Keheningan yang amat mencekam menyelimuti seluruh sudut markas besar Miracle Zenith. Papan indikator utama yang biasanya menayangkan peta status 32 pahlawan kini berubah merah membara. Dari 32 nama yang terukir di sana, 22 di antaranya telah meredup total, menandakan bahwa rekan-rekan mereka telah lenyap ditelan perburuan dingin sang ksatria Zairus, Kocha.
Hanya tersisa sepuluh orang di dalam ruangan tersebut: Ayyasy, Night, Serafe, Tasya, Azkailah, Iyan, Ghofar, Dimas, Arunnaqa, dan Davi. Sepuluh pahlawan teratas yang berdiri di jajaran puncak statistik kekuatan Miracle. Namun, status sebagai yang terkuat sama sekali tidak memberi mereka rasa bangga. Yang tersisa hanyalah keputusasaan, rasa bersalah, dan amarah yang meletup-letup di dada.
Ayyasy berdiri terpaku di tengah aula, mengepalkan kedua tangannya hingga bukunya memutih. Night bersandar di dinding dengan pandangan mata yang sangat tajam, sementara Arunnaqa menundukkan kepalanya di depan konsol komando yang sudah tak lagi menyajikan sinyal harapan.
Di sudut ruangan yang remang-remang, atmosfer terasa jauh lebih berat dan menekan.
Iyan duduk menyendiri di atas kursi besi. Kepala pemuda itu menunduk dalam-dalam, menyembunyikan raut wajahnya di balik bayangan rambutnya. Bayangan ketika Sintia mengusap matanya yang perih dengan tisu, tawa canggung Sintia saat digoda Abzari, serta fakta bahwa gadis itu kini diculik dan disiksa oleh musuh asing, berputar berulang kali di dalam kepalanya bagaikan teror yang tak berkesudahan.
"Sintia..." bisik Iyan dengan suara yang teramat gemetar.
BZZZZZZT!
Suhu udara di sekitar Iyan mendadak melonjak drastis. Hawa panas yang sangat masif memancar dari tubuhnya, membuat ubin lantai di bawah kakinya perlahan melepuh dan memerah.
Iyan perlahan mendongakkan kepalanya.
Kedua matanya yang biasa menatap ramah kini telah berubah total. Iris matanya menyala terang benderang dengan warna oranye keemasan yang sangat pekat, dan tepat di tengah pupil matanya, terukir jelas Simbol Matahari Murn…
Miracle
Amarah Matahari Dan Bulan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments