Cahaya Emas dan Jalan yang Dipilih

​Waktu berputar cepat di atas Puncak Es Salju.

​Bocah yang sepuluh tahun lalu terbuang di Hutan Terlarang kini telah tumbuh menjadi anak laki-laki berusia sepuluh tahun. Hu Jin memiliki raut wajah tegas, mata hitam jernih yang menatap tajam, serta pembawaan tenang yang jauh melebihi usianya. Namun di balik ketenangan itu, ia dikenal jahil di Puncak Es—mulai dari memetik buah spiritual langka milik tetua sebelah, sampai memasang jebakan es untuk binatang buruan.

​Meski tanpa menyentuh jatah sumber daya sekte sepeser pun, bakat kultivasi bawaan Hu Jin berkembang amat pesat di bawah bimbingan langsung Qian Renxue.

​Hari ini adalah hari yang ditentukan: Ujian Tulang. Ajang penentuan bakat bagi anak-anak berusia sepuluh tahun untuk menguji takdir mereka di Sekte Teratai.

​Di pelataran Puncak Es, Qian Renxue berdiri anggun. Di depannya, Hu Jin sedang berkacak pinggang seraya mengunyah sehelai rumput spiritual dengan santai.

​"Hu Jin, berdiri yang benar," tegur Qian Renxue, walau matanya tak mampu menyembunyikan kehangatan alami seorang pengasuh. "Pendaftaran Ujian Tulang sebentar lagi dimulai, dan kau masih sembrono begini?"

​Hu Jin tertawa kecil, melipat kedua tangan di belakang kepala. "Guru, kenapa cemberut terus? Nanti wajah cantikmu cepat berkerut. Ujian itu cuma formalitas."

​"Lancang bicaramu," sahut Qian Renxue seraya menepuk dahi Hu Jin pelan dengan gagang kipas esnya. Namun di dalam hati, ada rasa bangga yang mendalam. Ia tahu betul seberapa keras anak ini menyiksa diri berlatih tiap malam di tengah hembusan angin beku.

​Tawa kecil Hu Jin mendadak reda. Ia merapikan jubahnya, lalu tiba-tiba berlutut dan membungkuk dalam-dalam di atas lantai es—sebuah penghormatan formal yang amat jarang ia lakukan.

​Qian Renxue tertegun. "Hu Jin... apa yang kau lakukan?"

​Hu Jin mendongak, menatap mata gurunya dengan kesungguhan yang tak pernah terlihat sebelumnya.

​"Guru," ucap Hu Jin mantap. "Sebelum pergi ke Aula Utama, ada yang ingin kukatakan. Selama sepuluh tahun ini... Guru tidak hanya mengajariku membaca dan berkultivasi. Guru memberiku rumah."

​Mata Hu Jin berbinar tulus. "Bagi Hu Jin, Guru adalah guru terbaik di dunia. Dan... sudah kuanggap seperti ibuku sendiri."

​Pertahanan es di hati Qian Renxue runtuh seketika.

​Dada wanita itu berdesir hangat. Perasaan haru dan bangga bercampur menjadi satu, diiringi rasa cemas yang samar—perasaan ketika melihat burung muda yang selama ini dilindungi di bawah kepaknya siap mengepakkan sayap menembus badai.

​"Anak bodoh... bicara apa kau ini," bisik Qian Renxue pelan, mencoba menahan uap hangat yang mendesak di sudut matanya. Ia mengusap lembut rambut Hu Jin. "Ayo. Jangan buat orang-orang di aula menunggu."

​Aula Utama Sekte Teratai dipenuhi ratusan pasang mata. Di tengah ruangan, berdiri pilar batu kristal raksasa yang memancarkan aura kuno—Batu Penguji Tulang.

​Saat gilirannya dipanggil, Hu Jin melangkah maju dengan tenang di bawah tatapan sinis Tetua Liao dan jajaran tetua senior. Ia mengulurkan tangan, menempelkan telapak tangannya pada permukaan batu yang dingin.

​WUUUUUSH

​Seketika, cahaya emas menyilaukan meledak dahsyat dari dalam pilar! Batu kristal itu bergetar hebat, memancarkan raungan samar menyerupai gema naga kuno yang membubung menembus atap aula, membakar langit Puncak Es!

​"Cahaya Emas Murni! Tulang Kaisar Langit!" teriak tetua penguji dengan suara gemetar takjub. "Ini... bakat tingkat mitologi! Jenius yang hanya muncul puluhan ribu tahun sekali!"

​Gempar luar biasa meledak di seluruh aula! Tetua Liao terperanjat bangkit dari kursinya dengan wajah pucat pasi. Bakat sebesar ini jelas akan menjadikan Hu Jin sebagai calon penguasa masa depan sekte.

​Namun, di tengah gelombang kekaguman itu, Hu Jin justru menarik tangannya kembali. Ia berbalik menatap Tetua Gu dan Tetua Liao dengan raut dingin.

​"Aku sudah membuktikan keberadaanku di sini," ucap Hu Jin dengan suara lantang yang menggema tegas. "Tetapi... aku menolak menjadi murid resmi Sekte Teratai. Hari ini, aku memutuskan untuk keluar dari sekte."

​Keheningan yang memekakkan telinga jatuh seketika, disusul jeritan ketidakpercayaan dari para tetua.

​"Apa?! Kau gila?!" bentak Tetua Liao. "Bakat tiada tanding dan kau memilih keluar?!"

​Qian Renxue melangkah maju cepat, matanya terbelalak. "Hu Jin, apa maksudmu?!"

​Hu Jin menatap gurunya dengan senyum tipis yang sarat makna.

​Ia paham betul peta politik sekte ini. Kehadirannya yang 'tanpa asal-usul' selalu dijadikan cangkang oleh Tetua Liao untuk menekan Qian Renxue terkait urusan perjodohan. Jika ia bertahan di sini, ia hanya akan menjadi sandera politik yang mengikat kebebasan gurunya, sekaligus membuat kultivasinya sendiri mandek di dalam kurungan aturan sekte.

​Ia harus ditempa di alam liar jika ingin menjadi elang yang membelah langit.

​"Sekte Teratai terlalu sempit untukku," ujar Hu Jin dengan nada percaya diri, sengaja menyembunyikan alasan pengorbanannya. "Aku ingin melihat seberapa luas dunia di luar sana."

​Hu Jin membungkuk hormat sekali lagi ke arah Qian Renxue yang berdiri mematung di kejauhan.

​Tanpa ragu sedikit pun, sang pangeran terbuang berbalik membelakangi kemegahan Sekte Teratai—melangkah mantap menuju dunia luar yang liar demi mengukir jalannya sendiri.

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

🤭🤭🤭🤭🤭🤭

2026-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bau Darah dan Bayi yang Bisu
2 Terbuang ke Hutan Terlarang
3 Takdir di Puncak Es Salju
4 Cahaya Emas dan Jalan yang Dipilih
5 Janji di Bawah Gerbang
6 Warisan di Gua Es
7 Warisan Tiga Tahun
8 Kota Seribu Pedang
9 Kotak Misterius dan Pertemuan Kembali
10 Tekanan Es dan Jepit Teratai Emas
11 Ancaman Tiga Sekte dan Janji yang Membakar
12 Konflik di Lembah Angin Puyuh
13 Jenderal Tua dan Panggilan Negeri
14 Pertemuan di Paviliun Terlarang
15 Amukan Pengkhianat dan Penyelamatan di Batas Maut
16 Kebangkitan Pangeran dan Visi Masa Depan
17 Pangeran Naga dan Terobosan Langit
18 Kebaikan di Lembah Hijau
19 Pertemuan di Jembatan Pelangi Kuno
20 Paviliun Seribu Pusaka
21 Kota Besar Teratai Hitam
22 Kedamaian di Bawah Rembulan
23 Intrik Petinggi dan Tawa di Gang Sempit
24 Gemuruh Babak Penyisihan
25 Satu Ketukan Jari
26 Rona di Pipi Sang Dewi
27 Ambang Pertempuran Delapan Besar
28 Terbukanya Topi Jerami dan Duel Bintang Nirwana
29 Ledakan Naga Es
30 Akhir Laga Final dan Sang Juara Sejati
31 Deklarasi Sang Pangeran
32 Tangan Besi Sang Pangeran
33 Pelukan Sang Putra Mahkota
34 Strategi Berdarah dan Kenangan Sang Permaisuri
35 Badai Aliansi di Balik Selimut Malam
36 Tembok Istana yang Runtuh
37 Badai Es di Pelataran Agung dan Bayangan Sang Pengkhianat
38 Dua Jiwa Satu Kesucian
39 Bentrokan Puncak dan Duet Jiwa Abadi
40 Artefak Kuno dan Portal Takdir
41 Di Bawah Langit Asing
42 Kepolosan Hati Sang Pangeran
43 Kabar dari Kota Awan Biru
44 Gerbang Kota Awan Biru
45 Langkah di Kota Awan Biru
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Bau Darah dan Bayi yang Bisu
2
Terbuang ke Hutan Terlarang
3
Takdir di Puncak Es Salju
4
Cahaya Emas dan Jalan yang Dipilih
5
Janji di Bawah Gerbang
6
Warisan di Gua Es
7
Warisan Tiga Tahun
8
Kota Seribu Pedang
9
Kotak Misterius dan Pertemuan Kembali
10
Tekanan Es dan Jepit Teratai Emas
11
Ancaman Tiga Sekte dan Janji yang Membakar
12
Konflik di Lembah Angin Puyuh
13
Jenderal Tua dan Panggilan Negeri
14
Pertemuan di Paviliun Terlarang
15
Amukan Pengkhianat dan Penyelamatan di Batas Maut
16
Kebangkitan Pangeran dan Visi Masa Depan
17
Pangeran Naga dan Terobosan Langit
18
Kebaikan di Lembah Hijau
19
Pertemuan di Jembatan Pelangi Kuno
20
Paviliun Seribu Pusaka
21
Kota Besar Teratai Hitam
22
Kedamaian di Bawah Rembulan
23
Intrik Petinggi dan Tawa di Gang Sempit
24
Gemuruh Babak Penyisihan
25
Satu Ketukan Jari
26
Rona di Pipi Sang Dewi
27
Ambang Pertempuran Delapan Besar
28
Terbukanya Topi Jerami dan Duel Bintang Nirwana
29
Ledakan Naga Es
30
Akhir Laga Final dan Sang Juara Sejati
31
Deklarasi Sang Pangeran
32
Tangan Besi Sang Pangeran
33
Pelukan Sang Putra Mahkota
34
Strategi Berdarah dan Kenangan Sang Permaisuri
35
Badai Aliansi di Balik Selimut Malam
36
Tembok Istana yang Runtuh
37
Badai Es di Pelataran Agung dan Bayangan Sang Pengkhianat
38
Dua Jiwa Satu Kesucian
39
Bentrokan Puncak dan Duet Jiwa Abadi
40
Artefak Kuno dan Portal Takdir
41
Di Bawah Langit Asing
42
Kepolosan Hati Sang Pangeran
43
Kabar dari Kota Awan Biru
44
Gerbang Kota Awan Biru
45
Langkah di Kota Awan Biru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!