2. Tabir Pengkhianatan

Dua Minggu Setelah Resmi Menikah

Suasana kantor mulai lengang menjelang jam makan siang.

Delvando Argianda duduk termenung di depan layar komputernya. Berkali-kali ia mencoba berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan, tetapi pikirannya terus melayang entah ke mana.

"Bang?"

Suara lembut itu membuat Vando menoleh.

Irana berdiri di samping mejanya sambil membawa dua gelas kopi hangat.

"Abang dari tadi melamun terus." Ia meletakkan salah satu gelas kopi itu di hadapan Vando. "Buat Abang."

"Terima kasih."

Irana tak langsung kembali ke mejanya. Ia justru menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Vando.

"Kenapa? Pengantin baru kok mukanya kusut begitu?"

Vando hanya tersenyum hambar. "Nggak apa-apa," ucapnya singkat.

"Bohong."

Irana memperhatikan wajah pria itu beberapa saat. "Abang kelihatan lebih capek dibanding sebelum menikah."

Vando mengembuskan napas pelan. "Namanya juga penyesuaian."

"Penyesuaian apa?"

"Rumah tangga."

Irana mengangguk pelan.

"Aku pikir pengantin baru itu selalu bahagia."

Vando kembali tertawa hambar. "Itu cuma kelihatannya."

Irana lalu menyentuh punggung tangan Vando dengan lembut. "Kalau butuh teman cerita ... aku siap menjadi pendengar."

Sentuhan singkat itu membuat Vando menoleh. Jemari Irana tampak putih, halus, dan terawat. Tanpa sadar, ia mulai membandingkannya dengan tangan Milka yang lebih kecokelatan karena sering bertugas di lapangan.

Baru kali ini Vando benar-benar memperhatikan Irana.

Wanita itu selalu tampil rapi. Rambut panjangnya tergerai indah dengan aroma sampo yang lembut. Senyumnya hangat, membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.

Berbeda dengan Milka yang hampir setiap hari pulang dalam keadaan lelah, rambut diikat alakadarnya, dan masih sibuk memikirkan pekerjaannya.

"Kenapa lihat aku begitu?" tanya Irana sambil tersenyum.

Vando tersentak. "Ah ... Nggak ... nggak apa-apa," jawabnya setengah kikuk.

"Abang aneh."

Vando hanya tersenyum tipis.

"Biasanya Milka pulang jam berapa?" tanya Irana kemudian.

Vando mengangkat bahu. "Nggak tentu."

"Sering lembur?"

"Mungkin semenjak menikah, ia hampir setiap hari lembur."

"Sampai malam?"

"Kadang tengah malam. Kadang hampir pagi. Bahkan pernah beberapa kali nggak pulang karena tugas."

Irana menggeleng pelan. "Berat juga ya."

Vando kembali mengembuskan napas. "Aku merasa tinggal sendirian di rumah itu."

Kalimat itu membuat Irana tahu bahwa pria di hadapannya sedang berada pada titik paling rapuh.

"Kalau aku jadi istri Abang ..."

Vando mengangkat kepala.

"... aku nggak akan membiarkan suamiku merasa sendirian."

Suasana mendadak hening. Tatapan mereka saling bertemu. Irana buru-buru mengalihkan pandangan.

"Eh, maaf. Aku kebanyakan ngomong."

Namun, kalimat itu telanjur tertanam di benak Vando.

.

.

.

Jam kerja pun berakhir.

Satu per satu karyawan meninggalkan kantor.

"Bang."

Irana menghampiri meja Vando. "Masih banyak kerjaan?"

"Nggak juga."

"Temenin aku makan, yuk."

Vando sempat ragu. Saat mengecek ponselnya, ternyata tak ada satu pun pesan dari istrinya. Ia akhirnya mengangguk.

"Oke."

Mereka menuju sebuah lounge yang tenang. Suasana remang-remang dan alunan musik pelan membuat percakapan terasa semakin akrab.

"Jujur," ucap Vando setelah beberapa saat, "Aku sebenarnya menikah karena permintaan orang tua."

Irana menatapnya tanpa menyela. Sebenarnya ia tahu kisah mereka. Karena Irana memang telah menjadi sahabat Milka semenjak SMA. Vando setiap hari menjemput Milka. Kadang-kadang, dia juga ikut nebeng bersama mereka.

"Aku pikir semuanya akan berjalan baik," tutur Vando menggantung.

"Lalu?"

"Ternyata kami malah semakin jauh."

Irana menggeser gelas minumnya pelan. "Abang pernah menyampaikan ke Milka?"

"Percuma. Dia selalu sibuk dan menomorsatukan pekerjaannya."

Irana menghela napas. "Kasihan juga Abang."

Perhatian sederhana itu membuat hati Vando perlahan luluh.

Selama ini tak ada yang benar-benar mendengarkan keluh kesahnya. Malam pun semakin larut. Saat hendak pulang, Irana menggenggam tangan Vando.

"Abang nggak sendiri."

Vando menatap wanita itu cukup lama. Di dalam kepalanya, suara hati terus mengingatkan bahwa wanita di hadapannya adalah sahabat istrinya. Namun, rasa sepi yang selama ini ia pendam perlahan mengalahkan suara hatinya.

Malam itu...

Vando membuat keputusan terburuk dalam hidupnya. Keputusan yang menodai pernikahannya yang bahkan belum genap sebulan.

.

.

.

Sejak malam itu, semuanya berubah. Pesan-pesan dari Irana semakin sering memenuhi ponselnya. Alasan lembur mulai menjadi kebiasaan.

Kebohongan demi kebohongan pun mengalir begitu saja dari bibirnya. Sementara Milka...

Tak pernah menyadari bahwa rumah tangga yang sedang ia jalani perlahan runtuh karena pengkhianatan dua orang yang paling ia percaya.

.

.

.

Kembali ke masa sekarang.

Hari itu Milka memberanikan diri mengambil cuti selama tujuh hari, walau komandan merasa keberatan. Namun, dengan beberapa alasan Milka, akhirnya sang atasan membubuhi tanda tanganya di atas surat cuti Milka.

Ia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya. Namun, suami yang tak kunjung pulang, akhirnya ia menarik selimut menutupi diri yang masih mengenakan pakaian khusus suami istri.

Waktu pun berpindah di pagi harinya. Hawa dingin pendingin udara terasa menusuk membuatnya terbangun. Perlahan ia membuka mata. Tubuhnya, tak lagi tertutup oleh selimut karena Vando telah menguasai penghangat itu sepenuhnya.

Senyum tipis sempat terbit ketika melihat Vando telah tertidur di sisi ranjang.

"Mas ... Sudah pulang?"

Sampai detik ini, ia belum menyadari. Dalam penantiannya, sang suami sudah tak lagi membayangkannya sebagai istri sesungguhnya.

*Bersambung*

Terpopuler

Comments

MomyWa

MomyWa

sudah lah milka, kamu terlalu berhaga bagi para pengkhianant

2026-07-26

0

MomyWa

MomyWa

tapi kan gak setiap hari juga keleeeessss. kebetulan aja itu. alesan lu aja bambang

2026-07-26

1

MomyWa

MomyWa

jauh2in dari sahabat yg kayak gini tuhan 😒

2026-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 1. Istri yang Tak Pernah Disentuh
2 2. Tabir Pengkhianatan
3 3. Jawaban Teka-Teki
4 4. Akhirnya Bertemu Juga
5 5. Hanya Akting
6 6. Reuni Garing
7 7. Penyelidikan dalam Senyap
8 8. Trik Seorang Penyidik
9 9. Dia Akan Menyesal
10 10. Jebakan Dokter Bedah
11 11. Telepon dari Mama
12 12. Masih Perawan
13 13. Lagi Modusin Bini Orang
14 14. Jejak yang Mulai Terbuka
15 15. Penyidik dan Sang Bayangan
16 16. Drama Ban Kempis
17 17. Kamu Sudah Punya Suami
18 18. Kenapa Tidak Dibangunkan?
19 19. Penyamaran
20 20. Menyaksikan Langsung
21 21. Menyelesaikan Misi (revisi)
22 22. Jejak yang Tertinggal (revisi)
23 23. Yang Dinanti
24 24. Sepuluh Menit
25 25. Potongan Puzzle
26 26. Prosedur Perceraian
27 27. Sebuah Keputusan
28 28. Ingatan tentang Theodore
29 29. Selingkuh Teriak Selingkuh
30 30. Kesempatan yang Dihancurkan
31 31. Talak, Aku!
32 32. Menyerahlah!
33 33. Black Cobra
34 34. Kenangan Masa Lalu
35 35. Selalu Ada
36 36. Tak Pantas untuk Milka
37 37. Pindah Tempat Tidur
38 38. Sepasang Sejoli
39 39. Lukisan Tentang Dirinya
40 40. Sesuatu yang Tersembunyi
41 41. Apa Hubungan Kalian?
42 42. Ultimatum
43 43. Permintaan yang Menjijikkan
44 44. Pantau Terus
45 45. Penggeledahan
46 46. Simbol Ular Kobra
47 47. JANGAN LAGI MENCARI
48 48. Lima Puluh Ribu
49 49. Terlambat Dua Bulan
50 50. Gendong Monyet Apa Bidadari?
51 51. Kejar-kejaran di Tengah Kota
52 52. Kartu Akses Black Cobra
53 53. Kita Daftarkan Perceraian
54 54. Harga Sebuah Perceraian
55 55. Jebakan
56 56. Masuk Perangkap
57 57. Terkepung
58 58. Babak Belur
59 59. Dokter yang Tidak Bisa Diam
60 60. Kehadiran Orang Tua Milka
61 61. Putra Musuh Bebuyutan
62 62. Mana Vando?
63 63. Dalang di Balik Ini Semua
64 64. Kekacauan di Lorong Rumah Sakit
65 65. Demi Irana
66 66. Senyuman di Balik Amarah
67 67. Interogasi
68 68. Talak Tiga
69 69. Dikebiri
70 70. Pasien Kabur dari Lantai Lima
71 71. Jejak yang Kembali Aktif
72 72. Dua Pemburu
73 73. Hanya di Balik Meja
74 74. Pebinor
75 75. Kupon Pasangan
76 76. Aku Tak Keberatan
77 77. Lebih Seru Nonton Kamu
78 78. Interogasi Lanjutan
79 79. Operasi Tengah Malam
80 80. Di Balik Pintu Besi
81 81. Rumah Sakit Jadi Sasaran
82 82. Kejar Sampai Ujung
83 83. Antara Irana dan Alonso
84 84. Siapa Mereka?
85 85. Tanpa Merasa Bersalah
86 86. Percepat Prosesnya
87 87. Curahan Hati Milka
88 88. Kejutan dari Orang Tua Theo
89 89. Cari Perempuan Lain!
90 90. Putri Teddy?
91 91. Jangan Pergi
92 92. Gambar yang Tak Pernah Hilang
93 93. Dua Musuh Lama
94 94. Jalan Keluar
95 95. Pindah Rumah
96 96. Lambang Penyelamat Papa
97 97. Jejak di Balik Lambang Putih
98 98. Pemburu di Balik Umpan
99 99. Ketika Pemburu Menjadi Buruan
100 100. Nama yang Tak Seharusnya Terungkap
101 101. Jawaban yang Belum Bisa Diberikan
102 102. Penyelamat Irana
103 103. Mengapa?
104 104. Menghindar
105 105. Membangunkan Sisi Gelap Theo
106 106. Semakin Ku Kejar
107 107. Kucing-kucingan
108 108. Tak Bisa Menghindar Lagi
109 109. Jangan Ikuti Aku Lagi
110 110. Menepati Janji
111 111. Aku Bebas
112 112. Aku Pergi
113 113. Jenewa
114 114. Aku Merindukanmu ...
115 115. Ternyata Aku yang Salah
116 116. Aku Mencintaimu
117 117. Genggaman Tanganmu
118 118. Akhirnya Menjadi Istrimu
119 cerita baru
120 karya teman Author
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Istri yang Tak Pernah Disentuh
2
2. Tabir Pengkhianatan
3
3. Jawaban Teka-Teki
4
4. Akhirnya Bertemu Juga
5
5. Hanya Akting
6
6. Reuni Garing
7
7. Penyelidikan dalam Senyap
8
8. Trik Seorang Penyidik
9
9. Dia Akan Menyesal
10
10. Jebakan Dokter Bedah
11
11. Telepon dari Mama
12
12. Masih Perawan
13
13. Lagi Modusin Bini Orang
14
14. Jejak yang Mulai Terbuka
15
15. Penyidik dan Sang Bayangan
16
16. Drama Ban Kempis
17
17. Kamu Sudah Punya Suami
18
18. Kenapa Tidak Dibangunkan?
19
19. Penyamaran
20
20. Menyaksikan Langsung
21
21. Menyelesaikan Misi (revisi)
22
22. Jejak yang Tertinggal (revisi)
23
23. Yang Dinanti
24
24. Sepuluh Menit
25
25. Potongan Puzzle
26
26. Prosedur Perceraian
27
27. Sebuah Keputusan
28
28. Ingatan tentang Theodore
29
29. Selingkuh Teriak Selingkuh
30
30. Kesempatan yang Dihancurkan
31
31. Talak, Aku!
32
32. Menyerahlah!
33
33. Black Cobra
34
34. Kenangan Masa Lalu
35
35. Selalu Ada
36
36. Tak Pantas untuk Milka
37
37. Pindah Tempat Tidur
38
38. Sepasang Sejoli
39
39. Lukisan Tentang Dirinya
40
40. Sesuatu yang Tersembunyi
41
41. Apa Hubungan Kalian?
42
42. Ultimatum
43
43. Permintaan yang Menjijikkan
44
44. Pantau Terus
45
45. Penggeledahan
46
46. Simbol Ular Kobra
47
47. JANGAN LAGI MENCARI
48
48. Lima Puluh Ribu
49
49. Terlambat Dua Bulan
50
50. Gendong Monyet Apa Bidadari?
51
51. Kejar-kejaran di Tengah Kota
52
52. Kartu Akses Black Cobra
53
53. Kita Daftarkan Perceraian
54
54. Harga Sebuah Perceraian
55
55. Jebakan
56
56. Masuk Perangkap
57
57. Terkepung
58
58. Babak Belur
59
59. Dokter yang Tidak Bisa Diam
60
60. Kehadiran Orang Tua Milka
61
61. Putra Musuh Bebuyutan
62
62. Mana Vando?
63
63. Dalang di Balik Ini Semua
64
64. Kekacauan di Lorong Rumah Sakit
65
65. Demi Irana
66
66. Senyuman di Balik Amarah
67
67. Interogasi
68
68. Talak Tiga
69
69. Dikebiri
70
70. Pasien Kabur dari Lantai Lima
71
71. Jejak yang Kembali Aktif
72
72. Dua Pemburu
73
73. Hanya di Balik Meja
74
74. Pebinor
75
75. Kupon Pasangan
76
76. Aku Tak Keberatan
77
77. Lebih Seru Nonton Kamu
78
78. Interogasi Lanjutan
79
79. Operasi Tengah Malam
80
80. Di Balik Pintu Besi
81
81. Rumah Sakit Jadi Sasaran
82
82. Kejar Sampai Ujung
83
83. Antara Irana dan Alonso
84
84. Siapa Mereka?
85
85. Tanpa Merasa Bersalah
86
86. Percepat Prosesnya
87
87. Curahan Hati Milka
88
88. Kejutan dari Orang Tua Theo
89
89. Cari Perempuan Lain!
90
90. Putri Teddy?
91
91. Jangan Pergi
92
92. Gambar yang Tak Pernah Hilang
93
93. Dua Musuh Lama
94
94. Jalan Keluar
95
95. Pindah Rumah
96
96. Lambang Penyelamat Papa
97
97. Jejak di Balik Lambang Putih
98
98. Pemburu di Balik Umpan
99
99. Ketika Pemburu Menjadi Buruan
100
100. Nama yang Tak Seharusnya Terungkap
101
101. Jawaban yang Belum Bisa Diberikan
102
102. Penyelamat Irana
103
103. Mengapa?
104
104. Menghindar
105
105. Membangunkan Sisi Gelap Theo
106
106. Semakin Ku Kejar
107
107. Kucing-kucingan
108
108. Tak Bisa Menghindar Lagi
109
109. Jangan Ikuti Aku Lagi
110
110. Menepati Janji
111
111. Aku Bebas
112
112. Aku Pergi
113
113. Jenewa
114
114. Aku Merindukanmu ...
115
115. Ternyata Aku yang Salah
116
116. Aku Mencintaimu
117
117. Genggaman Tanganmu
118
118. Akhirnya Menjadi Istrimu
119
cerita baru
120
karya teman Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!