Bab 072: Strategi Lima Kota
Jakarta menyambut Arya Pratama dengan macet dan udara panas.
Ia turun di kawasan Kuningan pukul sembilan pagi. Jasnya rapi, tas laptop di tangan, mata tetap segar meski semalam Raka bangun dua kali. Father Instinct membuatnya cepat membaca kebutuhan bayi. Sistem stamina membuatnya tetap berdiri saat jadwal bisnis mulai kembali menggila.
Mega sudah menyiapkan agenda padat.
Pukul sembilan tiga puluh, survei kantor.
Pukul sebelas, bertemu pemilik gedung.
Pukul satu siang, wawancara kandidat Jakarta.
Pukul empat, video meeting dengan Surabaya.
Pak Budi ikut dari Surabaya melalui panggilan video. Bayu mengirim daftar kebutuhan operasional. Rizky menunggu kandidat teknis. Dimas meminta foto kantor untuk materi internal, lalu langsung ditegur Mega agar tak mengubah survei kantor menjadi konten promosi.
Kantor Jakarta berada di lantai delapan gedung bisnis menengah di Kuningan. Luasnya dua ratus meter persegi. Ruangannya belum besar, namun cukup untuk tim awal: sales enterprise, implementation engineer, support, dan satu ruang demo kecil.
Pemilik gedung menjelaskan fasilitas.
"Akses transportasi mudah. Banyak klien korporasi dekat sini. Kalau Bapak mau, kami bisa siapkan signage minggu depan."
Arya melihat jendela.
Dari sana, gedung tinggi Jakarta berdiri rapat. Kota ini berbeda dari Surabaya. Lebih cepat. Lebih mahal. Lebih dingin dalam cara orang menghitung peluang.
"Kami ambil satu tahun dengan opsi perpanjangan."
Pemilik gedung tersenyum.
"Baik, Pak Arya."
Mega yang hadir lewat video langsung mencatat.
"Saya kirim draft kontrak ke legal."
Pak Budi berkata dari layar, "Untuk kantor pertama, ini cukup efisien. Jangan terlalu mewah di awal."
"Setuju," kata Arya. "Kita butuh markas kerja yang rapi. Branding menyusul setelah tim siap."
Siang hari, wawancara kandidat dimulai di ruang meeting sementara.
Beberapa kandidat datang dengan CV bagus dan jawaban aman. Mereka tahu istilah agile, data pipeline, warehouse optimization, cloud architecture. Nam…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments