Penyambutan para siswa baru

Semua siswa-siswi sudah berbaris di lapangan. Mereka akan mendengarkan kata sambutan dari kepala sekolah Tunas Bangsa.

" Assalamualaikum anak-anakku semua" ucap kepala sekolah.

" Wa'alaikumsalam" jawab semua murid SMA Tunas Bangsa.

" Pertama-tama bapak ucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa, semoga kalian bisa menimbah ilmu dengan baik di sekolah ini" ucap kepala sekolah.

Kata sambutan yang diberikan kepala sekolah sangat banyak. Para siswa sudah mulai gelisah karena kata-kata sambutan kepala sekolah yang sangat lama. Apalagi kaki mereka sudah mulai pegel karena berdiri.

Setelah beberapa menit, akhirnya kata sambutan itu berakhir juga. Sekarang giliran ketua OSIS yang memberikan kata sambutan untuk mereka semua.

" Masih lama nggak sih, kaki gue udah pegel banget" kata salah seorang siswa.

" Sama gue juga, mana haus lagi" kata temen disebelahnya.

Queenza untung berbaris paling belakang, jadi dia bisa duduk. Queenza paling malas mendengar kata sambutan yang panjang seperti ini.

"Bau apa sih nih" kata seorang murid cewek.

"Iya, pengen muntah nih gue karena mencium baunya" kata temen cewek itu.

Queenza melihat siswi perempuan yang ada di depan kedua cewek itu. Penampilan siswi perempuan itu sangat sederhana. Jauh berbeda dengan siswi perempuan yang ada dibelakangnya.

"Heh!, Lo pergi ke sekolah mandi dulu nggak sih" kata salah satu siswi perempuan itu sambil menendang kaki siswi perempuan itu.

"Ma...mandi kok" jawab murid cewek yang dibilang bau itu.

"Terus kenapa badan Lo masih bau" kata cewek itu lagi.

"A..aku juga nggak tau" jawab cewek itu dengan nada terbata-bata.

"Mungkin sabun mandi yang dia pakai nggak seperti sabun mandi di rumah kita" kata cewek yang di belakang.

Perlakuan seperti ini sudah sering dilihat sama Queen. Siswi yang kaya akan selalu menindas orang yang berada dibawahnya. Queenza yakin otak siswi seperti itu tidak lha pinter.

"Gue heran sama sekolah ini, kenapa masih menerima murid miskin seperti ini" kata murid cewek yang pertama tadi.

"Biasa, mereka masuk jalur sedekah kuota dari kita " kata teman cewek itu.

Queenza sudah muak melihat drama anak-anak orang kaya yang seperti ini. Padahal kekayaan orang tua mereka jauh dibawah kekayaan orang tuanya. Tapi lagak mereka seperti orang paling kaya di negeri ini.

"Kalau kalian tidak suka dengan baunya, kenapa nggak pindah aja dari sana. tempat lain kan masih banyak yang kosong " kata Queenza.

" Lo siapa?!" tanya cewek tadi dengan nada ketus.

Siswi perempuan itu melihat penampilan Queenza dari atas sampai bawah. Mereka melihat penampilan Queenza tidak seperti anak orang susah.

"Lo satu spesies sama anak ini ya" tanya temen cewek itu.

" Kalian itu cuma anak-anak manja yang tidak bisa apa-apa" kata Queen.

"Lo nggak tau siapa kita?" tanya cewek sombong itu.

"Nggak, dan gue juga nggak minat tau identitas Lo semua" jawab Queen.

Queenza paling benci melihat orang-orang yang suka memamerkan harta orang tua mereka. Sedangkan dirinya ingin terlihat biasa saja. Padahal orang tuanya kaya raya.

"Awas Lo ya" kata cewek sombong itu dengan nada kesal.

Keempat siswi perempuan itu pergi dari sana. Mereka sangat kesal sama Queenza.

"Makasih ya" ucap cewek yang di bully tadi.

"Sama-sama, lain kali kalau ada anak-anak yang seperti itu lagi, lawan aja. Jangan takut" kata Queen.

"Aku nggak berani melawan orang-orang seperti mereka"

"Kenapa?"

"Karena mereka tau kalau ayah ku bekerja sebagai tukang sapu jalanan"

"Kamu malu dengan pekerjaan ayah kamu?"

"Aku nggak malu"

"Terus kenapa?"

"Nanti ayahku nggak bisa kerja lagi. Orang tua mereka kan penguasa di kota ini"

"Penguasa?"

"Iya, apa kamu nggak tau?"

"Nggak"

"Sekarang kan kamu sudah aku kasih tau, jadi kedepannya jangan cari masalah sama mereka"

Setau Queenza, daddy-nya lha yang paling berkuasa di kota ini. Dan ia tidak pernah menunjukkan sikap kalau dia anak seorang penguasa.

Akhirnya Queenza tidak mendengar sampai akhir acara penyambutan siswa baru. Karena murid-murid yang lain sudah bubar, Queenza pun pergi dari lapangan. Ia ingin melihat kelasnya.

Nama-nama murid sudah terpampang di papan pengumuman. Jadi mereka tidak bingung menentukan kelas mereka di mana.

"Kita beda kelas " kata King setelah melihat namanya di papan pengumuman.

"Bagus dong" kata Queen.

Queenza sangat senang karena tidak satu kelas dengan King. King kelas sepuluh A sedangkan dia sepuluh B.

"Walaupun beda kelas, aku akan tetap memantau kamu" kata King.

"Nggak perlu, lagipula ngapain kamu mantau aku" kata Queen.

"Karena kamu selalu mendapatkan masalah"

"Enak aja, kapan aku mendapatkan masalah"

"Tadi di lapangan kamu ngapain?" tanya King.

"Berbaris lha, ya kali lagi nongkrong" jawab Queen.

"Kamu ada masalah kan sama empat orang cewek"

"Nggak, tadi itu kami cuma ngobrol biasa"

"Bohong banget. Kamu pikir aku nggak tau apa"

"Aku mau ke kelas dulu, bye.. bye"

Queenza tidak mau berdebat lagi dengan saudara kembarnya. Ia akan mencari kelasnya, syukur-syukur nanti dapat teman.

Suasana kelas Queenza sangat riuh. Semua murid sibuk mencari tempat duduk. Kebanyakan mereka mencari tempat duduk yang bagian depan.

"Minggir!" kata anak cewek yang sombong tadi sambil menarik tangan anak cewek yang sedang duduk.

"Nggak, gue duluan yang dapet tempat duduk ini" kata anak cewek itu.

"Lo itu nggak pantas duduk di depan. Yang ada nanti Lo merusak pemandangan guru yang mengajar" kata cewek sombong itu.

Queenza menghela nafasnya, kenapa ia bertemu lagi dengan cewek-cewek yang dilapangan upacara tadi. Sepertinya dunia ini memang sempit.

"Kita bertemu lagi" kata cewek yang dibully di lapangan tadi.

Queenza menoleh ke arah suara.

"Sekarang kita satu kelas, perkenalkan nama aku Amelia. Kalau kamu?" tanya cewek yang bernama Amelia itu.

"Queenza" jawab Queen.

"Kalau kamu mau, kamu boleh kok duduk di sini"

"Emang kursinya masih kosong?" tanya Queenza.

"Masih, lagipula siapa yang mau duduk di sebelah orang miskin seperti aku" jawab cewek itu.

"Nggak boleh ngomong gitu, aku mau kok duduk di sebelah kamu"

Queenza sudah menemukan tempat duduknya. Sekarang ia satu bangku sama Mila. Mungkin Mila akan menjadi temannya.

Bel sekolah pun berbunyi, semua murid pun duduk rapi di kursi mereka masing-masing. Karena sebentar lagi guru akan masuk ke kelas.

"Selamat pagi anak-anak" ucap buk guru.

"Selamat pagi Buk" jawab semua murid kelas sepuluh B.

"Sebelum memperkenalkan diri, ibuk mau mengucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa. Semoga selama di sekolah ini kalian bisa menimbah ilmu dengan baik"

"Terima kasih Buk" jawab semua murid.

"Baiklah, perkenalkan nama ibuk Lili Apriani Dewi. Biasa dipanggil buk Lili. Ibuk mengajar mata pelajaran Biologi, sekaligus ibuk menjabat jadi wali kelas kalian" kata Buk Lili.

Semua murid terlihat sangat senang dengan ibuk Lili. Mungkin cara bicara ibuk itu sangat lembut, ramah dan murah senyum.

"Sekarang kita masuk sesi perkenalan. Kita mulai dari ujung sebelah kanan. Silakan perkenalkan dirinya" kata buk guru.

Satu persatu murid kelas sepuluh B memperkenalkan diri mereka. Sekarang giliran anak cewek yang bertemu dengan Queenza di lapangan tadi.

"Perkenalkan nama saya Monika Angelina Sanjaya, biasa dipanggil Monika" kata murid yang bernama Monika.

"Ok, salam kenal Monika. Berikutnya" kata Buk guru.

"Perkenalkan nama saya Friska Anggita Permana , biasa di panggil Friska" kata Friska.

"Nama saya Viona Dominic, biasa dipanggil Viona" kata Viona.

"Kalau nama saya Velisya Andara, biasa dipanggil Velisya" kata Velisya.

Perkenalan diri masih berlanjut, dan akhirnya sampai lha giliran Queen.

"Nama saya Queenza, teman-teman bisa memanggil Queen" kata Queen.

" Salam kenal Queen. Selanjutnya" kata Buk guru.

"Nama saya Amelia Putri" kata Amelia.

Acara perkenalan berlanjut sampai nama siswa yang duduk paling pojok sebelah kiri.

To be continued.

Happy reading guys 🤗 🤗

Terpopuler

Comments

Irna Muliani

Irna Muliani

lanjut thor

2026-07-27

0

Novita Sari

Novita Sari

lanjut thor.

2026-07-27

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!