Sang Penguasa Malam

​Derum mesin mobil sport bermesin V12 melaju kencang membelah jalanan kota yang sepi, melapisi heningnya malam yang diselimuti badai salju. Di dalam kabin mobil mewah berdinding kulit hitam itu, atmosfer terasa begitu menekan.

​Di balik kemudi, duduk Tuan Devan—seorang pria berusia awal tiga puluhan dengan rahang tegas, tatapan mata tajam bagaikan elang, dan aura dominan yang sanggup membuat siapa saja bertekuk lutut. Devan bukan sekadar pengusaha sukses di mata publik; di dunia bawah tanah, namanya adalah sebuah legenda yang ditakuti. Ia adalah pemimpin tertinggi dari sindikat mafia kelas kakap yang menguasai berbagai jaringan bisnis internasional. Devan adalah sosok pria yang dingin, rasional, dan tak pernah mengenal rasa takut ataupun kasihan. Baginya, kelemahan adalah dosa terbesar.

​Malam itu, Devan sengaja mengemudikan mobilnya sendiri tanpa pengawalan ketat setelah menyelesaikan sebuah urusan bisnis yang cukup rumit. Ia menyukai kecepatan saat jalanan sepi, membiarkan derum mesin menjadi satu-satunya suara yang menemaninya.

​Namun, saat mobilnya melaju tajam melewati belokan jalan yang agak gelap, lampu sorot depan kendaraannya yang terang benderang menangkap sebuah bayangan aneh yang tergeletak di tepi jalan.

​Sebuah gundukan kecil yang tertutup salju tipis.

​Devan mengencangkan cengkeramannya pada setir. Dengan refleks yang sangat cepat, ia menginjak pedal rem dalam-dalam. Roda-roda mobil sport itu mencicit keras, berdecit di atas permukaan es sebelum akhirnya berhenti hanya beberapa meter dari objek tersebut.

​Devan mematikan mesin, namun membiarkan lampu depan tetap menyala terang. Dengan alis yang berkerut dalam dan tatapan mata penuh kewaspadaan, pria itu mendorong pintu mobil dan melangkah keluar. Sepatu kulit mewahnya menginjak tumpukan salju tebal, menimbulkan suara renyah di tengah keheningan malam.

​Ia berjalan mendekati gundukan itu. Begitu jaraknya makin dekat, Devan menyadari bahwa itu bukanlah tumpukan sampah atau dahan pohon, melainkan seorang wanita yang sedang meringkuk pasrah menahan dingin.

​Devan membungkukkan tubuhnya yang tinggi tegap. Dengan jemarinya yang terbiasa memegang senjata, ia membalikkan tubuh wanita itu secara perlahan.

​Sesosok wajah yang sangat cantik dan halus terhampar di depan matanya. Namun, wajah itu kini pucat pasi bagaikan mayat, bibir tipisnya yang mungil berubah warna menjadi kebiruan akibat hipotermia, dan bulu matanya dipenuhi oleh kristal-kristal es tipis. Devan mendekatkan jarinya ke bawah hidung wanita itu; hembusan napasnya sangat lemah dan tipis, namun detak nadinya di leher masih bertahan secara ajaib.

​Mata tajam Devan menatap dalam-dalam wajah polos Kirana yang tampak begitu rapuh dan tak berdaya di tengah cengkeraman malam yang membeku. Di dunia Devan yang keras dan penuh darah, orang yang lemah biasanya ditinggalkan untuk mati. Namun, saat menatap wajah gadis asing yang tergeletak di atas salju ini, ada sebuah getaran aneh yang belum pernah Devan rasakan sebelumnya—sebuah naluri protektif yang memicu dadanya.

​"Gadis bodoh... apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" gumam Devan dengan suara beratnya yang bernada rendah.

​Tanpa ragu sedikit pun, Devan merengkuh tubuh dingin Kirana ke dalam dekapan dadanya yang hangat. Ia mengangkat tubuh gadis itu dengan mudah dalam posisi menggendong, menyadari betapa ringannya bobot tubuh Kirana. Devan membawa Kirana masuk ke dalam kabin mobilnya yang hangat, menyandarkannya dengan hati-hati di kursi penumpang, lalu menyalakan sistem pemanas mobil ke tingkat maksimal.

​Setelah mengambil dua koper besar milik Kirana yang tergeletak di tak jauh dari sana dan memasukkannya ke dalam bagasi, Devan kembali ke kursi pengemudi. Ia menatap sejenak ke arah Kirana yang masih tak sadarkan diri, lalu menekan pedal gas dalam-dalam. Mobil sport itu melaju cepat membelah kegelapan malam, membawa gadis asing yang malang itu menuju mansion megah milik sang penguasa malam.

​Mobil sport milik Devan membelah jalanan bersalju dengan kecepatan tinggi. Di sampingnya, Kirana terkulai lemah tak sadarkan diri. Wajahnya yang pucat pasi kini sedikit merona karena kehangatan sistem pemanas kabin yang bekerja maksimal, namun tubuhnya masih terus gemetar secara reflektif akibat paparan dingin yang luar biasa.

​Devan sempat melirik ke arah Kirana di sela-sela fokusnya mengemudi. Di dunia bawah tanah, Devan dikenal sebagai sosok tanpa belas kasihan. Namun, di balik bayang-bayang kegelapan yang melingkupinya sebagai pemimpin mafia kelas kakap, ia juga memegang peran penting di dunia legal. Devan adalah seorang CEO karismatik dari Devan Corp, sebuah perusahaan konglomerat ternama yang menguasai berbagai sektor bisnis terkemuka. Jabatan CEO yang terhormat itu adalah topeng sempurna yang sengaja ia ciptakan untuk menyembunyikan identitas aslinya dari jangkauan hukum dan publik.

​Malam ini, rencana pulangnya yang tenang terganggu oleh kehadiran seorang gadis yang berada di ambang kematian. Gadis yang kini tergeletak di sampingnya adalah sosok yang benar-benar asing dan malang.

​Kirana tidak memiliki siapa-siapa di kota ini. Dua puluh lima tahun perjalanan hidupnya dihabiskan dalam pengasingan—masa kecil dan remajanya dihabiskan di dalam tembok asrama yang jauh, sedangkan masa dewasanya dihabiskan untuk menuntut ilmu di Australia. Ia tidak memiliki teman dekat tempat bersandar, apalagi keluarga yang bersedia membukakan pintu. Saat melangkah masuk ke rumah ayahnya beberapa jam lalu, Husein tidak hanya mengusirnya dan melontarkan kata-kata kejam, tetapi juga merampas seluruh fasilitas finansial yang ia pegang. Semua akses kartu ATM dan rekening atas nama Kirana telah diblokir dan diambil alih oleh ayahnya secara sepihak. Kirana benar-benar disisakan tanpa tempat untuk pulang dan tanpa sepeser uang pun di kantongnya.

​Tak butuh waktu lama, kendaraan mewah Devan memasuki gerbang besi tinggi berukir megah yang terintegrasi dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Mobil melaju menyusuri jalan setapak berkerikil menuju sebuah mansion berdiri megah di tengah rahasia malam.

​Devan menghentikan mobil tepat di depan pintu utama yang menjulang tinggi. Sebelum ia sempat turun, belasan bodyguard bersetelan jas hitam rapi yang berjaga ketat di area mansion langsung berdiri sigap. Salah satu pengawal berbadan tegap menyambut dan membukakan pintu mobil untuk Devan dengan membungkuk hormat.

​"Selamat datang kembali, Tuan Devan," ucap pengawal itu dengan nada tegas penuh kepatuhan.

​Devan tidak menjawab dengan kata-kata. Pria itu langsung melangkah mutlak ke pintu penumpang, membuka pintu, dan merengkuh tubuh Kirana yang rapuh ke dalam garapan tangannya yang kokoh. Para pengawal yang menyaksikan hal itu saling bertukar pandang terkejut; belum pernah sekalipun sang penguasa dingin membawa seorang wanita—terlebih dalam keadaan pingsan dan mengenakan pakaian biasa—ke dalam kediaman pribadinya.

​"Bawa koper-koper di bagasi ini ke atas. Ikuti aku," perintah Devan dengan suara bernada rendah namun memancarkan otoritas penuh yang tak boleh dibantah.

​"Baik, Tuan!" jawab pengawal itu cekatan, segera mengambil dua koper besar Kirana dari bagasi mobil.

​Dengan langkah tegap dan tenang, Devan menggendong Kirana melewati lorong-lorong mansion yang megah berlantai marmer. Pilar-pilar tinggi, lampu gantung kristal yang anggun, serta karya seni berharga mahal menghiasi setiap sudut ruangan, memancarkan atmosfer kekuasaan dan kemewahan yang tak tertandingi. Devan menaiki tangga melingkar menuju lantai atas, disusul oleh pengawalnya yang membawa koper-koper di belakangnya, membawa sang gadis malang menuju tempat yang mungkin akan mengubah takdir hidupnya selamanya.

Episodes
1 Luka Yang Tak Pernah Sembuh
2 Rumah Tanpa Ruang
3 Bayangan Di Bawah Salju
4 Sang Penguasa Malam
5 Sentuhan Hangat Di Mansion Mewah
6 Bayangan Di Luar Pintu
7 Antara Pilihan Dan Penawaran
8 Sebuah Keputusan Dan Takdir Baru
9 Lembar Rahasia Di Balik Nama
10 Sebuah Nama Dan Sebuah Janji
11 Sosok Pelindung Di Balik Rak
12 Bayangan Kekuasaan
13 Pengakuan Dan Lembar Baru
14 Hak Kesultanan Sang Istri
15 Duri Diantara Senyuman
16 Isyarat Rahasia Di Kafetaria
17 Perangkap Di Lantai Teratas
18 Manja Sang Nyonya
19 Dendam Yang Membara
20 Sambutan Sang Suami
21 Pengertian Sang Suami
22 Panggung Besar Esok Hari
23 Sorotan Diruang Direksi
24 Perayaan Dan Pengawasan Rahasia
25 Jebakan
26 Kehangatan Di Tengah Badai
27 Pembalasan Tanpa Ampun
28 Janji Yang Terbayar Tuntas
29 Kehadiran Sang Ratu
30 Posisi Baru Sang Permaisuri
31 Tanda-tanda Kehadiran Buah Hati
32 Mual Dan Keinginan Yang Aneh
33 Kehangatan Sebelum Fajar
34 Dua Garis Merah
35 Tantangan Kecil Dan Tangisan Bahagia
36 Penawaran CEO
37 Pelukan Hangat Di Penghujung Hari
38 Kepanikan Didepan Kasir
39 Perjuangan Dan Kelahiran Sang Buah Hati
40 Izin Dan Janji
41 Pertemuan Di Pusara Ibu
42 Keputusan Sang Ibu
43 Senyuman Dan Tawa Kebahagiaan
44 Awal Hari Dan Langkah Kecil
45 Cerita Mungil Diperjalanan Pulang
46 Amarah Seorang Ibu
47 Murka Sang Penguasa
48 Pelukan Sang Pelindung
49 Jeritan Di Ujung Tanduk
50 Usaha Terakhir Diambang Jurang
51 Senjata Terakhir Sang Ayah
52 Keputusan Mutlak
53 Surat Gugatan Cerai
54 Habis Manis Sepah Dibuang
55 Bukti Diatas Kertas
56 Penyesalan Sang Ayah
57 Kehangatan Yang Tak Terbeli
58 Menuju Pusat Perbelanjaan
59 Pertemuan Tak Terduga
60 Karma Yang Tak Pernah Salah Alamat
61 Pertemuan Yang Tak Di Sangka
62 Ketulusan Yang Menyembuhkan
63 Pertanyaan Polos Daffa
64 Pulang Kerumah Bahagia
65 Malam Yang Hangat
66 Keinginan Kecil Dan Kejutan Untuk daffa
67 Kejutan Untuk Kakek
68 Kebanggaan Jagoan Kecil
69 Masakan Rumah Dan Kehangatan Yang Utuh
70 Rindu Yang Terobati Dalam Semangkuk Sop
71 Rumah Yang Penuh Dengan Kedamaian
72 Pagi Yang Cerah Dan Celoteh Daffa
73 Kecemasan Dan Kepulangan
74 Keputusan Yang Tepat
75 Kabar Bahagia Diambang Pintu
76 Bisikan Hangat Sang Kakak
77 Perjalanan Pagi Ayah Dan Anak
78 Keberanian Yang Di Dorong Rasa Takut
79 Rumah Kakek Yang Lengang
80 Panik Di Mansion
81 Tangisan Sang Jagoan Kecil
82 Senyum Yang Kembali Mewarnai
83 Kembali Kerumah Yang Penuh Cinta
84 Firasat Seorang Ibu
85 Waspada Di Minggu 36
86 Keputusan Cepat Demi Dua Nyawa
87 Tangisan Pertama Di Ruang Operasi
88 Di Antara Tangis Dan Harapan
89 Pelukan Ibu Dan Pilihan Hati
90 Pelukan,Tangis Dan Janji Seorang Ayah
91 Ujian Kecil Seorang Ibu
92 Hadiah Dari Adik
93 Kejutan Manis Untuk Sang Kakak
94 Sambutan Hangat Dan Kamar Mungil Davina
95 Malaikat Kecil Yang Pengertian
96 Malam Pertama Yang Damai
97 Bayi Pintar Yang Menenangkan
98 Perlakuan Bak Ratu
99 Jejak Cinta yang sempurna
100 Mahkota Seorang Ibu
101 Sorak Bahagia Di sudut Kantor
102 Pria Yang Menguatkan
103 Kabar Yang Menyayat Hati
104 Keputusan Berat Sang Pelindung
105 Air Mata Di Kamar Utama
106 Doa Di Penghujung Malam
107 Tangisan Disisi Ranjang
108 Janji Dipenghujung malam
109 Malam Panjang Penantian
110 Secercah Cahaya Di Ujung Lorong
111 Cahaya Fajar Dan Harapan Baru
112 Diantara Batas Kritis Dan Kesadaran
113 Kehangatan Murni Di Pagi Hari
114 Pelukan Peneguh Jiwa
115 Janji Setia Dibawah Sinar Pagi
116 Bisikan Kasih Dibalik Keheningan
117 Panggilan Jiwa Seorang Anak
118 Keajaiban Dari Tetes Air mata
119 Keajaiban Sang Pejuang
120 Pesan Terakhir Dari Alam Sana
121 Janji Dibawah Sinar Harapan
122 Sandaran Seorang Suami
123 Kehangatan Dapur Dan Canda Tawa
124 Dibalik Senyum Dan Kenangan
125 Rutinitas Yang Kembali Bersemi
126 Bunga Melati Di Penghujung Fajar
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Luka Yang Tak Pernah Sembuh
2
Rumah Tanpa Ruang
3
Bayangan Di Bawah Salju
4
Sang Penguasa Malam
5
Sentuhan Hangat Di Mansion Mewah
6
Bayangan Di Luar Pintu
7
Antara Pilihan Dan Penawaran
8
Sebuah Keputusan Dan Takdir Baru
9
Lembar Rahasia Di Balik Nama
10
Sebuah Nama Dan Sebuah Janji
11
Sosok Pelindung Di Balik Rak
12
Bayangan Kekuasaan
13
Pengakuan Dan Lembar Baru
14
Hak Kesultanan Sang Istri
15
Duri Diantara Senyuman
16
Isyarat Rahasia Di Kafetaria
17
Perangkap Di Lantai Teratas
18
Manja Sang Nyonya
19
Dendam Yang Membara
20
Sambutan Sang Suami
21
Pengertian Sang Suami
22
Panggung Besar Esok Hari
23
Sorotan Diruang Direksi
24
Perayaan Dan Pengawasan Rahasia
25
Jebakan
26
Kehangatan Di Tengah Badai
27
Pembalasan Tanpa Ampun
28
Janji Yang Terbayar Tuntas
29
Kehadiran Sang Ratu
30
Posisi Baru Sang Permaisuri
31
Tanda-tanda Kehadiran Buah Hati
32
Mual Dan Keinginan Yang Aneh
33
Kehangatan Sebelum Fajar
34
Dua Garis Merah
35
Tantangan Kecil Dan Tangisan Bahagia
36
Penawaran CEO
37
Pelukan Hangat Di Penghujung Hari
38
Kepanikan Didepan Kasir
39
Perjuangan Dan Kelahiran Sang Buah Hati
40
Izin Dan Janji
41
Pertemuan Di Pusara Ibu
42
Keputusan Sang Ibu
43
Senyuman Dan Tawa Kebahagiaan
44
Awal Hari Dan Langkah Kecil
45
Cerita Mungil Diperjalanan Pulang
46
Amarah Seorang Ibu
47
Murka Sang Penguasa
48
Pelukan Sang Pelindung
49
Jeritan Di Ujung Tanduk
50
Usaha Terakhir Diambang Jurang
51
Senjata Terakhir Sang Ayah
52
Keputusan Mutlak
53
Surat Gugatan Cerai
54
Habis Manis Sepah Dibuang
55
Bukti Diatas Kertas
56
Penyesalan Sang Ayah
57
Kehangatan Yang Tak Terbeli
58
Menuju Pusat Perbelanjaan
59
Pertemuan Tak Terduga
60
Karma Yang Tak Pernah Salah Alamat
61
Pertemuan Yang Tak Di Sangka
62
Ketulusan Yang Menyembuhkan
63
Pertanyaan Polos Daffa
64
Pulang Kerumah Bahagia
65
Malam Yang Hangat
66
Keinginan Kecil Dan Kejutan Untuk daffa
67
Kejutan Untuk Kakek
68
Kebanggaan Jagoan Kecil
69
Masakan Rumah Dan Kehangatan Yang Utuh
70
Rindu Yang Terobati Dalam Semangkuk Sop
71
Rumah Yang Penuh Dengan Kedamaian
72
Pagi Yang Cerah Dan Celoteh Daffa
73
Kecemasan Dan Kepulangan
74
Keputusan Yang Tepat
75
Kabar Bahagia Diambang Pintu
76
Bisikan Hangat Sang Kakak
77
Perjalanan Pagi Ayah Dan Anak
78
Keberanian Yang Di Dorong Rasa Takut
79
Rumah Kakek Yang Lengang
80
Panik Di Mansion
81
Tangisan Sang Jagoan Kecil
82
Senyum Yang Kembali Mewarnai
83
Kembali Kerumah Yang Penuh Cinta
84
Firasat Seorang Ibu
85
Waspada Di Minggu 36
86
Keputusan Cepat Demi Dua Nyawa
87
Tangisan Pertama Di Ruang Operasi
88
Di Antara Tangis Dan Harapan
89
Pelukan Ibu Dan Pilihan Hati
90
Pelukan,Tangis Dan Janji Seorang Ayah
91
Ujian Kecil Seorang Ibu
92
Hadiah Dari Adik
93
Kejutan Manis Untuk Sang Kakak
94
Sambutan Hangat Dan Kamar Mungil Davina
95
Malaikat Kecil Yang Pengertian
96
Malam Pertama Yang Damai
97
Bayi Pintar Yang Menenangkan
98
Perlakuan Bak Ratu
99
Jejak Cinta yang sempurna
100
Mahkota Seorang Ibu
101
Sorak Bahagia Di sudut Kantor
102
Pria Yang Menguatkan
103
Kabar Yang Menyayat Hati
104
Keputusan Berat Sang Pelindung
105
Air Mata Di Kamar Utama
106
Doa Di Penghujung Malam
107
Tangisan Disisi Ranjang
108
Janji Dipenghujung malam
109
Malam Panjang Penantian
110
Secercah Cahaya Di Ujung Lorong
111
Cahaya Fajar Dan Harapan Baru
112
Diantara Batas Kritis Dan Kesadaran
113
Kehangatan Murni Di Pagi Hari
114
Pelukan Peneguh Jiwa
115
Janji Setia Dibawah Sinar Pagi
116
Bisikan Kasih Dibalik Keheningan
117
Panggilan Jiwa Seorang Anak
118
Keajaiban Dari Tetes Air mata
119
Keajaiban Sang Pejuang
120
Pesan Terakhir Dari Alam Sana
121
Janji Dibawah Sinar Harapan
122
Sandaran Seorang Suami
123
Kehangatan Dapur Dan Canda Tawa
124
Dibalik Senyum Dan Kenangan
125
Rutinitas Yang Kembali Bersemi
126
Bunga Melati Di Penghujung Fajar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!