BAB 2 - KAMU MAU ABORSI

Tanganku masih gemetar hebat memegang tespek yang sudah remuk. Plastiknya penyok karena diremas Arka semalam.

Suara bentakannya masih terngiang jelas di kepala. _“Jangan pernah berpikir mau pakai anak ini buat mengikatku! Aku benci dijebak!”_

Aku tertawa getir sambil duduk di lantai kamar mandi. Mengikat?

Aku aja yang terikat di pernikahan ini karena utang 500 juta dan nyawa mama.

Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Matahari belum terbit. Tapi aku sudah tidak bisa tidur sama sekali. Perutku masih kosong, tapi mualnya datang bergelombang.

Di lantai atas, aku dengar suara langkah kaki. Bolak-balik. Arka pasti juga tidak tidur.

Pukul 5.15 pagi. Pintu kamarku diketuk 3 kali. Ketukannya tegas, tapi tidak sekasar semalam.

“Aira. Turun. 10 menit.”

Suara Arka. Dingin. Datar. Tanpa emosi seperti biasa.

Aku buru-buru bangun. Wajahku pasti kusut. Mata bengkak karena semalaman nangis. Aku wudhu, ganti baju dengan dress biru polos lengan panjang dan kerudung segi empat. Sengaja pilih yang longgar. Menutupi perut yang bahkan belum terlihat.

Di ruang makan, dia sudah duduk. Jas hitam rapi, dasi sudah terpasang, kopi hitam di depannya mengepul. Di sebelahnya ada koran bisnis dan laptop yang terbuka. Seolah kejadian semalam tidak pernah terjadi.

“Silakan duduk,” perintahnya tanpa menatapku.

Aku duduk di ujung meja. Jarak kami 3 kursi. Jarak yang aman. Jarak yang dia inginkan.

Bu Yati meletakkan sarapan. Bubur ayam, roti, buah. Aku tidak nafsu sama sekali. Tapi tetap aku paksa suapin ke mulut. Takut kalau protes malah dimarahi.

“Jam 8 kita ke rumah sakit,” katanya akhirnya. Matanya masih di layar laptop. “Cek. Kalau positif... kita diskusi.”

Diskusi. Kata itu terdengar mengerikan.

“Diskusi apa, Pak?” tanyaku pelan, suaraku hampir tidak terdengar.

Baru kali ini dia menatapku. Tatapan cokelatnya tajam. “Kamu pintar. Pasti tau maksudku.”

Jantungku mencelos. Gugurkan. Dia mau aku menggugurkan anak ini.

“Aku... aku tidak mau, Pak,” jawabku memberanikan diri. Air mata sudah menggenang.

Arka menutup laptopnya. Suaranya pelan tapi menusuk. “Aira. Ini bukan tentang mau atau tidak mau. Ini tentang tanggung jawab. Aku tidak bisa memberikan itu.”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak mau jadi seperti ayahku,” potongnya cepat. “Orang yang meninggalkan. Orang yang berbohong. Lebih baik tidak ada, daripada ada tapi menyakiti.”

Dia berdiri. “Bersiap. 15 menit lagi berangkat.”

---

Jam 7.45 kami berangkat. Mas Bayu yang menyetir. Aku di belakang bersama Arka. Tapi jarak di antara kami sejauh kutub utara dan selatan.

Sepanjang jalan tidak ada yang bicara. Hanya suara ketikan HP Arka dan suara hujan rintik-rintik.

Tiba-tiba dari gang kanan, sebuah motor matic menerobos lampu merah. Kencang.

“Hati-hati!” teriak Mas Bayu.

BRAKKK!!!

Mobil banting setir ke kiri. Badanku terlempar ke kanan.

Refleks, tubuh Arka yang besar itu langsung menutupi tubuhku. Dia melindungiku dengan badannya. Punggungnya menghantam pintu mobil.

“Aduh,” rintihnya pelan.

“Pak! Tuan!” Mas Bayu panik.

“Nggak apa-apa,” jawab Arka dengan napas tertahan. “Lanjut ke RS. Sekarang.”

Setelah kejadian itu, suasana makin tegang. Tapi ada yang berbeda. Tangan kirinya masih memegangi lenganku. Bukan menggenggam. Hanya menahan. Takut aku jatuh lagi.

Aku menatap tangannya. Tangan besar dengan jam mahal. Hangat.

“Pak, sakit?” tanyaku hati-hati.

Dia menarik tangannya cepat. “Tidak.”

Sampai di RS, kami langsung menuju poli kandungan. Perawat yang ramah menyuruhku masuk. Arka menunggu di luar. Duduk. Tidak main HP. Hanya menatap lantai.

Proses USG berlangsung 10 menit yang terasa seperti 10 tahun.

_“Selamat ya Bu. Usia kandungan 5 minggu 3 hari. Detak jantung janin bagus dan kuat.”_

Dokter menunjukkan layar. Bintik kecil yang berdenyut. Anakku.

Air mataku jatuh tanpa bisa kutahan.

Di luar ruangan, Arka berdiri. Wajahnya tetap datar. Tapi aku lihat, tangannya mengepal di samping tubuh.

“Ke ruangan saya,” katanya singkat.

Kami masuk ke ruangan dokter. Pintu ditutup.

Arka langsung ke intinya. Tanpa basa-basi. “Dok, ada cara untuk... menggugurkan kandungan ini dengan aman?”

Dunia ku runtuh.

“Pak!” Aku menatapnya tidak percaya. “Ini anak kita!”

Arka menoleh padaku. Matanya dingin. “Ini bukan anak ‘kita’. Ini kecelakaan. Dan kecelakaan harus diperbaiki.”

Dokter batuk canggung. “Maaf Pak, Bu. Untuk aborsi kami tidak bisa sembarangan. Harus ada alasan medis kuat.”

“Uang bukan masalah,” kata Arka dingin. “Saya transfer 50 juta sekarang juga.”

Aku tidak kuat lagi. Lututku lemas. “Nggak,” isakku. “Aku nggak mau. Aku mau jaga anak ini. Meskipun... meskipun aku sendirian.”

Arka mendekatiku. Tinggi 185cm itu menekan. Aku bisa mencium wangi parfumnya yang familiar.

“Kamu pikir gampang jadi single parent? Kamu pikir aku akan biarkan anakku hidup tanpa ayah? Sama seperti aku dulu?” suaranya rendah, penuh amarah dan... sakit.

“Aku tidak minta kamu jadi ayah,” jawabku dengan suara bergetar. “Aku cuma minta hak untuk menjaga darah dagingku sendiri.”

Kami saling diam. Saling adu tatap.

Akhirnya Arka mengalah. Dia mengusap wajahnya kasar. “Pulang.”

---

Malamnya, aku demam tinggi. Mungkin karena stres, mungkin karena kehamilan.

Jam 2 pagi. Aku menggigil di atas ranjang. Pintu terbuka pelan.

Arka masuk. Tidak pakai jas. Hanya kaos hitam dan celana rumah. Di tangannya ada nampan. Bubur, air putih, obat, dan handuk kecil.

“Duduk,” katanya.

Aku nurut. Lemah.

Dia duduk di tepi ranjang. Menyuapiku pelan. Satu suap. Dua suap.

“Kenapa... kenapa Bapak nolongin saya?” tanyaku lirih di antara suapan.

Arka diam lama. “Karena kontrak. Kamu dan anak itu... tanggung jawabku selama 1 tahun ini.”

“Bukan karena kasihan?”

“Jangan tanya hal bodoh,” jawabnya ketus. Tapi tangannya mengusap dahiku untuk cek demam. Gerakannya lembut. Sangat bertolak belakang dengan kata-katanya.

Setelah aku habis makan dan minum obat, dia berdiri mau pergi.

“Pak,” panggilku.

“Apa.”

“Besok... boleh saya minta pindah kamar? Kamar ini jauh dari kamar mandi. Saya sering mual.”

Alasan bohong. Kamar ini terlalu sepi. Terlalu mengingatkanku pada penolakan semalam.

Arka menatapku lama. “Baik. Besok pindah ke kamar tamu sebelah kamarku. Di lantai 2.”

Lantai 2. Tempat yang selama ini terlarang.

“Terima kasih, Pak.”

Dia berjalan ke pintu. Berhenti. Tanpa menoleh dia bilang, “Jaga diri baik-baik. Dan... jaga anak itu.”

Pintu tertutup.

Aku memeluk bantal dan menangis. Bukan karena sedih. Tapi karena untuk pertama kalinya, CEO dingin itu... terdengar seperti manusia.

---

*BERSAMBUNG KE BAB 3 - "PINDAH KAMAR TERLARANG"*

---

*CATATAN PENULIS* ✍️

Hii readersku yang paling sabar dan paling aku sayang 😭❤️

*MAKASIH* udah nunggu bab 2 yang panjang ini ya! Aku ngetiknya sambil nangis juga sumpah.

*EKSPLANASI SEDIKIT:*

*Kenapa Arka nolak anak itu?* Karena trauma. Ayahnya dulu selingkuh dan ninggalin ibunya pas ibunya hamil. Jadi dia takut mengulang sejarah.

*Adegan kecelakaan* itu penting banget. Itu pertama kalinya Arka secara insting melindungi Aira. Tandanya es di hatinya mulai retak pelan-pelan.

*Pindah kamar* di bab 3 bakal jadi awal mula mereka sering ketemu. Dan bakal ada adegan: Arka masakin bubur buat Aira yang ngidam tengah malam 😏

*VOTING YUK!*

Menurut kalian Arka bakal luluh di bab berapa?

A. Bab 10

B. Bab 20

C. Gak akan pernah luluh

Komen alasannya yaa! Aku bakal pilih 3 komen terbaik buat dapat shoutout di bab 5!

*JANGAN LUPA:*

Vote ⭐, Komen 💬, dan Follow biar gak ketinggalan update!

Bab 3 rilis *Besok jam 8 malam* judulnya "PINDAH KAMAR TERLARANG"

Spoiler: Bakal ada adegan Arka cemburu pas liat Aira video call sama temen cowoknya!

Makasih udah baca sampai akhir. Peluk jauh buat kalian semua 🤍

Love you❤

Terpopuler

Comments

Nureliya Yajid

Nureliya Yajid

Lanjut thor 👍

2026-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - PERNIKAHAN KONTRAK
2 BAB 2 - KAMU MAU ABORSI
3 BAB 3 - PINDAH KAMAR TERLARANG
4 BAB 4 - MANTAN DATANG
5 BAB 5- KEBOCORAN PINTU
6 BAB 6 - DEMI KAMJ
7 BAB 7 - MANTAN RAKA KEMBALI
8 BAB 8 -SIDANG
9 BAB 9 - BABY SHOWER
10 BAB 10 - UMROH BARENG
11 BAB 11 - KELAHIRAN
12 BAB 12 - 40 HARI PANTANG
13 BAB 13 - BULAN KE 2 - DEN GULING
14 BAB 14 - DEN DEMAM PERTAMA
15 BAB 15 - ARKA KEMBALI KERJA
16 BAB 16 - DEN MULAI MPASI
17 BAB 17 - DEN JALAN PERTAMA
18 BAB 18 - ARKA ULANG TAHUN
19 BAB 19 - DEN NGOMONG
20 BAB 20 - DEN SAKIT LAGI
21 BAB 21 - ARKA KERJA LAGI
22 BAB 22 - DEN TUMBUH GIGI
23 BAB 23 - 7 BULAN , 2 GIGI, 1 AYAH YANG BABGGA
24 BAB 24 - KETILA AYAH YANG KUAT TUMBANG
25 BAB 26 - HARI PERTAMA ARKA SEMBUH & DEN MERANGKAK
26 BAB 26 - 2 GIGI BARU + AYAH YANG UDAH PRO
27 BAB 27 - TANGGA ITU BERBAHAYA + AYAH PANIK
28 BAB 28 - PHOTOSHOOT 7 BULAN + AYAH GROGI
29 BAB 29 - KLIEN CEWE + BUKTI DI HL
30 BAB 30 - SURAT PEMECATAN + AIR MATA DI RUANG HR
31 BAB 31 - GREBEK TENGAH MALAM+SISKA MOHON AMPUN
32 BAB 32 - OTELING OTAK PELAKU + RANI KABUR
33 BAB 33 - HADANF DI PINTU + RANI DI TANGKAP
34 BAB 34 - 1 TAHUN KEMUDIAN
35 BAB 35 - FOTO DARI LUAR JENDELA
36 BAB 36 - AKHIRNYA AKU JADI ISTRIMU
37 BAB 37 - JANGAN JALA CEPAT2 SAYANG
38 BAB 38 - SELAMAT DATANG ARJUNA
39 BAB 39 - PAPA SIAGA 24 JAM
40 BAB 40 - 6 BULAN UNTUK KELUARGA
41 BAB 41 - KANTOR TANPA RAJA
42 BAB 42 - CEO BARU, AYAH LAMA
43 BAB 43 1 BULAN, SEMUA BER3S
44 BAB 44 - CUTI 1 BULAN BUAT KELUARGA
45 BAB 45 - JAM 8 KERJA, JAM 6 PULANG
46 BAB 46 - PENGHARGAAN UNTUK AYAH YANG PULANG JAM 8
47 BAB 47 - ULANG TAHUN PERTAMA ARJUNA
48 BAB 48 - RISKA KELUAR PENJARA
49 BAB 49 - SURAT LARANGAN MENDEKAT DIKIRIM & RISKA MARAH
50 BAB 50 - RISKA DATANG KERUMAH MALAM2
51 BAB 51 - RISKA DI PROSES HUKUM DAN ARKA BEBAS
52 BAB 52 - KELUARGA ARKA LIBURAN KE VILLA
53 BAB 53 - ARKA KEMBALI FOKUS KERJA & AIRA KAGET
54 BAB 54 - USG PERTAMA & NAMA BAYI
55 BAB 55 - RISKA DENGER KABAR AIRA HAMIL & AMUK
56 BAB 56 - SIDANG RESTRAINING ORDER & KEMENANGAN ARKA
57 BAB 57 - ARKA SIAPIN KAMAR BAYI & BABY SHOWER
58 BAB 58 - USG 4D & KELAMIN DEDEK KETAHUAN
59 BAB 59 - AIRA NGIDAM ANEH & ARKA TURUTIN
60 BAB 60 - KONTRAKSI PALSU & ARKA PANIK
61 BAB 61 - FOTO MATERNITY & ARKA NANGIS
62 BAB 62 - ARKA BELAJAR SENAM HAMIL
63 BAB 63 - NAMA TENGAH AISYAH
64 BAB 64 - DEN ARJUNA JELASIN KE TEMEN
65 BAB 65 - BELI PERLENGKAPAN BAYI
66 BAB 66 - KELAS PARENTING
67 BAB 67 - KONTRAKSI PALSU LAGI
68 BAB 68. - USG 4D
69 BAB 69 - SIAPIN NAMA PANGGILAN
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1 - PERNIKAHAN KONTRAK
2
BAB 2 - KAMU MAU ABORSI
3
BAB 3 - PINDAH KAMAR TERLARANG
4
BAB 4 - MANTAN DATANG
5
BAB 5- KEBOCORAN PINTU
6
BAB 6 - DEMI KAMJ
7
BAB 7 - MANTAN RAKA KEMBALI
8
BAB 8 -SIDANG
9
BAB 9 - BABY SHOWER
10
BAB 10 - UMROH BARENG
11
BAB 11 - KELAHIRAN
12
BAB 12 - 40 HARI PANTANG
13
BAB 13 - BULAN KE 2 - DEN GULING
14
BAB 14 - DEN DEMAM PERTAMA
15
BAB 15 - ARKA KEMBALI KERJA
16
BAB 16 - DEN MULAI MPASI
17
BAB 17 - DEN JALAN PERTAMA
18
BAB 18 - ARKA ULANG TAHUN
19
BAB 19 - DEN NGOMONG
20
BAB 20 - DEN SAKIT LAGI
21
BAB 21 - ARKA KERJA LAGI
22
BAB 22 - DEN TUMBUH GIGI
23
BAB 23 - 7 BULAN , 2 GIGI, 1 AYAH YANG BABGGA
24
BAB 24 - KETILA AYAH YANG KUAT TUMBANG
25
BAB 26 - HARI PERTAMA ARKA SEMBUH & DEN MERANGKAK
26
BAB 26 - 2 GIGI BARU + AYAH YANG UDAH PRO
27
BAB 27 - TANGGA ITU BERBAHAYA + AYAH PANIK
28
BAB 28 - PHOTOSHOOT 7 BULAN + AYAH GROGI
29
BAB 29 - KLIEN CEWE + BUKTI DI HL
30
BAB 30 - SURAT PEMECATAN + AIR MATA DI RUANG HR
31
BAB 31 - GREBEK TENGAH MALAM+SISKA MOHON AMPUN
32
BAB 32 - OTELING OTAK PELAKU + RANI KABUR
33
BAB 33 - HADANF DI PINTU + RANI DI TANGKAP
34
BAB 34 - 1 TAHUN KEMUDIAN
35
BAB 35 - FOTO DARI LUAR JENDELA
36
BAB 36 - AKHIRNYA AKU JADI ISTRIMU
37
BAB 37 - JANGAN JALA CEPAT2 SAYANG
38
BAB 38 - SELAMAT DATANG ARJUNA
39
BAB 39 - PAPA SIAGA 24 JAM
40
BAB 40 - 6 BULAN UNTUK KELUARGA
41
BAB 41 - KANTOR TANPA RAJA
42
BAB 42 - CEO BARU, AYAH LAMA
43
BAB 43 1 BULAN, SEMUA BER3S
44
BAB 44 - CUTI 1 BULAN BUAT KELUARGA
45
BAB 45 - JAM 8 KERJA, JAM 6 PULANG
46
BAB 46 - PENGHARGAAN UNTUK AYAH YANG PULANG JAM 8
47
BAB 47 - ULANG TAHUN PERTAMA ARJUNA
48
BAB 48 - RISKA KELUAR PENJARA
49
BAB 49 - SURAT LARANGAN MENDEKAT DIKIRIM & RISKA MARAH
50
BAB 50 - RISKA DATANG KERUMAH MALAM2
51
BAB 51 - RISKA DI PROSES HUKUM DAN ARKA BEBAS
52
BAB 52 - KELUARGA ARKA LIBURAN KE VILLA
53
BAB 53 - ARKA KEMBALI FOKUS KERJA & AIRA KAGET
54
BAB 54 - USG PERTAMA & NAMA BAYI
55
BAB 55 - RISKA DENGER KABAR AIRA HAMIL & AMUK
56
BAB 56 - SIDANG RESTRAINING ORDER & KEMENANGAN ARKA
57
BAB 57 - ARKA SIAPIN KAMAR BAYI & BABY SHOWER
58
BAB 58 - USG 4D & KELAMIN DEDEK KETAHUAN
59
BAB 59 - AIRA NGIDAM ANEH & ARKA TURUTIN
60
BAB 60 - KONTRAKSI PALSU & ARKA PANIK
61
BAB 61 - FOTO MATERNITY & ARKA NANGIS
62
BAB 62 - ARKA BELAJAR SENAM HAMIL
63
BAB 63 - NAMA TENGAH AISYAH
64
BAB 64 - DEN ARJUNA JELASIN KE TEMEN
65
BAB 65 - BELI PERLENGKAPAN BAYI
66
BAB 66 - KELAS PARENTING
67
BAB 67 - KONTRAKSI PALSU LAGI
68
BAB 68. - USG 4D
69
BAB 69 - SIAPIN NAMA PANGGILAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!