Bab 2 - Orang-orang kepercayaan

Gedung D&D Company berdiri megah di jantung Kota Drep. Bangunan setinggi puluhan lantai itu menjadi salah satu ikon baru kota. Setiap hari, ribuan karyawan keluar masuk dengan kesibukan masing-masing, mencerminkan besarnya perusahaan yang terus berkembang di berbagai sektor bisnis.

Di lantai paling atas, suasana jauh lebih tenang.

Di balik sebuah pintu kayu berwarna hitam terdapat ruang kerja Presiden Direktur D&D Company.

Clev duduk santai di kursinya sambil membaca beberapa laporan proyek yang baru dikirim pagi itu. Secangkir kopi hangat berada di samping laptopnya.

Tok...Tok...

"Pagi, Clev."

Seorang wanita berambut cokelat muda membuka pintu tanpa menunggu jawaban.

"Pagi juga ,Rosa" Clev menjawab tanpa menoleh

"Sudah kubilang berkali-kali, kalau aku yang masuk jangan formal" ujar Rosa

Rosa adalah sekretaris utama D&D Company sekaligus sahabat Clev sejak mereka masih sekolah. Berbeda dengan sekretaris pada umumnya, Rosa sudah memahami kebiasaan Clev. Ia tahu kapan harus serius dan kapan boleh bercanda.

"Ada lima jadwal rapat hari ini. Tapi aku sudah membatalkan dua"

"Kamu pasti bosan kalau rapatnya terlalu banyak" ujar Rosa

Clev tertawa kecil.

"Keputusan yang bagus"

Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka.

Seorang pria berjas abu-abu masuk sambil membawa map tipis.

"Clev, klien dari luar negeri ingin bertemu minggu depan."

Berry meletakkan map di atas meja.

Berry merupakan tangan kanan Clev di D&D Company. Hampir seluruh kerja sama dengan perusahaan lain diwakili olehnya. Jika Clev memilih tetap berada di kantor, Berry akan menghadiri pertemuan penting di luar.

"Kalau menurutmu kerja samanya bagus, lanjutkan saja" kata Clev

"Jawabanmu selalu sama" kata Berry

"Karena aku percaya penilaianmu" tambah Clev

Berry hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.

"Kalau suatu hari perusahaan ini bangkrut, itu salahku ya?" tanya Berry

"Belum tentu" jawab Clev santai

"Kenapa?"

"Karena Helen pasti lebih dulu memarahimu"

Seolah dipanggil, seorang wanita berambut hitam memasuki ruangan sambil membawa beberapa dokumen keuangan.

"Aku dengar namaku"

Berry langsung mengangkat kedua tangan.

"Nah, kan"

Wanita itu adalah Helen, kepala divisi keuangan D&D Company. Tidak ada satu rupiah pun yang keluar dari perusahaan tanpa sepengetahuannya.

Helen meletakkan laporan di atas meja.

"Laporan bulan ini selesai. Pendapatan meningkat delapan persen"

"Bagus" jawab Clev

"Tapi jangan asal menyetujui proyek lagi sebelum aku melihat anggarannya."

Berry menghela napas panjang.

"Lihat? Aku sudah diperingatkan."

Ruangan kembali dipenuhi tawa kecil.

Beberapa menit kemudian, seorang wanita lain masuk dengan membawa map berwarna biru.

"Kalian ribut dari luar sudah terdengar"

Wanita itu adalah Karen, penasihat hukum pribadi Clev sekaligus kepala divisi hukum D&D Company.

Karen menatap Clev.

"Ada beberapa kontrak yang harus kamu tanda tangani. Dan jangan lupa membaca isinya dulu"

Clev mengangguk pelan.

"Baik, Bu Pengacara"

Karen tersenyum tipis.

"Bagus"

Hubungan mereka berempat memang berbeda dengan karyawan lain. Mereka telah berteman sejak lama, sehingga tidak pernah memanggilnya "Tuan Cleverley". Di kantor sekalipun, mereka tetap memanggilnya Clev dan berbicara santai seperti sahabat.

Meski begitu, ketika menyangkut pekerjaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas.

Di lantai dasar gedung, suasana jauh berbeda.

Puluhan pria dan wanita berseragam hitam sedang menjalani latihan fisik dengan disiplin tinggi.

Di depan mereka berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan tajam.

Namanya Mario.

Ia adalah kepala keamanan D&D Company, sekaligus pemimpin Unit Blackbird, organisasi keamanan khusus yang dibentuk langsung oleh Clev.

Blackbird bukan sekadar tim satpam perusahaan,mereka adalah unit dengan struktur organisasi yang rapi, disiplin tinggi, dan pelatihan layaknya pasukan militer. Setiap anggotanya memiliki tugas yang jelas, mulai dari pengamanan gedung, perlindungan eksekutif, pengawalan aset perusahaan, hingga operasi darurat apabila terjadi ancaman terhadap D&D Company.

Mario berjalan perlahan di depan para anggotanya.

"Ingat. Tugas kita bukan mencari masalah"

Semua anggota berdiri tegak.

"Tugas kita adalah memastikan setiap orang di gedung ini pulang dengan selamat"

"Siap!"

Suara mereka menggema memenuhi ruang latihan.

Di lantai atas, Clev berdiri di depan jendela kantornya sambil memandangi Kota Drep yang membentang luas.

Gedung-gedung tinggi terus bermunculan. Jalanan dipenuhi kendaraan. Dari luar, kota itu tampak berkembang pesat.

Namun Clev tahu, di balik kemajuan tersebut masih ada organisasi mafia yang bergerak dalam bayang-bayang.

Ia tersenyum kecil.

Pembangunan D&D Company baru saja dimulai.

Begitu pula langkah pertama untuk mengubah seluruh Kota Drep.

Episodes
1 Bab 1 - Pria bernama Cleverley
2 Bab 2 - Orang-orang kepercayaan
3 Bab 3 - Secangkir kopi di kota Drep
4 Bab 4 - Bayangan Mafia Karibia
5 Bab 5 - Ramen dan Sebuah janji
6 Bab 6 - Langkah dalam diam
7 Bab 7 - Garis batas
8 Bab 8 - Langkah selanjutnya
9 Bab 9 - Mata dalam bayangan
10 Bab 10 - Langkah di depan lawan
11 Bab 11 - Janji yang ditepati
12 Bab 12 - Visi yang lebih unggul
13 Bab 13 - Ketenangan dibalik konflik
14 Bab 14 - Putri sang Mafia
15 Bab 15 - Hadiah dari takdir
16 Bab 16 - Kemenangan palsu
17 Bab 17 - Kartu As
18 Bab 18 - Bella Casa
19 Bab 19 - Permainan dimulai
20 Bab 20 - Orang dalam
21 Bab 21 - Lima permata hitam
22 Bab 22 - Pertukaran tanpa jejak
23 Bab 23 - Dua arah
24 Bab 24 - Pertemuan di taman
25 Bab 25 - Dua sisi kehidupan
26 Bab 26 - Mesin dibalik bayangan
27 Bab 27 - Satu langkah lebih dekat
28 Bab 28 - Menuju sarang Karibia
29 Bab 29 - Perbatasan dan sebuah kebenaran
30 Bab 30 - Permainan di balik permata
31 Bab 31 - Takdir di balik permata hitam
32 Bab 32 - Kejatuhan di Meksiko
33 Bab 33 - Pertemuan yang tak terduga
34 Bab 34 - Misteri Permata hitam terungkap
35 Bab 35 - Tamu di Karibia
36 Bab 36 - Mendekati Karibia
37 Bab 37 - Operasi penyusupan
38 Bab 38 - Rahasia dibalik kekuasaan Karibia
39 Bab 39 - Kunci dibalik kekuasaan
40 Bab 40 - Karibia panik
41 Bab 41 - Satu langkah lebih dalam
42 Bab 42 - Jejak yang tak terlihat
43 Bab 43 - Retaknya Karibia
44 Bab 44 - Memburu aset Karibia
45 Bab 45 - Jejak Henderson
46 Bab 46 - Kehancuran sebuah keluarga
47 Bab 47 - Di balik Billboard's Club
48 Bab 48 - Anak-anak yang hilang
49 Bab 49 - Dibalik pesta
50 Bab 50 - Wajah yang dikenal
51 Bab 51 - Saksi ditengah pesta
52 Bab 52 - Jejak yang tertinggal
53 Bab 53 - Ketukan tengah malam
54 Bab 54 - Dibalik identitas sang penolong
55 Bab 55 - Satu langkah di depan
56 Bab 56 - Mempersempit ruang gerak
57 Bab 57 - Pertemuan tak terduga
58 Bab 58 - Penguntit yang terjebak
59 Bab 59 - Sebuah tawaran
60 Bab 60 - Sebuah jawaban
61 Bab 61 - Kepercayaan baru
62 Bab 62 - Nama yang muncul
63 Bab 63 - Mereka mulai mencari
64 Bab 64 - Sebuah kesempatan
65 Bab 65 - Tiga kekuatan
66 Bab 66 - Target sebenarnya
67 Bab 67 - Dalam kepungan
68 Bab 68 - Rencana yang gagal
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1 - Pria bernama Cleverley
2
Bab 2 - Orang-orang kepercayaan
3
Bab 3 - Secangkir kopi di kota Drep
4
Bab 4 - Bayangan Mafia Karibia
5
Bab 5 - Ramen dan Sebuah janji
6
Bab 6 - Langkah dalam diam
7
Bab 7 - Garis batas
8
Bab 8 - Langkah selanjutnya
9
Bab 9 - Mata dalam bayangan
10
Bab 10 - Langkah di depan lawan
11
Bab 11 - Janji yang ditepati
12
Bab 12 - Visi yang lebih unggul
13
Bab 13 - Ketenangan dibalik konflik
14
Bab 14 - Putri sang Mafia
15
Bab 15 - Hadiah dari takdir
16
Bab 16 - Kemenangan palsu
17
Bab 17 - Kartu As
18
Bab 18 - Bella Casa
19
Bab 19 - Permainan dimulai
20
Bab 20 - Orang dalam
21
Bab 21 - Lima permata hitam
22
Bab 22 - Pertukaran tanpa jejak
23
Bab 23 - Dua arah
24
Bab 24 - Pertemuan di taman
25
Bab 25 - Dua sisi kehidupan
26
Bab 26 - Mesin dibalik bayangan
27
Bab 27 - Satu langkah lebih dekat
28
Bab 28 - Menuju sarang Karibia
29
Bab 29 - Perbatasan dan sebuah kebenaran
30
Bab 30 - Permainan di balik permata
31
Bab 31 - Takdir di balik permata hitam
32
Bab 32 - Kejatuhan di Meksiko
33
Bab 33 - Pertemuan yang tak terduga
34
Bab 34 - Misteri Permata hitam terungkap
35
Bab 35 - Tamu di Karibia
36
Bab 36 - Mendekati Karibia
37
Bab 37 - Operasi penyusupan
38
Bab 38 - Rahasia dibalik kekuasaan Karibia
39
Bab 39 - Kunci dibalik kekuasaan
40
Bab 40 - Karibia panik
41
Bab 41 - Satu langkah lebih dalam
42
Bab 42 - Jejak yang tak terlihat
43
Bab 43 - Retaknya Karibia
44
Bab 44 - Memburu aset Karibia
45
Bab 45 - Jejak Henderson
46
Bab 46 - Kehancuran sebuah keluarga
47
Bab 47 - Di balik Billboard's Club
48
Bab 48 - Anak-anak yang hilang
49
Bab 49 - Dibalik pesta
50
Bab 50 - Wajah yang dikenal
51
Bab 51 - Saksi ditengah pesta
52
Bab 52 - Jejak yang tertinggal
53
Bab 53 - Ketukan tengah malam
54
Bab 54 - Dibalik identitas sang penolong
55
Bab 55 - Satu langkah di depan
56
Bab 56 - Mempersempit ruang gerak
57
Bab 57 - Pertemuan tak terduga
58
Bab 58 - Penguntit yang terjebak
59
Bab 59 - Sebuah tawaran
60
Bab 60 - Sebuah jawaban
61
Bab 61 - Kepercayaan baru
62
Bab 62 - Nama yang muncul
63
Bab 63 - Mereka mulai mencari
64
Bab 64 - Sebuah kesempatan
65
Bab 65 - Tiga kekuatan
66
Bab 66 - Target sebenarnya
67
Bab 67 - Dalam kepungan
68
Bab 68 - Rencana yang gagal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!