Angin Perubahan di Paviliun Lanting

Keputusan Kaisar Tang Xuanze menyebar ke seluruh penjuru istana dalam bagaikan sambaran petir di siang bolong. Dalam waktu singkat, nama Mu Qingran yang tadinya asing dan diabaikan, kini menjadi bahan perbincangan hangat di antara para selir, kasim, dan dayang istana.

Seorang selir rendahan dari Istana Ziyun yang kumuh, dalam satu malam berhasil membalikkan keadaan, menjatuhkan gengsi Selir Mei yang angkuh, dan dianugerahi tempat tinggal baru di Paviliun Lanting—sebuah tempat yang jauh lebih megah, dikelilingi oleh kolam teratai dan pohon willow yang rindang.

Bagi sebagian besar orang, ini adalah awal dari kemakmuran. Namun bagi Mu Qingran, kepindahan ini justru menandakan dimulainya pertempuran yang sebenarnya.

Di dalam kamar utamanya yang luas di Paviliun Lanting, aroma dupa cendana yang lembut membubung ke udara, menggantikan bau apak kamar lamanya yang dingin. Chun’er tampak sibuk merapikan gulungan kain sutra dan kotak perhiasan kecil yang baru saja dikirim oleh biro istana sebagai fasilitas bagi selir tingkat menengah. Wajah sang pelayan berseri-seri, masih menyimpan sisa-sisa keterkejutan dan rasa kagum yang mendalam.

"Nyonya, lihatlah jubah baru ini! Benang emasnya benar-benar berkilau. Para pelayan dari biro istana bahkan membungkuk begitu rendah saat mengantarkannya tadi pagi," seru Chun’er dengan mata berbinar-binar. "Tidak ada lagi yang berani memandang rendah kita sekarang. Selir Mei sedang dikurung di istananya, dan semua orang tahu itu karena ulah liciknya sendiri yang terbongkar di hadapan Kaisar."

Mu Qingran tidak menjawab. Ia duduk di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah kolam teratai, jemarinya perlahan memutar cangkir teh porselen putih yang mengepulkan kehangatan. Wajahnya tidak menunjukkan rasa senang ataupun kebanggaan yang berlebihan. Sebaliknya, sepasang matanya menyipit, menatap pantulan bayangannya sendiri di atas permukaan air teh.

"Jangan tertipu oleh permukaan air yang tenang, Chun'er," suara Qingran meluncur lembut, memecah kekhidmatan pagi. "Di tempat ini, kemenangan kecil hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Justru sebaliknya, kita baru saja menendang sarang lebah."

Chun’er menghentikan aktivitasnya, mengerjap bingung. "Maksud Nyonya...?"

"Selir Mei mungkin sedang dikurung, tetapi keluarga besar dari klannya—Keluarga Mei di luar istana—memiliki pengaruh yang kuat di pemerintahan sipil," penjelasan Qingran mengalir tenang namun penuh perhitungan. "Mereka tidak akan tinggal diam melihat putri kesayangan mereka dipermalukan di hadapan Kaisar. Dan yang lebih penting..."

Qingran menghentikan kalimatnya sejenak. Bayangan wajah Kaisar Tang Xuanze yang tajam, dingin, dan penuh selidik kembali terbayang di benaknya.

"...Kaisar bukanlah pria yang bisa dikelabui dengan mudah. Ia tahu persis bahwa lempengan kayu hitam itu adalah fitnah buatan. Tapi alih-alih menghukum Selir Mei secara terbuka dengan berat, ia memilih cara yang lebih halus: memanfaatkan tanganku untuk memotong kesombongan wanita itu, sekaligus mengujiku."

Chun’er menelan ludah, baru menyadari betapa rumitnya catur politik yang sedang dimainkan oleh para penguasa negeri. "Lalu... apa yang harus kita lakukan sekarang, Nyonya? Apakah kita harus bersembunyi lagi?"

"Bersembunyi?" Qingran tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan ketajaman seribu bilah pedang. "Kita tidak lagi berada di sudut istana yang gelap. Panggung telah disiapkan, dan tirai telah dibuka. Yang harus kita lakukan sekarang adalah berdiri tegak, memperkuat fondasi, dan menunggu langkah selanjutnya dari musuh."

Belum sempat Chun’er menyahut, suara derap langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar halaman Paviliun Lanting. Seorang kasim junior berlari masuk dengan napas tersengal-sengal, langsung berlutut di ambang pintu.

"Melapor kepada Selir Mu! Seseorang dari Istana Utama datang membawa titah mendadak!"

Qingran meletakkan cangkirnya perlahan. Ia berdiri, merapikan jubah sutra birunya yang kini bertepi bordiran awan putih—tanda status barunya.

"Siapa yang datang?" tanya Qingran tenang.

"Kasim Agung sendiri, Nyonya! Dan... dan ia membawa undangan khusus dari Permaisuri untuk menghadiri perjamuan teh di Istana Phoenix sore ini!"

Mendengar kata 'Permaisuri', Chun’er langsung membelalakkan mata. Di dalam harem kekaisaran, Permaisuri Mu Qingran—ralat, Permaisuri Mu Qingran adalah nama sang MC, mari kita sebut Permaisuri istana yang sah saat itu, yaitu Permaisuri Agung dari kllan bangsawan utama—jarang sekali turun tangan atau mencampuri urusan para selir tingkat rendah. Undangan minum teh dari sang Permaisuri bukanlah sekadar acara kumpul-kumpul sosial, melainkan sebuah bentuk pemanggilan kekuasaan tertinggi di dalam harem.

Apakah sang Permaisuri merasa terancam dengan naiknya daun Mu Qingran? Ataukah ada intrik lain yang jauh lebih besar yang sedang menunggu di balik pintu Istana Phoenix?

Qingran menarik napas dalam-dalam. Matanya berbinar tajam.

"Katakan pada Kasim Agung, aku akan bersiap dan segera datang," ucap Qingran mantap, menyambut babak baru dalam badai istana Zhengzhou.

Episodes
1 Bunga di Sudut Istana Dingin
2 Badai di Paviliun Chaoyang
3 Bayangan Naga di Balik Layar
4 Angin Perubahan di Paviliun Lanting
5 Bayangan di Istana Phoenix
6 Paviliun Lanting di Bawah Cahaya Bulan
7 Bayangan di Balik Tirai Sutra
8 Titah dari Aula Naga
9 Darah di Atas Salju Kertas
10 Bayangan Hitam di Bawah Langit Kelabu
11 Tarian di Atas Hamparan Salju Merah
12 Bayangan Naga di Aula Agung
13 Fajar Baru di Istana Phoenix
14 Ombak yang Belum Reda
15 Bayangan di Ujung Perbatasan
16 Jejak Kaki di Padang Salju Utara
17 Jejak Kaki di Padang Salju Utara
18 Bayangan di Tengah Badai Salju
19 Gema Kemenangan di Lembah Salju
20 Langit Malam di Atas Paviliun Lanting
21 Bayangan Hitam dari Timur Laut
22 Benturan Besi dan Kata-Kata
23 Bayangan Pasukan Besi di Lembah Liao
24 Gema Kemenangan dan Janji di Bawah Panji Naga
25 Tuntutan untuk Putra Mahkota
26 Bayang-Bayang di Balik Jubah Kebesaran
27 Riak di Bawah Permukaan Giok
28 Duri dalam Selimut
29 Kabut Pagi di Kuil Leluhur
30 Darah di Atas Meja Rias
31 Badai di Paviliun Bunga Plum
32 Medan Perang Baru di Balik Tirai Sutra
33 Bayang-Bayang di Perbatasan Utara
34 Jaring Laba-Laba di Balik Gerbang Besi
35 Jebakan Malam Bulan Purnama
36 Fajar Kemenangan di Gerbang Utama
37 Fajar Baru di Atas Tahta Giok
38 Kabar Bahagia di Bawah Langit Zhengzhou
39 Penantian di Balik Musim Semi yang Hangat
40 Pangeran Kecil Bernama Tang Zhenyu
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bunga di Sudut Istana Dingin
2
Badai di Paviliun Chaoyang
3
Bayangan Naga di Balik Layar
4
Angin Perubahan di Paviliun Lanting
5
Bayangan di Istana Phoenix
6
Paviliun Lanting di Bawah Cahaya Bulan
7
Bayangan di Balik Tirai Sutra
8
Titah dari Aula Naga
9
Darah di Atas Salju Kertas
10
Bayangan Hitam di Bawah Langit Kelabu
11
Tarian di Atas Hamparan Salju Merah
12
Bayangan Naga di Aula Agung
13
Fajar Baru di Istana Phoenix
14
Ombak yang Belum Reda
15
Bayangan di Ujung Perbatasan
16
Jejak Kaki di Padang Salju Utara
17
Jejak Kaki di Padang Salju Utara
18
Bayangan di Tengah Badai Salju
19
Gema Kemenangan di Lembah Salju
20
Langit Malam di Atas Paviliun Lanting
21
Bayangan Hitam dari Timur Laut
22
Benturan Besi dan Kata-Kata
23
Bayangan Pasukan Besi di Lembah Liao
24
Gema Kemenangan dan Janji di Bawah Panji Naga
25
Tuntutan untuk Putra Mahkota
26
Bayang-Bayang di Balik Jubah Kebesaran
27
Riak di Bawah Permukaan Giok
28
Duri dalam Selimut
29
Kabut Pagi di Kuil Leluhur
30
Darah di Atas Meja Rias
31
Badai di Paviliun Bunga Plum
32
Medan Perang Baru di Balik Tirai Sutra
33
Bayang-Bayang di Perbatasan Utara
34
Jaring Laba-Laba di Balik Gerbang Besi
35
Jebakan Malam Bulan Purnama
36
Fajar Kemenangan di Gerbang Utama
37
Fajar Baru di Atas Tahta Giok
38
Kabar Bahagia di Bawah Langit Zhengzhou
39
Penantian di Balik Musim Semi yang Hangat
40
Pangeran Kecil Bernama Tang Zhenyu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!