Dayang Sari segera membuang pandangannya. Tatapan Arkan terlalu dalam, seolah ingin mengorek semua rahasianya.
Kabut masih cukup tebal. Udara juga masih sangat dingin, tetapi dada Dayang Sari bergemuruh, membuat darahnya berdesir dan menghantarkan rasa hangat pada suhu tubuhnya.
"Ada perlu apa, Pak Wartawan?" tanya Dayang dengan nada yang cukup dingin. Ia mengetahui profesi Arkan dari data yang ada di kelurahan.
Arkan mengulas senyum tipis. "Emmm, saya ada perlu sedikit, Bu... Minta waktunya untuk ngobrol,"
Dayang Sari terdiam sejenak. Lalu memasang wajah yang setenang mungkin.
"Masuk dulu. Saya akan buatkan camilan dan juga minum teh..." ajaknya pada sang tamu
Dayang Sari menggeser tubuhnya dari ambang pintu, dan memberi jalan kepada Arkan untuk masuk. Sikapnya terlalu tenang.
Arkan mengangguk, lalu menapaki anak tangga dan masuk ke dalam rumah panggung.
Pemuda itu menyapu pandangannya ke segala arah. Rumah yang tampak rapi. Ada meja belajar, buku-buku, dan satu foto anak-anak TK yang yang menjadi siswa dari Dayang Sari di tempatnya mengajar.
Dayang Sari menatap punggung Arkan yang berjalan menuju ke arah foto para siswanya.
Ia berusaha kembali tenang. Lalu menuju dapur, dan memasak teh untuk Arkan.
Lima menit kemudian, ia datang dengan nampan berisi segelas teh dan juga seporsi pisang kapit. Yaitu jajanan yang terbuat dari pisang kepok bakar dan di jepit, lalu di siram dengan kuah santan bercampur gula aren.
"Silahkan di cicipi," Dayang Sari menata hidangannya di atas meja.
Sedangkan Arkan menatapnya dengan sekilas. "Terimakasih..." ia mengambil teh tersebut, dan menyeruputnya. "Bu Rodiah tetangga Ibu, kan?" ia meletakkan gelas di atas meja.
"Iya. Rumahnya tiga rumah dari sini." jawab Dayang setenang mungkin.
Ia mengangkat cangkir teh. Tangannya tidak gemetar sama sekali, lalu menyeruput tehnya.
Arkan sudah memperhatikan kondisi desa. Sejak subuh ia berkeliling. Semua warga heboh, menangis, dan bahkan berteriak "KUYANG! KUYANG!"
Akan tetapi, Dayang Sari yang t…
KUTUKAN KUYANG
Mata Yang Tidak Panik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments
Desyi Alawiyah
Kenapa Arkan ngga bawa polisi aja sih, minimal satu orang. Biar kalo Arkan ada apa-apa, ada yang melindungi... 😌
Kalo bukan polisi, teman sesama wartawan juga boleh 😁
2026-08-08
0
neni nuraeni
iih ati" Arkan dia walaupun cntik tapi menakutkan
2026-08-09
0
V3
smg Arkan dpt membongkar rahasia penyamaran nya di Dayang ,,, si Kuyang Cantik 🤣🤣
2026-08-13
0