jati diri

Bima terdiam sejenak, memandangi wajah Nyonya Besar lalu beralih menatap Viona yang masih membuang muka dengan ketus. Sumpah setia dan integritasnya sebagai mantan prajurit membuat hati kecilnya menolak untuk memanfaatkan situasi ini secara sepihak. Dia tidak ingin melangkah ke dalam sebuah ikatan jika didasari oleh keterpaksaan orang lain.

"Tapi Nenek... bukan maksud saya menolak pernikahan ini," ujar Bima dengan nada suara yang tenang namun berwibawa, memecah keheningan ruangan. "Namun, apakah Nona Viona setuju? Karena saya tidak mau ada paksaan sepihak dalam hubungan ini."

Mendengar kalimat itu, Viona langsung tertegun. Dia menoleh cepat ke arah Bima dengan mata terbelalak, merasa sangat canggung sekaligus tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Detik jantungnya seolah berhenti sesaat. Baru kali ini dalam hidupnya, ada seorang lelaki yang berani secara tidak langsung menolak atau mempertanyakan kesediaan dirinya. Padahal, belum sampai lima menit yang lalu pria itu dengan tegas berkata setuju di depan neneknya.

'Sikap macam apa ini?! Dia baru saja menerima perjodohan, tapi sekarang malah berlagak memikirkanku? Menolakku secara halus?' batin Viona kesal campur bingung. Ego tingginya sebagai putri konglomerat merasa sedikit tercoreng, namun di sisi lain, ada rasa penasaran yang semakin membuncah di dalam hatinya terhadap kepribadian Bima yang sulit ditebak.

Nyonya Besar hanya terkekeh pelan, sama sekali tidak terganggu oleh interupsi Bima. Beliau justru semakin menyukai sifat ksatria yang ditunjukkan oleh pemuda di hadapannya. "Kamu tenang saja, Nak Bima. Viona pasti nurut sama Nenek. Iya kan, Vio?" tanya Nyonya Besar sambil memberikan tatapan penuh tuntutan yang lembut namun tidak bisa dibantah kepada cucunya.

Viona yang ditanya mendadak gelagapan. Wajahnya merona merah, menahan rasa malu yang luar biasa di depan Bima. "Nenek... apa-apaan sih!" rengek Viona dengan suara tertahan, tidak tahu harus menjawab apa selain menunjukkan sikap tsundere-nya yang semakin menjadi-jadi.

Melihat respons Viona yang tampak begitu tertekan, Bima kembali angkat bicara dengan sopan.

"Maaf, Nenek. Sepertinya Nona Viona memang belum mengenal saya sama sekali.

Rasanya tidak adil jika dia harus terikat dengan orang asing.

Oleh karena itu, biar saya perkenalkan diri saya yang sebenarnya terlebih dahulu."

Bima memperbaiki posisi duduknya, menatap lurus ke arah Viona dengan pandangan mata yang jujur tanpa ada satu hal pun yang ditutupi.

"Nama saya Bima Dirgantara.

Pekerjaan saya sehari-hari adalah seorang petani jagung. Dan rumah saya terletak tepat di ujung desa terpencil."

Nyonya Besar hanya tersenyum lebar mendengar pengakuan tersebut. Beliau sama sekali tidak terkejut, karena kejujuran dan kesederhanaan itulah yang justru sedang beliau cari untuk mendampingi cucunya yang egois. Namun, reaksi yang berbanding terbalik justru datang dari Viona.

Gadis cantik itu langsung syok berat. Mulutnya sedikit terbuka, matanya melotot menatap Bima seolah-olah pria itu baru saja berubah menjadi makhluk asing. Seluruh tubuhnya menegang di atas sofa beludru mewah tersebut.

'Haaaa?! Pe-ta-ni?!' jerit Viona histeris dalam hatinya. 'Nenek yang bener aja! Masa aku mau dijodohkan sama tukang menanam jagung di desa?!'

Viona kembali memperhatikan penampilan Bima dari ujung rambut hingga ujung kaki. Memang benar, jas kasual dan celana bahan premium itu melekat sangat sempurna di tubuh atletis Bima, membuatnya terlihat seperti aktor atau eksekutif muda papan atas yang sangat karismatik. Tampan sih memang tampan, bahkan sangat tampan di mata Viona. Tapi mengetahui fakta bahwa basic-nya hanyalah seorang petani desa, akal sehat Viona sebagai pewaris takhta keluarga Utara langsung berontak hebat.

Episodes
1 ditepi sungai
2 langkah pertama dikota barat
3 perjodohan
4 jati diri
5 sentakan takdir
6 malam pertama
7 pertarungan dimalam pertama
8 koki terbaik
9 pemandangan baru
10 tepi kolam
11 berkas yg membeku
12 pergi dalam diam
13 kecemasan ditengah malam
14 misi selesai
15 dibalik pintu kamar mandi
16 titah sang nenek
17 aksi pahlawan
18 gas beracun
19 bayangan masa lalu
20 undangan ibu sanjaya
21 diluar dugaan
22 putri mahkota
23 sebuah penolakan
24 sebuah petunjuk
25 debaran gadis muda
26 gejolak didepan kaca
27 sebuah janji
28 mahakarya sang petani
29 ingat janjimu viona...
30 air mata viona
31 diluar ekspektasi
32 pergi tanpa kata
33 lompatan kebebasan
34 air mata bima
35 panggilan ditengah malam
36 sebuah kenyataan
37 penyesalan viona
38 pahitnya fakta
39 syarat mutlak
40 kembali berladang
41 janji yg dibuat bima
42 sang pejalan kaki
43 gaya baru
44 hadiah dari keluarga sanjaya
45 aksi bima
46 trauma
47 celah yg rapuh
48 pernikahan akbar
49 bersama mia
50 akibat semalam
51 tehnik rahasia
52 senjata pamungkas
53 rahasia yg terungkap
54 batasan ditepi sungai
55 perjalanan viona
56 masa lalu
57 sumpah mantan komandan muda
58 ketenangan yg terusik
59 diatas meja
60 diskusi
61 counter attack dari bima
62 keputusan bima
63 aturan dari selatan
64 perjanjian baru
65 tuntutan bima
66 pasrah
67 tekanan dari mia
68 cerita baru
69 gejolak nyonya sanjaya
70 undangan terbuka
71 sandiwara segelas kopi
72 kopi hangat dan sebuah janji
73 kesepakatan baru
74 kembali ber aksi
75 dua garis
76 hitungan mundur
77 batasan
78 perubahan
79 sebuah kejutan
80 pergerakan
81 perpisahan
82 solusi absurd
83 diskusi dua wanita
84 aturan baru
85 virus nakal
86 hasutan utara
87 sulusi instan
88 penerus tahta
89 belum ada nama
90 ultimatum
91 kedua kali
92 perjanjian terahir
93 aroma penutup
94 terima kasih suamiku...
95 janji terahir
96 ahir kisah
Episodes

Updated 96 Episodes

1
ditepi sungai
2
langkah pertama dikota barat
3
perjodohan
4
jati diri
5
sentakan takdir
6
malam pertama
7
pertarungan dimalam pertama
8
koki terbaik
9
pemandangan baru
10
tepi kolam
11
berkas yg membeku
12
pergi dalam diam
13
kecemasan ditengah malam
14
misi selesai
15
dibalik pintu kamar mandi
16
titah sang nenek
17
aksi pahlawan
18
gas beracun
19
bayangan masa lalu
20
undangan ibu sanjaya
21
diluar dugaan
22
putri mahkota
23
sebuah penolakan
24
sebuah petunjuk
25
debaran gadis muda
26
gejolak didepan kaca
27
sebuah janji
28
mahakarya sang petani
29
ingat janjimu viona...
30
air mata viona
31
diluar ekspektasi
32
pergi tanpa kata
33
lompatan kebebasan
34
air mata bima
35
panggilan ditengah malam
36
sebuah kenyataan
37
penyesalan viona
38
pahitnya fakta
39
syarat mutlak
40
kembali berladang
41
janji yg dibuat bima
42
sang pejalan kaki
43
gaya baru
44
hadiah dari keluarga sanjaya
45
aksi bima
46
trauma
47
celah yg rapuh
48
pernikahan akbar
49
bersama mia
50
akibat semalam
51
tehnik rahasia
52
senjata pamungkas
53
rahasia yg terungkap
54
batasan ditepi sungai
55
perjalanan viona
56
masa lalu
57
sumpah mantan komandan muda
58
ketenangan yg terusik
59
diatas meja
60
diskusi
61
counter attack dari bima
62
keputusan bima
63
aturan dari selatan
64
perjanjian baru
65
tuntutan bima
66
pasrah
67
tekanan dari mia
68
cerita baru
69
gejolak nyonya sanjaya
70
undangan terbuka
71
sandiwara segelas kopi
72
kopi hangat dan sebuah janji
73
kesepakatan baru
74
kembali ber aksi
75
dua garis
76
hitungan mundur
77
batasan
78
perubahan
79
sebuah kejutan
80
pergerakan
81
perpisahan
82
solusi absurd
83
diskusi dua wanita
84
aturan baru
85
virus nakal
86
hasutan utara
87
sulusi instan
88
penerus tahta
89
belum ada nama
90
ultimatum
91
kedua kali
92
perjanjian terahir
93
aroma penutup
94
terima kasih suamiku...
95
janji terahir
96
ahir kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!