BAB 4 - MANTAN DATANG

Alarm HP berbunyi jam 6 pagi.

Aku langsung duduk. Perut masih mual. Tapi hari ini hari pertama Arka yang antar jemput.

Sumpah deg-degan. Semalaman aku kebangun 3 kali. Mikirin kata "antar jemput".

Pas turun ke bawah, mobil hitam Arka udah parkir. Bukan supir. Beneran dia yang nyetir. Pakai kemeja putih, jas abu-abu, kacamata hitam. Datar. Dingin. CEO banget.

Bu Yati bisik-bisik ke aku sambil senyum. "Tuh kan bener. Tuan perhatian."

Aku cuma ngangguk. Jantung dag dig dug.

"Masuk," katanya singkat pas aku keluar. Suaranya serak pagi-pagi.

Aku buka pintu penumpang. Wangi mobilnya... wangi parfum Arka + wangi kulit jok baru. Aku duduk kaku. Jaga jarak 1 jengkal dari pintu.

Sepanjang jalan hening. Cuma ada suara AC dan lagu jazz pelan. Arka fokus nyetir. Tangannya di stir. Jam tangan mahal berkilau.

Aku diem, tangan megang tas erat. Perut mual karena gugup, bukan karena hamil.

"Pak... maaf ngerepotin," kataku akhirnya.

"Kerjaan saya," jawabnya datar. Gak nambah, gak ngurang.

Pas lampu merah, dia ngeluarin botol air mineral dari laci. Disodorin ke aku tanpa liat.

"Minum. Muka kamu pucat."

Aku kaget. "Makasih Pak."

Itu pertama kalinya dia ngasih aku minum duluan.

Pas udah mau sampe kantor, 10 menit lagi, tiba-tiba HP Arka bunyi di dashboard. Nama di layar: *"Natasha ❤️"*.

Jantungku langsung anjlok ke perut.

Arka liat sekilas, rahangnya mengeras. Terus tolak. Tapi 3 detik kemudian bunyi lagi. Dan lagi. Dan lagi. Terus-terusan.

Akhirnya dia angkat, tapi pake headset. Suaranya datar dan dingin: "Ada apa?"

Aku gak denger jawabannya. Tapi dari raut wajahnya, jelas itu penting. Bibirnya mengatup.

"Oke. 15 menit. Di lobby." Tutup. Kasar.

Dia menoleh ke aku sekilas. "Kamu masuk duluan. Aku ada tamu penting."

Aku mengangguk. Tapi penasaran itu namanya siapa. Natasha? Kenapa ada ❤️ nya?

---

*15 MENIT KEMUDIAN - LOBBY KANTOR ARKA CORP*

Lobby Arka Corp itu megah banget. Marmer, lampu kristal, resepsionis pake seragam. Aku baru mau scan fingerprint, langkahku berhenti.

Di sofa lobby duduk seorang cewek. Tinggi semampai. Rambut panjang di-wave rapi. Dress merah ketat ngepas badan. Heels 10cm. Makeup flawless. Cantiknya menusuk. Model banget.

Dan dia... memeluk Arka pas Arka baru keluar dari lift.

"Akhirnya ketemu kamu juga, Ark," katanya. Suaranya manja, lengket. "Aku kangen banget. 3 bulan gak ketemu."

Arka menepuk bahunya pelan. Gak nolak, gak nyambut juga. Netral. "Lepas. Ini kantor."

Cewek itu mundur. Tapi tangannya masih nyangkut di lengan jas Arka. Matanya langsung lari ke aku. Menilai dari atas ke bawah. Dari sandal kerja 150rb aku sampai tas selempang.

"Oh... ini Nduk yang Bu Yati ceritain itu?" Senyumnya manis. Tapi matanya tajam kayak silet. "Hai, aku Natasha. Mantan tunangan Arka."

Dunia rasanya berhenti 5 detik.

Mantan. Tunangan.

Jadi bener. Ada mantan.

Aku memaksakan senyum. Tangan dingin. "A-Aira. Asisten rumah tangga."

Natasha tertawa kecil. "Asisten? Pantesan mukanya pucat. Capek kerja ya? Ya ampun Ark, tega banget nyuruh orang hamil kerja."

Hamil? Dia tau?

Lalu dia mendekat ke aku. Bisik di telingaku. Pelan. Cuma aku yang denger. Bau parfumnya mahal.

"Kamu cuma pelampiasan dia, Sayang. Arka belum move on dari aku. Dia nikahin kamu cuma buat bikin aku cemburu pas aku putus sama dia dulu. Jadi jangan GR ya. Mainan doang."

Deg.

Dada sesak. Napas berat. Kata "mainan" itu nusuk banget.

Arka menatap kami. Alisnya nyatu. "Nat, cukup."

Natasha mundur, merangkul lengan Arka dengan bangga. "Aku kesini mau balikan, Ark. Ayah udah setuju merger perusahaan kita. Kita cocok. Dari keluarga, dari bisnis. Dia siapa?" Sambil nunjuk aku pake dagu. Nadanya merendahkan.

Arka diem 3 detik. Lama. Menatapku. Menatap Natasha. Rautnya gak kebaca.

Lalu dia jawab dengan suara tegas yang menggema di lobby.

"Dia istri saya."

Hening. Semua resepsionis nengok.

Natasha ketawa. Ketawa kenceng. "Istri? Kontrak kan? 6 bulan? Aku tau Ark. Ayah kamu yang cerita."

Arka melepas pelukan Natasha. Wajahnya kembali datar. Dinding es. "Kontrak atau bukan, dia istri saya di mata hukum. Di mata negara. Jadi jaga ucapan kamu."

Lalu dia menoleh ke aku. Matanya lembut 1 detik. "Aira, ikut aku."

Aku ngikut di belakangnya. Rasanya kaki lemes.

---

*DI DALAM RUANGAN KERJA ARKA - LANTAI 40*

Pintu ditutup. Suasana tegang. Ruangan luas, kaca dari lantai ke langit-langit. Pemandangan kota.

Aku masih shock. Kata-kata Natasha keulang terus di kepala: _Kamu cuma pelampiasan. Mainan doang._

"Jangan dengerin dia," kata Arka tiba-tiba. Dia melepas jasnya, gantung di kursi.

Aku kaget. Dia tahu aku kepikiran.

"Dia emang gitu. Suka ngatur dan posesif. Sejak kuliah," lanjut Arka. Buka kancing kemeja 1. "Pernikahan kita emang kontrak. Tapi itu bukan urusan dia. Dan bukan berarti kamu bisa dihina."

Aku mengangguk. Tapi air mata udah di pelupuk. Gak bisa ditahan. "Baik Pak."

Arka menghela napas panjang. Tiba-tiba dia maju 2 langkah. Jempolnya ngusap pelan air mataku yang jatuh.

"Jangan nangis di kantor. Nanti orang mikir aku nyiksa kamu. Atau mikir kamu lemah."

Sentuhannya bikin aku gemetar. Hangat. Kasar tapi hati-hati. Beda sama kata-katanya yang dingin.

"Terus... Bapak beneran cuma buat bikin Ibu Natasha cemburu?" tanyaku pelan. Suaraku bergetar. Pertanyaan bodoh, tapi aku harus tau.

Arka diam. Matanya menatap mataku dalam. Gelap. Gak kebaca.

"Kalau iya, kenapa kamu keliatan sakit? Kenapa tangan kamu gemetar?"

Aku gak bisa jawab.

Dia mundur. Jaraknya balik 1 meter. "Kerja. Ada meeting jam 10. Kamu siapin berkas merger di meja. Jangan ada yang kurang."

Pas aku mau keluar, dia manggil lagi. "Aira."

"Ya Pak?"

"Mulai hari ini kamu gak usah ketemu dia lagi. Aku yang urus. Fokus kerja dan jaga kesehatan kamu. Sama janin kamu."

Pintu ketutup.

Aku bersandar di dinding luar. Napas masih kacau.

CEO dingin belain aku... di depan mantannya. Di depan umum.

---

*JAM 6 SORE - DI MOBIL PULANG*

Sepanjang jalan pulang masih hening. Tapi beda. Gak setegang pagi.

Tiba-tiba Arka buka suara. "Mau makan apa?"

Aku kaget. "Eh? Bebas Pak."

"Bubur lagi?"

Aku manggut. "Iya. Ngidam."

Dia pesen gofood di lampu merah. 2 mangkok bubur ayam komplit + es krim.

"Buat besok pagi," katanya.

Aku menatap profilnya. Tegas. Tapi kenapa rasanya... ada celah.

---

*JAM 11 MALAM - RUMAH*

Aku gak bisa tidur. Ngidam lagi. Tapi bukan bubur. Bukan es krim.

Pengin kepastian. Pengin tau Arka mikir apa.

Pas buka pintu, lagi-lagi ada nampan di depan pintu. Bubur ayam. Es krim cokelat. Teh hangat. Roti.

Dan note baru tulisan tangan Arka. Rapi:

_“Jangan dipikirin omongan orang. Kamu bukan pelampiasan. Kamu tanggung jawab aku. Dan... istirahat. -A”_

Tanganku gemetar megang kertas itu. "Tanggung jawab" kata itu bikin dada anget.

Dari balik pintu kecil itu, aku denger suara Arka batuk. Pelan. Terus batuk lagi.

Tanpa mikir panjang, aku nekat. Pegang gagang pintu kecil itu. Pelan.

Klik.

Gak dikunci.

Tangan ku gemetar.

Jantung rasanya mau copot.

Pintu itu terbuka pelan... berderit.

Kamar Arka gelap. Cuma ada lampu meja yang redup. Wanginya sama... wangi parfum woody yang selalu dia pake.

Arka duduk di sofa, tanpa kemeja. Cuma pake kaos dalam hitam dan celana training. Laptop masih nyala di meja. Di tangannya ada gelas air putih yang belum disentuh. Wajahnya agak pucat.

Dia menoleh pas denger suara pintu. Alisnya nyatu.

"Kamu ngapain?" Suaranya serak. Kayak baru bangun atau habis batuk.

Aku langsung panik. Lutut lemes. "S-saya... haus Pak. Mau ambil air. Takut lewat depan... jadi lewat sini."

Alasan paling jelek sedunia.

Arka diam. Menatapku dari atas ke bawah. Bajuku masih daster hamil. Rambut acak-acakan. Mata sembab.

Lalu dia berdiri. Mendekat. Jarak kami cuma 1 langkah. Aku bisa ngerasain panas tubuhnya.

"Gak sopan masuk kamar laki-laki jam segini," bisiknya. Tapi gak marah. Khawatir.

Aku mau mundur. Tapi dia duluan yang nutup pintu kecil itu dari belakangku. Klik.

"Besok bilang ke Bu Yati. Suruh taruh air di kamar kamu," katanya pelan. Tangannya ngambilin gelas air dari meja, terus disodorin ke aku.

Jari kami bersentuhan pas aku nerima gelas itu. Hangat. Kulitnya kasar.

"Minum. Terus tidur."

Aku mengangguk. Keluar dari kamarnya sambil nahan napas. Pipiku panas.

Di dalam hati... kenapa rasanya anget banget ya dada ini. Tanggung jawab katanya.

---

*BERSAMBUNG KE BAB 5 - "KEBOCORAN PINTU"*

---

*CATATAN PENULIS* ✍️

HALOOO READERS KESAYANGAN AKU 🥰

Akhirnya bab 4 selesai juga! Tepuk tangan buat kita semua 👏

*BAHAS BAB 4 YUK:*

*Adegan mobil pagi* \= bukti Arka perhatian detail

*Natasha nongol* \= konflik + bumbu cemburu

*"Dia istri saya"* \= klimaks bab ini. Arka mulai luluh

*Nyelinap ke kamar* \= cliffhanger buat bab 5

*VOTING WAJIB!*

Tim mana kalian?

A. Tim Arka masih cinta Natasha

B. Tim Arka udah suka Aira

C. Tim Arka cuma tanggung jawab

Komen jawaban kalian! Yang paling kreatif aku pin + dapet shoutout!

*JANGAN LUPA:*

Vote ⭐ Komen 💬 Follow 👤 Share 🔗

Target 2K vote di bab ini ya! Kalau tembus, Bab 5 aku up 2 bab langsung + 3000 kata!

Bab 5 rilis *Besok jam 8 malam* judulnya "KEBOCORAN PINTU"

Spoiler: Arka demam tinggi dan Aira yang jagain semalaman...

Makasih udah baca sampe akhir. Kalian luar biasa! Jangan lupa jaga kesehatan ya 🤍

- *Penulis: [Askara Senja]* -

---

Episodes
1 BAB 1 - PERNIKAHAN KONTRAK
2 BAB 2 - KAMU MAU ABORSI
3 BAB 3 - PINDAH KAMAR TERLARANG
4 BAB 4 - MANTAN DATANG
5 BAB 5- KEBOCORAN PINTU
6 BAB 6 - DEMI KAMJ
7 BAB 7 - MANTAN RAKA KEMBALI
8 BAB 8 -SIDANG
9 BAB 9 - BABY SHOWER
10 BAB 10 - UMROH BARENG
11 BAB 11 - KELAHIRAN
12 BAB 12 - 40 HARI PANTANG
13 BAB 13 - BULAN KE 2 - DEN GULING
14 BAB 14 - DEN DEMAM PERTAMA
15 BAB 15 - ARKA KEMBALI KERJA
16 BAB 16 - DEN MULAI MPASI
17 BAB 17 - DEN JALAN PERTAMA
18 BAB 18 - ARKA ULANG TAHUN
19 BAB 19 - DEN NGOMONG
20 BAB 20 - DEN SAKIT LAGI
21 BAB 21 - ARKA KERJA LAGI
22 BAB 22 - DEN TUMBUH GIGI
23 BAB 23 - 7 BULAN , 2 GIGI, 1 AYAH YANG BABGGA
24 BAB 24 - KETILA AYAH YANG KUAT TUMBANG
25 BAB 26 - HARI PERTAMA ARKA SEMBUH & DEN MERANGKAK
26 BAB 26 - 2 GIGI BARU + AYAH YANG UDAH PRO
27 BAB 27 - TANGGA ITU BERBAHAYA + AYAH PANIK
28 BAB 28 - PHOTOSHOOT 7 BULAN + AYAH GROGI
29 BAB 29 - KLIEN CEWE + BUKTI DI HL
30 BAB 30 - SURAT PEMECATAN + AIR MATA DI RUANG HR
31 BAB 31 - GREBEK TENGAH MALAM+SISKA MOHON AMPUN
32 BAB 32 - OTELING OTAK PELAKU + RANI KABUR
33 BAB 33 - HADANF DI PINTU + RANI DI TANGKAP
34 BAB 34 - 1 TAHUN KEMUDIAN
35 BAB 35 - FOTO DARI LUAR JENDELA
36 BAB 36 - AKHIRNYA AKU JADI ISTRIMU
37 BAB 37 - JANGAN JALA CEPAT2 SAYANG
38 BAB 38 - SELAMAT DATANG ARJUNA
39 BAB 39 - PAPA SIAGA 24 JAM
40 BAB 40 - 6 BULAN UNTUK KELUARGA
41 BAB 41 - KANTOR TANPA RAJA
42 BAB 42 - CEO BARU, AYAH LAMA
43 BAB 43 1 BULAN, SEMUA BER3S
44 BAB 44 - CUTI 1 BULAN BUAT KELUARGA
45 BAB 45 - JAM 8 KERJA, JAM 6 PULANG
46 BAB 46 - PENGHARGAAN UNTUK AYAH YANG PULANG JAM 8
47 BAB 47 - ULANG TAHUN PERTAMA ARJUNA
48 BAB 48 - RISKA KELUAR PENJARA
49 BAB 49 - SURAT LARANGAN MENDEKAT DIKIRIM & RISKA MARAH
50 BAB 50 - RISKA DATANG KERUMAH MALAM2
51 BAB 51 - RISKA DI PROSES HUKUM DAN ARKA BEBAS
52 BAB 52 - KELUARGA ARKA LIBURAN KE VILLA
53 BAB 53 - ARKA KEMBALI FOKUS KERJA & AIRA KAGET
54 BAB 54 - USG PERTAMA & NAMA BAYI
55 BAB 55 - RISKA DENGER KABAR AIRA HAMIL & AMUK
56 BAB 56 - SIDANG RESTRAINING ORDER & KEMENANGAN ARKA
57 BAB 57 - ARKA SIAPIN KAMAR BAYI & BABY SHOWER
58 BAB 58 - USG 4D & KELAMIN DEDEK KETAHUAN
59 BAB 59 - AIRA NGIDAM ANEH & ARKA TURUTIN
60 BAB 60 - KONTRAKSI PALSU & ARKA PANIK
61 BAB 61 - FOTO MATERNITY & ARKA NANGIS
62 BAB 62 - ARKA BELAJAR SENAM HAMIL
63 BAB 63 - NAMA TENGAH AISYAH
64 BAB 64 - DEN ARJUNA JELASIN KE TEMEN
65 BAB 65 - BELI PERLENGKAPAN BAYI
66 BAB 66 - KELAS PARENTING
67 BAB 67 - KONTRAKSI PALSU LAGI
68 BAB 68. - USG 4D
Episodes

Updated 68 Episodes

1
BAB 1 - PERNIKAHAN KONTRAK
2
BAB 2 - KAMU MAU ABORSI
3
BAB 3 - PINDAH KAMAR TERLARANG
4
BAB 4 - MANTAN DATANG
5
BAB 5- KEBOCORAN PINTU
6
BAB 6 - DEMI KAMJ
7
BAB 7 - MANTAN RAKA KEMBALI
8
BAB 8 -SIDANG
9
BAB 9 - BABY SHOWER
10
BAB 10 - UMROH BARENG
11
BAB 11 - KELAHIRAN
12
BAB 12 - 40 HARI PANTANG
13
BAB 13 - BULAN KE 2 - DEN GULING
14
BAB 14 - DEN DEMAM PERTAMA
15
BAB 15 - ARKA KEMBALI KERJA
16
BAB 16 - DEN MULAI MPASI
17
BAB 17 - DEN JALAN PERTAMA
18
BAB 18 - ARKA ULANG TAHUN
19
BAB 19 - DEN NGOMONG
20
BAB 20 - DEN SAKIT LAGI
21
BAB 21 - ARKA KERJA LAGI
22
BAB 22 - DEN TUMBUH GIGI
23
BAB 23 - 7 BULAN , 2 GIGI, 1 AYAH YANG BABGGA
24
BAB 24 - KETILA AYAH YANG KUAT TUMBANG
25
BAB 26 - HARI PERTAMA ARKA SEMBUH & DEN MERANGKAK
26
BAB 26 - 2 GIGI BARU + AYAH YANG UDAH PRO
27
BAB 27 - TANGGA ITU BERBAHAYA + AYAH PANIK
28
BAB 28 - PHOTOSHOOT 7 BULAN + AYAH GROGI
29
BAB 29 - KLIEN CEWE + BUKTI DI HL
30
BAB 30 - SURAT PEMECATAN + AIR MATA DI RUANG HR
31
BAB 31 - GREBEK TENGAH MALAM+SISKA MOHON AMPUN
32
BAB 32 - OTELING OTAK PELAKU + RANI KABUR
33
BAB 33 - HADANF DI PINTU + RANI DI TANGKAP
34
BAB 34 - 1 TAHUN KEMUDIAN
35
BAB 35 - FOTO DARI LUAR JENDELA
36
BAB 36 - AKHIRNYA AKU JADI ISTRIMU
37
BAB 37 - JANGAN JALA CEPAT2 SAYANG
38
BAB 38 - SELAMAT DATANG ARJUNA
39
BAB 39 - PAPA SIAGA 24 JAM
40
BAB 40 - 6 BULAN UNTUK KELUARGA
41
BAB 41 - KANTOR TANPA RAJA
42
BAB 42 - CEO BARU, AYAH LAMA
43
BAB 43 1 BULAN, SEMUA BER3S
44
BAB 44 - CUTI 1 BULAN BUAT KELUARGA
45
BAB 45 - JAM 8 KERJA, JAM 6 PULANG
46
BAB 46 - PENGHARGAAN UNTUK AYAH YANG PULANG JAM 8
47
BAB 47 - ULANG TAHUN PERTAMA ARJUNA
48
BAB 48 - RISKA KELUAR PENJARA
49
BAB 49 - SURAT LARANGAN MENDEKAT DIKIRIM & RISKA MARAH
50
BAB 50 - RISKA DATANG KERUMAH MALAM2
51
BAB 51 - RISKA DI PROSES HUKUM DAN ARKA BEBAS
52
BAB 52 - KELUARGA ARKA LIBURAN KE VILLA
53
BAB 53 - ARKA KEMBALI FOKUS KERJA & AIRA KAGET
54
BAB 54 - USG PERTAMA & NAMA BAYI
55
BAB 55 - RISKA DENGER KABAR AIRA HAMIL & AMUK
56
BAB 56 - SIDANG RESTRAINING ORDER & KEMENANGAN ARKA
57
BAB 57 - ARKA SIAPIN KAMAR BAYI & BABY SHOWER
58
BAB 58 - USG 4D & KELAMIN DEDEK KETAHUAN
59
BAB 59 - AIRA NGIDAM ANEH & ARKA TURUTIN
60
BAB 60 - KONTRAKSI PALSU & ARKA PANIK
61
BAB 61 - FOTO MATERNITY & ARKA NANGIS
62
BAB 62 - ARKA BELAJAR SENAM HAMIL
63
BAB 63 - NAMA TENGAH AISYAH
64
BAB 64 - DEN ARJUNA JELASIN KE TEMEN
65
BAB 65 - BELI PERLENGKAPAN BAYI
66
BAB 66 - KELAS PARENTING
67
BAB 67 - KONTRAKSI PALSU LAGI
68
BAB 68. - USG 4D

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!