikan wajahnya yang sebenarnya menyunggingkan senyum kemenangan.

​Mata Husein mendelik penuh amarah menatap Kirana. Tanpa mendengarkan penjelasan atau bertanya apa yang sebenarnya terjadi, rasa benci mendalam yang selama ini terpendam kembali mencuat ke permukaan. Bagi Husein, Kirana selalu menjadi pembawa masalah dan pengganggu ketenangannya.

​"Cukup, Kirana! Kau baru saja kembali dan sudah membuat kekacauan di rumah ini!" teriak Husein seraya mencengkeram lengan Kirana dengan sangat kuat hingga membuat gadis itu meringis.

​"Ayah, dengarkan aku dulu! Dia mengubah kamarku, dia membuang barang-barang peninggalan Ibu!" tangis Kirana pecah. "Kenapa Ayah selalu membela mereka? Aku ini putri kandung Ayah!"

​"Kau bukan siapa-siapa bagiku selain pembawa sial!" kata-kata kejam itu meluncur mulus dari mulut Husein tanpa rasa iba sedikit pun. "Ibumu mati gara-gara kau lahir ke dunia ini! Dan sekarang kau mau merusak kebahagiaan baruku? Aku tidak sudi melihat wajahmu lagi!"

​Husein menyeret Kirana turun dari tangga secara kasar. Kirana mencoba bertahan, menangis dan memohon, namun tenaga ayahnya jauh lebih kuat. Husein menyambar koper-koper Kirana yang masih tergeletak di lorong depan, lalu membuka pintu utama rumah lebar-lebar.

​"Keluar dari rumahku! Jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi!" bentak Husein murka.

​Dengan sekali dorongan keras, Husein melempar Kirana keluar ke pelataran rumah, disusul dengan koper-kopernya yang dijatuhkan kasar ke tanah. Pintu kayu yang kokoh itu kemudian ditutup dengan dentuman keras dan dikunci dari dalam.

​Malam itu, cuaca sedang berada pada puncaknya yang paling ekstrem. Angin malam berhembus sangat kencang, membawa serta bulir-bulir salju lebat yang turun menyelimuti kota. Suasana di luar begitu membekukan dan mencekam. Kirana terduduk di atas tanah yang dingin, terpaku menatap pintu rumahnya sendiri yang kini tertutup rapat baginya.

​Ia mengenakan pakaian tipis—hanya sweater rajut sederhana yang tak mampu menahan gigitan udara membeku yang menusuk hingga ke tulang. Air matanya menetes deras, mengalir membasahi pipinya yang kian pucat, sebelum akhirnya membeku karena cuaca yang luar biasa dingin.

​Dengan tubuh yang gemetar hebat dan gigi yang berjelatuk, Kirana berusaha bangkit. Ia menarik kopernya dengan jemari yang mulai mati rasa, mencoba berjalan menyusuri jalanan kompleks yang sepi menembus tumpukan salju yang semakin tebal. Namun, ke mana ia harus pergi? Ia tidak memiliki siapa-siapa di kota ini. Rumah yang ia harapkan menjadi tempat pulang kini telah mengusirnya tanpa belas kasihan.

​Rasa dingin yang ekstrem perlahan-lahan menggerogoti pertahanan tubuhnya. Kesadaran Kirana mulai mengabur, pandangannya berbayang, dan rasa pusing yang teramat sangat menusuk kepalanya. Langkah kakinya semakin lambat dan berat hingga akhirnya kedua lututnya menyerah pada gravitasi. Kirana roboh di tepi jalanan yang sepi, meringkuk pasrah di atas tumpukan salju yang dingin. Dalam keputusasaan yang mendalam, Kirana memejamkan matanya, membiarkan kegelapan perlahan-lahan merenggut kesadarannya.

Episodes
1 Luka Yang Tak Pernah Sembuh
2 Rumah Tanpa Ruang
3 Bayangan Di Bawah Salju
4 Sang Penguasa Malam
5 Sentuhan Hangat Di Mansion Mewah
6 Bayangan Di Luar Pintu
7 Antara Pilihan Dan Penawaran
8 Sebuah Keputusan Dan Takdir Baru
9 Lembar Rahasia Di Balik Nama
10 Sebuah Nama Dan Sebuah Janji
11 Sosok Pelindung Di Balik Rak
12 Bayangan Kekuasaan
13 Pengakuan Dan Lembar Baru
14 Hak Kesultanan Sang Istri
15 Duri Diantara Senyuman
16 Isyarat Rahasia Di Kafetaria
17 Perangkap Di Lantai Teratas
18 Manja Sang Nyonya
19 Dendam Yang Membara
20 Sambutan Sang Suami
21 Pengertian Sang Suami
22 Panggung Besar Esok Hari
23 Sorotan Diruang Direksi
24 Perayaan Dan Pengawasan Rahasia
25 Jebakan
26 Kehangatan Di Tengah Badai
27 Pembalasan Tanpa Ampun
28 Janji Yang Terbayar Tuntas
29 Kehadiran Sang Ratu
30 Posisi Baru Sang Permaisuri
31 Tanda-tanda Kehadiran Buah Hati
32 Mual Dan Keinginan Yang Aneh
33 Kehangatan Sebelum Fajar
34 Dua Garis Merah
35 Tantangan Kecil Dan Tangisan Bahagia
36 Penawaran CEO
37 Pelukan Hangat Di Penghujung Hari
38 Kepanikan Didepan Kasir
39 Perjuangan Dan Kelahiran Sang Buah Hati
40 Izin Dan Janji
41 Pertemuan Di Pusara Ibu
42 Keputusan Sang Ibu
43 Senyuman Dan Tawa Kebahagiaan
44 Awal Hari Dan Langkah Kecil
45 Cerita Mungil Diperjalanan Pulang
46 Amarah Seorang Ibu
47 Murka Sang Penguasa
48 Pelukan Sang Pelindung
49 Jeritan Di Ujung Tanduk
50 Usaha Terakhir Diambang Jurang
51 Senjata Terakhir Sang Ayah
52 Keputusan Mutlak
53 Surat Gugatan Cerai
54 Habis Manis Sepah Dibuang
55 Bukti Diatas Kertas
56 Penyesalan Sang Ayah
57 Kehangatan Yang Tak Terbeli
58 Menuju Pusat Perbelanjaan
59 Pertemuan Tak Terduga
60 Karma Yang Tak Pernah Salah Alamat
61 Pertemuan Yang Tak Di Sangka
62 Ketulusan Yang Menyembuhkan
63 Pertanyaan Polos Daffa
64 Pulang Kerumah Bahagia
65 Malam Yang Hangat
66 Keinginan Kecil Dan Kejutan Untuk daffa
67 Kejutan Untuk Kakek
68 Kebanggaan Jagoan Kecil
69 Masakan Rumah Dan Kehangatan Yang Utuh
70 Rindu Yang Terobati Dalam Semangkuk Sop
71 Rumah Yang Penuh Dengan Kedamaian
72 Pagi Yang Cerah Dan Celoteh Daffa
73 Kecemasan Dan Kepulangan
74 Keputusan Yang Tepat
75 Kabar Bahagia Diambang Pintu
76 Bisikan Hangat Sang Kakak
77 Perjalanan Pagi Ayah Dan Anak
78 Keberanian Yang Di Dorong Rasa Takut
79 Rumah Kakek Yang Lengang
80 Panik Di Mansion
81 Tangisan Sang Jagoan Kecil
82 Senyum Yang Kembali Mewarnai
83 Kembali Kerumah Yang Penuh Cinta
84 Firasat Seorang Ibu
85 Waspada Di Minggu 36
86 Keputusan Cepat Demi Dua Nyawa
87 Tangisan Pertama Di Ruang Operasi
88 Di Antara Tangis Dan Harapan
89 Pelukan Ibu Dan Pilihan Hati
90 Pelukan,Tangis Dan Janji Seorang Ayah
91 Ujian Kecil Seorang Ibu
92 Hadiah Dari Adik
93 Kejutan Manis Untuk Sang Kakak
94 Sambutan Hangat Dan Kamar Mungil Davina
95 Malaikat Kecil Yang Pengertian
96 Malam Pertama Yang Damai
97 Bayi Pintar Yang Menenangkan
98 Perlakuan Bak Ratu
99 Jejak Cinta yang sempurna
100 Mahkota Seorang Ibu
101 Sorak Bahagia Di sudut Kantor
102 Pria Yang Menguatkan
103 Kabar Yang Menyayat Hati
104 Keputusan Berat Sang Pelindung
105 Air Mata Di Kamar Utama
106 Doa Di Penghujung Malam
107 Tangisan Disisi Ranjang
108 Janji Dipenghujung malam
109 Malam Panjang Penantian
110 Secercah Cahaya Di Ujung Lorong
111 Cahaya Fajar Dan Harapan Baru
112 Diantara Batas Kritis Dan Kesadaran
113 Kehangatan Murni Di Pagi Hari
114 Pelukan Peneguh Jiwa
115 Janji Setia Dibawah Sinar Pagi
116 Bisikan Kasih Dibalik Keheningan
117 Panggilan Jiwa Seorang Anak
118 Keajaiban Dari Tetes Air mata
119 Keajaiban Sang Pejuang
120 Pesan Terakhir Dari Alam Sana
121 Janji Dibawah Sinar Harapan
122 Sandaran Seorang Suami
123 Kehangatan Dapur Dan Canda Tawa
124 Dibalik Senyum Dan Kenangan
125 Rutinitas Yang Kembali Bersemi
126 Bunga Melati Di Penghujung Fajar
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Luka Yang Tak Pernah Sembuh
2
Rumah Tanpa Ruang
3
Bayangan Di Bawah Salju
4
Sang Penguasa Malam
5
Sentuhan Hangat Di Mansion Mewah
6
Bayangan Di Luar Pintu
7
Antara Pilihan Dan Penawaran
8
Sebuah Keputusan Dan Takdir Baru
9
Lembar Rahasia Di Balik Nama
10
Sebuah Nama Dan Sebuah Janji
11
Sosok Pelindung Di Balik Rak
12
Bayangan Kekuasaan
13
Pengakuan Dan Lembar Baru
14
Hak Kesultanan Sang Istri
15
Duri Diantara Senyuman
16
Isyarat Rahasia Di Kafetaria
17
Perangkap Di Lantai Teratas
18
Manja Sang Nyonya
19
Dendam Yang Membara
20
Sambutan Sang Suami
21
Pengertian Sang Suami
22
Panggung Besar Esok Hari
23
Sorotan Diruang Direksi
24
Perayaan Dan Pengawasan Rahasia
25
Jebakan
26
Kehangatan Di Tengah Badai
27
Pembalasan Tanpa Ampun
28
Janji Yang Terbayar Tuntas
29
Kehadiran Sang Ratu
30
Posisi Baru Sang Permaisuri
31
Tanda-tanda Kehadiran Buah Hati
32
Mual Dan Keinginan Yang Aneh
33
Kehangatan Sebelum Fajar
34
Dua Garis Merah
35
Tantangan Kecil Dan Tangisan Bahagia
36
Penawaran CEO
37
Pelukan Hangat Di Penghujung Hari
38
Kepanikan Didepan Kasir
39
Perjuangan Dan Kelahiran Sang Buah Hati
40
Izin Dan Janji
41
Pertemuan Di Pusara Ibu
42
Keputusan Sang Ibu
43
Senyuman Dan Tawa Kebahagiaan
44
Awal Hari Dan Langkah Kecil
45
Cerita Mungil Diperjalanan Pulang
46
Amarah Seorang Ibu
47
Murka Sang Penguasa
48
Pelukan Sang Pelindung
49
Jeritan Di Ujung Tanduk
50
Usaha Terakhir Diambang Jurang
51
Senjata Terakhir Sang Ayah
52
Keputusan Mutlak
53
Surat Gugatan Cerai
54
Habis Manis Sepah Dibuang
55
Bukti Diatas Kertas
56
Penyesalan Sang Ayah
57
Kehangatan Yang Tak Terbeli
58
Menuju Pusat Perbelanjaan
59
Pertemuan Tak Terduga
60
Karma Yang Tak Pernah Salah Alamat
61
Pertemuan Yang Tak Di Sangka
62
Ketulusan Yang Menyembuhkan
63
Pertanyaan Polos Daffa
64
Pulang Kerumah Bahagia
65
Malam Yang Hangat
66
Keinginan Kecil Dan Kejutan Untuk daffa
67
Kejutan Untuk Kakek
68
Kebanggaan Jagoan Kecil
69
Masakan Rumah Dan Kehangatan Yang Utuh
70
Rindu Yang Terobati Dalam Semangkuk Sop
71
Rumah Yang Penuh Dengan Kedamaian
72
Pagi Yang Cerah Dan Celoteh Daffa
73
Kecemasan Dan Kepulangan
74
Keputusan Yang Tepat
75
Kabar Bahagia Diambang Pintu
76
Bisikan Hangat Sang Kakak
77
Perjalanan Pagi Ayah Dan Anak
78
Keberanian Yang Di Dorong Rasa Takut
79
Rumah Kakek Yang Lengang
80
Panik Di Mansion
81
Tangisan Sang Jagoan Kecil
82
Senyum Yang Kembali Mewarnai
83
Kembali Kerumah Yang Penuh Cinta
84
Firasat Seorang Ibu
85
Waspada Di Minggu 36
86
Keputusan Cepat Demi Dua Nyawa
87
Tangisan Pertama Di Ruang Operasi
88
Di Antara Tangis Dan Harapan
89
Pelukan Ibu Dan Pilihan Hati
90
Pelukan,Tangis Dan Janji Seorang Ayah
91
Ujian Kecil Seorang Ibu
92
Hadiah Dari Adik
93
Kejutan Manis Untuk Sang Kakak
94
Sambutan Hangat Dan Kamar Mungil Davina
95
Malaikat Kecil Yang Pengertian
96
Malam Pertama Yang Damai
97
Bayi Pintar Yang Menenangkan
98
Perlakuan Bak Ratu
99
Jejak Cinta yang sempurna
100
Mahkota Seorang Ibu
101
Sorak Bahagia Di sudut Kantor
102
Pria Yang Menguatkan
103
Kabar Yang Menyayat Hati
104
Keputusan Berat Sang Pelindung
105
Air Mata Di Kamar Utama
106
Doa Di Penghujung Malam
107
Tangisan Disisi Ranjang
108
Janji Dipenghujung malam
109
Malam Panjang Penantian
110
Secercah Cahaya Di Ujung Lorong
111
Cahaya Fajar Dan Harapan Baru
112
Diantara Batas Kritis Dan Kesadaran
113
Kehangatan Murni Di Pagi Hari
114
Pelukan Peneguh Jiwa
115
Janji Setia Dibawah Sinar Pagi
116
Bisikan Kasih Dibalik Keheningan
117
Panggilan Jiwa Seorang Anak
118
Keajaiban Dari Tetes Air mata
119
Keajaiban Sang Pejuang
120
Pesan Terakhir Dari Alam Sana
121
Janji Dibawah Sinar Harapan
122
Sandaran Seorang Suami
123
Kehangatan Dapur Dan Canda Tawa
124
Dibalik Senyum Dan Kenangan
125
Rutinitas Yang Kembali Bersemi
126
Bunga Melati Di Penghujung Fajar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!