5. Hanya Akting

"Dompet Anda terjatuh."

Milka menyerahkan dompet itu tanpa benar-benar menatap wajah pemiliknya. Setelah itu, ia kembali melangkah, seolah pria di hadapannya hanyalah orang asing yang kebetulan melewati jalan yang sama.

Theo menerima dompet tersebut, lalu menatap punggung wanita berseragam itu yang kian menjauh. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Lagi-lagi hanya dianggap angin lalu."

Ternyata ...

Setelah bertahun-tahun, Milka masih sama. Tak pernah benar-benar memperhatikannya.

"Milka."

Tak ada respons. Langkah wanita itu tetap pelan, seakan seluruh dunia di sekelilingnya telah lenyap. Theo menarik napas pelan.

"Milka Tera Wijaya!"

Kali ini langkah Milka terhenti. Perlahan ia memutar badan. Wajahnya tampak sembap. Matanya merah. Bibirnya bergetar pelan seolah masih berusaha menahan tangis.

Theo membeku. Baru beberapa menit yang lalu ia melihat Milka menangis dari dalam mobil. Kini, dari jarak sedekat ini, ia baru sadar betapa hancurnya perempuan itu.

"Kenapa ..." gumamnya lirih.

Air mata kembali mengalir di pipi Milka. Ucapan Vando terus berputar di kepalanya.

"Kalau tahu dari dulu kamu lebih hebat dari dia, aku pasti menolak dijodohkan dengan wanita itu."

"Dada kamu jauh lebih indah...."

Tanpa sepatah kata, Theo merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sapu tangan berwarna abu-abu tua, lalu menyerahkannya pada gadis itu.

"Maskaramu luntur."

Milka menatap sapu tangan itu beberapa detik. Barulah ia mengangkat wajah. Tatapan mereka bertemu.

Raut wajah pria itu terasa tidak asing. Rahang yang masih sama tegas. Sorot mata yang masih sama tenang.

Dan suara berat yang samar-samar membangkitkan ingatannya pada seseorang yang pernah mengajarinya taekwondo.

"... Kak Theo?"

Theo mengangguk tipis. "Syukurlah."

"Akhirnya kamu ingat juga."

Milka tak menjawab. Ia mengambil sapu tangan itu, lalu mengusap pipi dan hidungnya yang sudah berantakan. Suara isakan kecil bercampur embusan napas membuat Theo refleks memalingkan wajah.

Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Ia pura-pura memperhatikan kendaraan yang lalu-lalang, seolah tidak mendengar suara perempuan yang sedang berusaha menghentikan tangisnya.

Beberapa saat kemudian ... Theo kembali menoleh. "Sudah?"

Milka mengangkat kepala. "Hah?"

"Kalau belum selesai menangis, lanjutkan saja."

Milka mengerutkan dahi.

Theo mengembuskan napas pelan. "Kalau dipendam terus, nanti kepalamu malah jadi sakit."

Entah mengapa ... Kalimat sederhana itu justru membuat pertahanan Milka runtuh. Tangisnya pecah semakin keras.

"Bisa-bisanya ..." isaknya lirih. "Orang lagi sedih malah disuruh nangis ...."

Theo mengusap tengkuknya canggung. "Salah bicara lagi."

"Hah?"

"Nggak apa-apa."

Milka mendadak melempar sapu tangan yang telah basah karena air mata dan ingus ke arah Theo. "Pergi sana! Jangan ganggu aku!"

Theo buru-buru menggeser tubuh menghindari lemparan itu. Sapu tangan tersebut jatuh tepat di dekat sepatunya. Ia memungutnya, mengibaskan debu yang menempel, lalu melipatnya kembali dengan tenang.

"Masih bisa dicuci," gumamnya pelan.

Dari dalam mobil, dua orang anak buah Theo menyaksikan semuanya dengan mulut menganga. Bonar menggelengkan kepala dengan pelan.

"Buset ... ternyata Big Boss ngobrol sama cewek yang disukainya, kayak gitu?"

Naga terkekeh. "Kayaknya, itu udah jadi versi paling lembut dari yang pernah kita lihat."

"Hah?" Bonar menatap Naga bingung.

"Kalau sama kita kalau ngggak denger, pasti disuruh lari keliling minimal satu kilo," terang Naga.

Bonar mengangguk setuju. "Iya sih ... ternyata cinta pertama memang bikin manusia bisa berubah."

Sementara itu, Milka kembali melangkah menjauh. Theo memandangi langkahnya beberapa saat. Lalu berteriak tanpa mengubah ekspresi datarnya.

"Jalan pelan-pelan!"

Milka mendengkus kesal. "Ngapain ngatur-ngatur aku?"

"Soalnya ..." Theo menunjuk sepatu dinas Milka. "...langkahmu menggetarkan bumi."

"Kalau diteruskan, trotoarnya bisa pecah."

Milka menatap Theo tak percaya. "Dasar aneh."

Theo mengangkat bahu. "Aku memang begitu."

Milka kembali melangkah.

"Oh ya." Theo kembali bersuara.

"Kamu mau ke mana? Biar aku mengantarmu?"

Milka menghentikan langkah. "Naik mobil?"

Theo mengangguk ke arah SUV hitam yang terparkir tak jauh dari mereka. Barulah Milka menyadari keberadaan mobil mewah itu. Ia memicingkan mata menyelidik, lalu menatap Theo bergantian dengan kendaraan tersebut.

"Kak Theo ... Dompet yang jatuh tadi ..."

Theo tersenyum tipis. "Iya. Itu sengaja."

Mata Milka langsung membulat. "Jadi ... dari awal semua ini memang cuma akting?"

*bersambung*

Terpopuler

Comments

Raisha

Raisha

namanya kalo di jadi'in satu jadi nama tokoh film jaman jadul "Nagabonar"🤣🤣🤣

2026-08-07

2

MomyWa

MomyWa

wkwkwk..harus ya dimodusin dulu? tp lucu, aku syuka karakter Theo

2026-07-27

0

MomyWa

MomyWa

wkwkwk.. hasilnya sudah bisa dibayangkan

2026-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Istri yang Tak Pernah Disentuh
2 2. Tabir Pengkhianatan
3 3. Jawaban Teka-Teki
4 4. Akhirnya Bertemu Juga
5 5. Hanya Akting
6 6. Reuni Garing
7 7. Penyelidikan dalam Senyap
8 8. Trik Seorang Penyidik
9 9. Dia Akan Menyesal
10 10. Jebakan Dokter Bedah
11 11. Telepon dari Mama
12 12. Masih Perawan
13 13. Lagi Modusin Bini Orang
14 14. Jejak yang Mulai Terbuka
15 15. Penyidik dan Sang Bayangan
16 16. Drama Ban Kempis
17 17. Kamu Sudah Punya Suami
18 18. Kenapa Tidak Dibangunkan?
19 19. Penyamaran
20 20. Menyaksikan Langsung
21 21. Menyelesaikan Misi (revisi)
22 22. Jejak yang Tertinggal (revisi)
23 23. Yang Dinanti
24 24. Sepuluh Menit
25 25. Potongan Puzzle
26 26. Prosedur Perceraian
27 27. Sebuah Keputusan
28 28. Ingatan tentang Theodore
29 29. Selingkuh Teriak Selingkuh
30 30. Kesempatan yang Dihancurkan
31 31. Talak, Aku!
32 32. Menyerahlah!
33 33. Black Cobra
34 34. Kenangan Masa Lalu
35 35. Selalu Ada
36 36. Tak Pantas untuk Milka
37 37. Pindah Tempat Tidur
38 38. Sepasang Sejoli
39 39. Lukisan Tentang Dirinya
40 40. Sesuatu yang Tersembunyi
41 41. Apa Hubungan Kalian?
42 42. Ultimatum
43 43. Permintaan yang Menjijikkan
44 44. Pantau Terus
45 45. Penggeledahan
46 46. Simbol Ular Kobra
47 47. JANGAN LAGI MENCARI
48 48. Lima Puluh Ribu
49 49. Terlambat Dua Bulan
50 50. Gendong Monyet Apa Bidadari?
51 51. Kejar-kejaran di Tengah Kota
52 52. Kartu Akses Black Cobra
53 53. Kita Daftarkan Perceraian
54 54. Harga Sebuah Perceraian
55 55. Jebakan
56 56. Masuk Perangkap
57 57. Terkepung
58 58. Babak Belur
59 59. Dokter yang Tidak Bisa Diam
60 60. Kehadiran Orang Tua Milka
61 61. Putra Musuh Bebuyutan
62 62. Mana Vando?
63 63. Dalang di Balik Ini Semua
64 64. Kekacauan di Lorong Rumah Sakit
65 65. Demi Irana
66 66. Senyuman di Balik Amarah
67 67. Interogasi
68 68. Talak Tiga
69 69. Dikebiri
70 70. Pasien Kabur dari Lantai Lima
71 71. Jejak yang Kembali Aktif
72 72. Dua Pemburu
73 73. Hanya di Balik Meja
74 74. Pebinor
75 75. Kupon Pasangan
76 76. Aku Tak Keberatan
77 77. Lebih Seru Nonton Kamu
78 78. Interogasi Lanjutan
79 79. Operasi Tengah Malam
80 80. Di Balik Pintu Besi
81 81. Rumah Sakit Jadi Sasaran
82 82. Kejar Sampai Ujung
83 83. Antara Irana dan Alonso
84 84. Siapa Mereka?
85 85. Tanpa Merasa Bersalah
86 86. Percepat Prosesnya
87 87. Curahan Hati Milka
88 88. Kejutan dari Orang Tua Theo
89 89. Cari Perempuan Lain!
90 90. Putri Teddy?
91 91. Jangan Pergi
92 92. Gambar yang Tak Pernah Hilang
93 93. Dua Musuh Lama
94 94. Jalan Keluar
95 95. Pindah Rumah
96 96. Lambang Penyelamat Papa
97 97. Jejak di Balik Lambang Putih
98 98. Pemburu di Balik Umpan
99 99. Ketika Pemburu Menjadi Buruan
100 100. Nama yang Tak Seharusnya Terungkap
101 101. Jawaban yang Belum Bisa Diberikan
102 102. Penyelamat Irana
103 103. Mengapa?
104 104. Menghindar
105 105. Membangunkan Sisi Gelap Theo
106 106. Semakin Ku Kejar
107 107. Kucing-kucingan
108 108. Tak Bisa Menghindar Lagi
109 109. Jangan Ikuti Aku Lagi
110 110. Menepati Janji
111 111. Aku Bebas
112 112. Aku Pergi
113 113. Jenewa
114 114. Aku Merindukanmu ...
115 115. Ternyata Aku yang Salah
116 116. Aku Mencintaimu
117 117. Genggaman Tanganmu
118 118. Akhirnya Menjadi Istrimu
119 cerita baru
120 karya teman Author
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Istri yang Tak Pernah Disentuh
2
2. Tabir Pengkhianatan
3
3. Jawaban Teka-Teki
4
4. Akhirnya Bertemu Juga
5
5. Hanya Akting
6
6. Reuni Garing
7
7. Penyelidikan dalam Senyap
8
8. Trik Seorang Penyidik
9
9. Dia Akan Menyesal
10
10. Jebakan Dokter Bedah
11
11. Telepon dari Mama
12
12. Masih Perawan
13
13. Lagi Modusin Bini Orang
14
14. Jejak yang Mulai Terbuka
15
15. Penyidik dan Sang Bayangan
16
16. Drama Ban Kempis
17
17. Kamu Sudah Punya Suami
18
18. Kenapa Tidak Dibangunkan?
19
19. Penyamaran
20
20. Menyaksikan Langsung
21
21. Menyelesaikan Misi (revisi)
22
22. Jejak yang Tertinggal (revisi)
23
23. Yang Dinanti
24
24. Sepuluh Menit
25
25. Potongan Puzzle
26
26. Prosedur Perceraian
27
27. Sebuah Keputusan
28
28. Ingatan tentang Theodore
29
29. Selingkuh Teriak Selingkuh
30
30. Kesempatan yang Dihancurkan
31
31. Talak, Aku!
32
32. Menyerahlah!
33
33. Black Cobra
34
34. Kenangan Masa Lalu
35
35. Selalu Ada
36
36. Tak Pantas untuk Milka
37
37. Pindah Tempat Tidur
38
38. Sepasang Sejoli
39
39. Lukisan Tentang Dirinya
40
40. Sesuatu yang Tersembunyi
41
41. Apa Hubungan Kalian?
42
42. Ultimatum
43
43. Permintaan yang Menjijikkan
44
44. Pantau Terus
45
45. Penggeledahan
46
46. Simbol Ular Kobra
47
47. JANGAN LAGI MENCARI
48
48. Lima Puluh Ribu
49
49. Terlambat Dua Bulan
50
50. Gendong Monyet Apa Bidadari?
51
51. Kejar-kejaran di Tengah Kota
52
52. Kartu Akses Black Cobra
53
53. Kita Daftarkan Perceraian
54
54. Harga Sebuah Perceraian
55
55. Jebakan
56
56. Masuk Perangkap
57
57. Terkepung
58
58. Babak Belur
59
59. Dokter yang Tidak Bisa Diam
60
60. Kehadiran Orang Tua Milka
61
61. Putra Musuh Bebuyutan
62
62. Mana Vando?
63
63. Dalang di Balik Ini Semua
64
64. Kekacauan di Lorong Rumah Sakit
65
65. Demi Irana
66
66. Senyuman di Balik Amarah
67
67. Interogasi
68
68. Talak Tiga
69
69. Dikebiri
70
70. Pasien Kabur dari Lantai Lima
71
71. Jejak yang Kembali Aktif
72
72. Dua Pemburu
73
73. Hanya di Balik Meja
74
74. Pebinor
75
75. Kupon Pasangan
76
76. Aku Tak Keberatan
77
77. Lebih Seru Nonton Kamu
78
78. Interogasi Lanjutan
79
79. Operasi Tengah Malam
80
80. Di Balik Pintu Besi
81
81. Rumah Sakit Jadi Sasaran
82
82. Kejar Sampai Ujung
83
83. Antara Irana dan Alonso
84
84. Siapa Mereka?
85
85. Tanpa Merasa Bersalah
86
86. Percepat Prosesnya
87
87. Curahan Hati Milka
88
88. Kejutan dari Orang Tua Theo
89
89. Cari Perempuan Lain!
90
90. Putri Teddy?
91
91. Jangan Pergi
92
92. Gambar yang Tak Pernah Hilang
93
93. Dua Musuh Lama
94
94. Jalan Keluar
95
95. Pindah Rumah
96
96. Lambang Penyelamat Papa
97
97. Jejak di Balik Lambang Putih
98
98. Pemburu di Balik Umpan
99
99. Ketika Pemburu Menjadi Buruan
100
100. Nama yang Tak Seharusnya Terungkap
101
101. Jawaban yang Belum Bisa Diberikan
102
102. Penyelamat Irana
103
103. Mengapa?
104
104. Menghindar
105
105. Membangunkan Sisi Gelap Theo
106
106. Semakin Ku Kejar
107
107. Kucing-kucingan
108
108. Tak Bisa Menghindar Lagi
109
109. Jangan Ikuti Aku Lagi
110
110. Menepati Janji
111
111. Aku Bebas
112
112. Aku Pergi
113
113. Jenewa
114
114. Aku Merindukanmu ...
115
115. Ternyata Aku yang Salah
116
116. Aku Mencintaimu
117
117. Genggaman Tanganmu
118
118. Akhirnya Menjadi Istrimu
119
cerita baru
120
karya teman Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!